Anda di halaman 1dari 25

KEPRIBADIAN

Retno IG Kusuma
Psychologist
www.psikologibali.com
DEFINISI UMUM
Personality atau kepribadian  kata persona  merujuk
pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara
di Jaman Romawi.

Bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi


individu-individu lainnya.

Definisi lemah karena hanya menilai perilaku yang dapat


diamati saja dan mengabaikan kemungkinan bahwa ciri-ciri
ini bisa berubah tergantung pada situasi sekitarnya
Bersifat evaluatif (menilai)  kepribadian itu tidak dapat
dinilai “baik” atau “buruk” karena bersifat netral.
DEFINISI AHLI
2) Schever Dan Lamm.
1) Horton. keseluruhan pola sikap,
keseluruhan sikap, perasaan, kebutuhan, ciri-ciri kas, dan prilaku
ekspresi dan temperamen seseorang. Pola berarti sesuatu
seseorang. Hal itu akan yang sudah menjadi standar atau
terwujud dalam tindakan baku, sehingga kalau di katakan
pola sikap, maka sikap itu sudah
seseorang jika di hadapkan
baku berlaku terus menerus
pada situasi tertentu. Setiap secara konsisten dalam
orang mempunyai menghadapai situasi yang
kecenderungan perilaku yang dihadapi.
baku atau pola dan konsisten,
sehingga menjadi ciri khas
pribadinya.
5) Gordon
4) George Allport.
Kelly. “sesuatu”
cara yang yang setiap individu
unik dari terdapat suatu memiliki
individu dalam diri organisasi kepribadiannya
dalam individu yang yang dinamis sendiri. Tidak
mengartikan membimbing dari sistem ada dua orang
pengalaman dan memberi psikofisik yang
- arah kepada individu yang berkepribadian
pengalaman seluruh menentukan sama, karena
hidupnya tingkah laku tingkah laku itu tidak ada
individu dan pikiran dua orang
individu yang
secara khas. berperilaku
sama.
6) Sigmund Freud.
Kepribadian sebagai
suatu struktur yang 7) Yinger.
terdiri dari tiga sistem Kepribadian adalah
yaitu Id, Ego dan keseluruhan perilaku dari
Superego, dan tingkah seorang individu dengan
laku, menurut Freud, sistem kecenderungan
tidak lain merupakan tertentu yang
hasil dari konflik dan berinteraksi dengan
rekonsiliasi ketiga serangkaian instruksi.
sistem kepribadian
tersebut.
2) perlunya
memahami arti
1) suatu struktur perbedaan- 3) melihat kepribadian dari
atau organisasi perbedaan sudut “sejarah hidup”,
hipotesis, dan individual perkembangan, dan
perspektifmerepresentasi
tingkah laku dilihat “kepribadian”, kan proses keterlibatan
sebagai sesuatu keunikan dari setiap subyek atau individu atas
yang diorganisasi individu pengaruh-pengaruh internal
dan diintegrasikan ternyatakan.  dan eksternal yang
mencakup faktor-faktor
oleh kepribadian sesuatu yang unik genetik atau biologis,
kepribadian dan atau khas pada pengalaman-pengalaman
dipandang sebagai diri setiap orang. sosial, dan perubahan
“organisasi” yang lingkungancorak dan
keunikan kepribadian
menjadi penentu individu itu dipengaruhi oleh
atau pengarah faktor-faktor bawaan dan
tingkah laku kita. lingkungan.

KESIMPULAN
FAKTOR YG MEMPENGARUHI
a. Faktor genetik. b. Faktor Teori perlekatan
bayi-bayi baru lahir lingkungan. menunjukkan
mempunyai Perlekatan, bahwa kegagalan
temperamen yang kecenderungan anak membentuk
berbeda, ini lebih bayi untuk mencari perlekatan yang
jelas terlihat pada kedekatan dengan kuat dengan satu
usia 3 bulan. pengasuhnya dan orang atau lebih
Perbedaan meliputi untuk merasa lebih dalam tahun
tingkat aktivitas, aman dengan pertama kehidupan
rentang atensi, kehadiran berhubungan
adaptabilitas pada pengasuhnya dengan
perubahan dapat ketidakmampuan
lingkungan. mempengaruhi membentuk
kepribadian. hubungan dengan
orang lain pada
masa dewasa
(Bowlby , 1973)
c. Faktor stimulasi gen dan cara berpikir.
• Berdasarkan penelitian akhir 2007, yang dilakukan oleh Kazuo
Murakami, Ph.D dari Jepang dalam bukunya The Divine message of
the DNA. Menyimpulkan bahwa kepribadian sepenuhnya
dikendalikan oleh gen yang ada dalam sel tubuh manusia. Gen
tersebut ada yang bersifat Dorman (tidur) atau tidak aktif dan yang
bersifat aktif. Bila sering menyalakan gen yang tidur dengan cara
berpikir positif maka kepribadian dan nasib akan lebih baik. Jadi
genetik bukan sesuatu yang kaku, permanen dan tidak dapat dirubah.
• Setiap orang yang diciptakan Tuhan sudah dilengkapi dengan
kepribadian. Kepribadian itu sebetulnya adalah sumbangsih atau
pemberian Tuhan ditambah dengan pengaruh lingkungan yang
diterima atau dialami pada masa pertumbuhan manusia.
2) Mampu menilai situasi secara
1) Mampu menilai diri sendiri secara realistis, dapat menghadapi
realisitis, mampu menilai diri apa situasi atau kondisi kehidupan
adanya tentang kelebihan dan yang dialaminya secara realistis
kekurangannya, secara fisik, dan mau menerima secara wajar,
pengetahuan, keterampilan dan tidak mengharapkan kondisi
sebagainya. kehidupan itu sebagai sesuatu
yang sempurna.

3) Mampu menilai prestasi yang


diperoleh secara realistis, dapat menilai
keberhasilan yang diperolehnya dan
mereaksinya secara rasional, tidak
menjadi sombong, angkuh atau
mengalami superiority complex, apabila
KEPRIBADIAN
memperoleh prestasi yang tinggi atau
kesuksesan hidup. Jika mengalami
SEHAT
kegagalan, dia tidak mereaksinya
dengan frustrasi, tetapi dengan sikap
optimis.
4) Menerima tanggung jawab, mempunyai keyakinan terhadap
kemampuan mengatasi masalah-masalah kehidupan yang
dihadapi.

5) Kemandirian, memiliki sifat mandiri dalam cara berpikir, &


bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan
mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma
yang berlaku di lingkungannya.

6) Dapat mengontrol emosi, merasa nyaman dengan emosinya,


dapat menghadapi situasi frustrasi, depresi, atau stress secara
positif atau konstruktif , tidak destruktif (merusak).

7) Berorientasi tujuan, dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap


aktivitas dankehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang
(rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai
tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan),
pengetahuan dan keterampilan.
8) Berorientasi keluar (ekstrovert), bersifat respek, empati terhadap orang
lain, memiliki kepedulian terhadap situasi atau masalah-masalah lingkungan dan
bersifat fleksibel dalam berfikir, menghargai dan menilai orang lain seperti
dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap orang lain, tidak membiarkan
dirinya dimanfaatkan untuk menjadi korban orang lain dan mengorbankan
orang lain, karena kekecewaan dirinya.

9) Penerimaan sosial, mau berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial


dan memiliki sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang
lain.

10) Memiliki filsafat hidup, mengarahkan hidupnya berdasarkan


filsafat hidup yang berakar dari keyakinan agama yang dianutnya.

11) Berbahagia situasi kehidupannya diwarnai kebahagiaan, yang


didukung oleh faktor- faktor achievement (prestasi), acceptance
(penerimaan), dan affection (kasih sayang).
KEPRIBADIAN TIDAK SEHAT
1) Mudah marah (tersinggung).

2) Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan.

3) Sering merasa tertekan (stress atau depresi).

4) Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain / binatang.

5) Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang


meskipun sudah diperingati atau dihukum.
6) Kebiasaan berbohong.

7) Hiperaktif.

8) Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas.


9) Senang mengkritik/ mencemooh orang lain.

10) Sulit tidur.

11) Kurang memiliki rasa tanggung jawab.

12) Sering mengalami pusing kepala/ keluhan fisik


(meskipun penyebabnya bukan faktor yang bersifat
organis).

13) Kurang memiliki kesadaran untuk mentaati ajaran


agama.

14) Pesimis dalam menghadapi kehidupan.


15) Kurang bergairah (bermuram durja) dalam menjalani
kehidupan.
MANFAAT PAHAM KEPRIBADIAN
Dengan mengenali ciri-ciri
kepribadian  dapat lebih Akan membantu untuk
memahami kepribadian  memahami kepribadian orang
kepribadian adalah unik, punya lainmembantu dalam
kekuatan dan kelemahannya menjalin hubungan, baik itu
sendiri. Kekuatan kepribadian hubungan profesional maupun
perlu dioptimalkan, sementara hubungan pribadi.
kelemahan perlu diminimalisir.

Akan sangat membantu dalam


Akan mampu membantu dalam meningkatkan kinerja kelompok
mencapai tujuantahu kondisi- memahami tipe kepribadian masing-
kondisi seperti apa yang masing anggota
optimal dalam bekerja, hal-hal kelompokmemudahkan untuk
apa yang harus difokuskan, dan menentukan fungsi dan peran apa
tantangan apa saja yang perlu yang sesuai dengan kepribadiannya
diselesaikan supaya dapat tugas yang dibebankan bisa selesai
bekerja secara optimal. secara efektif.
TIPS PENGEMBANGAN DIRI
Habiskan waktu dalam kegiatan sehari-hari untuk diri sendiri.

Pikirkan tentang dan temukan jika Anda benar-benar sedang


melakukan apa yang Anda inginkan.

Pemahaman dan pandangan kita tentang kesalahan. Jangan pernah


takut akan kesalahan, jangan biarkan kegagalan menghentikan Anda
dari hal-hal yang Anda ingin lakukan.

Anda juga harus fleksibel untuk merubah jalan Anda ketika


sesuatunya tidak berjalan sesuai dengan keinginan Anda.

Belajar disiplin dan bertanggung jawab.


Dalam kegiatan Anda sehari-hari temukan waktu dalam kehidupan Anda
sehari- hari untuk membaca atau mendengar beberapa artikel pengembangan
kepribadian yang memberikan Anda pelajaran inspirasional yang akan
memberikan Anda energi positif untuk peningkatan.

Otak kita memberikan respon lebih banyak pada gambar dari pada kata-kata.
Jadi buatlah beberapa gambar tujuan-tujuan Anda dan visualisasikan itu dalam
kehidupan sehari-hari Anda.

Jaga kesehatan tubuh dan pikiran untuk melawan pemikiran negatif Anda.
Yoga akan sangat membantu Anda melakukan hal ini.

Buatlah catatan atau diary atas semua hal-hal positif dan negatif yang Anda
hadapi dalam kehidupan Anda sehari-hari.

j. Kapanpun Anda mencapai sesuatu, jangan menyimpannya untuk diri Anda


sendiri, berbagilah dengan teman dekat atau pasangan Anda dan rayakan.
DOMINANCE (‘‘D’’)

Kelebihan Kekurangan

 Tegas  Suka memaksa


 Memulai / Sesuatu  Kasar
 Kepribadian yang kuat  Tidak sabar
 Asertif  Terus terang
 Kompetitif  Menuntut
 Berorientasi pada  Tergesa-gesa
sasaran  Diktator
 Otoritatif  Menentang
 Mandiri
DOMINANCE
Tak kenal takut tegas, kemauan kuat, & tidak mudah putus asa

Bebas dan mandiri, menampakkan keyakinan dan kepastian

Cepat mngorganisir dan terorganisir dengan baik

Mendelegasikan tugas / pekerjaan

Berorientasi dan membuat target, menekankan pada hasil

Melihat dalam konteks lebih luas & Mencari pemecahan praktis

Memperbaiki masalah & Unggul dalam kondisi kritis / krisis

Dalam bertindak,menggunakan rasio Bertindak cepat


INFLUENCE (‘‘I’’)
Kelebihan Kekurangan

 Kharismatik  Impulsif
 Percaya diri  Pura – pura
 Suka berteman  Tidak realistis
 Persuasif  Berbicara berlebihan
 Patisipatif  Terlalu percaya diri
 Optimis  Pendengar yang buruk
 Menghidupkan  Terpusat pada diri sendiri
suasana  Terlalu percaya orang lain
 Antusias  Emosional
 Komunikatif
INFLUENCE
Antusias, santai,
periang
Mengihlami
orang lain untuk Ekspresif,
mengerjakan energik

Bakat ‘menjual’ Kreatif

Kemampuan
bicara yang
Bertutur kata
persuasif,
yang menarik
demontratif, dan
memulau
STEADINESS (‘‘S’’)
Kelebihan Kekurangan

 Mengendalikan diri  Kurang dorongan untuk maju


 Menerima pendapat orang  Lunak
lain  Puas diri
 Tekun  Tidak acuh
 Sabar  Tidak menunjukkan perasaan
 Pendengar yang baik  Menghindari konfrontasi
 Tenang  Apatis
 Lembut  Lamban
 Simpati  Pasif
 Hangat  Posesif
 Dapat diandalkan
STEADINESS
Cerdas, cakap, mantap
Penuh pengertian pada orang lain
Pendengar yang baik
Konsisten
Stabil, tegar, kukuh
Penengah, masalah, moderator
Mendelegasikan pekerjaan dengan baik
Baik dalam tekanan pekerjaan / pressure
COMPLIANCE (‘‘C’’)

Kelebihan Kekurangan

 Tepat  Terlalu hati-hati


 Mudah menyesuaikan diri  Obsesif / kompulsif
 Teliti  Terlalu pemilih
 Sistematis  Terlalu Analisis (kurang
 Hati-hati tindakan)
 Sungguh-sungguh  Curiga
 Teratur  Rewel
 Mempersiapkan diri  Menjauhkan diri
 Akurat  Mudah tersinggung
 Tidak tegas
COMPLIANCE
Mendalam dan penuh pemikiran

Orientasi efisien dalam banyak hal

Analitis pada masalah

Serius dan tekun pada tugas

Idealis, perfeksionis dan standar tinggi, gigih

Perencana, mengacu pada jadwal, terorganisir

Suka bekerja dengan diagram, angka, tabel, bagan, grafik

Cermat dan akurat