Anda di halaman 1dari 25

Oleh:

Lusiana K Wardani
FK UMM
• Nama : Ny. A
• Umur : 23 tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Pekerjaan : Ibu rumah tangga
• Pendidikan : SMA
• Agama : Islam
• Sukubangsa : Jawa/Indonesia
• Alamat : Kaligedok Ngancar, Kediri
• Tanggal MRS : 3 Februari 2017
• Tgl Pemeriksaan : 3 Februari 2017
• Nomer RM : 11.92.36
• Keluhan utama:
• Keluar darah dari kemaluan
• RPS:
• Pasien kiriman dr Djamil SpOG dengan amenore 2 bulan,
HPHT: 21-12-2016. Keluhan keluar darah dari kemaluan sejak
3 hari yang lalu. Perdarahan warna merah segar dan terdapat
gumpalan darah dan gumpalan berwarna keputihan. Ganti 3
pembalut dan 3 kain. Nyeri perut (+) Mual muntah (-) Pusing (-)
Pasien tidak pernah seperti ini sebelumnya.
• RPD:
• Riwayat abortus sebelumnya 2x, HT (-), DM (-)
• Riwayat Haid:
• Menarche: 13 tahun
• Pola: teratur/28 hari/lama 6 hari/jumlah biasa/dismenore (-)
• HPHT: 21-12-2016
• TP: 17-9-2017
• UK: 6-7 minggu
• Riwayat Perkawinan:
• 1x  selama 3 tahun
• Riwayat KB:
• (-)
• Riwayat Sosial:
• Merokok (-), minum alkohol (-)
• Status Umum:
• KU: CM, a/i/c/d -/-/-/-
• TD: 110/70 mmHg
• N: 85 x/menit
• tax: 36,7 C
• RR: 20 x/menit
• Thorax:
• Cor: S1S2 tunggal, bising jantung (-)
• Pulmo: suara napas vesikuler, ronki (-), wheezing (-)
• Abdomen: soefl, H/L tidak teraba, bising usus (+), nyeri daerah simfisis
• Ekstremitas: edem (-)
• Pemeriksaan Dalam:
• V/V: fluxus (+), fluor (-)
• P: terbuka 1 jari, licin, teraba jaringan, nyeri goyang (-)
• CU: AF ~ 12-14 minggu
• AP D/S: massa (-), nyeri (-)
• CD: t.a.k
• Perempuan, 23 tahun
• Perdarahan pervaginam
• Amenorea
• UK 6-7 minggu
• Ekspulsi sebagian hasil konsepsi
• Nyeri perut bawah
• Portio: terbuka 1 jari, teraba jaringan
• USG: terdapat sisa jaringan
• Perdarahan pada kehamilan < 20 minggu
• Ekspulsi sebagian hasil konsepsi
• Portio: terbuka 1 jari, teraba jaringan
• USG: terdapat sisa jaringan
• Abortus inkomplit
• MRS
• Infus RL 20 tpm
• Pro kuretase:
• informed consent
• Persiapan kuretase:
• 6 jam puasa
• Oksigen kanul 5 lpm
• Laminaria
• Petidin inj 1amp
• Induksin inj 1amp
• Valisanbe inj 1amp
• GCS
• Vital Sign
• Perdarahan
• Keluhan pasien
TERIMAKASIH
• Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi pada usia
kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari
500 gram
• Abortus adalah pengakhiran kehamilan dengan cara apapun
sebelum janin cukup berkembang untuk dapat hidup diluar
kandungan
 Menurut penggolongan jenis :
 Abortus spontan
 Abortus provokatus
 Menurut derajat/tingkat :
 Abortus iminens
 Abortus insipiens
 Abortus inkomplet
 Missed abortion
 Abortus habitualis
 Abortus infeksiosus
 Faktor janin
 Ovum patologik (Blighted ovum)
 Kromosom abnormal
 Faktor Ibu
 Kelainan pada sel telur dan sperma
 Kondisi rahim yang tidak optimal
 Penyakit ibu
 Inkompatibilitas rhesus
 Inkompetensia serviks
 Trauma fisik
 Keracunan
Perdarahan Nekrosis jaringan disekitarnya

Hasil konsepsi terlepas


Plasenta tidak
dilepaskan secara
sempurna -Seluruh (ab.komplit)
-Sebagian (ab.
Inkomplit)
perdarahan -Ab insipiens

Pembuluh darah uterus terbuka


Uterus kontraksi

Cramping
Defisit volume pain
Risiko infeksi
cairan
Diagnosis Gejala Klinis
Abortus imminens  Amenore
 Tes kehamilan (+)
 Perdarahan pervaginam, cramping pain
 VT: ostium uteri menutup
Abortus insipiens  Perdarahan pervaginam, nyeri (his)
 VT: ostium uteri menipis dan terbuka ketuban menonjol, buah kehamilan
utuh
Abortus inkomplet  Perdarahan pervaginam, nyeri, dan kadang-kadang disertai syok
 VT: ostium uteri terbuka didapat sisa kehamilan/plasenta

Missed abortion  Pendarahan dan keluhan kehamilan


 Pemx fisik: TFU yang menetap bahkan mengecil tidak sesuai dengan
umur kehamilan
Abortus infeksi  Perdarahan pervaginam, nyeri
 Sering disertai syok
 VT: ostium uteri terbuka, nyeri adneksa dan fluor yang berbau
Bedah
• Abortus bedah awal dilakukan dengan mendilatasi serviks dan
kemudian mengosongkan uterus dengan mengorek isi uterus
(kuretase tajam) secara mekanis, melakukan aspirasi vakum,
atau keduanya.
• Untuk usia gestasi di atas 16 minggu, dilakukan dilatasi dan
evakuasi (D&E).
• Setelah janin seluruhnya dikeluarkan, digunakan kuret vakum
berlubang besar untuk mengeluarkan plasenta dan jaringan
yang tersisa.
Non bedah
Oksitosin
 Pemberian oksitosin dosis tinggi dalam sedikit cairan
intravena dapat menginduksi abortus pada kehamilan
trimester kedua.
 Salah satu regimen yang efektif adalah 10 mL (10 IU/mL)
ke dalam 1000 mL larutan RL.
Diagnosis Penatalaksanaan

Abortus Imminen • Istirahat~tirah baring


• USG
• Tokolitik: isoxuprine tiap 8 jam
• Preparat progesterone 2-3x1 tab setiap 8-12 jam
• Antiprostaglandin 500 mg setiap 8 jam

Abortus Insipien • Kuret atau drip oksitosin bila kehamilan > 12 minggu
dilanjutkan
• Methylergometrin maleat 1 tab setiap 8 jam selama
5 hari
• Ceftriaxon 1 g iv
Abortus Inkomplet • Memperbaiki keadaan umum
• Kosongkan isi uterus (menghentikan perdarahan)
• Jika kehamilan > 12 minggu: methylergometrin maleat 1
tab setiap 8 jam selama 5 hari
• Cegah infeksi : ceftriaxon 1 g iv

Missed Abortion • MRS:


• Mengeluarkan jaringan nekrotik
• Pemx faal hemostasis
• Kehamilan < 12 minggu langsung kuretase
• Kehamilan > 12 minggu: misoprostol 1
tab/intravaginal/tiap 6 jam/1 hari dilanjutkan dengan
drip oksitosin dan kuretase
• Disarankan untuk monitoring fibrinogen serum
Abortus Infeksi • Perbaiki keadaan umum: infus, transfuse
• Antipiretik: paracetamol
• Antibiotic dosis tinggi: ceftriaxon 1 g iv
• Kuret setelah 3-6 jam
Perdarahan
Perforasi
Infeksi
Syok