Anda di halaman 1dari 24

PERENCANAAN

Ns. WIDYAWATI, S.KeP, M.Kes


DEFENISI

Potter dan Perry (1997)


Kegiatan dalam keperawatan
yang meliputi penentuan
tujuan pada klien, menetapkan
hasil yang ingin dicapai dan
memilih intervensi
keperawatan
Perencanaan adalah petunjuk tertulis
yang menggambarkan secara tepat
mengenai rencana tindakan yang
dilakukan terhadap pasien sesuai
dengan kebutuhan berdasarkan
diagnosa keperawatan
 Proses penyusunan berbagai
intervensi keperawatan yang
dibutuhkan untuk mencegah,
menurunkan atau mengurangi
masalah klien
Pengetahuan yang harus dimiliki oleh
perawat :
 Kekuatan dan kelemahan klien

 Nilai dan kepercayaan klien

 Batasan praktek keperawatan

 Peran dari tenaga kesehatan


Kemampuan yang harus dimiliki oleh
perawat :
 Pemecahkan masalah

 Pengambilan keputusan

 Menulis tujuan

 Menulis instruksi keperawatan

 Kerja sama dengan tim kesehatan


TUJUAN

Sebagai alat komunikasi antara


sesama anggota perawat dan antar
tim kesehatan lainnya
Untuk meningkatkan kesinambungan
asuhan keperawatan terhadap pasien
Mendokumentasikan proses dan
kriteria hasil asuhan keperawatan
yang telah dicapai
LANGKAH-LANGKAH
1.Menentapkan urutan prioritas
diagnosa keperawatan
– Tujuan : dapat diketahui diagnosa
keperawatan mana yang akan
dilakukan atau diatasi pertama
kali atau segera dilakukan
tindakan keperawatan
Katagori dalam penentuan prioritas diagnosa
keperawatan :
A. Berdasarkan tingkat kegawatan
1. Prioritas Tinggi (Segera)
 Mencerminkan situasi yang mengancam
kehidupan (nyawa) seseorang sehingga
perlu dilakukan tindakan keperawatan
terlebih dahulu
Contoh : Gangguan pertukaran gas
Penurunan curah jantung
Tidak efektif pola nafas
Defisit volume cairan
2. Prioritas sedang (Urgen)
 Mencerminkan situasi yang tidak gawat
dan tidak mengancam kehidupan klien
Contoh : Perubahan pola eliminasi bab
Gangguan mobilitas fisik
Intoleransi aktivitas
Kurang perawatan diri
3. Prioritas Rendah (Nonurgen)
 Mencerminkan situasi yang tidak
berhubungan langsung dengan prognosis
dari suatu penyakit yang secara spesifik
Contoh : Kurang pengetahuan
Gangguan harga diri
Perubahan proses piker
Koping individu tidak efektif
Berdasarkan kebutuhan Maslow
1. Kebutuhan fisiologis
 Masalah respirasi, sirkulasi, cairan suhu, nutrisi,
nyeri, perawatan kulit, mobilitas, eliminasi
2. Kebutuhan rasa aman
 Masalah lingkungan, kondisi tempat tinggal,
perlindungan, pakaian, bebas dari infeksi dan
rasa takut
3. Kebutuhan cinta mencintai
 Masalah kasih sayang, seksualitas, hubungan
antar manusia
4. Kebutuhan harga diri
 Masalah respek dari keluarga, perasaan
menghargai diri sendiri
5. Kebutuhan aktualisasi diri
 Masalah kepuasan terhadap lingkungan
 Resiko aspirasi
 Tidak efektif bersihan jalan nafas (S)

 Kurang pengetahuan (NU)

 Kontipasi (U)

 Resiko perubahan nutrisi lebih dari kebutuhan


tubuh
1. Tidak efektif bersihan jalan nafas
2. Konstipasi
3. Kurang pengetahuan
4. Resiko tinggi aspirasi
5. Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
 Isolasi Sosial 4 5 r 5
 Hipotermia 1 2 t 2
 Retensi Urine 3 3 s
 Kekurangan volume cairan 2 1 t 1
 Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh 5 4 s
2. Menentukan tujuan dan kriteria hasil
yang diharapkan
Tujuan : hasil yang ingin dicapai
untuk mengatasi masalah
keperawatan yang telah
diidentifikasi
 Hitung denyut nadi pasien
 Berikan minuman hangat
 Berikan oksigen 2 liter/m
 Monitor hasil pemeriksaan urine
 Kaji tingkat nyeri klien
 Diskusikan tentang pemeriksaan lanjutan dengan
keluarga
 Ajarkan tentang cara mengatasi nyeri
Komponen pernyataan tujuan :
 S (Subjek) : Siapa yang mencapai tujuan dan
kriteria hasil
 P (Predikat) : Tindakan, tingkah laku dan respon
klien yang dapat diukur
 H (Hasil) : respon fisiologis, psikologis dan
gaya hidup yang diharapkan dari
klien
 K (Kriteria) : ukuran kemajuan klien dalam
mencapai tujuan
 W (Waktu) : Menunjukkan priode waktu tertentu
yang diinginkan untuk mencapai
tujuan dan kriteria hasil
Contoh
Diagnosa Keperawatan :
 Bersihan jalan nafas tidak efektif b/d
adanyan sekret dijalan nafas d/d dijumpai
ronchi, frekuansi nafas tidak teratur, batuk
ada, sianosis ada, secret berwarna putih
kental
Tujuan :
 Klien mampu mengeluarkan secret paru
tanpa bantuan pada tanggal 3 Nopember
2009
S : Klien
P : mampu mengeluarkan
H : sekresi paru
K :tanpa bantuan
W : pada tanggal 3 Nopember 2009

Kriteria hasil
• Suara nafas bersih, tidak ada suara tambahan,
frekuensi nafas 16 – 20 x/menit, pola
pernafasan teratur, tidak terdapat batuk,
sekret dan sianosis
3. Menentukan rencana tindakan

Tipe instruksi perawatan dalam menentukan


rencana tindakan :
 Tipe diagnostik

 menilai kemungkinan klien kearah


pencapaian kriteria hasil dengan
observasi secara langsung
Contoh : Kaji ROM ektremitas atas
klien
 Tipe terapeutik
 Menggambarkan tindakan yang
dilakukan oleh perawat secara langsung
untuk mengurangi, memperbaiki dan
mencegah kemungkinan masalah
Contoh : Lakukan ROM pasif pada kaki
kiri klien
 Tipe penyuluhan
 Digunkan untuk meningkatkan
perawatan diri klien dengan
membantu klien utnuk memperoleh
tingkah laku individu yang
mempermudah pemecahan masalah
Contoh : Ajarkan klien menggunakan
walker
 Tipe rujukan
 Menggambarkan peran perawat
sebagai koordinator dalam
anggota tim kesehatan
Contoh : Konsul dengan ahli terapi
fisik