Anda di halaman 1dari 15

Dr. Ir. H. M.

Nurdin, MT

1
Tahapan pekerjaan evaluasi dalam satu
perusahaan ataupun organisasi adalah
sebagai berikut.

1. Menentukan apa yang akan diukur.


2. Menentukan ukuran standar.
3. Melakukan pengukuran kinerja.
4. Membandingkan kinerja aktual dengan
standar.
5. Mengambil tindakan.

2
Mengukur Kinerja 1

 Kinerja adalah hasil akhir daripada kegiatan,


walaupun sebenarnya kinerja dapat juga berupa
suatu proses yang dikehendaki.
 Pengukuran hasil akhir ini akan tergantung kepada
bentuk organisasi, mungkin dengan
mempertimbangkan tingkatannya dalam satu
perusahaan.
 Ukuran yang digunakan meliputi: kemampulabaan,
pangsa pasar, pengurangan biaya, dan lain-lain
sesuai dengan apa yang telah dsepakati oleh
organisasi ataupun perusahaan sebelum kegiatan
dimulai

3
Mengukur Kinerja 2

 Ukuran Yang Tepat

 Activity Cost Based (ABC)

 Bentuk Pengendalian ;

 Behavior Controls: menjelaskan bagaimana sesuatu dilaksanakan;


apakah sesuai dengan kebijakan, aturan, standar, maupun arahan
yang digariskan oleh perusahaan

 Output Controls: menspesifikkan apa yang akan dicapai dengan


fokus terhadap hasil daripada perilaku organisasi dengan
menggunakan sasaran, target dan ukuran lain dalam perusahaan.

 Input Controls: fokus kepada penggunaan sumberdaya,


pengetahuan, keahlian dan nilai yang digunakan dalam proses
produksi.

4
Evaluasi dan Strategi

 Evaluasi berkaitan dengan strategi yang


digunakan, apakah strategi menghasilkan
sesuatu yang direncanakan atau tidak.
 Ketika perusahaan menyadari berdasarkan
hasil evaluasi bahwa capaian yang mereka
dapatkan tidaklah seperti yang diharapkan,
maka strategi yang telah ditetapkan harus
dievaluasi bersama.

5
Mengevaluasi Manajemen
Puncak
4 bidang yang menjadi dasar, yaitu:
 kinerja perusahaan,
 kemampuan memimpin organisasi,
 suksesi dalam menyusun tim, dan
 kepemimpinan dalam konstituen
eksternal.

6
Audit Manajemen
 Kemampuan menyelesaikan berbagai
permasalahan perusahaan – sebagaimana
tanggung jawab sosial,
 kemampuan bidang fungsional seperti
pemasaran dan divisi internasional, serta
 kemampuan mengendalikan strategi
perusahaan.

7
Mengukur Kinerja Divisi dan
Fungsi
 Responsibility Centre
 Menggunakan Benchmarking
 Strategic Information Systems : Sesuai
dengan perkembangan penggunaan komputer
dan teknologi maka perusahaan konsultan
menyediakan software yang dapat digunakan
sesaat dalam menentukan proses evaluasi yang
sedang terjadi. Alat yang dikenal adalah ERP
(Enterprise Resource Planning)
8
Responsibility Centre
 Standard cost centers. Biasanya digunakan untuk bagian
pabrik, dimana standar biaya produksi digunakan untuk
menentukan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan.
 Revenue centers. Untuk melihat bagaimana keefektifan satuan
pengeluaran maka dilakukan pendekatan keefektifan.
 Expense centers. Perhitungan biaya kepada divisi mungkin
dilakukan tanpa mempertimbangkan penerimaan yang akan
diterima.
 Profit centers. Perusahaan dapat memperhitungkan
keuntungan yang diperoleh dari setiap produk lini yang
dihasilkan guna dapat mengestimasi keuntungan yang
diharapkan.
 Investment centers. Karena satu perusahaan mungkin terdiri
dari banyak divisi, maka tepatlah untuk memperhitungkan
jumlah dana yang dialokasikan per divisi.
9
Pedoman Pengendalian
Menggunakan Audit Strategi
 Audit strategi digunakan untuk dapat
menggambarkan keefektifan strategi yang
digunakan perusahaan. Strategi audit berisi:
 Mengevaluasi hasil kinerja sekarang
 Mereview pengelolaan korporasi
 Memantau dan menilai lingkungan eksternal
 Memantau dan menilai lingkungan internal
 Menganalisis strategi dengan menggunakan SWOT
 Mengimplementasikan strategi
 Mengevaluasi dan mengendalikan

10
MATRIK INPRES PERCEPATAN PELAKSANAAN PRIORITAS PEMBANGUNAN
NASIONAL TAHUN 2012
KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
PENANG-
KRITERIA UKURAN KEBERHASILAN %
RENCANA AKSI GUNG INSTANSI TERKAIT UKURAN KEBERHASILAN KETERANGAN
KEBERHASILAN B03, B06, B09, B12 CAPAIAN
JAWAB
1 2 3 4 5 6 7 8
N10P62: Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan penduduk di daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pasca konflik
(N10P62A3) KemenPDT Kemdagri, Kemenhub, Meningkatnya 1. Tersusunnya dokumen TARGET B12 : B12 : 100%
Peningkatan KemenPU, koordinasi lintas sektor perencanaan dan penganggaran 1.Rapat Koordinasi Pusat untuk
koordinasi Kemendiknas, yang merupakan tindak lintas sektor untuk mendukung Finalisasi Dokumen
kementerian/ Kemenag, Kemenkes, lanjut dari dokumen percepatan pembangunan daerah perencanaan dan Penganggaran
lembaga dalam Kemendag, perencanaan dan tertinggal tahun 2013 yang disahkan Kementerian/Lembaga untuk
percepatan Kemenperin, Kemen penganggaran lintas melalui ketetapan Menteri dengan Mendukung Percepatan
pembangunan UKM, KemenKP, sektor untuk mendukung mengacu pada Strategi Nasional Pembangunan Daerah
daerah tertinggal Kemen Pertanian, percepatan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Tahun 2013
Kemen Kehutanan, pembangunan daerah Tertinggal (STRANAS PPDT) 2010- 2.Tersusunnya Dokumen
Kemen Nakertrans, tertinggal 2014 berdasarkan basis data Perencanaan dan
BKPM, BNPP, kebutuhan pembangunan daerah Penganggaran
Pemprov, Pemkab tertinggal Kementerian/Lembaga untuk
Mendukung Percepatan
Pembangunan Daerah
Tertinggal Tahun 2013 yang
ditetapkan oleh Menteri PDT

2. Terlaksananya kegiatan dalam TARGET B12 : B12 : 100%


dokumen perencanaan dan Tersusunnya laporan akhir
penganggaran lintas sektor untuk pelaksaaan kegiatan 6
mendukung percepatan Kementerian/Lembaga
pembangunan daerah tertinggal
tahun 2012 pada 6 (enam)
Kementerian/ Lembaga prioritas
(Kem Kesehatan, Kem Pendidikan,
Kem PU, Kem Perhubungan, Kem
Pertanian, Kem ESDM)

3. Terlaksananya Evaluasi Paruh TARGET B12 : B012 :


Waktu yang menghasilkan: Tersusunnya dokumen akhir 100%
a. 50 nama kabupaten prioritas Evaluasi paruh waktu
yang berpotensi untuk dientaskan
dalam RPJMN 2010-2014
berdasarkan data sekunder secara
transparan pada bulan Maret 2012
b. Dokumen evaluasi paruh waktu

11
UKURAN
PENANG- INSTANSI KRITERIA
RENCANA AKSI UKURAN KEBERHASILAN KEBERHASILAN B03, % CAPAIAN KETERANGAN
GUNG JAWAB TERKAIT KEBERHASILAN
B06, B09, B12
1 2 3 4 5 6 7 8
N10P62: Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan penduduk di daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pasca konflik
Meningkatnya Tersusun dan TARGET B12 : B12 : 100%
kapasitas terdiseminasikannya Kertas Terlaksananya Laporan
pemerintah pusat Kebijakan (Policy Paper) di Akhir Kertas Kebijakan
dan daerah dalam bidang pendidikan, kesehatan, (Policy Paper) di bidang
mendukung infrastruktur energi, bidang pendidikan,
percepatan infrastruktur transportasi yang kesehatan, infrastruktur
pembangunan merespon kebutuhan dan energi, infrastruktur
daerah tertinggal permasalahan spesifik di transportasi yang
daerah tertinggal merespon kebutuhan dan
permasalahan spesifik di
daerah tertinggal yang
menjawab kebutuhan dan
permasalahan spesifik di
daerah tertinggal
Meningkatnya Terfasilitasinya 35 kabupaten TARGET B12 : B12 : 0 %
kemampuan yang mendapat bantuan 1.Terlaksananya
pemerintah daerah sosial pengembangan penyaluran bansos
dalam pengelolaan infrastruktur energi infrastruktur untuk 15
pembangunan kabupaten
infrastruktur 2.Terlaksananya supervisi
kesehatan dan di bansos infrastruktur
energi energi di 15 DT
3.Tersusunnya laporan
akhir bansos untuk 35
kabupaten daerah
tertinggal

Meningkatnya Terfasilitasinya 90 kabupaten TARGET B12 : B12 : 50%


persentase (%) tertinggal yang mendapat Tersusunnya laporan akhir
Kabupaten di daerah bantuan sosial pengembangan bansos infrastruktur sosial
tertinggal yang infrastruktur sosial bidang bidang pendidikan untuk
memiliki kebijakan di pendidikan 90 kabupaten daerah
bidang pendidikan tertinggal
dan keterampilan
daerah tertinggal

12
PENANG- INSTANSI KRITERIA UKURAN UKURAN KEBERHASILAN
RENCANA AKSI % CAPAIAN KETERANGAN
GUNG JAWAB TERKAIT KEBERHASILAN KEBERHASILAN B03, B06, B09, B12
1 2 3 4 5 6 7 8

N10P62: Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan penduduk di daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pasca konflik

Meningkatnya Terfasilitasinya 19 TARGET B12 : B12 : 47,4 %


persentase (%) kabupaten tertinggal 1.Penyaluran bansos infrastruktur
Kabupaten di daerah yang mendapat bantuan sosial bidang kesehatan untuk 10
tertinggal yang infrastruktur sosial kabupaten
memiliki kebijakan di bidang kesehatan 2.Tersusunnya laporan akhir
bidang kesehatan bansos infrastruktur sosial bidang
dasar daerah kesehatan di 19 kabupaten daerah
tertinggal tertinggal.

Terfasilitasinya Tersusunnya dan TARGET B12 : B12 : 100%


pengembangan terdesiminasikannya 1. Tersusunnya Laporan Akhir
daerah tertinggal Rencana Induk Rencana Induk
Pengembangan Produk Pengembangan
Unggulan Kabupaten Kabupaten
terhadap K/L terkait dan 2. Terdesiminasikannya
pemerintah daerah. Rencana Induk Pengembangan
Produk Unggulan Kabupaten
terhadap K/Lterkait dan pemerintah
daerah.

Terlaksanakannya TARGET B12 : B12 : 100%


Fasilitasi Pengembangan 1. Tersalurkannya bantuan
produk Unggulan stimulan fasilitasi pengembangan
Kabupaten di 36 produk unggulan kabupaten ke 36
kabupaten kabupaten
2. Tersusunnya laporan akhir
hasil fasilitas pengembangan
produk unggulan di 36 kabupaten

13
UKURAN
PENANG- INSTANSI KRITERIA UKURAN % KETERANGA
RENCANA AKSI KEBERHASILAN B03,
GUNG JAWAB TERKAIT KEBERHASILAN KEBERHASILAN CAPAIAN N
B06, B09, B12
1 2 3 4 5 6 7 8
N10P62: Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan penduduk di daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pasca konflik
1. Tersusun dan TARGET B12 :
terdiseminasikannya 1. Laporan Akhir B12 : 50%
Rencana Induk Rencana Induk
Pengembangan Bedah Bedah Desa
Desa terhadap K/L terkait 2. Terdiseminasikannya
dan pemerintah daerah Rencana Induk Bedah
Terhadap K/L terkait dan
Pemerintah Daerah.

2. Terlaksananya fasilitasi TARGET B12 : B12 : 72,7


pembangunan kawasan 1. Tersusunnya %
perdesaan terpadu di 35 dokumen supervisi
kabupaten pelaksanaan kegiatan
P2KPT / BEDAH DESA di 35
Kabupaten
2. Terbangunnya seluruh
sarana prasarana pendukung
P2KPT / BEDAH DESA di 35
Kabupaten
3. Laporan Akhir Hasil
Pelaksanaan P2KPT/Bedah
Desa

N10P66: Penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat (PNPM)


N10P66A1: Kementerian Pemda terkait Terfasilitasinya 3. Terlaksananya TARGET B12 : B12 : 50%
Penanggulangan PDT penyelesaian PNPM penyelesaian PNPM P2DTK 1. Tersusunnya hasil
kemiskinan berbasis P2DTK Tahap 1 di 7 Tahap 1 di 7 kabupaten dan verifikasi lokasi PNPM DTK-
pemberdayaan kabupaten dan Persiapan PNPM P2DTK II
masyarakat (PNPM) persiapan PNPM Tahap 2 2. Tersusunnya dan
P2DTK Tahap 2 disepakatinya Loan
Agreement PNPM SPADA
Tahap-2

14
Catatan: Angka Penyerapan akhir
masih bersifat sementara karena
masih ada proses Nihil TUP pada
Satker Sekretariat dan adanya
penolakan SPM dari KPPN untuk
Berkas Satker Dep. II

15