Anda di halaman 1dari 202

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN

KLINIK PROGRAM PROFESI


(MANAGEMENT OF CLINICAL
TEACHING)

Professor Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons)


Professor in Nursing Science
Universitas Airlangga Surabaya
CURRICULUM VITAE

Name : Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons) 081339650000


Address : Jl. Keputih Tegal Timur 62 Surabaya 60111
E-mail : nursalam@fkp.unair.ac.id

HIGHER, EDUCATION:
1. Doctor, Model of Nursing Care for HIV-AIDS, Postgraduate Programme,
Airlangga University, 2005
2. Honours Master of Nursing,, University of Wollongong, New South
Wales, Australia, 1997
3. Master of Nursing (Coursework), Univ. Wollongong, NSW, Australia,1996
4. Med. Surgical Nursing, Lambton College, Sarnia Ontario Canada, 1991
5. Diploma III in Nursing, Sutoma Surabaya 1988

ORGANISATION AND WORKING EXPERIENCES :


1. Dean, Faculty of Nursing Airlangga University (2008 – 2010) & (2015 – 2020)
2. Chaiman, AIPNI Regional JAWA TIMUR (2015-2017)
3. Chairman, PPNI Jawa Timur (2015-2020)
4. Head, Education and Training, Dewan Pengurus Pusat PPNI
5. Nursing Manager, Airlangga University Hospital (2011-2015)
6. Head, School of Nursing, Faculty of Medecine, UNAIR (2007 – 2008)
7. Vice Head, Educatin & Training, PPNI East Java Nursing Association (2000 – 2010)

PUBLICATION :
1. Books = 20
2. Acredited journal & (national & international)= 115 nursalam-2014
OUTLINES
WHY & APA MASALAHNYA?
1. WHAT? PENGELOLAAN
2. KONSEP PEMBELAJARAN KLINIK
3. LINGKUP PENGELOLAN
A. ASPEK LEGAL AND ETIK
B. KOMPETENSI
C. RESOURCES (WAHANA PRAKTIK)
D. CLINICAL EDUCATOR / PRECEPTOR
4. . METODE CLINICAL PRACTICE
5. . DOKUMENTASI
6. PENILAIAN / EVALUASI
7. ROLE PLAY
WHY & APA MASALAH?

World Class Healthcare Experience


PERMASALAHAN
1. Pengelolaan pembelajaran klinik Keperawatan belum
dipahami secara benar dan baik oleh para perawat
maupun oleh pihak-pihak lain.
2. Penataan kompetensi bagi perawat belum sepenuhnya
dilakukan berdampak thd pembimbi
3. Penataan linkungan belajar yang masih kurang
menunjang proses belajar di tatanan klinik
4. Model Praktik Keperawatan yang masih belum bisa
memberikan role model yang baik bagi mahasiswa
Mengapa perlu preceptorship
** Ada ketidak sesuaian tentang kinerja yang diharapkan
antara manajer dan staff pelaksana.
** Sistem penilaian kinerja tidak efektif.
** Kesulitan komunikasi antar staff yunior dan senior.
** Tidak ada data dasar dan kriteria yang konsisten untuk
mengukur kinerja staff baru.
** Kurangnya dukungan emosi untuk staff pada saat krisis
atau pindah ke lingkungan baru.
** Staff baru / yunior sering memperlihatkan syok realitas.

AIPNI 2014 6
1 WHAT?

World Class Healthcare Experience


Build - TEAM:
Together Everyone Achieve / Accept
More” We’ll do this together
 Replenish the soul
of experienced nurse
 Learn not to eat
the young.
 Experience (first hand)
generational issues.
 Patients like it

Nursalam-preceptorship-2013 9
Superior Goal (Unggul): Yan, Dik, Lit.
(quality & patient safety)

V i s ion
Mission / Value
Objective
Nurse Role Health Profession

Right

Obligation

Accountability

R i sk
Relationship

Regulation

Superior Superior
Responsibility Commitment 10
Dikman A
SYNCRONIZES WITH ACTIVITIES
Service RS Clinical Teaching

1. Patient FIRST (FOCUS) 1. Student FIRST


2. Profession Autonomy 2. Active learning; self directed learning
(otonomi belajar)
3. Medical team 3. Group learning colaborative
(Collaborative care) learning
4. Comprehensive services 4. Integration of knowledge
5. Accuntabelity 5. Comprehension; application; problem
solving; “body of knowledge”

6. Variance of diseases and medical 6. Variance “Instructional method”


intervention a. Wheel walking
b. see one-do one-teach one
approach

7. Altruisms : emphaty, 7. Motivation : learning; to be a good


helping profession doctor, nurse, pharmacys, and
nutritionist

Dikman A11
Visi, Misi, Nilai,
Visi, Misi, Nilai,
Tujuan Rumah INTEGRASI
Sakit Tujuan Institusi Kes

PASIEN PESERTA DIDIK


Asuhan Medik : Asuhan Pendidikan di RS
:
1. ↓ Mortalitas
1. Good in Knowledge
2. ↓ Morbiditas
2. Good in
3. ↑ Sense of well
Interpersonal skill
being
3. Good in Clinical
4. ↑ Quality of life
judgement
Good Clinical 4. Good in Technical
Governance skill

YAN, DIK 5. Good in Professional


M Dikman A. (2012) UNGGUL habit 12
KONSEP
2 PEMBELAJARAN
KLINIK & KAJIAN
MASALAH

World Class Healthcare Experience


PEMBELAJARAN KLINIK KEPERAWATAN

APA
MENGAPA

BAGAIMANA
APA .....PEMBELAJARAN
KLINIK KEPERAWATAN
“ THE HEART OF TOTAL CURICULUM
PLAN”
“Professional socialisation”
di tatanan pelayanan nyata (rumah sakit atau
masyarakat) dlm mengubah perilaku profesional

PERLU :
LINGKUNGAN YANG SARAT MODEL PERAN
 WHAT ?

“…… the emphaisis in the clinical


teaching should not be on how to care,
but on how to apply knowledge
to care for clients.
Caring is not synonymous with learning

White, R & Ewan, C, 1993: 7


Pendidikan profesional
bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi
anggota masyarakat yang memiliki kemampuan
profesional dalam menerapkan,
mengembangkan, dan menyebarluaskan
teknologi dan/atau kesenian serta
mengupayakan penggunaannya untuk
meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan
memperkaya kebudayaan nasional.

Pelatihan Preceptorship_2014
Tujuan Pendidikan
Menghasilkan Ners yang mempunyai kompetensi
pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku yang
baik yang mampu memberikan pelayanan
kesehatan dan keperawatan dengan menerapkan
prinsip dan kaidah keprofesian keperawatan dalam
sistem pelayanan kesehatan nasional dan dapat
bersaing secara global

KKNI level 7 / 8
Pelatihan Preceptorship_2014
TUJUAN PEMB. PROFESI
1. Menumbuhkan kepekaan thd kebutuhan
pasien akan asuhan keperawatan
2. Tanggap thd situasi yg terjadi disekitarnya
3. Mengembangkan kemampuan penalaran
ilmiah, penyelesaian masalah dan
pengambilan keputusan
4. Menumbuhkan sikap percaya diri dan
kemandirian
5. Melatih bekerja dlm TEAM
• Kami merekrut
orang-orang yang
sangat kompeten,
lalu kami ciptakan
lingkungan dimana
mereka boleh
berbuat salah dan
mampu belajar dan
berkembang dari
kesalahannya
• Steve Jobs - Founder of
Apple Computer
LINGKUP
3 PENGELOLAAN

World Class Healthcare Experience


3
LINGKUP – PENGELOLAAN?
A. ASPEK LEGAL - ETIK
B. KOMPETENSI
C. RESOURCES (TEMPAT PRAKTIK &
LABORATORIUM)
D. CE / PRECEPTOR
E. METODE .... PRECEPTORSHIP
F. DOKUMENTASI --- MAHASISWA
G. SISTEM EVALUASI
A
PRACTICE

A. ETHICAL ASPECT B. LEGAL ASPECT


 Teori Etik  UU No. 36 Tahun 2014
 Kode Etik UUK No. 38Tahun 2014
Azas Etik  KEP MENKES No. 17/2013

C. PERAN PERAWAT (ICN – PPNI)


1. ETHIC & LEGAL PRACTICE
2. PROFESSIONAL NURSING PRACTICE
3. EDUCATION & RESEARCH
4. LEADERSHIP & MANAGEMENT
5. PROFESSIONAL, nursalam-2014
PERSONAL & QUALITY DEV
ASPEK LEGAL

Pasal 13 UU No. 44 Tahun 2009 tentang RS


Setiap tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit harus bekerja
sesuai dengan standar profesi, standar pelayanan Rumah Sakit,
standar prosedur operasional yang berlaku, etika profesi, menghormati
hak pasien dan mengutamakan keselamatan pasien

Pasal 66 UU No. 36 Tahun 2014 tentang Nakes

Setiap tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik berkewajiban untuk


mematuhi standar profesi, standar pelayanan profesi, dan standar prosedur
operasional

Pasal 36 UU No. 36 Tahun 2014 tentang Nakes


Standar profesi dan standar pelayanan profesi untuk masing- masing jenis
tenaga kesehatan ditetapkan oleh Organisasi profesi bidang kesehatan dan
disahkan oleh menteri.
Lanjutan …)

Pasal 28 UU No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan


Praktik keperawatan harus didasarkan pada kode etik, standar
pelayanan, standar profesi, dan standar prosedur operasional.

Pasal 30 UU No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan

Dalam menjalankan tugas sebagai pemberi asuhan keperawatan,


perawat berwenang untuk menegakkan diagnosis keperawatan.

Perawat merupakan
‘Penegak Diagnosis’ (Diagnostician)
ASPEK LEGAL PERATURAN
YG MENDASARI
1. UU Keperawatan, 38/2014
2. UU NO. 36/ 2014 ttg Kesehatan
3. UU No. 25 Th 2009 tentang Pelayanan Publik;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 17 Th
2013, pengganti No. 148 Th 2010, tentang Praktik Perawat;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 028 Th 2011
tentang Klinik;
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1796 Th
2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan.
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 001 Th 2012
tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan.
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 71 Th 2013
tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional.
nursalam -2014
ETIK KEPERAWATAN
J-A-B-V-C-F
 JUSTICE (Asas Keadilan)
 AUTONOMY
 BENEFICIENCY & NON-
MALEFICIENCY
 VERACITY
 CONFIDENTIALITY
 FIDELITY
nursalam-2014
KODE ETIK PROFESI NERS

KLIEN J-A-B-V-C

KODE ETIK PRAKTIK R-A-A

MASYARAKAT SUPPORT – PERUB


PERILAKU SEHAT

COLLEAGUES GOOD RELATIONSHIP

PROFESI
KOMITMEN – NILAI2

KPRS-2011
INDICATORS NEGLIGENCE
4D
 nurse had specific professional duty to patient
(D1-duty)
 nurse did not carry out his/her duty (D2-
direlection)
 nurse caused injury to his/her patient (D3 –
Damage)
 the patient’s injury resulted from the nurse’s
negligent action (D4- Direct Causation)
nursalam -2006
IKP - NEGLIGENCE
Pasien
tidak cidera Near Miss (NM)

(KNC=Kejadian NYARIS CIDERA)


Proses of Care - Dpt obat “c.i.”, tdk timbul (chance)
Error - Plan, diket, dibatalkan (prevention)
- Dpt obat “c.i.”, diket, beri anti-nya
-Kesalahan proses (mitigation)
-Dpt dicegah
-Pelaks POA Pasien
tdk komplit & cidera Adverse Event (AE)
salah
(KTD=Kejadian Tdk Diharapkan)
-Krn commission
omission
Sentinel

Proses of Care Pasien Adverse Event


(Non Error) cidera
KPRS-2011
B. KOMPETENSI P3N
A = ATTITUDE
K = KNOWLEDGE
S = SKILLS
I = INSIGHT

ASK – Attitude, Skill, Knowledge


5 Domains of the ASEAN
Nursing Common
Core Competencies
1. Ethic and Legal Practice
2. Professional Nursing Practice
3. Leadeship & Management
4. Education & Research
5. Professional, Personal and
Quality Development
32
12 KOMPETENSI DASAR
NERS
1. Pemeriksaan fisik. 7. Prosedur pencegahan
2. Prosedur pemberian obat cedera.
secara 12 benar. 8. Resusitasi Jantung
3. Pemberian oksigen, Paru (basic life support =
suksion, nebulisasi, BLS).
fisioterapi dada dan 9. Perawatan luka
postural drainage.
10. Pemberian transfusi
4. Prosedur pemasangan darah dan produknya.
infus dan enteral.
11. Prosedur pencegahan
5. Prosedur pemasangan infeksi nosokomial.
kateter urin.
12. Pendokumentasian
6. Prosedur pemasangan dan pelaporan.
selang naso gastrik
Nursalam-08
(NGT).
UU KEPERAWATAN
 BAB I : KETENTUAN UMUM
 BAB II : JENIS PERAWAT
 BAB III ; PENDIDIKAN KEPERAWATAN
 BAB IV : REGISTRASI, IZIN PRAKTIK DAN REGISTRASI ULANG

 BAB V : PRAKTIK KEPERAWATAN


 BAB VI : HAK DAN KEWAJIBAN
 BAB VII : ORGANISASI PROFESI PERAWAT
 BAB VIII : KOLEGIUM KEPERAWATAN
 BAB IX : KONSIL KEPERAWATAN
 BAB X : PENGEMBANGAN, PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
 BAB XI : SANGSI ADMINISTRATIF
 BAB XII : KETENTUAN PERALIHAN
 BAB XIII : KETENTUAN PENUTUP
PRAKTIK KEPERAWATAN
UU 2014 (BAB V), ps. 28
(1) Praktik Keperawatan dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan dan tempat lainnya sesuai klien sasarannya.
(2) Praktik Keperawatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
terdiri
a. praktik keperawatan mandiri, dan
b. praktik keperawatan di fasilitas pelayanan
kesehatan
(3) Praktik Keperawatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
harus didasarkan pada kode etik profesi, standar pelayanan ....
PRAKTIK KEP
UU 2014, ps. 29
(1) Dalam menyelenggarakan Praktik Keperawatan,
Perawat bertugas sebagai:
a. Pemberi Asuhan Keperawatan
b. Penyuluhan dan konselor bagi kliean
c. Pengelola pelayanan keperawatan
d. Peneliti keperawatan
e. Pelaksana tugas berdasarkan pelimpahan
wewenang, dan
f. Pelaksana tugas dalam keadaan keterbatasan
tertentu
PRAKTIK KEP. UU 2014
WEWENANG
a. melakukan pengkajian keperawatan secara holistik;
b. menetapkan diagnosis keperawatan;
c. merencanakan tindakan keperawatan;
d. melaksanakan tindakan keperawatan;
e. mengevaluasi hasil tindakan keperawatan
f. melakukan rujukan;
g. memberikan tindakan pd keadaan gawat darurat sesuai dengan
kompetensi
h. Memberikan konsultasi keperawatan dan berkolaborasi dengan dokter
i. melakukan penyuluhan kesehatan dan konseling , dan
j. Melakukan penatalaksanaan pemberian obat sesuai dengan resep
tenaga medis atau obat bebas dan obat bebas terbatas.
PRAKTIK KEP. UU 2014, ps 36
HAK

a. Perlindungan hukum …. Praktik sesuai


standar
b. Memperoleh informasi yg lengkap & jujur ..
c. Memperoleh imbalan jasa secara mandiri ….
d. Menolak permintaan klien / pihak lain yg
bertentangan dgn standar profesi
e. Memperoleh fasilitas kerja sesuai standar
PRAKTIK KEP. UU 2014, ps 40
KEWAJIBAN
a. Melengkapi sarana prasarana sesuai standar pelayanan ….
b. Memberi pelayanan keperawatan sesuai standar profesi..
c. Menghormati hak klien ….
d. Merujuk kasus yg tidak dapat ditangani …
e. Merahasiakan segala sesuatu yg diketahui …
f. Mendokoumentasikan Askep
g. Memberikan informasi yg lengkap, jujur, jelas ….
h. Melaksanakan tindakan pelimpahan dari tim ….
i. Melaksanakan penugasan khusus yg ditetapkan pemerintah
KEMAMPUAN
TERCANTUM
KERJA UMUM
DALAM DESKRIPSI
DITETAPKAN
UMUM KKNI
DALAM SNPT
KEMAMPUAN
KERJA 9
KHUSUS
DITETAPKAN 8
MENTERI
ATAS USUL 7
FORUM PRODI
6
5
4
DITETAPKAN SEBAGIAN 3
MENTERI ATAS USUL DITETAPKAN DLM
FORUM PRODI SNPT SEBAGIAN 2
SESUAI RUMPUN DIUSULKAN FORUM
ILMU PRODI
1

Pelatihan Preceptorship_2014 40
endrotomoits@yahoo.com
Konsep rumusan capaian
pembelajaran minimal lulusan
program pendidikan Profesi

1. Sikap dan Tata nilai


2. Kemampuan kerja umum
3. Kemampuan kerja khusus
4. Penguasaan pengetahuan
5. Hak, kewenangan dan tanggung jawab

Pelatihan Preceptorship_2014 41
Pentingnya Soft Skills

We HIRE people for


their technical skills
We FIRE them for
behavioral faults
Nursalam-08
Softskill

Nursalam-08
KOMPETENSI
SOFT SKILLS NERS
1. Tanggung jawab dan Tanggung 13. Berdedikasi:SS
gugat:SS
14. Teliti: SS
2. Empati:SS
15. Percaya diri: SS
3. Berfikir kritis:HS & SS
16. Berperilaku etis: SS
4. Disiplin:SS
17. Problem solving: HS & SS
5. Leadership:HS & SS
18. Entrepreneurship HS & SS
6. Kreativitas dan inovatif:HS & SS
19. Menghargai hasil karya orang lain:
7. Inisiatif:SS SS
8. Komunikatif: HS & SS 20. Altruistik: SS
9. Team work: HS & SS 21. Lifelong learning:SS
10. Antusias: SS 22. Decision making dalam ASKEP
11. Asertif: SS 23. Conscience
12. Tanggap: SS 24. Risk taking

Nursalam-08
C
CLINICAL
EDUCATOR (CE)
 Who is C.E– PK?
PK – an expert clinician who
provides leadership and co-
oordination of one clinical unit
team over which the incumbent has
total authority
White, R & Ewan, C, 1993: 9)
ISTRUKTUR KLINIK
“ Tell me and I will forget
Show me and I will remember
Involve me and I will understand
Step back and I will act “ Chinese Proverb

Essential learning :
Student rather than teacher centered
Small group rather than large class
Multi rather than single disciplinary
Reasoning than protocol thinking
GOOD NURSE

1.INTEGRITAS TINGGI

2. THDAP TUGAS DAN INSTANSINYA :


a. LOYAL & DEDIKASI
b. PRESTASI
c. KOMITMEN
c. TIDAKTERCELA

TERHADAP ORANG LAIN


G : GREETING

S : SORRY

27/1/2012 T : THANKS 48
WHAT CAN TEACHER DO?

1. Teaching interviewing skill


2. Teaching clinical reasoning
3. Teaching at bed side
4. Teaching clinical decision making
5. Teaching bioethical decision making
6. Teaching counseling skills
7. Teaching the knowledge and skill as a consumer
education role
8. Preparing student for continuing education
Cox and Ewan: The Medical Teacher, 1982
Peran preseptor
Model Peran

 Model Peran  “seseorang yang memberi contoh


melalui perilakunya bagaimana peran yang khusus
seyogyanya dilaksanakan”(JG Alspach, 2000)
 Perawat role model memperlihatkan kualitas dalam
hal:
 Caring Interaksi positif
 Empathy
 Dihargai sejawat.
 Komunikator handal
 Fungsi advokasi yang kuat
Model peran  mendemonstrasikan
bagaimana staf yang kompeten melaksanakan
kerjanya lebih familiar dan lebih
menyenangkan.
Sosialisator  membantu preseptee merasa
welcome & terintegrasi kedalam budaya
unit/ruangan yang asing, dan kurang nyaman
Pendidik  membantu preseptee mengkaji
kebutuhan belajar orientasi, merencanakan
pengalaman belajar, mengimplementasikan
rencana, mengevaluasi kinerja  least
familiar, least comfortable
Kualitas diri Model peran:

 Praktisi Ahli
 Orang/narasumber semangat
 Membagi pengetahuan pd yang lain.
 Menghargai martabat pada semua orang
 Pemikir kritis
 Jujur,
 Akuntabel
Sabina’s Top 10 teaching
strategies
 1 Orientation
 2 Clear expectations
 3 Role modeling behavior
 4 Attitude
 5 Learning and teaching principles
 6. Development of critical thinking
 7 Time management skills
 8 Feedback
 9 Evaluation
 10 Action plan
31-1juni 2013, sumenep nursalam 54
Sosialisator

 Pikir kebelakang:
pada saat kita di orientasi:  bagaimana perasaanmu,
lingkungan baru.

 Syok Realitas -4 phases


1. HONEYMOON/bulan madu
2. SHOCK/syok
3. RECOVERY / pemulihan
4. RESOLUTION / resolusi.
Pendidik

 Bandingkan  kegiatan tugas rutin anda dengan


mengajar orang lain
 Bagaimana melaksanakan tugas mereka.
 Peran utama dengan Preseptee  mengajar bukan sekedar
mengerjakan.
 Konflik  dapat muncul jika Anda “mengerjakan
untuk”preseptee”bukan sekedar membimbing
mengerjakan untuk mereka sendiri.
 Tantangan  menyeimbangkan dua peran pemberi
asuhan dan preseptor
4 METODE

World Class Healthcare Experience


ROLE MODEL BIMB.KLINIK-TIDAK BISA DICONTOH

Get Oh my
up ! God

Stop
it ! Inikah … Role
Model yg Baik?
PENETAPAN METODE PBK (Nurs, 2012)

PENGAJAR/
CLINICAL EDUCATOR

OBYEKTIF/ PESERTA DIDIK


TUJUAN

KERANGKA
SARANA KONSEP
FASILITAS BELAJAR

METODE - PBK
Students are…
 Nervous
 Anxious
 Eager to please
 In need of positive feedback
 Always challenging

31-1juni 2013, sumenep nursalam 60


Preceptors are…
 Busy
 Eager to teach
 In need of positive feedback
always

31-1juni 2013, sumenep nursalam 61


Sabina’s Top 10 teaching
strategies
 1 Orientation
 2 Clear expectations
 3 Role modeling behavior
 4 Attitude
 5 Learning and teaching principles
 6. Development of critical thinking
 7 Time management skills
 8 Feedback
 9 Evaluation
 10 Action plan
31-1juni 2013, sumenep nursalam 62
Expectations
 Clear expectations and parameters
 Realistic expectations
 Appropriate student preparation

 Preceptor preparation

 Safety boundaries and parameters

31-1juni 2013, sumenep nursalam 63


Role modeling
 Role modeling behaviors & SYSTEM
– Professional characteristics
– Respectful
– Intentional actions
– Deliberate explanations of actions

31-1juni 2013, sumenep nursalam 64


JENIS
Metoda……..
1. Konferensi (pre – conf – post)
2. Pengalaman
3. Penyelesaian masalah
4. Observasi
5. Media
6. Self directed
7. Preceptorship
8. Sistem yg difokuskan pada praktik
9. RONDE
10. BEDSIDE
ORIENTASI
3P

P1 : PENGENALAN

P2 : PERATURAN

P3 : PENGELOLAAN PASIEN
(CLINICAL PATHWAY)
1. Konferensi

 Diskusi kelompok ttg bbrp aspek klinik,


meningkatkan penyelesaian masalah
 Bentuk; pre, post, peer riview, isu & multi
disiplin
RANGKAIAN PENERAPAN
METODE PEMBELAJARAN KLINIK
Laporan ! Evaluasi ! Umpan balik
Termi
nasi Menyimpulkan dgn klien apa Bimbingan dan obs ttg
yg telah dicapai kemampuan interpersonal

Validasi/pengkajian, Dx, Bimbingan u/ menumbuhkan


intervensi, ronde kep, bedside kemampuan intelektual, tehnik,
Fase teaching interpersonal.Ronde kep
Kerja
4-5jam Kontrak dgn klien Mengobservasi mahasiswa

Intro
Membaca informasi ttg klien, Evaluasi Pemahaman
duksi kaitkan dg laporan pendahuluan mahasiswa

Pre Konferen
Pre Konferen
Pra
interaksi Memberikan informasi ttg
Orientasi & Laporan klien
1 jam
pendahuluan
MAHASISWA PEMBIMBING
2. Pengalaman

 Memberikan pengalaman langsung


kepada peserta didik
 Peserta didik dpt berinteraksi
dengan; kognitif, afektif, psikomotor
 Bentuk; penugasan klinik, penugasan
klinik tertulis, simulasi/permainan
3. Penyelesaian Masalah
 Berusaha membantu peserta didik
menganalisa situasi klinik, dengan;
 Mengidentifikasi; data, masalah, dan
rencana tindakan
 Bentuk; penyelesaian masalah,
pengambilan keputusan, proses kejadian
4. Observasi
 Observasi di lahan praktik / demonstrasi,
memberi gambaran perilaku yg diharapkan
peserta didik
 Bentuk; observasi lapangan, kunjungan,
ronde keperawatan, & demonstrasi.
5. Media

 Menyampaikan pesan kepada peserta didik


melalui berbagai panca indera; film, dengar,
raba, dll.
 Bentuk; laboratorium, protap tindakan,
standar, dll.
6. Self Directed

 Peran aktif peserta didik dalam


bimbingan
 Bentuk; kontrak belajar, belajar
mandiri, modul mandiri, instruksi
melalui komputer
7. NURSING ROUND
(RONDE KEPERAWATAN)
 METODE – RONDE?

1. PRE RONDE – RONDE – POST


(MENETAPKAN SOLUSI)
2. MENGINGATKAN APA YG SUDAH DI
PRE CONFERENCE

3. JUSTIFIKASI DAN PEMBELAJARAN


PP RONDE KEPERAWATAN
TAHAP PRA RONDE
1. PP PENETAPAN PASIEN
PROPOSAL
2. PERSIAPAN
PASIEN:
RESUME KEPERAWATAN
• INFORMED CONSENT
• KARAKTERISTIK PASIEN!
• HASIL PENGKAJIAN/
• APA MASALAH?
INTERVENSI DATA
• CROSS CHEK DATA YANG

3. PENYAJIAN MENDUKUNG MASALAH!


MASALAH • BAGAIMANA INTERVENSI YG TELAH
DIBERIKAN?
•BAGAIMANA PERKEMBANGANNYA?
Tahap Ronde pada bed pasien
4. VALIDASI DATA (BED PASIEN

5. DISKUSI KARU, PP, PERAWAT


KONSELOR (NURSE STATION)
Tahap Ronde pada bed pasien

MASALAH TERATASI 6. KESIMPULAN & REKOMENDASI


(KARU)
OBJECTIVE
THE NURSE (STUDENTS) WILL BE
ABLE TO SOLVE PATIENTS
PROBLEMS THROUGH PRESENTING
PROBLEM BACKGRAOUND;
DISCUSSION; CONSULTATIONS; AND
MAKE THE BEST DECISION
KARAKTERISTIK
 Pasien sbg fokus kegiatan
Pasien dan keluarga dilibatkan
Mhs PP; PA; dan preceptor melakukan
pengamatan dan diskusi
 Preceptor memfasilitasi kreatifitas PP
 Preceptor membantu mengembangkan
kemampuan PA; PP dan memfasilitasi
penyelesaian masalah
1). PENETAPAN PASIEN
MASALAH BELUM TERATASI –
MESKI SUDAH DILAKUKAN
TINDAKAN
PASIEN DGN KASUS BARU /
LANGKA
2). RESUME ASKEP DAN
PRESENTASI KASUS
PENGKAJIAN AWAL MRS
PERKEMBANGAN PASIEN
3). VALIDASI DI BED PASIEN

 PENGGALIAN DATA SESUAI


MASALAH
METODE: W-O-D
INTERVIEW, OBS N PEMERIKSAAN
FISIK DAN MEMBACA DOKUMEN –
HASIL PEMERIKSAAN
4). DISKUSI, KESIMPULAN
DAN REKOMENDASI
INTERAKSI ANTAR TIM
PENDAPAT TIM
KLARIFIKASI
REKOMENDASI
8. SUPERVISI -
DELEGASI
SUPERVISI
Tujuan &
KARU
Instrumen Supervisi

PENDELEGASIAN
Kinerja:
1. Pelaksanaan ASKEP
2. Dokumentasi
3. Timbang Terima PERAWAT PRIMER R: Responsibility
4. Sentralisasi Obat A: Accountability
5. Ronde Keperawatan
A: Authority

KUALITAS
3 F: 1. Peningkatan Kualitas
F: Fair 2. Keuntungan
F: Feed Back 3. Eksistensi RS
F: Follow Up 4. Kepuasan Kerja Perawat
5. Kepuasan Pelanggan
6. Standar
9. DISCHARGE
PLANNING
1. MRS
2. SELAMA DIRAWAT
3. KRS
DISCHARGE PLANNING – MRS
SD SELAMA DIRAWAT
TIM KESEHATAN TIM KESEHATAN
Dokter; Perawat; Dokter; Perawat;
KEADAAN PASIEN
Tenaga Kes. Lain Tenaga Kes. Lain
- Klinis & Pemeriksaan Penunjang lain
- Tingkat Ketergantungan Pasien (Perawat)

MRS
PROGRAM 3P.
Penyelesaian Administrasi A.PERKENALAN
B. PERATURAN RS
LAIN - LAIN
C. PENATALAKSANAAN
PENYAKIT (DX, PENYEBAB,
TANDA-GEJALA, TINDAKAN,
PROGNOSIS) ….. CLINICAL
PATHWAY
DISCHARGE PLANNING - KRS
TIM KESEHATAN TIM KESEHATAN
Dokter; Perawat; Dokter; Perawat;
KEADAAN PASIEN
Tenaga Kes. Lain Tenaga Kes. Lain
- Klinis & Pemeriksaan Penunjang lain
- Tingkat Ketergantungan Pasien (Perawat)

PERENCANAAN PULANG

PROGRAM H.E.
Penyelesaian Administrasi (Perawat: PP) LAIN - LAIN
-Kontrol &
Per.Lanjutan
-Minum Obat
- Nutrisi
-Aktifitas & Istirahat
-Perawatan
MONITORINGDiri
10. PRECEPTORSHIP

World Class Healthcare Experience


Model Bimbingan tahap profesi
Preceptorship

Suatu model pembelajaran di wahana praktik/klinik yang


memasangkan peserta didik atau perawat baru dengan praktisi
yang berpengalaman

Merupakan pembelajaran individualdimana setiap peserta


didik ditugaskan dengan perseptor tertentu sehingga dia
mengalami praktik sehari-hari (“day-to-day” practice) dengan
role model dan resource person yang secara langsung tersedia
di setting klinik
Pelatihan Preceptorship- 2014 89
WHAT IS....?
“.... Method for orientation new staff
member or students in easing the
transition of them either into their
new roles as RN after graduation
or for more experienced nurses
changing clinical specialist”
Objectives
1. Orientasi lulusan thd lingkungan kerja
2. Pembelajaran lulusan thd tugas-tugas
rutin
3. Tukar pikir preceptor dgn preceptees
ROLE –Preceptor ?
1. As teacher and the colleague
2. Orientating staff memmbers
3. Acting as role model – nursing policies
4. Standars and procedures
5. Assisting in identIfying laerning needs
and preffered style of learning
HOW?
* Lama: 4 – 6 minggu
Prec-tor & pre-tees diberikan tugas dan
alokasi pasien yang sama
* Jika pre-tee sudah merasa mampu &
percaya diri, keduannya resume beban
tugas
* 3 – 4 minggu prosess “ letting go”
IMPLEMENTASI

World Class Healthcare Experience


Outlines
1. Preseptor
2. Dukungan adminsitrasi
3. Dukungan pendidikan
4. Insentif
5. Preseptee
6. BERKAITAN, BERKESINAMBUNGAN
DAN MEKANISME DINAMIS.
Pealtihan Preceptorship_2014 95
1.Preseptor
FUNGSI
– Preseptor menyiapkan mahasiswa, atau preseptee, untuk
beradaptasi terhadap suatu peran baru dalam layanan
kesehatan pasien.
– Para preseptor membina peserta didik dan menolong mereka
melihat berbagai peran yang akan mereka jalankan pada
tatanan klinik.
– Mengarahkan perawat baru pada masa transisi dari ketika
menjadi mahasiswa sampai pada bekerja secara professional
atau dari satu kekhususan keperawatan kepada kekhususan
keperawatan lainnya.
Pealtihan Preceptorship_2014 96
Pelatihan Preseptor
 Perawat senior yang berlisensi memiliki pengalaman
bekerja di area kekhususan keperawatan harus
mengikuti pelatihan untuk menjadi preseptor dengan
menghadiri serangkaian kegiatan pelatihan yang
diberikan ole institusi pendidikan / pelayanan.
 Di LN dapat melalui pelatihan materi yang tersedia
secara online dan dapat dibeli atau berpartisipasi dalam
program pelatihan berbasis internet untuk individual.
 Kebutuhan kualifikasi untuk calon peserta pelatihan
preseptor keperawatan yaitu beberapa tahun
berpengalaman kerja di area kekhususan keperawatan,
memiliki tugas mendidik.
Pealtihan Preceptorship_2014 97
Manfaat Preseptor
 Mahasiswa mendapat manfaat dari dukungan dan
semangat yang diberikan oleh preseptor perawat
praktisi profesional,
 Pembelajaran individualistik,
 Meningkatnya rasa percaya diri dalam ketrampilan
keperawatan.
 Preseptor keperawatan mendapat manfaat dari
pengakuan sebagai model peran dan kepuasan berbagi
pengetahuan serta pengalaman dan kesempatan untuk
mempengaruhi perubahan dalam bidang kerjanya.
 Fasilitas medik menikmati retensi lebih baik tentang
perawat mahirnya dan merekrut perawat baru dengan
Pealtihan Preceptorship_2014 98
ketrampilan yang dikenal.
2. Dukungan administrasi
 Terdapat kesepakatan antara institusi pendidikan
dan pelayanan (MOU).
 Dukungan dari manajemen keperawatan di tatanan
layanan.
 Surat2 berjalan lancar.
 Melaksanakan pertemuan rutin dengan pihak
pendidikan khususnya para preseptor terkait
kegiatan mahasiswa dan relevansinya dengan
pelayanan Pealtihan Preceptorship_2014 99
3. Dukungan pendidikan
 Menjalankan MOU sesuai dengan kesepakatan.
 Menetapkan pendidik akademik sebagai preseptor.
 Menetapkan staf pelayanan sebagai pendidik klinik.
 Menyediakan dana sesuai dengan kebutuhan praktik klinik
mahasiswa.
 Menyediakan dana untuk biaya bimbingan mahasiswa.
 Melaksanakan pertemuan secara regular dengan pihak
pelayanan untuk membahas hal2 yang telah dan belum dapat
dilaksanakan Pealtihan Preceptorship_2014 100
4. Insentif
 Kedua pihak menetapkan materi insentif bagi kedua
pihak.
 Melibatkan para mahasiswa dalam upaya
peningkatan kualitas layanan.
 Melibatkan wakil2 dari kedua pihak dalam berbagai
kegiatan khusus masing2. Mis: saat seminar oleh
pendidkan atau acara ulang tahun tatanan layanan.
 Mendukung pengembangan networking dari
masing2 pihak.
Pealtihan Preceptorship_2014 101
5. Preseptee
 Mahasiswa tahap profesi yang telah lulus uji
masuk klinik.
 Telah menyiapkan diri secara fisik dan mental.
 Memiliki seluruh perangkat praktik (alat,
pedoman, dll).
 Memahami proses dan mekanisme preseptorship.
 Memahami preseptornya dengan baik.
 Memiliki semangat dan antusiasme untuk
melakukan praktik sebagai calon profesional.
Pealtihan Preceptorship_2014 102
Mekanisme
Persiapan:
 Bidang akademik melakukan pertemuan dengan para
preseptor akademik maupun klinik untuk menyepakati
jadwal, rotasi kegiatan, peran dan tanggung jawab
masing2 preseptor.
 Preseptor akademik memberikan penjelasan pada
preseptee tentang tujuan, program kegiatan, penggunaan
alat praktik dan berbagai pedoman yang akan
diberlakukan.
 Preseptor akademik memperkenalkan masing2 preseptor
yang akan bertanggung jawab terhadap preseptee.
 Memberi kesempatan pada preseptor dan preseptee
Pealtihan Preceptorship_2014 103
untuk saling mengemukakan harapannya.
Mekanisme
Pelaksanaan (1)
Presepteebersama preseptor akademik menuju ke
wahana praktik untuk mengikuti orientasi:
– Tentang wahana praktik dan jenis2 ruangan/area yang akan dilewati preseptee
serta aturan/kebijakan/pedoman yang berlaku.

– Kegiatan keselamatan pasien, diri, dan lingkungan kerja.

– Sikap perilaku yang sesuai kode etik profesi.

Preseptee dan preseptor klinik melakukan negosiasi tentang


kontrak belajar sesuai kompetensi yang harus dicapai di tempat
dimana preseptor berdinas. Kesepakatan di tanda tangani masing2.
Seorang preseptor bertanggung jawab terhadap maksimal 4 orang
Pealtihan Preceptorship_2014 104
Pelaksanaan (2) Mekanisme
 Preseptor klinik memperoleh sejumlah pasien
untuk dikelolanya bersama para preseptee yang
menjadi tanggung jawabnya.
 Setiap awal dinas mengikuti operan dinas,
demikian juga ketika operan akhir dinas setelah
preseptee ikut berkontribusi menulis laporannya.
Akhiri dengan refleksi tentang kegiatan yangtelah
dijalaninya hari tersebut.
 Minggu ke 1 dan 2 fokus kegiatan para preseptee
pada pendelegasian kewenangan kegiatan
prosedural keperawatan.
Pealtihan Preceptorship_2014 105
Mekanisme
Pelaksanaan (3)
 Mengidentifikasi semua tindakan prosedural keperawatan dari
pasien yang menjadi tanggung jawab preseptor. Membagikan
jadwal pelaksanaan tindakan prosedural kepada masing2
preseptee.
 Tindakan prosedural dilaksanakan dibawah supervisi penuh
preseptor. Dimulai dengan yang sederhana kemudian
ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan tingkat kesiapan
dan kompetensi yang telah dimiliki preseptee sebelumnya.
 Jika preseptee dianggap belum kompeten tentang suatu
tindakan, tidak diberi kegiatan yang lebih sulit sampai
dianggap kompeten.
Pealtihan Preceptorship_2014 106
Mekanisme
Pelaksanaan (4)
 Minggu ke 3 dan selanjutnya maka fokus kegiatan pada
pendelegasian kewenangan sebagai calon perawat profesional
untuk memberi asuhan kepada pasien secara utuh bersama2 dan
kemudian mandiri.
 Satu kasus yang sederhana dikelola oleh 2 orang preseptee,
sesuai dengan catatan keperawatan/mediknya.
 Berikutnya satu kasus sederhana dikelola oleh hanya 1 orang
preseptee.
 Selanjutnya alokasi kasus disesuaikan dengan tingkat
penguasaan kompetensi dari masing2 preseptee (tidak sama)

Pealtihan Preceptorship_2014 107


Mekanisme

 Pelaksanaan (5)
Preseptor

Preseptee Preseptee Preseptee Preseptee

Pasien I Pasien II

Pealtihan Preceptorship_2014 108


Mekanisme

 Pelaksanaan (6)
Preseptor

Preseptee Preseptee Preseptee Preseptee

Pasien I Pasien II Pasien III Pasien IV


Pealtihan Preceptorship_2014 109
Mekanisme

 Pelaksanaan (7)
Preseptor

Preseptee Preseptee Preseptee Preseptee

Pasien I Pasien III Pasien V Pasien VI


Pasien II Pasien IV
Pealtihan Preceptorship_2014 110
Mekanisme
 Preseptor harus menjamin bahwa semua tindakan
yang diberikan oleh preseptee untuk pasiennya
memenuhi persyaratan kualitas (sesuai SOP dan
pedoman praktik/asuhan) dan menjaga
keselamatan pasien serta memuaskan pasien.
 Preseptor juga harus menjamin bahwa semua
kewenangan yang telah didelegasikan sesuai
dengan kompetensi yang harus dimilikinya.
 Setiap kesalahan atau kekurangan preseptee
menjadi tanggung jawab preseptor dan preseptor
harus segera memperbaikinya.
Pealtihan Preceptorship_2014 111
Mekanisme
 Kegiatan lainnya yang harus diatur dan dilaksanakan
oleh preseptor untuk para presepteenya adalah:
– Diskusi kasus.
– Presentasi kasus.
– Seminar kecil di ruangan.
 Penugasan tertulis tidak diutamakan, kecuali untuk
laporan yang diperlukan wahan praktik, diskusi kasus,
atau presentasi kasus.
 Preseptor selalu memantau tulisan preseptee dalam
laporan ruangan, kardex, atau dokumentasi lainnya.
Pealtihan Preceptorship_2014 112
Mekanisme
Evaluasi Kegiatan Preseptorship
 Dilakukan secara teratur oleh preseptor klinik secara lisan
kepada preseptee. Kedua pihak saling mengemukakan
pandangan tentang diri dan pihak lain secara konstruktif.
 Preseptor akademik memastikan semua kompetensi sudah
dikuasai dan preseptee siap untuk uji kompetensi pada akhir
setiap stase.
 Semua format yang diisi oleh preseptee selama magang
diperiksa oleh preseptor klinik dan akademik untuk menjamin
tidak ada kekeliruan atau kekurangan peluang menjalankan
kompetensi yang dimiliki.
Pealtihan Preceptorship_2014 113
Format kegiatan
1. Kontrak kerja dengan institusi pendidikan
2. Kesediaan menjadi preseptor
3. Kontrak belajar
4. Daftar kompetensi di ruangan / di RS
5. Kegiatan harian, dan mingguan.
6. Log book preseptee
7. Portofolio

Pealtihan Preceptorship_2014 114


1. Form Kontrak kerja dengan
institusi pendidikan
 Tujuannya: untuk mengikat preseptor agar
menjalankan peran dan tanggung jawabnya hanya
untuk kepentingan institusi tertentu saja.
 Menjelaskan tentang hak dan kewajiban dari
preseptor dan institusi pendidikan yang telah
menunjuknya.
 Menetapkan jangka waktu kontrak, kecuali ikatan
kontrak kerja tersebut bersifat menetap - dosen
klinik tetap. Pealtihan Preceptorship_2014 115
2. Form kesediaan menjadi
preseptor
 Tujuan: untuk menjamin penetapan sebagai
pendidik klinik dari institusi pendidikan dapat
dijalankan secara bertanggung jawab.
 Digunakan sebagai bukti akuntabilitas.
 Setiap preseptor hanya mengisi format kesediaan
untuk satu institusi saja, agar peran dan fungsi
sebagai preseptor dapat dijalankan dengan baik.
 Format ini untuk menjamin bahwa para preseptee
memiliki seseorang yang akan ditujunya di
wahana praktik. Pealtihan Preceptorship_2014 116
3. Form Kontrak belajar
 Tujuan: memberikan pemahaman kepada preseptor
dan preseptee bahwa selama berinteraksi ada capaian
yang harus diupayakan oleh keduanya.
 Dikembangkan saat preseptee menemui preseptor
pertama kali, diakhiri dengan kesepakatan dari
keduanya.
 Isinya: tujuan/sasaran pemeblajaran, daftar
kompetensi, kegiatan yang akan dilaksanakan, metoda
atau pendekatan untuk mencapai kompetensi,
jadwal/target, penilaian dari preseptor.
Pealtihan Preceptorship_2014 117
4. Daftar kompetensi di wahana magang

 Kompetensi Utama, pendukung dan lainnya


yang dapat dicapai di setiap wahana praktik.
 Mengacu pada kompetensi yang terdapat dalam
kurikulum
 Disertai tanggal pencapaian dan tanda tangan
dari preseptor akademik dan klinik.
 Ada yang dilengkapi dengan kolom tingkat
pencapaian (disupervisi ketat, supervisi minimal,
mandiri). Pealtihan Preceptorship_2014 118
5. Form Kegiatan harian, dan mingguan.

 Log harian merupakan rencana tujuan dan


kegiatan harian yang dirancang setiap hari
sebelum melakukan tindakan selama magang.
Tujuannya agar preseptee fokus pada tujuan
kegiatan belajarnya.
 Log mingguan merupakan rencana kegiatan yang
akan dilakukan dalam minggu tertentu. Contoh:
minggu ke 1 diskusi kasus pada hari Rabu tgl 15
Maret; minggu ke 2 seminar kecil ruangan pada
hari Jumat tgl 18 Maret, dst.
Pealtihan Preceptorship_2014 119
6. Log book preseptee
 Berbentuk buku saku agar mudah dibawa.
 Mencantumkan kompetensi yang akan dicapai.
 Merupakan log kegiatan harian yang dicatat
setiap selesai melakukan kegiatan, dilengkapi
jam dan kehadiran preseptor (yang
menyaksikan).
 Pada saat preseptee melakukan operan dinas,
preseptor mencermati kegiatan yang sudah
dilakukan preseptee.
Pealtihan Preceptorship_2014 120
7. Portofolio
 Merupakan hikayat kegiatan preseptee selama magang.
 Bisa dilanjutkan sampai ketika ia sudah menjadi
perawat profesional.
 Isi: data personal; informasi tentang pengelolaan kinerja
profesi; Keterlibatan dalam kegiatan keperawatan
selama magangbaik internal (misal: tgl……menjadi
panitia ultah RS), atau eksternal (misal: mengikuti
seminar keperawatan yang dilaksanakan OP); rekaman
kegiatan pengembangan diri; Refleksi selama magang;
catatan prestasi diri; catatan pembinaan diri dari
preseptor/orang lain; evaluasi dir terhadap kinerja, dll.
Pealtihan Preceptorship_2014 121
Rujukan
• Bastable, S.B. (2008). Nurse as Educator. 3rd Ed.
Philippine Edition. Jones and Bartlett Publishers.
• Reilly, D.E. & Oermann, M.H. (2002). Pengajaran
Klinis dalam Pendidikan Keperawatan. Edisi 2. Alih
bahasa: Enie Novieastari. Jakarta: EGC
• Myrick, F. & Yonge, O. (2005). Nursing Preceptorship:
Connecting practice and Education. Philadelphia, USA;
Lippincott, Williams & Wilkins.

Pealtihan Preceptorship_2014
122
E
TEMPAT PRAKTIK / WAHANA
(RS & KOMUNITAS)

RUMAH SAKIT PENDIDIKAN


KEPERAWATAN
KENAPA PERLU TEMPAT PRAKTIK ?

Memberi pengalaman nyata : Klien & Masalah


 Memberi peluang / kesempatan pengembangan
kemampuan pengambilan keputusan &
pemecahan masalah
 Kolaborasi dengan disiplin lain
 Observasi berbagai respon klien
 Komitmen - tanggung jawab terhadap tindakan
yang dilakukan
 Sosialisasi profesi & nilai-nilai keprofesian
KARAKTERISTIK TEMPAT PRAKTIK

 Terdaftar dan diakui oleh pemerintah


 Memberi pel. Diagnostik, pencegahan, pengobatan dan
rehabilitasi
 Mempunyai klien yang cukup
 Mempunyai fasilitasi fisik dan logistik kep yg cukup
 Mempunyai perpustakaan yang sesuai
 Penanggung jawab dan staf pengajar bisa di lahan praktek
 Mempunyai manajemen yang mendukung
 Mempunyai kegiatan penelitian
 Staf keperawatan merupakan tenaga yg terpilih
 Pencatatan dan pelaporan akurat
 Pengaturan tenaga staf secara efisien
5 DOKUMENTASI

World Class Healthcare Experience


KOMPONEN DOKUMENTASI

1. LAPORAN PENDAHULUAN
2. PENGISIAN KEGIATAN
(KOMPETENSI DI BUKU SAKU)
3. PENCATATAN – STATUS
PASIEN
4. PENULISAN PROPOSAL &
LAPORAN KEGIATAN
5. LAPORAN AKHIR - ASKEP
NURSALAM-2004
1. LAPORAN PENDAHULUAN

1. PENDAHULUAN
2. PATOFISIOLOGI – WOC
3. ASUHAN KEPERAWAN (PROSES SD
KRITERIA EVALUASI)
4. DAFTAR PUSTAKA

NURSALAM-2004
CONTOH - WOC Left Ventricular Failure
Aortic or mitral Myocardial Myocardial Hypertension
regurgitation infarction ischemia aortic stenosis
Cardiomyopathy
Regurtitasi Myocardial mass Pressure load
dilatasi
Volume load Gagal pompa
SV
Hipertrofi =
Contractility O2 cell
cardiac dilatasion
myocard

Radius vent  Hypertrophy


Gangg rasa
(d rises T falls) nyaman nyeri
Penurunan
Ventricle less Decompensation
Cardiac Output Perfusi
compliant

Activity Fluid Volume Pot. Gangg Pot.gangg


Intolerance Excess pertukaran gas integritas kulit
2. PENGISIAN KEGIATAN
1. MENGISI (MENCONTRENG)
KEGIATAN YG SUDAH
DILAKSANAKAN
2. MEMINTA TANDA TANGAN
PEMBIMBING
3. MEMBUAT CATATAN – KEGIATAN
YG BELUM DICAPAI

NURSALAM-2004
3. MENCATAT PERKEMBANGAN
PASIEN DI STATUS

1. MENGISI FORM - DOKUMENTASI


PERAWAT
2. MENGISI LEMBAR OBSERVASI
3. MENGISI SOAP
4. MENULIS LAPORAN OVERAN /
TIMBANG TERIMA

NURSALAM-2004
HAND OVER –
KOMUNIKASI
EFEKTIF
SKP 2
KOMUNIKASI YANG MUDAH
TERJADI KESALAHAN

Terjadi pada saat:


 Perintah diberikan secara lisan
 Perintah diberikan melalui
telpon
 Saat pelaporan kembali hasil
pemeriksaan kritis.

21/5/2013 NURSALAM-MAKP-2013 133


c. Critical Result Value/
b. Singkatan baku yang
nilai-nilai pemeriksaan
tidak boleh digunakan.
yang kritis

“ a. Read back d. “ Hand-off


“. communications “
KOMUNI
KASI
EFEKTIF

nursalam-2014
A. READ BACK
PERSYARATAN DASAR KEBIJAKAN
Setiap order  1. Mengembangkan kebijakan dan
prosedur  keakuratan
lisan/telepon /melaporkan
komunikasi lisan / Telepon.
hasil-hasil pemeriksaan 2. Orang  menerima informasi /
dengan nilai yang kritis  order, mencatat kelengkapan
orang yang memberikan order/ hasil pemeriksaan /
order harus memverifikasi menginput ke dalam komputer.
kelengkapan order  3. Orang  menerima informasi /
order membacakan kembali atau
meminta pada penerima
“ read back “ secara lengkap.
order untuk membacakan 4. Orang memberikan order 
kembali atau "read back" mengkonfirmasi kembali
kelengkapan order informasi /order tersebut
tersebut.
nursalam-2014
B.SINGKATAN BAKU YANG TIDAK
BOLEH DIGUNAKAN
PERSYARATAN DASAR KEBIJAKAN

Institusi / RS 1. Menetapkan dan


membakukan daftar mengimplementasikan
singkatan, akronim, daftar singkataan baku,
simbol, dan penandaan akronim, simbol-simbol
dosis yang tidak boleh dan penandaaan dosis
yang tidak boleh
digunakan di seluruh
digunakan di seluruh
bagian RS
bagian RS. dan
menggunakannya pada
semua
pendokumentasian baik
secara manual maupun
nursalam-2014
c. PEMERIKSAAN DAN HASIL YANG KRITIS
( CRITICAL RESULT VALUE )
PERSYARATAN DASAR KEBIJAKAN

Ada ketetapan jenis pemeriksaan kritis, hasil dan nilai


RS kebijakan
1.
yang kritis.
mengukur, menilai, dan 2. Ada ketetapan lama waktu ( timeliness ):
1. Antara order diberikan dan pelaporan hasil baik

bila diperlukan mengambil normal maupun abnormal.


laboratorium )
( dari staf

tindakan  meningkatkan 2. Pelaporan hasil-hasil pemeriksaan rutin dengan


nilai-nlai abnormal atau kritis ( oleh perawat )
ketepatan waktu pelaporan 3. Sejak adanya/ diterimanya hasil dan nilai
pemeriksaan yang kritis sampai diterima oleh
dan penerimaan hasil/ nilai- dokter yang bertanggung jawab
3. Adanya monitoring data ketepatan waktu pelaporan
nilai pemeriksaan yang hasil dan nilai yang kritis :
1. Pengumpulan data
kritis oleh orang yang 2. Menilai/ analisa data

kompeten dan bertanggung 3. Menetapkan upaya-upaya peningkatan ( bila


dibutuhkan )
jawab 4. Menetapkan tindakan yang tepat untuk
meningkatkan ketepatan pelaporan
5. Mengukur efektivitas tindakan

nursalam-2014
d. HAND OFF COMMUNICATIONS
( Serah terima informasi pasien antar
perawat dan/staf medis )

RS
mengimplementasikan
pendekatan yang
standar/ baku untuk “
hand-off
communications “.

nursalam-2014
SERAH TERIMA INFORMASI PASIEN
DI RS
 Antar perawat antar shift
(handover)
 Pengalihan tanggung jawab
dari dokter / NAKES
LAINNYA kepada perawat
 Antar perawat antar ruangan

nursalam-2014
SBAR

CATATAN
TERINTEGRASI
NURSALAM-2004
SBAR ADALAH ALAT KOMUNIKASI
DALAM MELAKUKAN IDENTIFIKASI
TERHADAP PASIEN SEHINGGA MAMPU
MENINGKATKAN KEMAMPUAN
KOMUNIKASI ANTARA PERAWAT
DENGAN DOKTER, DAN PERAWAT
DENGAN PERAWAT

(Ambarukmi, 2011)
APA YANG DI BAHAS DALAM SBAR ?
 1) Situasition meliputi :nama, umur, tanggal MRS, hari
perawatan, dokter yang merawat, nama perawat yang
bertanggungjawab, diagnosis medis dan masalah
keperawatan yang belum teratasi.
 2) Background meliputi : kondisi pasien, riwayat alergi,
pembedahan, alat invasive, obat-obatan, pengetahuan
pasien dan keluarga tentang masalah kesehatan,
pemeriksaan diagnostik.
 3) Assessment meliputi :hasil pengkajian terkini, tanda
vital, pain skore, tingkat kesadaran, status restrain, risiko
jatuh, status nutrisi, eliminasi, hal-hal yang kritis.
 4) Recommedation meliputi :Intervensi asuhan
keperawatan yang perlu dilanjutkan, termasuk nursing care plan
dan discharge planning. Edukasipasien dan keluarganya. 142
TIMBANG TERIMA
SITUATION

DATA DEMOGRAFI; DIAGNOSIS KEPERAWATAN


DIAGNOSIS MEDIS (DATA)

BACKGRAOUND

RIWAYAT KEPERAWATAN

ASSESSMENT: KU; TTV; GCS;


SKALA NYERI; SKALA RISIKO
JATUH; DAN ROS (YG
PENTING)

RECOMENDATION
1. TINDAKAN YG SUDAH
2. DILANJUTKAN
3. STOP
4. MODIFIKASI
21/5/2013 5. NURSALAM-MAKP-2013
STRATEGI BARU 143
INTEGRATED NOTES
INDIKATOR MUTU
(SURVEILLANCE)

NURSALAM-2004
Instalasi Gawat Darurat

 Angka keterlambatan pelayanan pertama gawat


darurat (>5 menit)
 Angka kegagalan pemasangan infus (>2x)
 Angka kesalahan transfer pasien
 Angka kesalahan pengambilan darah
 Angka kesalahan pemberian obat

NURSALAM-2004
INSTALASI RAWAT INAP

 Angka kejadian phlebitis


 Angka kejadian decubitus
 Angka kejadain pasien jatuh
 Angka kesalahan pemberian obat
 Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
keperawatan
 Angka kesalahan pengambilan darah
NURSALAM-2004
ICU

 Angka kegagalan pengambilan sampling BGA


(>3x)
 Angka kejadian phlebitis
 Angka kejadian decubitus
 Angka kejadian pasien jatuh
 Angka kesalahan pemberian obat
 Angka kejadian cedera akibat restrain
 Angka kejadian terekstubasi
NURSALAM-2004
KAMAR OPERASI
Insiden kesalahan identifikasi pasien
 Insiden tertinggalnya kain kasa
 Angka terjadinya salah penjadwalan operasi
 Insiden tertinggalnya instrumen
 Angka kesalahan pemberian obat
 Angka kejadian pasien jatuh
 Respon time penyiapan ruangan operasi
emergency (<60 menit)
NURSALAM-2004
INSTALASI RAWAT JALAN /
POLI
 Angka kesalahan penjadwalan rencana
kunjungan
 Angka kesalahan penjadwalan tindakan
 Tingka kepuasan pasien terhadap pelayanan
perawat

NURSALAM-2004
4. PENULISAN PROPOSAL DAN
LAPORAN KEGIATAN

1. DISCHARGE - PKMRS
2. RONDE
3. OVERAN
4. SUPERVISION
5. Dll

NURSALAM-2004
5. LAPORAN AKHIR

1. ASUHAN KEPERAWATAN
2. REKAPITULASI KOMPETENSI
YANG SUDAH DAN BELUM
DICAPAI
3. LAPORAN PELAKSANAAN
KEGIATAN SELAMA PRAKTIK

NURSALAM-2004
6 EVALUASI

World Class Healthcare Experience


TUJUAN EVALUASI
1. PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PROFESIONAL:
- Menetapkan pencapaian kompetensi:
kelulusan & tk kelulusan; sistem hukuman dan
penghargaan mahasiswa

2. PENYESUAIAN / PERBAIKAN
PENDIDIKAN:
- kurikulum, model pembelajaran pengelolaan
SDM & Sarana
31-1juni 2013, sumenep nursalam 158
PENGELOLAAN EVALUASI
5. ACUAN / 4. EVALUATOR
STANDAR
3. DATA HASIL
PENGUKURAN

2. OBYEK
EVALUASI

1. ALAT UKUR
6. HASIL INSTRUMEN
EVALUASI
31-1juni 2013, sumenep nursalam 159
1. ALAT UKUR: VALID, SPESIFIK DAN SENSITIF
2. OBYEK EVALUASI: A-K-S-I (Attitude,
Knowledge, Skill, Insight)
3. DATA HASIL: BISA
DIPERTANGGUNGJAWABKAN
4. EVALUATOR: 3F (FAIRNESS, FEEDBACK,
AND FOLLOW UP)
5. ACUAN/STANDAR (DITENTUKAN OLEH
INSTITUSI – SESUAI TUJUAN)
6. EVALUASI HASIL: PENETAPAN
PENCAPAIAN
31-1juni 2013, sumenep nursalam 160
TUJUAN PEMB. KLINIK
(OBYEK EVALUASI:
1. Menumbuhkan kepekaan thd kebutuhan
pasien akan asuhan keperawatan
2. Tanggap thd situasi yg terjadi disekitarnya
3. Mengembangkan kemampuan penalaran
ilmiah, penyelesaian masalah dan
pengambilan keputusan
4. Menumbuhkan sikap percaya diri dan
kemandirian
5. Melatih bekerja dlm TEAM
(Together
Everyone Accept More)
31-1juni 2013, sumenep nursalam 161
OUTPUT/ KOMPETENSI

1. Good in Knowledge
2. Good in Interpersonal skill
3. Good in Clinical judgement
4. Good in Technical skill
5. Good in Professional habit

31-1juni 2013, sumenep nursalam 162


Evaluasi Pembelajaran Klinik
 Adalah proses memperoleh informasi untuk
menilai performance peserta didik pada
tatanan klinik
 Type evaluasi bersifat:
– Formative
– Summative

Pelatihan Preceptorship_2014 163


Formative evaluation diperlukan untuk

 Feedback kepada mahasiswa tentang


kekuatan dan kelemahan kinerja/penampilan
kliniknya saat ini
 Planning untuk aktivitas pembelajaran yang
akan datang
 Menyusun Pembelajaran individual yang
cocok dengan kemampuan, minat, gaya dan
tingkat pencapaian mahasiswa
Pelatihan Preceptorship_2014 164
Summative evaluations
 Menilai seluruh kemampuan peserta didik
sesuai tujuan akhir pembelajaran dari mata
ajar
 Mengambil keputusan kemampuan essensial
dari mahasiswa (keamanan, keefektifan,
kemandirian)
 Pertanggungjawaban akhir program, menilai
efektifitas, efisiensi dan relevansi
pembelajaran klinik
Pelatihan Preceptorship_2014 165
Tahap proses evaluasi
 Choosing a focus --- memutuskan fokus apa yang ingin di
evaluasi
 Planning a method of measurement --- memutuskan alat
ukur apa yg digunakan untuk menilai performance peserta
didik dan bagaimana informasi dikumpulkan.
 Setting a standard--- mensepesifikasikan tingkatan peserta
didik yang akan diukur
 Collecting data
 Making a judgement --- untuk memutuskan antara
karaktersitik yg riil dg standard yg establish digunakan
 Communicating --- menyampaikan hasil evaluasi pd
peserta didik dan pihak yg berkepentingan lainnya

Pelatihan Preceptorship_2014 166


Clinical evaluation domain
 Cognitive domain
 Affective domain
 Psychomotor domain
 Multidomain performance ..... Digunakan
untuk evaluasi klinik

Pelatihan Preceptorship_2014 167


Ranah Kompetensi
kompetensi

Sikap Keterampilan knowledge


(afektif) (skill) (kognitif)

A5 Menjadikan P5 Naturalisasi C6 Evaluasi


pola hidup P4 Perangkaian C5 Sintesis
A4 Mengatur diri P3 Ketepatan C4 Analisis
A3 Menghargai P2 Penggunaan C3 Penerapan
A2 Menanggapi P1 Peniruan C2 pemahaman
A1 Menerima C1 ingatan

(softskill)?
Penilaian Hasil Belajar 168
ALAT UKUR

Kognitif TES

Psikomotorik Praktikum

Afektif Observasi

Softskill

169
RANAH KOGNITIF BLOOM
(Revisi oleh ANDERSON dkk, 2001)

CREATE
EVALUATE
ANALYZE Mencipta
Mereview Mendesain
APPLY
Memilah Mengkritisi
UNDERSTAND
Menghitung Mengurai
REMEMBER
Menjelaskan Menggunakan
Menerangkan
Mengingat merangkum Menuliskan
menyebutkan
TINGKATAN KEMAMPUAN
Ranah Psikomotor
(HARROW)

NATURALIZATION

ARTICULATION Spontan
dan
PRECISION Akurat otomatis
dan
MANIPULATION Lancar cepat
dan
IMITATION Tanpa contoh tepat
Visual
Meniru dapat meniru
dengan
contoh
TINGKATAN KEMAMPUAN
RANAH AFEKTIF ( sikap dan nilai )
(KRATHWOHL)

CHARACTERIZATION

ORGANIZATION
Menjadikan
VALUING
Mengatur diri pola hidup
RESPONDING
menghargai
RECEIVING
menanggapi

menerima
Alasan perlunya diversitas dalam
strategi evaluasi
 Kompleksitas perilaku manusia
 Perbedaan individual dalam merespons
pembelajaran
 Kesesuaian dari pendekatan evaluasi yg
spesifik terhadap jenis perilaku pembelajaran
yang spesifik
 Faktor motivasi dari evaluasi
 Dimensi kreatif dari evaluasi
Pelatihan Preceptorship_2014 173
Metode evaluasi praktik klinik
 Observation
 Komunikasi tertulis
 Komunikasi lisan/verbal
 Simulasi
 Self-evaluation

Pelatihan Preceptorship_2014 174


METODA EVALUASI KLINIK
1. OBSERVASI (clinical Performance)

Mengevaluasi penampilan psikomotor, sikap, perilaku,


interaksi baik verbal maupun non verbal
Subjektifitas :
Aspek yang dinilai jelas
Umpan balik segera --- validasi & klarifikasi
Dinilai lebih dari satu orang

31-1juni 2013, sumenep nursalam 175


Observasi
 Tersering digunakan utk evaluasi
 Dapat mengukur pengetahuan, ketrampilan dan afektif
 Illustrasi;
 Behavioral objective
 Mendemontrasikan kemampuan melakukan....

 Evaluation: observasi penampilan mahasiswa


 Evaluation criteria
 1. persiapan diri ....

 2. persiapan alat....
 3. persiapan pasien....

 3. melakukan prosedur dengan tahapan.....

 4. selama prosedur melakukan komunikasi.......

 5. memperhatikan respon pasien ...


 6. sikap.....

 dst

Pelatihan Preceptorship_2014 176


METODA EVALUASI KLINIK

2. TERTULIS
Mengevaluasi kemampuan kognitif pada jenjang aplikasi &
pemecahan masalah
Penugasan pada peserta didik untuk menuliskan hasil
pengamatan.

Bahan evaluasi dapat berupa :


•Laporan proses keperawatan
•Rencana pendidikan kesehatan

31-1juni 2013, sumenep nursalam 177


Oral comunication
 Clinical conference
 Issue conference
 Nursing and multidiciplinary conference
 Illustrasi:
 Behavioral objectives
 Menganalisis dampak health insurance dalam kualitas perawatan
 Evaluation
 Membahas satu issu yg didiskusikan : health insurance dan dampaknya pada
kualitas pelayanan
 Evaluation criteria
 Menjelaskan pengaruh health insurance dalam pelayanan
 Presentasi berbasis literatur dan hasil riset
 Mengidentifikasi dampak health insurance
 Memimpin kelompok dalam membahas issue health insurance
 Menyampaikan ide dengan baik dan logis

Pelatihan Preceptorship_2014 178


Komunikasi tertulis
 Nursing care plan
 Case study
 Teaching plan
 Process recording
 Log book
 Nursing notes

Pelatihan Preceptorship_2014 179


written assignments
Illustrasi
 Behavioral objective:
 Menjelaskan tujuan perawatan dari identifikasi self care defisits
 Bersama pasien dan keluarga mengembangkan perencanaan tentang self care
defisit
 Memilih nursing intervention yang tepat
 Mencatat rencana asuhan keperawatan secara tepat dan komprehensif
 Evaluation: rencana asuhan
 Evaluation criteria;
 Mengidentifikasi tujuan jangka pendek dan jangka panjang
 Mengembangkan tujuan dan rencana berbasis identifikasi self care defisit
sebagaimana persepsi klien
 Memilih intervensi keperawatan yg sesuai dengan self care defisits dan
meningkatkan kemampuan self care client
 Menyusun perencanaan yg komprehensif
 Menyampaiakn informasi secara tepat, konsisten dan terminlogi yg benar 180
Pelatihan Preceptorship_2014
METODA EVALUASI KLINIK

3. LISAN
Tanya jawab terhadap pertanyaan yang diajukaan
oleh penguji

Metoda ini digunakan pada :


• Validasi data yang dikumpulkan dalam
penyususnan asuhan keperawatan.
• Justifikasi tindakan yang dilakukan
• Menilai perkembangan kasus

31-1juni 2013, sumenep nursalam 181


METODA EVALUASI KLINIK

4. OSCE - (akan dijelaskan lebih lanjut pd OSCE)


( Objectif Struktur Clinical Evaluation )

Menilai penampilan / kemampuan klinik secara


terstruktur & bersifat objektif.

Evaluasi secara bersamaan kemampuan kognitif, psikomotor,


sikap.

31-1juni 2013, sumenep nursalam 182


PROSENTASE DAN
APA YG DIEVALUASI?
1. Pelaksanaan praktik dlm Asuhan
Keperawatan (Intervensi kep): 30%
2. Laporan: L-P;Studi Kasus, Program
Kegiatan; ....... : 20%
3. Kehadiran, Kedisiplinan .......?:20%
4. Ujian (Praktik & Responsi): 30%

31-1juni 2013, sumenep nursalam 183


ASPEK YANG DIEVALUASIKAN

1. Merupakan perpaduan pengetahuan, keterampilan dan


sikap dalam pelayanan asuhan keperawatan
2. Merupakan kemampuan level tinggi
3. Kemampuan klinik terkait mata kuliah klinik
4. Sikap dan perilaku profesional
5. Perlu di evaluasi secara profesional dengan
mempertimbangkan kepentingan kerumitan dan
kemungkinan pencapaiannya

184
PENGELOLAAN

 Direncangkan oleh koordinator mata kuliah dan team.


Disusun suatu PROGRAM EVALUASI
 Program Evaluasi minimal mencakupi :
- Tujuan PBK
- Aspek yang dievaluasi
- Metode evaluasi
- Kriteria kelulusan

185
APA YG SALAH?
Hallo Effect !
1. TERFOKUS PD TINDAKAN
PROSEDURAL (MISAL: IV-Line;
NGTube, dll) – ASPEK ; - Attitude -
Kognitif KURANG DIPERHATIKAN

2. JIKA DLM RESPONSI TDK LANCAR


MENJAWAB, DIANGGAP GAGAL
(subyektifitas)
31-1juni 2013, sumenep nursalam 186
SYARAT KELULUSAN
Minimal B

Atau
PASS or FAIL
(KBK – Competent & In-competent)

31-1juni 2013, sumenep nursalam 187


Alat Evaluasi Pencapaian LO (EHP)
 Log book
 Laporan Kasus lengkap/kasus singkat
 Formulir Observasi (Direct observational
procedure skills test)
 SOCA – Student Oral Case Analysis
 Critical incidence report

Pelatihan Preceptorship_2014 188


Faktor-faktor yang perlu
dipertimbangkan
 Metoda harus dapat menggambarkan
sejauh mana kompetensi yang telah
dicapai

 Gunakan berbagai ragam metoda


evaluasi untuk dapat memberikan
gambaran yang lebih luas

 Pilih metoda yang realistikuntuk situasi


Faktor-faktor yang perlu
dipertimbangkan:

 Bedakan metoda yang digunakan untuk


evaluasi formatif atau sumatif

 Hindari evaluasi yang sifatnya pengulangan

 Pertimbangkan waktu yang dimiliki D/P, untuk


umpan balik dan memberi nilai
PROGRAM EVALUASI

1. Cakupan aspek yang dievaluasi dan Bobot setiap


aspek
2. Bentuk dan metode evaluasi
3. Waktu evaluasi
4. Ketentuan kelulusan
- Setiap aspek
- Keseluruhan (mata kuliah)

191
CAKUPAN ASPEK YG DIEVALUASI DAN KELULUSAN

A. Penampilan Klinik (Bobot 60%)

1. Perilaku dan penampilan profesional (etik, penampilan, kedisiplinan,


tanggung jawab) _____ 20 % (karena penting dan harus dimiliki)
2. Persiapan PBK _______ 10% (perlu analisis dan kecermatan)
- Pre-conference
- Laporan Pendahuluan
3. Kinerja klinik : _________ 40 % (inti dari kemampuan perfesional)
- Penetapan Diagnosa Keperawatan
- Rencana Keperawatan
- Pelaksanaan Tindakan Keperawatan dan Evaluasi
- Dokumentasi Keperawatan
192
CAKUPAN ASPEK YANG DIEVALUASI

4. Pengetahuan mahasiswa terkait klinik ____ 15% (landasan)


5. Keterampilan Klinik (penugasan) ______15 %

B. Ujian Klinik ( Bobot 40%)


Penyusunan instrumen
 Penampilan dan perilaku

 Persiapan PBK

 Kinerja klinik

 Pengetahuan mahasiswa terkait klinik

 Ketrampilan Klinik

 Format Ujian Klinik


SUMBER BACAAN
 AIPNI (2010). Buku Kurikulum Pendidikan Ners. Jakarat
 Myrick & Yonge (2004), Nursing Preceptorship, Connecting Practice and
Nursing Education. USA: Lippincot Willims & Wilkins.
 Nancy T.Watts (1990). Handbook of Clinical Teaching. UK: Longmand Group.
 Reilly & Oerrman (1999), Clinical Teaching in Nursing Education, second
edition,. Canada: Jones and Bartlett publisher.

Pelatihan Preceptorship_2014 195


7 CONTOH
ROLEPLAY

World Class Healthcare Experience


How? PELAKSANAAN di RS
1. Pre Conference (1 jam)
2. Conference (1,5 jam)
3. Post Conference (1 jam)
CONTOH …….
Pre conference (1 jam)
1. Pengenalan tentang informasi umum (tata tertib,
prosedur pelayanan, dokumentasi / RM)
2. Informasi tentang mutu pelayanan keperawatan
(PPI,Patient safety,indikator mutu keperawatan
setiap unit)
3. Penjelasan SPO / CP dan penerapannya
4. Penjelasan alur pasien masuk rumah sakit sampai
keluar rumah sakit
5. Penjelasan standar kompetensi yang harus
dicapai oleh perceptee
Conference (1,5 jam)
1. Perceptee mempelajari kondisi pasien melalui rekam medik
2. Perceptor memperkenalkan perceptee ke pasien dan
kontrak dengan pasien untuk dilakukan proses belajar
3. Perceptee melakukan pengkajian sampai dengan masalah
keperawatan kemudian dikonsultasikan ke perceptor
4. Perceptor memvalidasi hasil pengumpulan data
5. Perceptee menyusun rencana intervensi keperawatan (NIC
NOC)
6. Penerapan metode bimbingan klinik (Bed side teaching,
Ronde, Supervisi, Penugasan, Discharge Planning)
7. Perceptee menyusun laporan asuhan keperawatan
Post Conference (1 jam)
1. Perceptor mengevaluasi pencapaian
kompetensi perceptee
2. Perceptee melakukan self evaluation
dan memberikan evaluasi pada
perceptor
3. Perceptor dan perceptee menyusun
tindak lanjut proses pembelajaran
 POST – CONFERENCE: 3F

1. FAIR (TEMUAN / MASALAH)

2. FEEDBACK (KLARIFIKASI - SEBAB)

3. FOLLOW UP – SARAN / REKOMENDASI


I N GAT !
1. Didiklah mahasiswa, tapi ingat bahwa
mereka akan hidup bukan dijamanmu
2. Mahasiswa belajar menerapkan teori,
bukan untuk praktik pengganti dinas
3. Mhs bukan orang yg super, semua
serba bisa
4. Tidak perlu memaksakan kehendak
kita (hrs diberikan justifikasi)
THANK YOU

Wassalam Wr. Wb.