Anda di halaman 1dari 23

KESALAHAN DAN

KEGAGALAN DALAM
PEMBUATAN RADIOGRAFI
INTRAORAL

FERI ANANG PUTRA


10615023
1. KESALAHAN PASIEN

Faktor penyebab pasien untuk bergerak meliputi:


• ketidaknyamanan
• posisi kepala tidak didukung
• tersedak
• kecacatan pasie
2 KESALAHAN FILM
A. Kesalahan Penempatan Film. Kesalahan dalam penempatan reseptor
film akan mengakibatkan gambaran pada area radiografi tidak akan terlihat
dengan sempurna.
B. Penempatan Film Terbalik. Penempatan film terbalik di dalam mulut
akan menyebabkan lempengan timah yang terpapar sinar-x bukan film.
C. Pembengkokan Film. Pembengkokan film dapat terjadi karena bentuk
palatum atau lingual yang terlalu melengkung sehingga sewaktu film
dimasukkan,operator secara tidak sengaja menekan film terlalu keras sehingga
film menjadi bengkok.
D. Bidang oklusal miring. Ketika pengambilan gambar radiografi
bitewing, film yang tidak ditempatkan tegak lurus dengan bidang oklusal, akan
berakibat tepi atas film mungkin berkontak dengan gingival dibagian palatal.
3 KESALAHAN ANGULASI VERTIKAL

1. Elongasi. Kesalahan angulasi vertikal yang terjadi pada teknik parallel,


akan mengakibatkan gambar bergerak dalam dimensi vertikal (atas atau bawah)
sehingga pada hasil radiografi akan terlihat gambaran elongasi.
2. Foreshortening. Kesalahan ini terjadi karena sudut angulasi sinar-x
yang terlalu besar, untuk mengurangi terjadi foreshortening ketika menggunakan
teknik parallel, maka operator harus menurunkan angulasi vertikal pada maksila
dan menurunkan angulasi vertikal pada mandibula.
4 KESALAHAN PEMUSATAN SINAR
Pusat sinar-x harus selalu tegak lurus melewati film. Ketika keselarasan ini tidak
diperhatikan, cone-cut dapat terjadi. Cone-cutting terlihat sebagai zona
bening pada radiogarfi setelah film diproses, hal ini disebabkan karena
kurangnya paparan sinar-x pada daerah yang terpotong tersebut . Penggunaan
film holder yang salah juga dapat menyebabkan terjadinya cone-cutting.
5 KESALAHAN DALAM PEMAPARAN

A. Pengaturan waktu. Yang paling umum terjadi pada kesalahan pemaparan


adalah tidak tepatnya pengaturan waktu. Pengaturan waktu pada saat
pemaparan harus didasarkan pada kecepatan film, proyeksi yang terpapar dan
kondisi pasien.
B. Paparan yang lebih atau kurang. Kesalahan ini dapat disebabkan
karena jarak antar objek dan sinar-x yang terlalu jauh atau letak cone beam yang
kurang dekat dengan wajah pasien.
C. Pemaparan Ganda (double exposure). Kesalahan karena pemaparan
ganda akan mengakibatkan hasil dari gambaran radiografi terlihat objek berlapis
atau bertindih satu sama lain. Dampak lainnya adalah paparan radiasi yang
diterima pasien juga meningkat.
6 KESALAHAN OBJEK

Ketika protesa removable yang ada dalam mulut ikut terpapar saat pengambilan
gambaran radiografi, protesa tersebut akan muncul pada gambaran
radiografi. Sebaiknya sebelum prosedur radiografi, operator meminta pasien
untuk melepas semua barang yang ada di dalam rongga mulut, seperti gigi tiruan
parsial, gigi tiruan penuh, dan lainnya. Kacamata pasien juga harus dilepas
sebelum prosedur radiografi. Perhiasan pada wajah yang berada di jalur sinar-x
juga harus dilepas untuk meghindari artefak yang tidak diinginkan
7 KESALAHAN DALAM PROCESSING FILM

Masalah processing film dapat beberapa faktor


diantaranya ;
1. Kesalahan yang disebabkan oleh waktu dan
temperature
2. Kesalahan yang disebabkan oleh bahan
kimia yang terkontaminasi
3. Kesalahan yang disebabkan dalam
penanganan film
7.1 KESALAHAN YANG DISEBABKAN OLEH
WAKTU DAN TEMPERATUR
1. Dense image. Hasil gambaran radiografi yang terlihat gelap (dark radiograph)
dapat disebabkan karena terjadinya over developer pada saat proses
developing, dimana keadaan ini terjadi karena konsentrasi larutan developer
yang terlalu tinggi (pekat) sedangkan waktu developing tidak disesuaikan dengan
konsentrasi tersebut , kesalahan lain yang dapat memungkinkan terjadinya
dense image, antara lain : kesalahan dalam penyinaran, miliampere dan voltase
yang tinggi.
2. Thin image .Hasil gambaran radiografi yang terlihat terang atau tipis
disebabkan oleh under developer film, dimana keadaan ini dapat diakibatkan
oleh waktu developer yang tidak tepat atau terlalu singkat/cepat ataupun karena
larutan developer yang terlalu dingin, kesalahan ini dapat juga diakibatkan
karena kesalahan dalam penyinaran, serta miliamper dan voltase yang rendah
3. Cracked image. Terlihatnya gambaran pecah- pecah pada hasil
radiografi dapat disebabkan oleh karena terjadinya retikulasi dari emulsi film.
Keadaan ini dapat diakibatkan oleh perubahan temperature developer secara
tibatiba dimana terjadinya penambahan cairan kimia yang baru ke yang lama.
7.2 KESALAHAN YANG DISEBABKAN OLEH
KONTAMINASI BAHAN KIMIA
1. Dark spots. Adanya gambar spot hitam (Dark spots) pada film,
disebabkan oleh terjadinya kontak antara larutan developer dengan film pada
sesaat sebelum dilakukan proccessing.
2. Bright spots. Terlihatnya gambaran spot putih (bright spots) pada film,
disebabkan oleh terjadinya kontak antara larutan fixer dengan film sesaat
sebelum dilakukan processing.
3. Steins. Terlihatnya gambaran warna kuning kecoklatan, disebabkan
oleh karena penggunaan larutan fixer yang sudah lama dan proses washing yang
tidak sempurna, sedangkan noda yang berwarna coklat dapat disebabkan
karena proses fixing dan washing yang terlalu cepat atau kurang sempurna.
7.3 KESALAHAN DALAM PENANGANAN FILM

A. Partial white image Terlihatnya gambaran putih dibagian pinggir film


dapat diakibatkan karena hanya sebagian film yang terprocessing dan sebagian
lainnya tidak terendam dalam larutan developer.
B. Partial dark image Terlihatnya gambaran hitam dipinggir film dapat
diakibatkan karena hanya sebagian film yang terprosesing dan sebagian lain dari
film tidak terendam dalam larutan fixer.
C. Daerah Putih atau Hitam pada Daerah Overlap. Terlihatnya gambaran putih /
hitam pada daerah overlap dapat diakibatkan karena kedua film berkontak
sesaat sebelum dilakukan processing atau radiographer secara tidak
sengaja mengontakan kedua film pada saat processing.
D. Black crescent shaped marks.Terlihatnya gambaran putih penuh pada
film dapat diakibatkan rusaknya emulsi film oleh karena goresan kuku dari
operator selama processing film dilakukan.
E. Lack finger print. Terlihatnya gambaran sidik jari pada film dapat
diakibatkan karena selama processing film, operator tidak menggunakan film klip
sehingga permukaan film tersentuh oleh tangan operator sehingga terjadi
kontaminasi silang dengan larutan developer
F. Static electricity. Terlihatnya gambaran menyerupai ranting pohon
berwarna hitam, yang terlihat seperti terjadinya fraktur tulang dapat diakibatkan
karena operator mengeluarkan film dari bungkusnya secara kasar. Hal ini juga
dapat disebabkan karena kelembaban ruangan kamar gelap dan aliran listrik
yang tidak stabil
G. Garis putih. Terlihatnya gambaran seperti scratched film, dapat
diakibatkan lepasnya emulsi halus dari film yang disebabkan karena film terkena
goresan dari benda tajam.