Anda di halaman 1dari 18

PELEDAKAN TAMBANG

BAWAH TANAH
Tujuan :
• Untuk hasilkan ruangan, gudang, jalan
saluran, terowongan pipa dan lain
sebagainya.
• Untuk mengambil material (operasi
penambangan).
Perbedaan peledakan tambang bawah
tanah dengan peledakan di permukaan:
• Peledakan tambang bawah tanah
dilakukan ke arah satu bidang bebas
• Tempat peledakan atau ruangan pada
tambang bawah tanah lebih terbatas.

Oleh karena itu perlu dibuat tambahan


bidang bebas kedua, yang merupakan
arah peledakan selanjutnya →Cut.
Pola Pemboran Tambang Bawah Tanah
Macam Cut :
1. Center cut disebut juga pyramid atau diamond
cut
Empat atau enam lubang dengan diameter
yang sama dibor ke arah satu titik,
sehingga berbentuk piramid.
Pada bagian puncak piramid terkonsentrasi
bahan peledak kuat. Center cut sangat
efektif untuk batuan kuat, tetapi
konsumsi bahan peledak banyak dan
mempunyai efek getaran tinggi yang
disertai oleh lemparan batu-batu kecil.
2. Wedge Cut/V-Cut, angled cut
Setiap pasang dibor ke arah satu titik →
lubang bor antar pasangan sejajar,
sehingga membentuk baji
kurang efektif untuk meledakkan batuan
yang keras.

3. Drag cut atau pola kipas


Mirip dengan wedge cut, posisi bajinya
terletak pada bagian lantai atau dinding
bukaan.
lubang dibor miring untuk membentuk rongga di
lantai atau dinding.
Burn cut disebut juga dengan cylinder cut →
cocok untuk batu yang keras dan regas
seperti batupasir (sandstone) atau batuan
beku
Ciri-ciri pola burn cut :
– Lubang bor dibuat sejajar, sehingga dapat
mengebor lebih dalam
– Lubang tertentu dikosongkan → bidang
bebas mini → pelepasan tegangan gelombang
kompresi jadi tarik berlangsung efektif.
– lubang kosong sebagai ruang terbuka tempat
fragmentasi batuan terlempar dari lubang
yang bermuatan bahan peledak.
Jenis lubang ledak untuk peledakan
terowongan
Posisi cut :
1. Cut dekat dengan dinding dapat pengaruhi
jumlah lubang ledak dalam round, arah
lemparan ke pojok, sulit dalam pemuatan karena
letak materialnya.
2. Cut diletakkan di tengah-tengah penampang
dan agak ke bawah → arah peledakan ke depan
dan tumpukan tengah,lemparan yang dekat dan
konsumsi bahan peledak lebih sedikit karena
semua stoping ke arah bawah.
3. Posisi cut di atas terowongan yang tinggi →
memberikan kemudahan pemuatan hasil
peledakan, konsumsi bahan peledak lebih tinggi
karena banyak stoping ke arah atas.
parameter-parameter yang harus diperhatikan
adalah :
1. Diameter lubang besar (Kosong).
2. Burden.
3. Charge Concentration.
Lubang kontur (roof holes,wall holes,floor
holes) dibuat agak serong keluar dari kontur
→look out, agar terowongan mempunyai
bentuk seperti yang direncanakan.
(10 cm + 3 cm/m x kedalaman
lubang tembak)
kira-kira berkisar 20 cm
Makin besar diameter lubang kosong
→makin dalam round dapat dibor →
kemajuan >.

Penyebab paling umum dari kemajuan yang


kecil → diameter lubang kosong < →
kedalaman lubang ledak pendek.
Smooth blasting /controlled blasting
Cara peledakan untuk mengurangi
kerusakan pada atap dan dinding akibat
peledakan.
Lubang tembak perimeter diledakkan
terakhir sebagai lubang tembak→
manfaatkan bidang batas yang
dihasilkan dari peledakan round
sebelumnya.
• Tabel Smooth Blasting Untuk berbagai diameter
lubang ledak

Parameter Konsentrasi
Burden Spasi
Diameter lubang muatan Tipe muatan
mm Kg/m m m
25 - 32 0,11 11 mm Gurit 0,3 - 0,5 0,25 - 0,35
25 - 48 0,23 17 mm Gurit 0,7 - 0,9 0,50 - 0,70
51 - 64 0,42 22 mm Gurit 1,0 - 1,1 0,80 - 0,90
51 - 64 0,45 22 mm emulite 1,1 -1,2 0,80 - 0,90
Presplitting
• → digunakan untuk membuat lubang-
lubang pada dinding, yaitu sebaris
lubang-lubang parallel yang sangat
berdekatan sepanjang batas penggalian.
• Presplitting → kontrol peledakan yang
termasuk dalam precutting.
• Semua lubang tembak diledakkan
bersamaan. Jika hal ini tidak mungkin,
digunakan micro delays.
• Lubang-lubang presplit diledakkan
sebelum lubang tembak produksi.