Anda di halaman 1dari 24

CASE REPORT

HYDROPNEUMOTHORAX
ANGGOTA KELOMPOK
1. DZULFIQAR
2. MAHARANI SEKAR NINGRUM
3. RINI SAFITRI
4. ROSY OSIANA

PEMBIMBING : dr. Tantri Dwi Kaniya, Sp.Rad.

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU RADIOLOGI


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H . ABDUL MOELOEK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2018
PENDAHULUAN

Pneumotoraks spontan primer : usia 20 –


30 tahun
LAKI-LAKI :
Pneumotoraks spontan sekunder : usia 60
– 65 tahun
PEREMPUAN
PNEUMOTORAKS TRAUMATIK >
= 5:1
PNEUMOTHORAX SPONTAN
Identitas Pasien
• Nama : Tn. MS
• Umur : 21 Tahun
• JenisKelamin : Laki-laki
• Alamat : Lampung Timur
• Masuk RS : 13 Desember 2018
• Tgl periksa : 15 Desember 2018
ANAMNESIS ( Autoanamnesis)
• Keluhan utama:
Sesak nefas yang semakin memberat sejak 1 bulan SMRS

• Riwayat Penyakit Sekarang:

Pasien mengeluhkan sesak nafas sejak 1 bulan yang lalu yang


semakin memberat dalam 1 minggu SMRS. Sesak nafas dirasakan terus
menerus semakin memberat ketika pasien beraktivitas dan batuk. Sesak
nafas juga bertambah ketika pasien berbaring sehingga pasien lebih
nyaman untuk posisi setengah duduk. Pasien mengeluhkan batuk sejak
2 bulan SMRS. Batuk berdahak berwarna hijau, pada malam hari
berkeringat lebih banyak dibandingkan sebelumnya, demam pada awal
keluhan dan tidak nafsu makan sehingga dalam satu bulan berat badan
pasien menurun. Pasien periksa ke puskesmas setempat kemudian
dilakukan pemeriksaan dahak. Hasil pemeriksaan dahak positif TB.
Pasien mendapatkan obat paket untuk TB dan sudah konsumsi secara
teratur selama 2 bulan. Pasien merupakan perokok aktif , mempunyai
riwayat minum alkohol, dan terdapat riwayat keluarga yang menderita
penyakit TB.
ANAMNESIS ( Autoanamnesis)

• Riwayat Penyakit Dahulu


- Pasien belum pernah menderita penyakit yang sama
- Hipertensi (-)
- DM (-)
- Asma (-)

• Riwayat Penyakit Keluarga


- ada keluarga pasien dengan riwayat TB
- Hipertensi (-)
- Asma (-)

• Riwayat Pekerjaan, Kebiasaan, dan Sosial Ekonomi


- Ekonomi menengah
PEMERIKSAAN UMUM PEMERIKSAAN FISIK :
- Keadaan umum : TSS • Kepala dan Leher :
- Kesadaran : CM • Mata :
• Konjunctiva anemis (-/-)
- Tanda – tanda Vital : • Sclera tidak ikterik
• Tensi :120/80 mmHg • Pupil isokor, 2 mm/2mm
• Nadi : 96 x/menit • Reflex cahaya (+/+)
• Nafas : 36x /menit • Leher :pembesaran KGB (-),
• Suhu : 37,1 °C JVP tidak meningkat
• THORAX : Jantung :
• Paru : • Inspeksi : Ictus cordis
• Inspeksi : Bentuk dada tidak terlihat.
simetris, kanan=kiri . Gerak • Palpasi : Ictus cordis
pernafasan simetris, tidak teraba.
kanan=kiri. • Perkusi : Batas
• Palpasi : Vocal jantung dalam batas
fremitus melemah pada normal.
lapangan paru kiri • Auskultasi : Bunyi
• Perkusi : Lapangan jantung S1 dan S2 normal,
paru kanan bagian basal murmur (-), gallop (-)
redup. Lapangan paru kiri
sonor
• Auskultasi : Lapangan
paru kanan vesikuler (-),
ronkhi (-/-), wheezing (-/-).
Lapangan paru kiri
vesikuler(+), Wheezing (-/-
), Ronkhi (-/-)
Abdomen : Ekstremitas :
• Inspeksi : Perut datar, • Akral hangat, CRT < 2
venektasi (-), inflamasi (-), detik, Udem
scar (-) ekstremitas (-)
• Auskultasi : Bising usus (+)
normal.
• Perkusi : Timpani.
• Palpasi : Supel, hepar
dan lien tidak teraba,
Nyeri tekan epigastrium (-).
PEMERIKSAAN PENUNJANG :
• Pemeriksaan rontgen thorax Kesan :
tanggal 12 Desember 2018
• Foto Thoraks PA
• Tampak lesi opaq dan
lusen dengan air fluid
level di hemithoraks
dextra
• Tampak infiltrat dan
fibrosis di kedua pulmo
• Cor CTR < 0.5
• Kesan :
• Hydropneumothoraks
• TB Paru aktif lesi luas
• Besar Cor Normal
RESUME

• Tn. MS usia 21 tahun datang dengan keluhan sesak nafas . Pasien


mengeluhkan sesak nafas sejak 1 bulan yang lalu yang semakin
memberat dalam 1 minggu SMRS. Sesak nafas dirasakan terus
menerus semakin memberat ketika pasien beraktivitas dan batuk.
Sesak nafas juga bertambah ketika pasien berbaring sehingga pasien
lebih nyaman untuk posisi setengah duduk. Pasien mengeluhkan
batuk sejak 2 bulan SMRS. Batuk berdahak berwarna hijau, pada
malam hari berkeringat lebih banyak dibandingkan sebelumnya,
demam pada awal keluhan dan tidak nafsu makan sehingga dalam
satu bulan berat badan pasien menurun. Pasien periksa ke
puskesmas setempat kemudian dilakukan pemeriksaan dahak. Hasil
pemeriksaan dahak positif TB. Pasien mendapatkan obat paket
untuk TB dan sudah konsumsi secara teratur selama 2 bulan. Pasien
merupakan perokok aktif , mempunyai riwayat minum alkohol, dan
terdapat riwayat keluarga yang menderita penyakit TB
RESUME
Hasil Pemeriksaan fisik :
• Paru :
• Inspeksi : Bentuk dada simetris, kanan=kiri
• Gerak pernafasan simetris, kanan=kiri.
• Palpasi : Vocal fremitus melemah pada lapangan paru
kiri
• Perkusi : Lapangan paru kanan bagian basal redup. Lapangan
paru kiri sonor
• Auskultasi : Lapangan paru kanan vesikuler (-), ronkhi (-/-),
wheezing (-/-). Lapangan paru kiri vesikuler(+), Wheezing (-/-),
Ronkhi (-/-)

Pemeriksaan Penunjang
• Foto Thoraks PA
• Kesan :
• Hydropneumothoraks
• TB Paru aktif lesi luas
DIAGNOSIS KERJA : RENCANA
• Hidropneumothoraks PENATALAKSANAAN
• TB paru Aktif • Non Farmakologi
• Bed rest
RENCANA PEMERIKSAAN • Diet tinggi kalori tinggi
protein
• Pemeriksaan darah rutin • Dilakukan
dan kimia darah (GDS, Thoracosintesis
elektrolit), albumin,
• Pemeriksaan cairan
pleura dan kultur FARMAKOLOGI
• Pemeriksaan Sputum S- • Ceftriaxone 2 x 1 gr IV
P-S • Gentamicine 1 x 160 mg
IV
• Ambroxole 3 x 5 ml PO
• N Asetilsistein 3 x 200
mg PO
PEMBAHASAN
• Pneumothorax
• suatu keadaan terdapatnya
udara atau gas di dalam
pleura yang menyebabkan
kolapsnya paru yang
terkena
Etiologi
• Berdasarkan etiologi:
• Pneumothorax spontan
• Pneumotoraks spontan primer 
tiba-tiba tanpa diketahui sebabnya
• Pneumotoraks spontan sekunder 
dengan didasari oleh riwayat
penyakit paru yang telah dimiliki
sebelumnya, misalnya fibrosis kistik,
PPOK, kanker paru-paru, asma, dan
infeksi paru
• Pneumothorax traumatic
• Pneumotoraks traumatik non-iatrogenic
 karena jejas kecelakaan, misalnya
jejas pada dinding dada, barotrauma
• Pneumotoraks traumatik iatrogenic 
akibat komplikasi dari tindakan medis
Jenis pneumotorak berdasarkan fistel

• Pneumotorak tertutup
• Pleura dalam keadaan tertutup
• Tekanan di dalam rongga pleura awalnya mungkin positif,
namun lambat laun berubah menjadi negatif
• Pneumotorak terbuka
• Terdapat hubungan antara rongga pleura dengan bronkus yang
merupakan bagian dari dunia luar Tekanan intrapleura sama
dengan tekanan udara luar.
• Pneumotorak ventil
• pneumotoraks dengan tekanan intrapleura yang positif dan
makin lama makin bertambah besar karena ada fistel di pleura
viseralis yang bersifat ventil
• Tekanan di dalam rongga pleura makin lama makin tinggi dan
melebihi tekanan atmosfer.
Gejala
Sesak nafas
Nyeri dada tiba tiba
Kadang batuk kering
Bila timbul perlahan tidak ada gejala
Gagal nafas
Kolaps sirkulasi ( syok )
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi :
• Dapat terjadi hiperekspansi dinding dada
• Saat respirasi, bagian yang sakit gerakannya tertinggal
• Trakea dan jantung terdorong ke sisi yang sehat

Palpasi :
• Pada sisi yang sakit, ruang antar iga dapat normal atau
melebar
• Iktus jantung terdorong ke sisi toraks yang sehat
• Fremitus suara melemah atau menghilang pada sisi yang
sakit
Pemeriksaan Fisik
Perkusi :
• Pada sisi sakit, hipersonor sampai timpani dan tidak
menggetar
• Batas jantung terdorong ke arah toraks yang sehat,
apabila tekanan intrapleura tinggi

Auskultasi :
• Pada bagian yang sakit, suara napas melemah sampai
menghilang
• Suara vokal melemah dan tidak menggetar serta
bronkofoni negative
Gambaran Radiologi
• gambaran hiperlusen avaskular pada hemitoraks yang
mengalami pneumotoraks
• pleural white line
• Foto dada posisi supine orang dewasa maka tanda yang dicari
adalah adanya deep sulcus sign
• Jika terdapat udara pada rongga pleura, maka sudut
kostofrenikus menjadi lebih dalam daripada biasanya.
Hal yang Perlu Diperhatikan
• Foto dada pada pasien pneumotoraks sebaiknya diambil
dalam posisi tegak sebab sulitnya mengidentifikasi
pneumotoraks dalam posisi supinasi
• Foto dada juga diambil dalam keadaan ekspirasi penuh
• Ekspirasi penuh  volume paru berkurang dan relatif menjadi
lebih padat sementara udara dalam rongga pleura tetap
konstan  mudah mendeteksi pneumotoraks yang berukuran
lebih kecil
• Perlu diingat, pneumotoraks yang terdeteksi pada keadaan
ekspirasi penuh akan terlihat lebih besar daripada ukuran
sebenarnya
Pneumotoraks kanan yang berukuran kecil dalam keadaan inspirasi
(kiri) dan dalam keadaan ekspirasi (kanan
PENATALAKSANAAN
• Observasi dan Pemberian O2
• Tindakan dekompresi
• Torakoskopi
• Torakotomi
• Tindakan bedah
THANKYOU