Anda di halaman 1dari 20

INDUKSI DAN REPRESI

PADA PROKARIOTA
KELOMPOK 1:
1. Berthody Perestroiko D. (160341606073)
2. Elvira Harum P. (160341606012)
3. Rama Maulidin R.A (160341606023)
Induksi dan Represi pada Prokariota

Gen produk seperti moleku tRNA,rRNA, protein ribosom, RNA


polymerase maupun enzim lain mengkatalis proses metabolism
yang sering disebut sebagai disebut sebagai “housekeeping genes”
atau “gen penjaga rumah”,

Escherichia coli dan sebagian besar bakteri lainnya mampu tumbuh


menggunakan salah satu dari beberapa karbohidrat (misalnya
glukosa, sukrosa, galaktosa, arabinosa, laktosa) sebagai sumber
energi.
Zat atau molekul yang bertanggung jawab untuk induksi
dikenal sebagai penginduksi. Kemudian akan “dimatikan”
apabila senyawa atau subtansi tersebut telah hilang dari
lingkungan luar sel. Sedangkan represi suatu gen akan
“dinyatakan” sebagai respon akibat tidak adanya senyawa
atau substansi tertentu di lingkungan luar, dan akan
dimatikan apabila telah ditemukan suatu senyawa atau
substansi pada lingkungan luar
Model Operon

Model operon, mekanisme kontrol negatif, dikembangkan pada tahun


1961 oleh François Jacob dan Jacques Monod untuk menjelaskan
regulasi gen yang dibutuhkan untuk pemanfaatan laktosa di E. coli.

Regulator merupakan sequens gen yang mengkodekan protein


repressor, yang yang mengikat elemen kedua yaitu operator dari
suatu gen. Secara umum susunan sekuens gen yakni, promoter,
operator, gen structural disebut operon.
Ketika represor terikat pada operator, transkripsi gen
struktur tidak dapat terjadi. Wilayah operator bersebelahan
dengan daerah promotor. Wilayah operator sering berada
di antara promotor dan gen struktural.
Macam Operon
.
Operon indusibel : operon yang dapat diinduksi, represor bebas
berikatan dengan operator, mematikan transkripsi. Pada induksi represor
secara normal akan berikatan dengan operator sehingga RNA polimerase
tidak dapat memasuki promoter operon.

Operon represibel : Operon represor, situasinya hanya terbalik.


Repressor bebas tidak dapat mengikat ke operator Hanya saja yang
menjadi represor-efektor molekul (co-represor)
Lac, sebuah operon indusibel
Sistem lac operon adalah sistem pengendalian ekspresi gen-gen
yang bertanggung jawab di dalam metabolism laktosa. Sistem
tersebut pertama kali ditemukan pada bakteri Escherichia coli oleh
Francois Jacob dan Jaques Monod pada akhir 1950-an.
Lac operon mengandung sebuah promoter, operator, dan tiga
struktur gen yaitu z, y dan a.

1. lac Z mengkode enzim β-galaktosidase yang menghasilkan dua


monosakarida yaitu glukosa dan galaktosa
2. gen lac Y mengkode permease galaktosida, yaitu enzim yang
berperan dalam pengangkutan laktosa dari luar ke dalam sel
3. lac A mengkode enzim transasetilase thiogalaktosida yang
perannya belum diketahui secara jelas.
Gen lac i, operator dan promotor awalnya diidentifikasi
secara genetik oleh isolasi mutasi dalam unit genetik yang
membuat mereka tidak berfungsi. Beberapa mutasi gen I,
ditunjukkan adalah i–d, yang dominan terhadap alel wild
type (i+).

Lac promotor mengandung dua komponen yang berbeda


secara fungsional:
(1) sisi ikatan RNA polimerase dan
(2) ikatan sisi untuk protein lainnya, yang disebut aktivator
katabolit protein
Trp, sebuah operon represibel
• Operon trp pada E. coli merupakan operon represi yang negatif
• Gen trpR, yang mengkodekan trp represoror, tidak terkait erat
dengan operon trp.
• Wilayah operator (o) trp operon terletak di dalam wilayah
promotor utama (P1).
• Selain itu promotor lemah (P2) pada ujung distal operator gen
trpD.
• Promotor P2 meningkatkan tingkat dasar transkripsi gen trpC,
trpB, dan trpA.
• Dua urutan terminasi transkripsi (t dan t') terletak di hilir dari
trpA.
• Wilayah trpL menentukan urutan mRNA 162-nukleotida
Struktur operon trp (triptofan) di E. coli
Dengan tidak adanya triptofan (co-represoror), RNA
polimerase akan berikatan dengan daerah promotor dan
mentranskripsikan gen struktural operon. Dengan adanya
triptofan, kompresor co-represor/represor mengikat daerah
operator dan mencegah polimerase RNA untuk memulai
transkripsi gen di operon.
Kontrol positif pada operon lac oleh
CAP dan AMP siklik
• Adanya glukosa dapat mencegah induksi operon lac,
serta operon lain yang mengendalikan enzim yang terlibat
dalam katabolisme karbohidrat.
• Represi katabolit operon lac dan beberapa operon lainnya
dimediasi oleh protein pengatur yang disebut CAP (untuk
protein activator katabolit) dan molekul efektor kecil yang
disebut AMP siklik (adenosin-3’, 5’ -monofosfat; disebut
cAMP).
Pembentukan molekul pengatur siklik AMP
dari ATP oleh enzim adenilsiklase
• Lac promotor berisi dua situs terpisah, satu untuk RNA
polimerase dan satu untuk kompleks CAP / cAMP.
• Kompleks CAP / cAMP harus ada di tempat
pengikatannya di promotor lac agar operon dapat
diinduksi secara normal.
• Hanya kompleks CAP / cAMP yang mengikat promotor
lac.
• Konsentrasi cAMP intraselular sensitif terhadap adanya
atau tidak adanya glukosa.
• Glukosa mencegah aktivasi adenylcyclase, enzim yang
mengkatalisis pembentukan cAMP dari ATP.
• Dengan demikian, adanya glukosa menghasilkan
penurunan konsentrasi intraseluler cAMP. Dengan
adanya konsentrasi cAMP yang rendah, CAP tidak
dapat mengikat promotor lac operon. Pada gilirannya,
RNA polimerase tidak dapat mengikat secara efisien
ke promotor lac tanpa adanya CAP / cAMP yang
terikat.
• Kompleks CAP / cAMP dengan demikian memberikan
kontrol positif atas transkripsi operon lac.