Anda di halaman 1dari 27

GINEKOMASTIA

Pembimbing :
dr. Firmansyah Sp.B

Disusun Oleh :
Amirtha Mustikasari
1102013022
IDENTITAS
Nama : An. I
Umur : 16 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status : Belum Menikah
Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Jl. Perumahan warga, Cililitan, Kramat
Jati, Jakarta Timur
No. Rekam Medis : 400421
Tanggal Pemeriksaan : 1 Januari 2019
ANAMNESIS
Keluhan Utama

Benjolan pada payudara kanan dan kiri.

Keluhan Tambahan

Tidak adanya keluhan tambahan.

Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang ke IGD RS Moh Ridwan Meuraksa pada tanggal 1 Januari 2019 dengan keluhan benjolan
pada payudara kanan dan kiri. Benjolan dirasakan sejak pasien berusia 14 tahun. Pasien mengatakan
benjolannya tidak terasa nyeri apabila dipegang dan tidak membesar.
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien tidak pernah mempunyai keluhan yang sama seperti saat ini.

Riwayat Alergi
Riwayat alergi disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat keluarga dengan keluhan yang sama disangkal.
Tidak ada riwayat hipertensi di keluarga.
Tidak ada riwayat Diabetes Mellitus dikeluarga.
PEMERIKSAAN FISIK Cor


Inspeksi
Palpasi
: Iktus kordis tidak terlihat
: Iktus kordis teraba
Tanda-tanda Vital • Perkusi : Batas-batas jantung dalam batas normal

• Keadaan umum : Tampak sakit ringan • Auskultasi : BJ I – II murni reguler, murmur (-), Gallop (-)

Pulmo
• Kesadaran : Compos Mentis
• Inspeksi : Simetris dalam keadaan statis dan dinamis
• Tanda Vital
• TD : 110/70 mmHg • Palpasi : Fremitus vokal pada hemithoraks kanan dan kiri
simetris
• Nadi : 78 x/menit
• Perkusi : Sonor pada hemithoraks kanan dan kiri
• Respirasi : 20 x/menit
• Suhu : 36,7°C • Auskultasi : Vesikuler (+/+), Rhonki (-/-), Wheezing (-/-)

Status Generalis Abdomen

• Kepala : Normocephal • Inspeksi : Datar

• Palpasi : NT/NK/NL -/-/-, hepar dan lien tidak teraba


• Mata : CA (-/-), SI (-/-)
membesar, Ballotement -/-, nyeri ketok CVA -/-
• Mulut : bibir tidak sianosis, Tonsil TI – TI tenang, Faring • Perkusi : Timpani diseluruh lapang abdomen
hiperemis (-)
• Auskultasi : BU (+) normal
• Leher : JVP tidak meningkat, KGB tidak teraba membesar,
trakea terletak ditengah. Ekstremitas

• Thorak : Bentuk dan Gerak simetris • Atas : Edema (-/-), Sianosis (-/-), CRT <2”, akral hangat

• Bawah : Edema (-/-), Sianosis (-/-), CRT <2”, akral hangat


PEMERIKSAAN STATUS LOKALIS

Regio Mammae Dextra dan Sinistra

Inspeksi: terdapat benjolan pada


payudara kanan dan kiri, asimetris,
kemerahan (-)

Palpasi: teraba kenyal, nyeri tekan (-),


hangat (-)
Hasil Laboratorium (27 Januari 2018)

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
DIAGNOSIS: Ginekomastia Bilateral

Laporan Pembedahan:
PENATALAKSANAAN Posisi supine dengan general anastesi
Tindakan a dan anti sepsis
• Subkutaneus Mastectomy Payudara kanan:
Sayatan omega pada payudara kanan
Eksisi jaringan payudara dextra
Perdarahan dirawat
Eksisi ditutup
Payudara kiri:
Dilakukan hal yang sama pada payudara kiri

Terapi post op
Diet bebas
Mobilisasi
Ceftriaxone 2x1 gr (iv)
Ketorolac 3x1 amp (iv)
Ranitidin 3x1 amp (iv)
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
ANATOMI
DEFINISI:

 Ginekomastia merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani yaitu gyvec yang berarti perempuan

dan mastos yang berarti payudara, yang dapat diartikan sebagai payudara seperti perempuan.

 Ginekomastia berhubungan dengan beberapa kondisi yang menyebabkan pembesaran abnormal dari

jaringan payudara pada pria.


Prevalensi

Terjadi pada 3 kelompok usia :


1. Bayi dan neonatus :
60-90% terjadi sementara karena estrogen maternal yang tinggi.
2. Usia pubertas :
Berkisar antara 4-69%. Onset pada usia 10-12 th dan tersering usia 13-14 th. Normal regresi dalam
18 bulan. Persisten jika sampai usia lebih dari 17 th.
3. Usia tua :
24-65% dengan prevalensi tertinggi pada usia 50-80 th
Ginekomastia

Primer Sekunder
Idiopatik Fisiologis Patologis
Fisiologis Patologis
defisiensi
Bayi testosteron

peningkatan
Remaja produksi
esterogen

Orang tua
Jaringan payudara pada kedua jenis kelamin pria dan wanita secara histologi sama saat lahir dan
cenderung untuk pasif selama masa anak-anak sampai pada saat pubertas. Pada kebanyakan
pria, proliferasi sementara duktus dan jaringan mesenkim sekitar terjadi saat masa pematangan
seksual, yang kemudian diikuti involusi dan atrofi duktus. Sebaliknya, duktus payudara dan
jaringan periduktal pada wanita terus membesar dan membentuk terminal acini, yang
memerlukan estrogen dan progesteron karena stimulasi estrogen terhadap jaringan payudara
dilawan dengan efek androgen, ginekomastia dipertimbangkan sejak dulu akibat
ketidakseimbangan antara hormon tersebut.
Estradiol adalah hormon pertumbuhan pada payudara yang dapat meningkatkan proliferasi jaringan
payudara. Sebagian estradiol pada pria didapat dari konversi testosteron dan adrenal estron.
Mekanisme dasar ginekomastia adalah:

Peningkatan Konsentrasi Estrogen

Penurunan Konsentrasi Androgen

Masalah Reseptor Androgen

Hipersensitivitas pada jaringan payudara


DIAGNOSA
Anamnesa
• Perhatikan usia dan onset
• Perubahan ukuran puting susu
• Riwayat penyakit dan penggunaan obat-obatan

Pemeriksaan fisik
• Dapat ditemukan benjolan yang kenyal, berbatas tegas dan berada di tengah dari
puting susu

Pemeriksaan Penunjang
• Lab. ; darah, kadar hormon.
• Radiologis; mammografi
• Biopsi  jika curiga suatu keganasan payudara
PEMERIKSAAN FISIK
Pasien ginekomastia didapatkan: Benjolan
yang kenyal, berbatas tegas, berada
ditengah puting susu, dan mudah dipalpasi.

Pasien pseudoginekomastia: Tidak ada


hambatan saat kedua jari dipertemukan
 Biasanya ginekomastia terjadi asimetrik. Meskipun kelainan seperti neurofibroma, limpangioma,
hematoma, lipoma dan kista dermoid dapat mengakibatkan pembesaran unilateral, namun yang
paling harus dibedakan ialah dengan karsinoma payudara yang terjadi pada pria kurang dari 1%.
Kanker payudara pada pria biasanya massanya unilateral, keras, terfiksasi pada jaringan dibawahnya,
adanya dimpling, retraksi atau crusting puting susu, keluarnya cairan dari puting susu atau adanya
limfadenopati aksilla.

Ginekomastia asimetris
PENATALAKSANAAN
Observasi

Medikamentosa

Operasi
• Pasien yang mendapat terapi obat-obatan 
stop obat 1 bulan dan dievaluasi.

Observasi • Pasien dengan ginekomastia fisiologis  pasien


usia pubertas dengan pemeriksaan fisis dan
testis yang normal, dievaluasi selama 6 bulan.
• Anti estrogen, misalnya Clomiphene, 50-100 mg
setiap hari selama 6 bulan.

• Antagonis estrogen, misalnya Tamoxifen, 10-20 mg


2x1 selama 3 bln.
Medikamentosa
• Testosterone sintetik, misalnya Danazol, 200 mg 2x1.

• Aromatisasi inhibitor, misalnya Testolactone, 450 mg


sehari selama 6 bulan.
• Surgical Resection (subcutaneous
mastectomy)
Operasi
• Liposuctio-Assisted mastectomy
Surgical Resection (subcutaneous mastectomy)
Liposuctio-assisted mastectomy

Liposuctio-assisted mastectomy merupakan


salah satu jenis operasi untuk
pseudognikomastia. Insisi dibuat sekitar
1cm diatas areola, lalu jaringan kelenjar
dan parenkim disedot keluar.
PROGNOSIS

Prognosis dari ginekomastia baik untuk semua etiologi. Suatu studi menunjukan
90% pasien ginekomastia fisiologis membaik dalam 2 tahun, pasien
ginekomastia akibat keadaan patologik dapat membaik dengan terapi obat dan
pembedahan.
TERIMAKASIH