Anda di halaman 1dari 31

Metodologi

Penelitian

SEKOLAH TINGGI ILMU KOMPUTER


STIKOM POLTEK CIREBON
TATAP MUKA 3

( ISTILAH DALAM PENELITIAN )


1.Beberapa istilan penting dalam penelitian.
2.Esensi penelitian
KONSEP AWAL
Fakta yang diserap indrawi, direkam
oleh otak untuk diungkapkan
kembali.

KONSEP SEDERHANA
Konsep awal yang diabstraksikan dengan
nama atau lambang .
ISTILAH
Nama atau lambang yang dipersepsi
sama.

DEFINISI
Istilah yang dijelaskan secara khusus .

PENGERTIAN
Definisi yang dijelaskan secara khusus .
PROPOSISI

“ Hubungan antar faktor atau


konsep yang dapat dinilai benar
atau salah.”
( Proposisi merupakan embrio TEORI.)
Contoh :

PROPOSISI 3 : BESARAN PENGUAT


“ Proposisi ini erat hubungannya dengan nilai(value) dalam
hubungan antar dua orang. Makin tinggi nilai aktivitas
(tingkah laku) orang lain, makin sering aktivitas ganjaran
terhadap aktivitas orang lain tersebut dilakukan “ Contoh:
Makin butuh seseorang terhadap pertolongan, makin tinggi
nilai pertolongan yang diterimanya dan makin banyak ucapan
terima kasihnya. (Teori Tingkah-Laku Sosial Dasar, HOMANS)

Dr.Sarlito Wirawan Sarwono, Teori-Teori Psikologi Sosial, Rajawali Pers, Jakarta,1991:33


Apabila sistem informasi rekruitmen
SDM dikembangkan, maka akan
meningkatkan efisiensi ( Purwacaraka,
2013:4)
Jika sistem informasi rekruitmen SDM
diterapkan, maka akan meningkatkan
efisiensi di PT Gojag Gajig Kab
Indramayu
JUDUL PENELITIAN :
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
REKRUITMEN SDM UNTUK
MENINGKATKAN EFISIENSI DI PT
GOJAG GAJIG KABUPATEN INDRAMAYU
TIPE PROPOSISI
(Dilihat dari penggunaannya)
1. Hipotesis (Hypothese)
2. Generalisasi empiris (empirical
generalizations)
3. Teorem (theorems)
4. Aksioma (axioms)
5. Postulat (postulate)
CATATAN: Point 1,2 dan 3 tipe proposisi yang langsung bisa diuji.

Dr.Ulber Silalahi, MA, Metode Penelitian Sosial,Refika Aditama, Bandung,2009:121


HIPOTESIS Adalah satu proposisi yang dinyatakan dalam bentuk
yang dapat diuji dan memprediksi hubungan khusus
antara dua atau lebih variabel. (Dihasilkan melalui
proses deduksi).
GENERALISASI EMPIRIS Proposisi –proposisi yang dapat diamati tentang
sekelompok orang,benda,peristiwa; sifat-sifatnya;
hubungan yang ada antara kelompok-kelompok atau
sifat-sifat itu. (Dihasilkan melalui proses induksi).
AKSIOMA Pernyataan ttg hubungan yang diasumsikan benar
dan tidak perlu diuji. Contoh: Semua manusia harus
bekerja agar mendapat nafkah.
POSTULAT Merupakan pernyataan ttg hakikat realitas yang
dianggap benar dalam konteks tertentu, tetapi tidak
nyata diketahui benar.
TEOREM Merupakan proposisi yang dideduksi dari seperangkat
postulat.
TEORI

“ Hubungan proposisi secara khusus atau


konsep yang terkait sistematis dengan
definisi dan proposisi sehingga dapat
menjelaskan gejala.”
FUNGSI TEORI

Masalah

Judul
Pembahasan

TEORI

Metodologi Landasan
Teoritis

Hipotesis

Prof.Dr.Husaini Usman, M.Pd,M.T, Purnomo Setiady Akbar,M.Pd , Metodologi Penelitian Sosial, Bumi Aksara, Jakarta, 2009 : 9
HUBUNGAN TEORI DAN FAKTA

 Teori dapat mengungkap fakta-fakta baru.


 Fakta dapat melahirkan teori-teori baru.
 Fakta berfungsi :
 Menolak teori yang ada.
 Melahirkan teori baru
 Mempertajam teori yang telah ada.
HUKUM /
DALIL

“ Teori yang teruji dan


bertahan .”

Prof.Dr.Husaini Usman, M.Pd,M.T, Purnomo Setiady Akbar,M.Pd ,


Metodologi Penelitian Sosial, Bumi Aksara, Jakarta, 2009 : 6
ASUMSI

“ Pernyataan yang dapat diuji


kebenarannya secara empiris”.
HIPOTESIS
“ Rumusan proposisi untuk diuji secara
empiris atau pernyataan sementara yang
perlu diuji kebenarannya secara
empiris.”

Prof.Dr.Husaini Usman, M.Pd,M.T, Purnomo Setiady Akbar,M.Pd , Metodologi Penelitian


Sosial, Bumi Aksara, Jakarta, 2009 : 7
DEFINISI OPERASIONAL
“ An operational definition is a set procedures
that describe the activities one should
perform in order to establish empirically the
existence or degree of existence of
phenomenon described by a concept”
(Nachmias and Nachmias)

Dr.Ulber Silalahi, MA, Metode Penelitian Sosial,Refika Aditama, Bandung,2009:119


Definisi Operasional
• Merupakan definisi yang menyatakan seperangkat petunjuk
atau kriteria atau operasi yang lengkap tentang apa yang
harus diamati dan bagaimana mengamatinya dengan memiliki
rujukan-rujukan empiris (Artinya: Kita harus dapat
menghitung, mengukur atau dengan cara yang lain dapat
mengumpulkan informasi melalui penalaran kita.)
Contoh definisi operasional:
• Kecerdasan ialah skor yang diperoleh pada suatu uji
kecerdasan X.
• Lapar adalah jumlah jam yang telah terlewati setelah makan
sebelumnya.
VARIABEL
“ Sebuah konsep yang mempunyai
nilai”
Contoh:
• Seks ( mempunyai nilai laki-laki dan perempuan)
• Umur
• Pendidikan
• Golongan, dsb
CATATAN: Lihat contoh konsep menjadi variabel, Ulber Silalahi:116
BENTUK VARIABEL
 Variabel Kategorial
Terdiri atas variabel nominal yang bersifat
deskrit dan saling pilah. (Misalnya: jenis
kelamin, status perkawinan dsb)
 Variabel Kontinyu (Bersambungan)
Terdiri atas variabel ordinal, interval dan
rasio.
FUNGSI VARIABEL
 Variabel Bebas (Independent Variable)
Variabel yang “menjadi sebab” berubah/
timbulnya variabel dependen.
 Variabel Terikat (Dependent Variable)
Ubahan terikat yang dipengaruhi atau yang
menjadi “akibat” dari adanya pengaruh
variabel bebas.
 Variabel Moderator (Moderator Variable)
Ubahan yang dapat memperkuat atau memperlemah
hubungan atau perbedaan antara variabel bebas dan
terikat. Varibel ini dapat diukur, dimanipulasi atau
dipilih peneliti. Contoh lingkungan, sarpra dsb.

 Variabel Intervening (Intervening Variable)


Ubahan yang secara teoritis mempengaruhi hubungan
variabel bebas dengan variabel terikat, tetapi tidak
dapat diukur atau dimanipulasi. Contoh: Proses,
pembelajaran dsb
 Variabel kontrol (Control Variable)
Ubahan yang ditentukan oleh peneliti jika akan melakukan
penelitian yang bersifat Komparatif. Contoh : Standar

CATATAN :
1. Untuk menentukan variabel independent dan dependent
“tergantung landasan teori” yang dipakai.
2. Untuk menentukan variabel intervening, kendali dan
moderator diperlukan latihan dan pengalaman peneliti.
Variabel Bebas
-Motivasi belajar
-Kemampuan belajar

Variabel Moderator Variabel Terikat


Variabel Intervening
-Sarana dan -Akademik
-Pembelajaran
prasaran -Non akademik

Variabel Kontrol
-Standar Nasional
Pendidikan
METODE

• Berasal dari bahasa Yunani= Methodos : cara


atau jalan.
• Merupakan cara yang teratur untuk mencapai
suatu maksud yang diinginkan.
• Cara untuk mendekati, mengamati, dan
menjelaskan suatu gejala dengan menggunakan
landasan teori.
METODE PENELITIAN
 ARTI SEMPIT
Berhubungan dengan rancangan penelitian
yang meliputi prosedur pengumpulan data
dan teknik analisis data.
Menunjuk pada cara dalam hal apa studi
penelitian dirancang dan prosedur-prosedur
melalui apa data di analisis.
 ARTI LUAS
Merupakan cara dan prosedur yang sistematis
dan terorganisasi untuk menyelidiki suatu
masalah tertentu dengan maksud
METODOLOGI PENELITIAN

 Berasal dari kata “Methodos”= metode dan


“Logos”=Ilmu.
 Diartikan: Ilmu tentang metode penelitian.
 “ A Methodology is a general approach to
studying a research topic. It establishes how
one will go about studying any phenomenon”.
METODE DAN METODOLOGI PENELITIAN

METODE PENELITIAN METODOLOGI PENELITIAN


Metode adalah suatu prosedur atau cara Metodologi adalah suatu pengkajian
untuk mengetahui sesuatu yang dalam mempelajari peraturan-peraturan
mempunyai langkah-langkah sistematis suatu metode
Metode penelitian adalah metode yang Metodologi penelitian ialah suatu
digunakan dalam aktivitas penelitian pengkajian dalam mempelajari peraturan-
peraturan yang terdapat dalam penelitian.
Metodologi penelitian adalah ilmu
tentang berbagai metode dalam
penelitian
Metode penelitian mengemukakan secara Metodologi penelitian membahas konsep
teknis tentang metode-metode yang teoritis tentang berbagai metode,
digunakan dalam penelitian. kelebihan dan kelemahannya. Dalam
karya ilmiah : Pemilihan Metode.
ESENSI PENELITIAN

1. Mencari hubungan antara variabel.


2. Bagaimana jenis hubungan antara
variabel tersebut (Simetris, Timbal Balik
dan Asimetris )
Prof.Dr.Husaini Usman, M.Pd,M.T, Purnomo Setiady Akbar,M.Pd , Metodologi Penelitian
Sosial, Bumi Aksara, Jakarta, 2009 : 11
HUBUNGAN ANTARA VARIABEL
 SIMETRIS
Jika variabel yang satu “tidak” disebabkan
atau dipengaruhi oleh variabel lainnya.
 TIMBAL BALIK
Jika suatu variabel menjadi sebab dan juga
akibat dari variabel lainnya.
 ASIMETRIS
Jika satu atau lebih variabel bebasnya
mempengaruhi variabel terikat lainnya.
HUBUNGAN ASIMETRIS
(Paling banyak digunakan dalam penelitian sosial)

X Y Hubungan Asimetris
Tunggal (Bivariat)

X Hubungan Asimetris lebih


Y dari dua variabel
(Multivariat)
X

Prof.Dr.Husaini Usman, M.Pd,M.T, Purnomo Setiady Akbar,M.Pd , Metodologi Penelitian


Sosial, Bumi Aksara, Jakarta, 2009 : 11