Anda di halaman 1dari 31

1 1.

PENDAHULUAN
Fisika adalah salah satu ilmu yang paling
dasar dari ilmu pengetahuan dan juga ilmu
rekayasa dan teknologi
Fisika adalah ilmu eksperimental. Dengan
mengamati gejala-gejala alam, Fisikawan
berusaha mencari pola (teori fisika) dan
prinsip (hukum fisika) yang menghubungkan
gejala-gejala tersebut.

Fisika merupakan suatu proses yang dimulai


dengan pengamatan dan percobaan, dan
akhirnya menghasilkan prinsip-prinsip umum
yang mendiskripsikan perilaku dunia fisik
Fisika adalah ilmu percobaan, yang
memerlukan pengukuran. Untuk menyatakan
hasil pengukuran digunakan bilangan. Setiap
bilangan yang digunakan untuk
mendiskripsikan gejala fisika secara kuantitatif
disebut besaran fisika.
Mengukur suatu besaran selalu harus
dibandingkan terhadap acuan standart.
Standart ini didefinisikan sebagai satuan (unit)
suatu besaran. Contoh: meter adalah satuan
panjang, sekon adalah satuan waktu.
Sistem satuan yang digunakan di seluruh dunia
disebut Sistem Internasional (SI). Ada 7 satuan-
satuan yang paling dasar.
1.2 SISTEM SATUAN INTERNASIONAL (SI)
Besaran pokok
Besaran Nama Satuan Simbol

Panjang meter m

Massa kilogram kg

Waktu detik (sekon) s

Arus Listrik ampere A

Suhu termodinamik kelvin K

Jumlah Zat mol mol

Intensitas Cahaya Candela Cd


Besaran Turunan
Besaran Nama Satuan Simbol Sat Ekv
Volume meter kubik m3
Massa jenis kilogram per meter kubik kg/m3
Kecepatan meter per sekon m/s
Gaya newton N Kg m/s2
Muatan List coulomb C As
Kuat Medan volt per meter V/m N/C
Energi joule J N.m
Kapasitansi farad F A.s/V
Luminansi Candl per metr persg cd/m2
Fluks Cahy lumen lm cd.sr
 Dalam sistem metrik (SI) satuan-satuan sering merupakan
kelipatan satuan dasar, yang nilainya lebih besar/kecil dari
satuan dasarnya untuk besaran fisika yang sama. Untuk itu
digunakan awalan satuan.

 Macam awalan satuan:


awalan nilai awalan nilai awalan nilai
Tera 1012 Deka 101 Nano 10-9
Giga 109 Desi 10-1 Piko 10-12
Mega 106 Centi 10-2 Femto 10-15
Kilo 103 Mili 10-3
Hekto 102 Mikro 10-6
 Sistem Satuan British
Satuan ini hanya digunakan di Amerika, tetapi sekarang
sudah diganti dengan SI. Satuan ini hanya digunakan
untuk besaran mekanika dan termodinamika.

Ekivalensi antara Sistem British dan SI:


Besaran Satuan SI Satuan British
Massa 1 kg 0,0685 slug
Gaya 1N 0,2248 lb
Tekanan 1 N/m2 0,209 lb/ft2
Energi 1055 J 1 Btu
778 ft lb
1.3 Vektor
 Besaran Fisika dapat digambarkan sebagai
besaran skalar (hanya mempunyai besar
saja) dan besaran vektor (mempunyai besar
dan arah).
 Contoh besaran skalar: massa, waktu,
muatan listrik, rapat masa, energi, jumlah
mol.
 Contoh besaran vektor: panjang,kecepatan,
gaya, torka, medan listrik.
• Menggambarkan vektor

A
A = besar vektor

-A

• Menjumlah vektor
A
B
R=A +B+C (1)

R C
Komponen-komponen Vektor
Komponen Vektor dapat dipandang sebagai
pengganti dari sebuah vektor pada sumbu-
sumbu koordinat.
  
Contoh: A  Ax  Ay  ax xˆ  a y yˆ (2)
y a x  a cos 
a y  a sin 

ay A

 x
ax
Besarnya vektor :

A a ax  a y
2 2
(3)
Besar sudut 
ay ay
sin    (4)
a ax  a y
2 2

 
A  B  ( ax  bx ) xˆ  (a y  by ) yˆ (5)
Perkalian Vektor
1. Perkalian Skalar
     
A. B  A B cos   B. A (6)
 adalah sudut antara kedua vektor. Hasil
perkalian titik adalah besaran skalar
Perkalian skalar dua vektor dinyatakan
dengan komponen-komponennya:
 
A. B  (a x xˆ  a y yˆ ). (bx xˆ  by yˆ )
 a x bx  a y by (7 )
2. Perkalian Vektor
Hasil perkalian vektor (perkalian silang) dari
dua vektor adalah suatu vektor yang
besarnya:
  
C  c  A B sin  (8)

Kemana arahnya? Dapat dicari dengan aturan


tangan kanan dari vektor A ke B atau dari
perkalian vektor komponen-komponennya:
  
C  A  B  (a x xˆ  a y yˆ )  (bx xˆ  by yˆ )
 (a xby  a y bx ) zˆ (9)
Penggambaran vektor dari perkalian vektor:


A


C
    
C  A B   B  A (10)
2.1 Pendahuluan
Dalam bab ini akan dipelajari gerak benda
dengan lintasan berupa garis lurus, Besaran-
besaran fisika yang akan dipelajari mulai dari
perpindahan, kecepatan, kemudian
percepatan
Pembahasan meliputi definisi perpindahan,
kecepatan maupun percepatan, persamaan
matematisnya, serta kaitan antara masing-
masing besaran. Akan dibahas juga tampilan
perpindahan, kecepatan dan percepatan dalam
grafik.
2.2 Perpindahan, Waktu dan Kecepatan Rata-
rata
Suatu benda yang berada pada posisi tertentu
, misal di (x1,0) pada saat t1, yang mengalami
perpindahan ke posisi (x2,0) pada saat t2,
dikatakan bahwa benda tersebut berpindah /
bergerak dengan sepanjang garis lurus dengan
kecepatan tertentu.
Didefinisikan kecepatan rata-rata pada selang
waktu tertentu, adalah suatu vektor perubahan
posisi (perpindahan) per satuan waktu.
 x x2  x1
vratarata   (11)
 t t2  t1
Selama selang waktu ∆t = t2 – t1, sebuah benda
berpindah sejauh ∆ x = x2 – x1.
x

P2(x2, t2)

P1(x1,t1)
t
t1 t2

Dari grafik antara perpindahan terhadap waktu,


dapat ditentukan kecepatan rata-rata vrata-rata
2.3 Kecepatan Sesaat
Bila titik P2 makin mendekati P1, ∆x dan ∆t
kedua-duanya menjadi sangat kecil, sehingga
nilai ∆x / ∆t untuk ∆t mendekati nol merupakan
turunan dari x terhadap t yang ditulis sebagai
dx/dt.
Kecepatan sesaat adalah limit dari kecepatan
rata-rata untuk selang waktu mendekati nol.
Kecepatan sesaat sama dengan perubahan
sesaat dari posisi terhadap waktu.
x d x
v  lim  (12)
 x 0  t dt
Menentukan kecepatan sesaat dari grafik x
terhadap t.
x
Kemiringan/ gradien

∆x
P .
∆t

t

Buat garis singgung di titik P pada grafik x-t.


Kecepatan sesaat di titik P adalah:
x
gradien  tan   (13)
t
2.4 Percepatan Rata-rata dan Percepatan
Sesaat
Percepatan rata-rata untuk selang waktu
tertentu didefinisikan sebagai suatu vektor
perubahan kecepatan setiap satuan waktu
Suatu benda pada saat t1 di P1 mempunyai
komponen kecepatan ke arah x sebesar v1x
bergerak hingga di P2 pada saat t2 dengan
komponen kecepatan akhir ke arah x sebesar
v2x, komponen percepatan rata-rata ke arah x:
v2 x  v1x
a x rata rata  (14)
t 2  t1
Percepatan sesaat didefinisikan sebagai limit
dari percepatan rata-rata pada saat selang
waktu mendekati nol. Percepatan sesaat sama
dengan laju perubahan sesaat dari kecepatan
terhadap waktu.
v d v
a  lim  (15)
 t 0  t dt

Satuan dari percepatan adalah meter per


sekon kuadrat (m/s2).
2.5 Menentukan percepatan dari grafik kecepatan
terhadap waktu
v kemiringan

v2 .
P2 v1 v2

P1
v1 .
t
t1 t2

Percepatan rata-rata dapat ditentukan dari


grafik dengan menggunakan persamaan (14).
Percepatan sesaat pada saat t2 dapat
ditentukan dengan membuat garis singgung
pada kurva di titik p2, dengan sudut kemiringan
. Nilai tan  = a (percepatan sesaat).
2.6 Gerak lurus dengan percepatan konstan
(GLBB).
Apabila percepatannya konstan, maka grafik
kecepatan terhadap waktu berbentuk garis
lurus dengan gradien (tan ) = a.
Bila kecepatan awalnya v0 dan kecepatan
akhirnya vt, maka persamaan garisnya:
v

vt  vo  a t (16)

v0

t
Apabila posisi benda pada saat awal adalah x0
dan pada saat t sekon adalah x, maka vrata-rata:
x  x0
vrata rata  (17)
t
Secara matematis, apabila kecepatan awal v0
dan kecepatan akhir vt, maka:
v0  vt
vrata rata  (18)
2
Dari persamaan (16), (17) dan (18) diperoleh
persamaan yang menghubungkan x, x0, v0 ,a
dan t:
1 2
xt  x0  v0t  a t (19)
2
Grafik hubungan antara jarak yang ditempuh
oleh benda tersebut dengan waktu adalah:
x
xt Kemiringan = vt

x0

t
2.7 Menentukan kecepatan dan posisi
dengan integrasi
Karena percepatannya konstan maka grafik
hubungan antara percepatan tarhadap waktu
adalah:
a

t1 t2 t

Luasan di bawah kurva adalah perubahan


kecepatan.
v2  v1  a (t2  t1 )
Untuk perubahan waktu yang sangat kecil:
dv  a dt
Jadi,perubahan kecepatan terhadap waktu
untuk selang waktu to sampai t adalah:
v t
vt  v0   dv   a dt (20)
v0 t0

Perubahan posisi terhadap waktu:


x t t
xt  x0   dx   v dt   v0  a t  dt (21)
x0 t0 t0