Anda di halaman 1dari 28

Managing Loading Points

Pengaturan Loading Points

For Excavator, Truck & Dozer Operators /


Leading Hands and Foreman
Untuk Operator Excavator / Operator truck dan
Dozer / Leading Hands dan Foreman
Session 1

Insert PowerPoint reference number here


Planning
Perencanaan

Drop cuts / benches must be setup first by dozer. Don’t setup new drop cuts or benches
with Excavator
Pembuatan bench pertama kali harus dilakukan oleh dozer dan jangan membuat drop cut
atau bench menggunakan excavator

Direction of dig aligned with truck circuit. Geology (dip etc).


Arah penggalian harus sesuai dengan lintasan truck, searah dip, dan lain-lain

Leave a walk off bench whenever possible as this reduces the amount of corners cut, allows
access for servicing, operator change out and emergency vehicles, decreases the amount of
clean up and frees up substantial dozer time when the walk off bench is removed.
Tinggalkan atau sisakan area kerja (walk bench) sebisa mungkin berbentuk sudut (kotak),
sehingga dapat digunakan untuk kendaraan servis, pergantian operator atau kendaraan
darurat lainnya, mengurangi pekerjaan pembersihan dan menghemat waktu dozer
menurunkan atau membongkar area kerja (walk bench).

Insert PowerPoint reference number here


Planning
Perencanaan

Drop cuts / benches must be setup first by dozer


Pembuatan bench dilakukan oleh dozer
Planning
Perencanaan
Small excavator loading points
Loading point untuk excavator kecil
Loading
Pemuatan

Bench height should be set to predetermined Rls, approximately tailgate height.


Ketinggian bench harus di buat setinggi RL yang ditentukan, kira-kira setinggi bagian
belakang bak truck

Truck circuit (clockwise flow)


Lintasan truck (searah jarum jam)

Trucks to utilize T” turns in clock wise circuits. Allows ancillary equipment to join the
circuits with minimal disruption.
Manuver truck menggunakan belokan model “T” dalam lintasan searah jarum jam.
Termasuk jika ada penambahan peralatan yang berada di lintasan dengan seminimal
mungkin menghindari kemacetan

Correct positioning of truck. Loading through the tailgate is fastest but is material
dependent
Truck dalam posisi yang benar. Memuat bak bagian belakang (tailgate) lebih dahulu

Cut width = Front of back track (this copes with soft or hard materials as outside track
must stay safe).
Lebar pemotongan = lebar dari track bagian belakang (biarpun yang di kerjakan itu
material lunak atau keras tetapi dilluar track harus tetap aman atau tidak longsor)

Insert PowerPoint reference number here


Loading
Pemuatan
Dig to a pattern. Key cut first. Keeps face square. Keeps slew motors cooler. Key cut is the first
bucket loaded but is the last bucket of the sequence. Remaining order to suit conditions. At least
one quick (higher) bucket per truck. Easy dirt.
Gali sesuai dengan aturan. Kunci penggalian pertama. Tetap pertahankan permuka kerja
berbentuk kotak, Tetap pertahankan tenaga motor stabil. Kunci penggalian adalah muatan
bucket pertama kemudian akhir muatan mengikuti arah penggalian selanjutnya. Lebih cepat satu
bucket per truck. Mudah dalam penggaliannya.

Digging from the bottom and “gardening” is unproductive. Leave the clean up for the dozer. Don’t
sweep with the bottom of the bucket.
Menggali dari bawah permuka kerja dan “mengkorek-korek” adalah kegiatan tidak produktif.
Tinggalkan daerah yang tidak rata untuk tugas dozer. Jangan menyapu dengan menggunakan
bagian bawah bucket

Cut any final high wall as part of bench removal if possible.


Potong highwall sebagai bagian dari pembongkaran bench jika memungkinkan

Stick to a regular planned number of full buckets only. Definitely no part buckets if there is a
truck waiting.
Konsisten pada perencanaan yang tetap dengan muatan bucket penuh. Pada dasarnya tidak
ada bagian atau jeda bagi dump truck menunggu.

A 360º slew should be carried out every hour.


Hindari sudut putar 360 derajat setiap jam .
Loading
Pemuatan

Bench height
Tinggi bench

Bench height, approximately tailgate height


Tinggi bench kira-kira setinggi pintu bak belakang truck
Loading
Pemuatan
“U” turn method
Metode belok huruf “U”

Key

Bench width
Lebar bench

Digging Sequence
Arah Penggalian
Loading
Pemuatan
“T” turn method
Metode belok huruf “T”

Key

Bench width
Lebar bench

Digging Sequence
Arah Penggalian
Loading
Pemuatan

RD queuing for next loading


Truck sedang mengantri untuk loading berikutnya

Safety berm
Tanggul pengaman

Bench height
Tinggi bench

Bench width
Lebar bench

Dozer for maintenance loading point


Dozer untuk merapikan loading point
Loading
Pemuatan
Unproductive job
Pekerjaan tidak produktif

Narrow loading point


Loading point sempit
Loading
Pemuatan
Unproductive job
Pekerjaan tidak produktif

Top loading
Top loading
Truck Interchange and Positioning
Pergantian Truck dan Penempatan Posisi

Trucks in correct position just out of bucket reach waiting for interchange.
Posisi Truck yang tidak tepat/benar saat melakukan pergantian adalah diluar jangkauan bucket
excavator

Incoming truck is parallel to face and T turns used.


Datangnya truck harus paralel atau sejajar dengan lokasi kerja dan melakukan belokan model T

Both truck operators counting buckets and anticipating last bucket.


Kedua operator truck harus sama-sama menghitung
terakhir jumlah bucket dan mengantisipasi bucket

Interchange should be less than 1 bucket swing.


Pergantian tempat harus kurang dari 1 swing bucket excavator

Trucks self-spot or as advised by excavator operator.


Truck harus mengarahkan sendiri atau atas petunjuk operator excavator

Running up the face or reversing over spillage destroys tyres.


Ngebut diarea loading point atau mundur berlebihan dapat menyebabkan ceceran material yang
akan merusak ban

Insert PowerPoint reference number here


Truck Interchange and Positioning
Pergantian Truck dan Penempatan Posisi

RD queuing for next loading


Truck sedang mengantri untuk loading berikutnya
Truck Interchange and Positioning
Pergantian Truck dan Penempatan Posisi

RD’s position when loading on the loading point


Posisi truck pada saat pemuatan di loading point

Wrong loading position Correct loading position


Posisi pemuatan yang salah Posisi pemuatan yang benar
Truck Interchange and Positioning
Pergantian Truck dan Penempatan Posisi

RD’s position when loading on the loading point


Posisi truck pada saat pemuatan di loading point

Wrong loading position Correct loading position


Posisi pemuatan yang salah Posisi pemuatan yang benar
Floors
Lantai
Maintain floors within design level range. Keep the floors free of debris that has fallen from
the face and from trucks as they leave the loading zone. The truck should be able to leave
the loading zone under full and continuous acceleration. If not, the area is too tight, too
rough or too congested for this to occur.
Perawatan lantai kerja disesuaikan dengan levelnya. Jagalah permuka kerja agar terbebas
dari reruntuhan material dari permuka kerja yang lebih tinggi (runtuhan/longsoran) dan dari
ceceran muatan truck yang tumpah di daerah loading point. Sebisa mungkin truck-truck
yang meninggalkan loading point sudah terisi penuh dan dalam kecepatan yang stabil. Jika
tidak, area akan menjadi sempit, kurang terawat atau terlalu ramai

Maintain haul routes on floors level to reduce nodding and to allow optimum travel speed.
Confine trucks to active working areas and haul routes only. Maintain only the area required
for safe operation.
Merawat jalan angkut dan lantai permuka kerja untuk menambah kelancaran dan
mengoptimalkan kecepatan pengangkutan, pastikan truck tetap berada di area kerjanya dan
sepanjang jalan angkut yang tersedia

Insert PowerPoint reference number here


Floors
Lantai

Sheeting should be used in bony areas as required but kept to a practical minimum. If no
sheeting available work surface with dozer to tighten up the surface and fill in the voids.
Pelapisan harus dilakukan di area yang benar-benar membutuhkan. Jika tidak ada
pelapisan permukaan di area kerja, maka dozer akan merapikan dan menimbun
cekungan di daerah loading point

Water carts to apply good even spray with no flooding, or spotting.


Water truck melakukan penyiraman tanpa menyebabkan banjir atau spot-spot saja

Ancillary equipment mindful of haul unit priority.


Penambahan peralatan harus memperhitungkan lebar jalan angkutnya

Grader windrows should be sized to allow trucks to cross without tyre damage.
Drainage – away from active working areas.
Kemiringan dari tanggul penahan harus disesuaikan dengan truck yang saling bersalipan
tanpa mengakibatkan ban rusak. Drainase harus dibuat sejauh mungkin dari area kerja.
Floors
Lantai

Maintain haul routes on floors level (using Motor Grader)


Memelihara kerapian jalan angkut pada daerah kerja (menggunakan Motor Grader)
Load and Haul
Muat dan Angkut
Correct load placement of material on truck
Cara yang benar penempatan muatan material diatas truck

All truck operators to know and understand the overload procedure.


Semua operator truck harus tahu dan mengerti tentang prosedure kelebihan muatan

All operators to know and understand the truck bogged procedure


Semua operator truck harus tahu dan mengerti tentang prosedure jika truck amblas

Spillage communicated to clean up machines immediately.


Ceceran material harus segera di bersihkan oleh alat yang tepat

High speed and tight turns cause spillage and excess tyre wear.
Kecepatan yang tinggi dan belokan yang terlalu tajam menyebabkan ceceran material dan mengakibatkan
turunnya umur pemakaian ban

Do not ride windrows or inside hairpins.


Jangan menginjak tanggul atau didalam tikungan yang tajam

Transmissions locked if required to prevent high impact gear changes


Gigi transmisi harus di kunci jika diperlukan untuk menghindari hentakan saat pemindahan gigi persneling

Insert PowerPoint reference number here


Load and Haul
Muat dan Angkut

Front Rear
Bagian depan Bagian belakang
Distribution loaded
Distribusi beban = 32 - 33 % 67 – 68 %
Load and Haul
Muat dan Angkut
Loading Procedure on RD
Prosedur Muat di atas truck

Wrong procedure loading Correct procedure loading


Prosedure muatan yang salah Prosedure muatan yang benar
Load and Haul
Muat dan Angkut
Loading procedure for boulder
Prosedure memuat batu besar (bongkah besar)

Wrong procedure
Prosedur yang salah
Correct procedure
Prosedur yang benar

Loading procedure for boulder on RD:


Prosedur memuat batu besar diatas truck

-Give information to RD’s operator by radio


-Berikan informasi pada operator truck melalui radio

-Load the vessel with other material ( sand, soil, etc) first, 1 or 2 bucket as platformof the boulder
-Isi bak truck secara merata dengan material ( pasir, tanah, dll) terlebih dahulu, kira-kira 1 atau 2 bucket
sebagai landasan batu besar tersebut

-Drop the boulder slowly


-Kemudian muat batu besar kedalam truck perlahan-lahan, jangan di jatuhkan

-Bucket excavator must be near with the vessel


-Bucket excavator harus sedekat mungkin dengan truck, jangan terlalu tinggi
Bogged
Amblas
Push rear of truck
Mendorong bagian belakang truck

Incorrect bogged procedure, do not use excavator’s bucket to push the RD bogged
Prosedure yang salah dalam penganganan amblas, jangan menggunakan bucket excavator untuk
mendorong truck yang amblas

Push material on the truck


Mendorong material diatas truck
Bogged
Amblas

Dump the load firs…!!


Buang muatan terlebih dahulu

Correct bogged procedure, using dozer and towing wire to pull the RD bogged
Prosedure yang benar penganganan amblas, menggunakan dozer dan towing sling untuk menarik truck
yang amblas
Productivity Measures
Ukuran Produktivitas

Regular number of whole (FULL) buckets


Pemuatan yang tetap diseluruh bucket

Consistency in number of buckets per truck


Jumlah muatan yang konsisten dalam setiap truck

Truck in optimum position to minimize slew angle


(considering material type/blast condition)
Truck harus di posisi yang benar untuk meminimalkan sudut belok
(mempertimbangkan type material/kondisi peledakan)

Timed circuit performance less than budgets.


Waktu ritasi harus lebih kecil dari yang ditargetkan

Productivity targets met or exceeded Instantaneous loading time per truck. Use with
productivity calculations Lost interchange time (minimize) – ideal is truck in position
before bucket returns (less than swing cycle)
Target produksi harus sama atau melebihi dari waktu pengisian pada setiap truck.
Minimalkan waktu yang hilang karena waktu pergantian antar truck. Idealnya
setiap truck harus dalam posisi siap muat sebelum bucket excavator berputar untuk
memuat (lebih kecil dari waktu berputar)

Insert PowerPoint reference number here


Productivity Measures
Ukuran Produktivitas
1st Truck 2nd Truck
Truck ke-1 Truck ke-2
2 3
1 2

4 load 4 load
Digging Digging
Sequence Sequence
Arah Arah
Penggalian Penggalian

3rd Truck 4th Truck


Truck ke-3 Truck ke-4
4 1
3 4

4 load
Digging 4 load
Digging
Sequence Sequence
Arah Arah
Penggalian Penggalian

Consistency in number of buckets per truck


Jumlah muatan yang konsisten dalam setiap truck
Productivity Measures
Ukuran Produktivitas

Truck 1 leave loading point Truck 2 Maneuver to loading point Dig


2 Truck 1 meninggalkan loading point 1 Truck 2 manuver ke loading point 2

1
2

Truck 2 ready to load Start loading to truck 2


Truck 2 siap untuk muat 3 Truck 2 mulai dimuati 4

2
2