Anda di halaman 1dari 28

WORKSHOP STABLE

IPANI 24 MARET 2018


Stabilisasi pasca resusitasi
yang diperlukan pada bayi baru lahir
dapat terjadi setiap saat dan dimana saja

Ruang persalinan
Ruang transisi
Ruang perawatan bayi baru lahir (level 2)
Ruang perawatan bayi baru lahir (NICU)
Ruang rawat gabung.
STABILISASI PASCA RESUSITASI
S T A B LE
S- SUGAR+SAFE CARE

• Pastikan kadar gula darah ≥ 50 mg/dl terutama pada bayi dibawah


ini :

Prematur / BBLR BMK Neonatus Sakit

• Wajib diperiksa ≤ 1 jam


GEJALA HIPOGLIKEMIA

Jittery
Irritable/rewel
Hipotonis, Letargis
Refleks hisap menurun
Takipnea
Sianosis
Apnea
Kejang
Bayi risiko tinggi
hipoglikemia

Screening kadar gula


darah tiap 30-60 menit
hingga gula darah > 45
mg/dL (dalam 2
pemeriksaan)

Bila rendah  periksa


gula darah serum,
tidak menunda
tatalaksana
GLUCOSE INFUSION RATE (GIR)

GIR (mg/kg/min) = Kec cairan (cc/jam) x kons Dextrose (%)


6 x berat badan (Kg)

GIR bayi aterm 4-6 mg/kg/mnt


GIR bayi prematur 6-8 mg/kg/mnt)
DEXTROSITY
T - TEMPERATURE
PENGENDALIAN SUHU
A - AIRWAY
TANDA GAGAL NAPAS :
Apnea atau napas megap-megap (gasping).
Bayi dengan napas megap megap sering
disalah interpretasikan sebagai distress
pernapasan.
Pernapasan megap megap atau bradipnea
sudah tidak dapat menghasilkan proses
pertukaran gas yang adekuat.
• Pastikan jalan napas terbuka
• Pastikan bayi bernapas dengan nyaman (tidak merintih,
tidak sianosis, tidak ada retraksi). Bila perlu dapat
dibantu dengan t-piece resuscitator
Terdapat 2 cara pemberian dukungan ventilasi
pada bayi baru lahir.

1. Continous positive airway pressure (CPAP)


2. Ventilasi tekanan positif (VTP)
Beberapa alat yang sering dipakai sebagai CPAP
pada proses stabilisasi bayi baru lahir.
T–piece resuscitator
Balon tidak mengembang sendiri (BTMS)
Balon TidakMengembang Sendiri
(BTMS) T-piece resuscitator
RESPIRATORY DISTRESS EVALUATION
Down Score
0 1 2
Respiratory < 60x/minute 60-80 x/minute >80x/minute
Rate
Retraction No retraction Mild retraction Severe
Retraction
Cyanosis No cyanosis Cyanosis Cyanosis (+)
disappeared with O2 with O2
Air Entry (+) Air entry decrease NO air entry

Gasping No gasping heard by stethoscope Heard without


any tools

3
RESPIRATORY DISTRESS EVALUATION …
Down Score

Score < 4 Mild Respiratory Distress

Score 4 – 5 Moderate Respiratory Distress

Score > 6 Severe Respiratory Distress (blood


gas analysis should be performed)

4
Tabel Konsentrasi Oksigen
untuk Campuran Udara dan Oksigen
Udara Bertekanan (liter/menit)
%
kons. O2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 41% 37% 34% 32% 31% 30% 29% 28%

2 61% 53% 47% 44% 41% 38% 37% 35% 34%

3 80% 68% 61% 55% 51% 47% 45% 43% 41% 39%
4 84% 74% 66% 61% 56% 52% 50% 47% 45% 44%
Oksigen (liter/menit

5 86% 77% 70% 65% 61% 57% 54% 51% 49% 47%
6 88% 80% 74% 68% 64% 61% 57% 54% 53% 51%
7 90% 82% 76% 71% 67% 64% 61% 58% 56% 54%
8 91% 84% 78% 74% 70% 66% 63% 61% 58% 56%
9 92% 86% 80% 76% 72% 68% 65% 63% 61% 58%
10 93% 87% 82% 77% 74% 70% 67% 65% 63% 61%
STOP ROP FiO2 conversion table
Table
B - BLOOD PRESSURE

• Pastikan laju denyut jantung 120-160 kali per menit


• Pastikan waktu pengisian kapiler kurang dari 3 detik
• Pastikan isi nadi radialis kuat
• Pemasangan infus perifer atau kateter umbilikalis
emergensi dapat dipertimbangkan pada bayi dengan
kondisi asupan nutrisi oral tidak memungkinkan
L -LABORATORIUM WORKS

Lakukan observasi -> berisiko infeksi dan penapisan pemeriksaan


infeksi
• Bayi berisiko infeksi tanpa gejala klinis.
Berisiko infeksi bila ada minimal 2 risiko infeksi, baik risiko ibu
atau bayi tanpa disertai gejala klinis maupun laboratoriuM
• Bayi gejala klinis menyerupai infeksi dengan atau tanpa risiko
infeksi.
Dicurigai infeksi/suspek infeksi-> bayi dengan atau tanpa risiko
infeksi menunjukkan gejala klinis infeksi dengan atau tanpa
disertai abnormalitas laboratorium.
Pada awal, diagnosis infeksikecurigaan/suspek infeksi.
Baku emas diagnosis infeksi  kultur darah hasil
tidak segera, tidak semua RS ada fasilitas

Bayi gejala infeksi dan didiagnosis infeksi segera terapi


antiobiotik dibenarkan karena
penundaan terapi antibiotikternyata betul infeksi
bakteri berakibat fatal
hasil biakan darahtanda pertumbuhan bakteri sekitar
48–72 jam, tidak terdapat tanda-tanda pertumbuhan
bakteri (48–72 jam)  akurasi diagnostik sekitar 95%.
Infeksi virus sulit ditegakkan fasilitas laboratorium
tidak memungkinkan.
E – EMOTIONAL SUPPORT (DUKUNGAN
EMOSIONAL)

• Informasikan kepada keluarga (orang tua bayi) terkait kondisi


bayi dan rencana tatalaksana secara jelas
TRANSPORTasi
Pemantauan Selama Perjalanan
warm, pink, and sweet”.

hangat, bugar dan tidak hipoglikemi.

Suhu Tubuh

Pernapasan/Oksigenasi

Kardiovaskular
MATUR NUWUN….
TERIMA KASIH…….
  