Anda di halaman 1dari 23

MATA UANG PELAPORAN DAN TRANSAKSI DALAM MATA

UANG ASING

Latar Belakang
Mata uang pelaporan adalah mata uang yang digunakan dalam menyajikan laporan keungan.
Transaksi dalam mata uang asing adalah suatu transaksi yang didenominasi atau membutuhkan dalam suatu mata uang asing termasuk transaksi yang timbul
ketika suatu perusahaan:
1. Membeli atau menjual barang atau jasa yang harganya didenominasi dalam suatu mata uang asing.
2. Meminjam (hutang) atau meminjamkan (piutang) dana yang didenominasi dalam suatu mata uang asing.
3. Menjadi suatu pihak untuk suatu perjanjian dalam valuta asing yang belum terlaksana; atau
4. Memperoleh atau melepaskan aktiva, menimbulkan atau melunasi kewajiban, yang didenominasi dalam suatu mata uang asing.
Transaksi dalam mata uang asing dibukukan dengan menggunakan kurs pada saat terjadinya transaksi

1. Apa definisi Mata Uang Pelaporan dan Transaksi dalam mata uang asing menurut SAK-ETAP ?
2. Bagaimana penentuan saldo awal Mata Uang Pelaporan menurut SAK-ETAP ?
3. Bagaimana penyajian komperatif mata uang pelaporan menurut SAK-ETAP?
4. Bagaiman pengungkapan mata uang pelaporan menurut SAK-ETAP?
5. Bagaimana Pengakuan awal transaksi dalam mata uang asing menurut SAK-ETAP?
6. Bagiamana pelaporan transaksi dalam mata uang asing menurut SAK-ETAP?
7. Bagaimana prngungkapan transaksi dalam mata uang asing menurut SAK-ETAP?
8.Bagaimana contoh kasus pada mata uang pelaporan dan transaksi dalam mata uang asing?
9. Bagaimana perbandingan SAK Umum,SAK ETAP dan EMKM ?
Contoh Kasus

Perbandingan SAK Umum,SAK ETAP dan


EMKM
Mata uang pelaporan
Semua entitas yang akan atau telah menggunakan mata uang selain rupiah sebagai mata uang pelaporan.
Mata Uang dibagi 3 yaitu:

1. Mata Uang fungsional


Mata uang fungsional adalah mata uang utama dalam arti subtansi ekonomi, yaitu mata uang utama yang
dicerminkan dalam kegiatan operasi entitas. Suatu mata uang merupakan mata uang fungsional jika
memenuhi indikator berikut secara menyeluruh:
a) Indikator arus kas
b) Indikator harga jual
c) Indikator biaya
Harga jual atau biaya entitas sangat dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar mata uang tertentu. Untuk
menentukan mata uang fungsional diperlukan perimbangan mengenai ketiga indicator diatas

2. Mata uang Pelaporan


Mata uang pelaporan adalah mata uang yang digunakan dalam meyajikan laporan keuangan. Mata uang
pelaporan yang digunakan oleh entitas di Indonesia adalah mata uang rupiah. Entitas dapat
menggunakan mata uang selain rupiah sebagai mata uang pelaporan hanya jika mata uang tersebut
memenuhi kriteria mata uang fungsional.

3. Mata uang pencatatan


Mata uang pencatatan adalah mata uang yang digunakan oleh entitas untuk membukukan transaksi. Mata
uang pencatatan harus sama dengan mata uang pelaporan.
Penentuan saldo awal untuk tujuan pencatatan akuntansi dilakukan dengan pengakuan kembali akun-akun laporan
keuangan seolah-olah mata uang fungsional tersebut telah digunakan sejak tanggal terjadinya transaksi. Prosedur
pengukuran kembali adalah sebagai berikut:
a) Asset dan kewajiban moneter diukur kembali dengan menggunkan kurs tanggal neraca;
b) Asset dan kewajiban nonmoneter serta modal saham diukur kembali dengan menggunkan kurs historis atau kurs
tanggal terjadinya transaksi perolehan asset tetap, terjadinya kewajiban atau penyetoran modal sahm;
c) Selisih antara asset, kwajiban dan modal saham dalam mata uang pelaporan baru, yang merupakan hasil
perhitungan prosedur (a) dan (b) diatas, perhitungan pada saldo laba atau akumulasi kerugian pada perode tersebut;
d) Pendapat dan beban diukur kembali dengan menggunakan kurs rata-rata tertimbang selama periode yang
diperbandingkan, kecuali unruk beban penyusutan asset tetap atau amortisasi asset nonmoneter yang diukur kembali
dengan menggunakan kurs historis asset yang bersangkutan;
e) Dividen diukur dengan menggunakan kurs tanggal pencatatan dividen tersebut;
f) Prosedur (d) dan (e) diatas akan menghasilkan selisih pengukuran kembali yang diperhitungkan pada saldo laba
atau akumulasi kerugian pada periode tersebut;
g) Selisih pengukuran kembali merupakan hasil dari perhitungan berikut: saldo laba(akumulasi kerugian) akhir tahun(
hasil dari prosedur (c)) ditambah dengan dividen (hasil dari prosedur (e)) dan dikurangi dengan hasil perhitungan laba
(rugi) bersih selama periode yang diperbandingkan (Hasil dari prosedur(d)).

Pengukuran kembali sebagaimana diatur sesuai persedur, dilakukan surut hingga tahun dimana mata uang fungsional
tersebut mulai berlaku.
Laporan keuangan periode yang diperbandingkan
yang tidak menggunakan mata uang fungsional,
harus diukur dan disajikan kembali sesuai dengan
cara dijelaskan sesuai prosedur penentuan saldo
awal.
Entias diharuskan untuk mengubah mata uang pencatatan dan
pelaporan ke rupiah, jika mata uang fungsional berubah dari bukan
rupiah ke rupiah. Perubahan mata uang pencatatan dan pelaporan
harus dilakukan pada wal perode , tidak di tengah periode.
Keputusan entitas untuk mengubah mata uang pelaporan hanya
dapat dilakukan jika telah terjadi perubahan substansi ekonomi dari
mata uang
fungsional. Dalam perjalan hidup entitas karena perubahan operasi
atau pasar, maka mata uang fungsional entitas dapat saja berubah.
Entitas mengungkapkan hal-hal berikut ini:
a) Alasan penentuan mata uang pelaporan berdasarkan indicator pada
mata uang fungsional.
b) Peubahan mata uang pelaporan dan alas an perubahanya:
i. Alas an perubahan berdasarka indicator pada mata uang fungsional;
ii. Kurs (historis, sekarang, atau rata-rata tertimbang) yang digunakan
dalam pengukuran kembali atau penjabarab;
iii. Ikhtisar neraca dan laporan laba rugi yang disajikan sebagai
perbandingan dalam mata uang pelaporan sebelumnya.
Transaksi dalam mata uang asing adalah transaski yang didenominasi atau harus
diselesaikan dalam mata uang asing, yang meliputi transaksi yang timbul ketika entitas:
a) Membeli dan menjual barang atau jasa yang harganya didenominasi dalam mata
uang asing
b) Meminjam atau meminjamkan dana atas sejumah utang atau piutang yang
didenominasi dalam mata uang asing
c) Memperoleh atau melepas aset, atau terjadinya menyelesaikan kewajiban, yang
didenominasi dalam mata uang asing

• Entitas harus mencatat transaksi mata uang asing, pada pengakuan awal dalam
mata uang fungsional, dengan menggunakan kurs tunai pada tanggal transaksi
antara mata fungsional dan mata uang asing tersebut.
• Tanggal transaksi adalah tanggal dimana transaksi pertama kali memenuhi syarat
pengakuan sesuai dengan SAK ETAP. Untuk tujuan praktis, kurs yang mendekati kurs
sebenarnya pada tanggal transaksi sering digunakan.
Untuk pelaporan transaksi dalam mata uang asing ini maka entitas harus membuat:
a) Pos moneter dalam mata uang asing dilaporkan dengan menggunakan kurs
penutup
b) Pos nonmoneter yang diukur dengan biaya perolehan historis dalam mata uang
asing dilaporkan dengan menggunakan kurs pada tanggal transaksi
c) Pos nonmoneter yang diukur dengan nilai wajar dalam amta uang dilaporkan
dengan menggunakan nilai tukar pada saat nilai wajar ditentukan.

Entitas harus mengakui keuntungan atau kerugian selisih kurs pada laporan laba
rugi periode terjadinya yang timbul dari penyelesaian transaksi moneter atau
penjabaran transaksi moneter pada kurs yang berbeda dengan kurs penjabaran
pada pengakuan awal selama periode berjalan atau pada laporan keuangan
sebelumnya.
Pada saat keuntungan atau kerugian transaksi nonmoneter diakui secara langsung
dalam ekuitas, maka entitas harus mengakui komponen keuntungan atau kerugian
dari pertukaran secara langsung dalam ekuitas. Akan tetapi sebaliknya, jika pada
saat keuntungan atau kerugian transaksi non moneter diakui dalam laporan laba
rugi maka entitas harus mengakui komponen keuntungan atau kerugian dari
pertukaran tersebut dalam laporan laba rugi.
Dalam entitas harus mengungkapkan:
a) Mata uang yang disajikan dalam laporan keuangan;
b) Jumlah selisih kurs yang diakui dalam laporan laba rugi.

Jika entitas menyajikan laporan keuangan atau informasi keuangan lainya dalam mata
uang yang berbeda dengan mata uang fungsional atau mata uang pelaporan ( misalnya,
convenience translation atas semua nilai dengan menggunkan kurs penutup), maka entitas
harus:
a) Secara jelas mengidentifikasi informasi sebagai tambahan informasi untuk membedakan
hal tersebut dengan informasi yang sesuai dengan SAK ETAP;
b) Mengungkapkan mata uang yang digunakan dalam informasi tambahan yang diberikan;
c) Mengungkapkan mata uang fungsional dan metode penjabaran yang digunakan untuk
menentukan informasi tambahan.
JAWABAN
Perbandingan SAK
Umum,SAK ETAP dan EMKM
010
032
046
013
035
012
007 contoh keuntungan dan kerugian kurs pada LK 26.6
008 apa yang di maksud kurs tunai
020 apa yang di maksud dari pargraf 25.7