Anda di halaman 1dari 43

﹡ MINI PROJECT

Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Diare Sebelum dan


Sesudah Penyuluhan pada Ibu – Ibu dengan Balita di Wilayah
Kerja Puskesmas Perawatan Serongga

dr. Mely Febriansari


BAB 1
PENDAHULUAN
Diare adalah perubahan konsistensi tinja yang
terjadi tiba-tiba akibat kandungan air di dalam tinja
melebihi normal (10 mL/KgBB/hari) dengan
peningkatan frekuensi defekasi lebih dari 3 kali
dalam 24 jam.

3
United Nations Children’s
Fund (UNICEF) tahun 2015

﹡ diare merupakan penyakit utama sebagai penyebab


kematian pada anak-anak, sebanyak 9 persen dari
semua kematian pada anak-anak di seluruh dunia
pada tahun 2015 disebabkan oleh diare.
﹡ Data ini menunjukkan lebih dari 1.400 anak-anak yang
meninggal per hari, atau sekitar 526.000 anak-anak
setahun, meskipun terdapat pengobatan sederhana
yang efektif untuk penyakit diare.
Data dan Informasi Profil
Kesehatan Indonesia 2017

jumlah kasus diare di Provinsi Kalimantan


Selatan sebanyak 111.234 kasus
Profil Kesehatan
Puskesmas Perawatan
Serongga 2017

• Angka kejadian diare termasuk dalam 20 besar


penyakit terbanyak di wilayah kerja Puskesmas
Perawatan Serongga.
• Diare menempati urutan ke- 12 dari 20 penyakit
terbanyak
• Pada periode Januari - Desember 2017 terdapat 260
kasus diare yang ditemukan
• Pada tahun 2018 terjadi KLB diare dimana terdapat 2
kasus kematian bayi akibat diare
• Hal ini menarik untuk di jadikan topik mini project
karena adanya Insiden KLB diare yang terjadi di
wilayah kerja Puskesmas Perawatan Serongga.
PERUMUSAN MASALAH

Bagaimana gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku


warga di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Serongga
tentang diare ?
TUJUAN PENELITIAN
Mengetahui gambaran pengetahuan Ibu –
Tujuan Umum Ibu dengan balita tentang diare di Wilayah
Kerja Puskesmas Perawatan Serongga

Mengetahui tingkat pengetahuan Ibu – Ibu


Tujuan dengan balita tentang diare di Posyandu
Khusus wilayah kerja Puskesmas Perawatan
Serongga.
MANFAAT PENELITIAN

Peneliti
Sebagai tambahan pengetahuan mengenai tingkat pengetahuan,
sikap, dan perilaku ibu – ibu dengan balita di wilayah kerja Puskesmas
Perawatan Serongga tentang diare

Pelayanan di Puskesmas
Sebagai masukan untuk pelayanan di Puskesmas Perawatan
Serongga untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku
warga dalam wilayah kerjanya, di mana ketiga hal tersebut merupakan
faktor yang mempengaruhi tingginya angka kejadian diare.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
DIARE
Pengertian diare
Diare adalah perubahan konsistensi tinja yang
terjadi tiba-tiba akibat kandungan air di dalam
tinja melebihi normal (10 mL/KgBB/hari) dengan
peningkatan frekuensi defekasi lebih dari 3 kali
dalam 24 jam.

Epidemiologi
Didapatkan 1 dari 9 anak didunia meninggal akibat diare,
sehingga menjadikan diare sebagai penyebab kematian
kedua pada anak dibawah usia 5 tahun.
Cara Penularan
Cara penularan diare pada umumnya melalui fekal-oral yaitu melalui makanan
atau minuman yang tercemar oleh enteropatogen, atau kontak langsung tangan
dengan penderita atau barang-barang yang telah tercemar tinja penderita atau
tidak langsung melalui lalat.

Faktor risiko
• tidak memadainya penyediaan air bersih.
• pencemaran air oleh tinja.
• kurangnya sarana kebersihan atau mandi, cuci, kakus (MCK).
• kebersihan lingkungan dan pribadi yang buruk (tidak mencuci
tangan sesudah buang air besar atau buang air kecil dan
sebelum makan) .
• penyiapan dan penyimpanan makanan yang tidak higienis.
Etiologi

BAKTERI

VIRUS PARASIT
Tanda dan Gejala

DIARE

Diare cair mengeluarkan tinja


yang mengandung sejumlah ion
NYERI natrium, klorida dan bikarbonat
PERUT MUNTAH

dehidrasi, asidosis metabolik,


dan hipokalemia

syok hipovolemia, kolaps


kardiovaskular dan kematian
bila tidak diobati dengan tepat
Tanda – tanda
Dehidrasi

14
DEMAM / MUNTAH Anak Rewel (Lebih Haus) MULUT KERING

Menangis Tanpa Air Mata Malas Bergerak /Lemas


MATA CEKUNG
Penilaian A B C
Lihat:
Keadaan umum Baik,sadar *Gelisah,rewel *Lesu, lunglai/tidak
sadar
Mata Normal Cekung Sangat cekung
Air mata Ada Tidak ada Kering
Mulut dan lidah Basah Kering Sangat kering
Rasa haus Minum biasa,tidak *haus ingin minum *malas minum atau
haus banyak tidak bias minum

Periksa: turgor kulit Kembali cepat *kembali lambat *kembali sangat


lambat

Hasil pemeriksaan Tanpa dehidrasi Dehidrasi Dehidrasi berat


ringan/sedang Bila ada 1 tanda*
Bila ada 1 tanda* ditambah 1 atau lebih
ditambah 1 atau lebih tanda lain
tanda lain

16
Diagnosis
Anamnesis
lama diare, frekuensi, volume, konsistensi tinja, warna, bau, ada/tidak lendir
dan darah.
Bila disertai muntah tanyakan volume dan frekuensinya
Buang air kecil terakhir (biasa, berkurang, jarang atau tidak kencing dalam 6-8
jam terakhir).
Makanan dan minuman yang diberikan selama diare seperti memberi oralit,
membawa berobat ke puskesmas atau ke rumah sakit dan obat-obatan yang
diberikan

Pemeriksaan Fisik
perlu di periksa apakah ada tanda-tanda dehidrasi seperti
• Ubun-ubun besar cekung atau tidak
• Mata cekung atau tidak
• Ada atau tidak adanya air mata
• Bibir, mukosa mulut dan lidah kering atau basah
Tatalaksana Diare

Departemen kesehatan menetapkan lima pilar


penatalaksanaan diare bagi semua kasus diare yang diderita
anak balita baik yang dirawat dirumah maupun di rumah
sakit, yaitu :
﹡ Rehidrasi dengan menggunakan oralit.
﹡ Zinc diberikan selama 10 hari berturut- turut.
﹡ ASI dan makanan tetap diteruskan.
﹡ Antibiotik selektif.
﹡ Nasihat kepada orang tua.
Pencegahan
Upaya pencegahan diare yang terbukti efektif meliputi :
﹡ Pemberian ASI yang benar
﹡ Memperbaiki penyiapan dan penyimpanan makanan
pendamping ASI
﹡ Menggunakan air bersih yang cukup
﹡ Membudayakan kebiasaan mencuci tangan dengan
sabun sehabis buang air besar dan sebelum makan
﹡ Penggunaan jamban yang bersih dan higienis oleh
seluruh anggota keluarga
﹡ Membuang tinja bayi yang benar
﹡ Imunisasi campak
2. Memperbaiki daya tahan tubuh pejamu
Cara-cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya
tahan tubuh anak dan dapat juga mengurangi resiko diare
antara lain:
○ Memberi ASI sampai usia 2 tahun.
○ Meningkatkan nilai gizi makanan pendamping ASI dan
memberi makan dalam jumlah yang cukup untuk
memperbaiki status gizi anak.
BAB 3
METODE PENELITIAN
Desain Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah quassy experimental dengan


rancangan one group pretest-posttest design.

P1 X P2

Pola Rancangan One Group Pre-test dan Post-test Design (Arikunto, 2010).
Keterangan:
P1 : Pengetahuan sebelum penyuluhan Diare
X : Penyuluhan
P2 : Pengetahuan setelah penyuluhan Diare
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di sembilan desa di wilayah kerja Puskesmas
Perawatan Serongga, yaitu Desa Tegalrejo, Desa Mandala, Desa Tarjun,
Desa Langadai, Desa Sahapi, Desa Pelajau Baru, Desa Telagasari, Desa
Pulau Panci, dan Desa Serongga. Penelitian dilaksanakan pada bulan
November – Desember 2018.

Populasi penelitian
• Populasi penelitian ini terdiri dari 164 responden Ibu -Ibu
dengan Balita di Posyandu pada sembilan Desa di wilayah
kerja Puskesmas Perawatan Serongga
Kriteria Inklusi
Kriteria Eksklusi

• Ibu – Ibu dengan Balita yang


datang ke Posyandu • Responden yang tidak hadir
• Yang bersedia menjadi saat pengambilan sampel
responden • Responden yang tidak
mengisi kuesioner pre-test
dan post-test penyuluhan
Besar Sampling
Penelitian ini dilakukan dengan teknik total sampling.

Identifikasi Variabel Penelitian


Variabel bebas (independent variable) adalah
Penyuluhan diare di Posyandu
Variabel terikat (dependent variable) adalah
Tingkat Pengetahuan diare di Posyandu
Teknik Analisis Data
Analisa Univariat
Analisis univariat bertujuan untuk mendeskripsikan atau
menggambarkan karakteristik setiap variabel penelitian yaitu
pengetahuan sesudah dan sebelum penyuluhan
Analisa Bivariat
Analisa bivariat adalah analisis yang digunakan untuk
mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan
variabel terikat dengan menggunakan uji statististik
wilcoxon digunakan untuk menganalisis hasil-hasil
pengamatan yang berpasangan dari dua data apakah
berbeda atau tidak. Sebelum tahap analisis data.
Terlebih dahulu dilakukan kategorisasi data tingkat
pengetahuan Ibu – Ibu dengan balita di Posyandu
sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan.
BAB 4
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Lokasi Penelitian
﹡ Puskesmas Perawatan Serongga teletak di didesa Tegalrejo Kecamatan Kelumpang
Hilir (Jalan A. Yani Km. 296 depan pasar Desa Tegalrejo), berbatasan dengan daerah
lain:
○ Di sebelah timur : Kecamatan Kelumpang Selatan dan Selat Pulau Laut
○ Di sebelah barat : Kabupaten Tanah Bumbu
○ Di sebelah utara : Kecamatan Kelumpang Hulu
○ Di sebelah selatan : Kabupaten Tanah Bumbu
﹡ Topografi terdiri dari sebagian pantai, dataran rendah dan pegunungan
﹡ Luas Wilayah : 281.20 km2
Data Demografi
JUMLAH PENDUDUK
L P
No Nama Desa Laki-laki Perempuan
KK (Jiwa) (Jiwa) L+P

1. Desa Tegalrejo 1.892 3.314 2.992 6.306


2. Desa Mandala 375 624 569 1.193
3. Desa Telagasari 438 829 756 1.585
4. Desa Pelajau Baru 552 975 881 1.856

5. Desa Pulau Panci 414 738 680 1.418

6. Desa Serongga 1.072 1.890 1.604 3.494


7. Desa Langadai 612 1.107 989 2.096
8. Desa Tarjun 1.400 2.665 2.362 5.027
9. Desa Sehapi 130 245 222 467
Jumlah 6.885 12.397 11.065 23.442
Sumber Daya Kesehatan yang Ada di Puskesmas Perawatan Serongga
Sarana dan Prasarana
Terletak didesa Tegalrejo Kecamatan Kelumpang Hilir (Jalan A. Yani Km. 296
depan pasar Desa Tegalrejo)
﹡ Luas tanah 100 x 110 m (11.000 m2 )
Luas bangunan Puskesmas
﹡ 200 m2 (ruang inap 1 dan ruang bersalin)
﹡ 347m2 (gedung rawat jalan)
﹡ 96 m2 (UGD)
﹡ 164 m2 (ruang inap 2)
﹡ 48 m2 (rumah dinas dokter)
﹡ 54 m2 (rumah dokter gigi)
﹡ 78 m2 (rumah dinas paramedis 3 buah)
﹡ 54 m2 (rumah dinas bidan)
KAMAR
NO RUANG WC WASTAFEL
MANDI

1 Rawat Inap bawah 2 (baik) 2 (baik)

2 IGD 1(baik) 1(baik)

3 Rawat inap atas 2 (baik) 2 (baik)

4 Wastafel ruang jaga bawah 1 (baik)

5 Wastafel IGD 1 (baik

6 Wastafel Ruang bersalin 1 (baik)

7 Rawat jalan atas 1 (baik) 1 (baik 2 (rusak)

8 Ruang Kapus 1 (baik) 1 (baik) 1 (rusak)

9 Gudang Obat 1 (rusak)

10 Poli Gigi 1 (baik)


Laburatorium
11 1 (baik)

Poli MTBS
12 1 (rusak)

Umum
13 3 (rusak 2) 3 (rusak 2)

Poli KIA
14 1 (baik) 1 (baik) 1 (baik)

Poli Klinik
15 1 (baik)

Ruang Imunisasi
16 3 (rusak)
Hasil Penelitian
PENGETAHUAN IBU - IBU DENGAN BALITA SEBELUM
PENYULUHAN
Kurang
4%

Cukup
41%

Baik
55%

Berdasarkan diagram dapat diketahui Tingkat pengetahuan Ibu – Ibu dengan Balita di Posyandu
sebelum penyuluhan dengan kategori baik sebanyak 90 orang (54,8%), kategori cukup sebanyak
67 orang (40,9%) sedangkan dengan kategori kurang adalah sebanyak 7 orang (4,3%).
Hasil Penelitian
PENGETAHUAN IBU-IBU DENGAN BALITA SETELAH
PENYULUHAN
Cukup
2%

Baik
98%

Berdasarkan diagram dapat diketahui Tingkat pengetahuan Ibu – Ibu dengan Balita di Posyandu
setelah penyuluhan mengalami peningkatan dikategori baik sebanyak 160 orang(97,6%) dan
dikategori cukup sebanyak 4 orang (2,4%).
Hasil Penelitian
Perbedaan Tingkat Pengetahuan Ibu – Ibu dengan Balita di Posyandu pada Sembilan Desa di wilayah
Kerja Puskesmas Perawatan Serongga Sebelum dan Setelah Kegiatan Penyuluhan.

N Mean Rank Sum of Ranks


Post Negative Ranks
Test -
Pre Test 0(a) .00 .00

Positive Ranks 120(b) 60.50 726.,00


Ties 44(c)
Total 164

a Post Test < Pre Test


b Post Test > Pre Test
c Post Test = Pre Test Test Statistic

Post Test - Pre Test


Berdasarkan tabel diatas, hasil uji Wilcoxon menunjukan nilai p value Z -9.680(a)
= 0,000 sehingga dapat disimpulkan Ho ditolak yang artinya terdapat Asymp. Sig. (2-
,000
perbedaan tingkat pengetahuan Ibu – Ibu dengan Balita di Posyandu tailed)

sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan tentang Diare, dengan


nilai rata (mean) pretest 55% dan posttest 98%.
Pembahasan
﹡ Berdasarkan hasil penelitian menggunakan kuesioner
yang dilakukan pada responden sebtanyak 164 orang,
ditemukan perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan
sesudah penyuluhan Diare. Besar kemungkinan kegiatan
penyuluhan yang dilakukan mempengaruhi tingkat
pengetahuan Ibu – Ibu dengan Balita di Posyandu
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan

Tingkat pengetahuan Ibu – Ibu dengan Balita di Posyandu sebelum dilakukan


penyuluhan yaitu 90 orang (54,8%) mempunyai pengetahuan baik , 67 orang
(40,9%) mempunyai pengetahuan cukup, dan 7 orang (4,3%) mempunyai
pengetahuan kurang.

Tingkat pengetahuan Ibu – Ibu dengan Balita di Posyandu sesudah dilakukan


penyuluhan yaitu 157 orang (93,9%) mempunyain pengetahuan baik dan 4 orang
(2,4%) mempunyai pengetahuan cukup.
Perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan Diare diperoleh nilai p =
0,000 menunjukan ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan
penyuluhan.
Saran
- Meningkatkan kegiatan promosi kesehatan
yang berkaitan dengan Diare
- Memberikan penyuluhan secara berkala
mengenai Diare
Daftar Pustaka
﹡ United Nations Children’s Fund. UNICEF Data: Monitoring the Situation of Children
and Women.New York (USA) ; 2016. [Diakses: 29 April 2017. Diunduh dari :
https://data.unicef.org/about-us/
﹡ Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015.
Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2016.
﹡ Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi diare di Indonesia. Jakarta:
Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2011.
﹡ Puskesmas Perawatan Serongga. Profil Kesehatan Puskesmas Perawatan Serongga
2017, Kalimantan Selatan : Puskesmas Perawatan Serongga; 2017.
﹡ Subagyo B, Santoso NB. Diare Akut. Dalam: Juffrie M, Soenarto SSY, Oswari H, Arief
S, Rosalina I, Mulyani NS eds. Buku Ajar Gastroenterologi-Hepatologi Jilid I. IDAI;
2011. hal 87-118.
﹡ Hendarwanto. Diare akut karena infeksi. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid I Ed
ketiga. Jakarta: Pusat Informasi dan Peneliti Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI;
2009. Hal : 451-457.
﹡ Notoatmodjo, S. Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: Rhineka Cipta;2007.
h 56-71.
Terima Kasih
Ada Pertanyaan ?