Anda di halaman 1dari 26

UNIT 2

MENYIAPKAN PENGUMPULAN DAN KONFIGURASI DATA


Kelompok 7
Nama Anggota :
1. Andrian Ersa Maulana 16.12.0202
2. Agung Teja Kusuma 16.12.0195
3. Bayu Setiadi 16.12.0205
4. Pangki Pradana 16.12.0007
Pokok Bahasan
1. Mengatur Akun Analytics
2. Menyiapkan Filter Lanjutan pada Tampilan
3. Membuat Dimensi Kustom Kita Sendiri
4. Buat Metrik Kustom Kita Sendiri
5. Memahami Perilaku Pengguna dengan Pelacakan Peristiwa
Mengatur Akun Analytics
 Mengelola beberapa akun atau properti
Bagi banyak perusahaan, akun Google Analytics relatif mudah digunakan.
Mereka dapat memiliki 1 Organisasi (yang bersifat opsional), 1 akun, dan 1
properti yang terkait dengan akun tersebut. Untuk setiap properti, sebaiknya
siapkan setidaknya 3 tampilan: tampilan "Data mentah", tampilan "Uji",
dan tampilan "Master".
 Akun
Namun, bergantung pada tujuan dan kompleksitas bisnis, kita mungkin memerlukan beberapa
organisasi, akun, atau properti, dan tampilan tambahan. Misalnya, jika kita adalah agensi yang
mengelola pemasaran untuk beberapa perusahaan sekaligus, kita dapat menyiapkan Organisasi
yang berbeda untuk setiap perusahaan dengan akun Google Analytics yang terpisah di bagian
Organisasi masing-masing.
Saat membuat akun di Google Analytics, akun diberikan ID unik. kita dapat melihat ID ini di
kode pelacakan Analytics. Ini adalah cara kode pelacakan mengirim data klik ke akun
Analytics yang benar. kita tidak perlu login secara terpisah untuk beberapa Organisasi atau
Akun Analytics. kita cukup memilih salah satu Organisasi atau Akun dengan menggunakan
pemilih akun. kita juga dapat memilih akun milik Organisasi kita saat ini di area Admin.
 Properti

Anda dapat menyiapkan beberapa properti di setiap akun Analytics untuk lebih mencerminkan pengaturan
bisnis Anda.

Pelanggan Google Analytics 360 memiliki cara lain untuk menggabungkan data di seluruh domain.
Menggunakan fitur yang disebut "pelaporan multiproperti", Anda dapat menggabungkan data secara otomatis
dari beberapa properti menjadi sebuah properti gabungan baru.

Multiproperti tidak menyertakan data yang Anda impor atau tautkan dari akun lain -- seperti Google Ads. Jika
ingin menyertakan data yang ditautkan dari properti sumber ke multiproperti, Anda harus menautkan ulang
multiproperti dengan akun tertaut.

Selain itu, jika pengguna teridentifikasi oleh Client-ID yang sama di berbagai properti sumber, data sesi untuk
pengguna tersebut biasanya digabungkan; jika tidak, data sesi tersebut tetap terpisah. Untuk informasi
selengkapnya tentang pelaporan multiproperti, lihat link di bagian akhir pelajaran ini.

Serupa dengan akun, properti juga memiliki ID Properti unik yang ditambahkan ke ID Analytics. ID ini
menginformasikan Analytics klik mana yang akan dikaitkan dengan properti. Anda dapat mengganti properti di
area Admin dengan menggunakan menu pull-down Properti.

Jika Anda menggunakan Analytics untuk mengelola beberapa situs, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Setiap akun Analytics memiliki jumlah properti terbatas dan setiap properti memiliki jumlah tampilan terbatas.
Lihat dokumentasi di bagian akhir pelajaran ini untuk mengetahui batas properti dan tampilan.
 Izin pengguna
Jika Anda menggunakan Analytics untuk mengelola beberapa situs, ada beberapa hal yang
harus diperhatikan. Setiap akun Analytics memiliki jumlah properti terbatas dan setiap
properti memiliki jumlah tampilan terbatas.
Misalkan, Anda adalah administrator sebuah situs dengan beberapa subdirektori berdasarkan
departemen yang berbeda dalam bisnis Anda. Anda dapat membuat tampilan berbeda untuk
setiap departemen menggunakan filter, lalu memberikan akses ke setiap tampilan untuk
anggota departemen tersebut.
Untuk membuka tampilan yang berbeda, di bagian Admin, gunakan menu selektor Tampilan.
Google Merchandise Store merupakan bisnis e-commerce berukuran sedang. Store
menggunakan 1 akun, 1 properti, dan 3 tampilan untuk data mentah, pengujian, dan
produksi.
Namun, Anda harus memutuskan cara menyiapkan organisasi, akun, properti, dan tampilan
berdasarkan kebutuhan masing-masing bisnis Anda.
Menyiapkan Filter Lanjutan pada Tampilan
Filter dapat membantu menyaring data dan menjadikannya lebih mudah dibaca dalam
laporan. Misalnya, Anda dapat menggunakan filter untuk melacak aktivitas di direktori situs
tertentu atau melacak subdomain situs dalam tampilan yang terpisah.
Ada 2 jenis filter yaitu "standar" dan "kustom".
• Filter Standar
Filter standar telah dibuat untuk Anda di Google Analytics, Anda hanya perlu memilih filter
yang ingin digunakan. Ini memungkinkan Anda menyertakan atau mengecualikan data
berdasarkan traffic dari domain ISP, alamat IP, subdirektori, atau hostname, dan menentukan
bagaimana filter akan mencocokkan informasi tersebut.
• Filter Kustom
Filter kustom memungkinkan Anda menyertakan atau mengecualikan klik dari pengumpulan
data, memformat data ke huruf kecil atau huruf besar, menelusuri dan mengganti data yang
dikumpulkan dalam klik. Filter kustom melakukan hal ini dengan mencocokkan pola teks filter
tertentu yang telah Anda identifikasi.
 Filter sertakan
Bisnis Anda memfokuskan perhatian pada seluler dan hanya ingin menganalisis traffic
seluler dalam tampilan tertentu. Anda dapat menyiapkan filter kustom "hanya sertakan"
pada tampilan untuk Kategori Perangkat dan menetapkan nilai "Seluler". Filter akan
melihat kriteria yang telah ditentukan dan mencocokkannya dengan klik relevan yang
dikumpulkan Google Analytics untuk tampilan tersebut. Jika tidak cocok dengan kriteria,
filter tidak akan diterapkan pada data tersebut.
 Filter kecualikan
Jika ada data yang secara khusus ingin dikecualikan seperti traffic Penelusuran Berbayar
(atau CPC), Anda dapat menetapkan filter kustom "kecualikan" yang juga akan
mengecualikan semua traffic berbayar dalam tampilan tertentu.
 Filter Huruf kecil dan Huruf besar
Anda juga dapat menggunakan filter untuk menormalkan data dalam laporan agar lebih
mudah digunakan. Data Google Analytics tidak peka terhadap huruf kecil/huruf besar,
sehingga halaman dalam laporan Semua Halaman mungkin menampilkan URL yang sama
beberapa kali.
 Filter lanjutan
Kita dapat menambahkan filter lanjutan dengan ekspresi reguler yang mengenali kueri
Penelusuran Situs yang berisi istilah "android" dan "boneka". Ini hanyalah contoh dasar,
namun Anda dapat menggunakan regex untuk menemukan string yang jauh lebih
kompleks untuk menerapkan filter.
Membuat Dimensi Kustom Kita Sendiri
 Cara Menyiapkan Dimensi Kustom
• Ringkasan
Dimensi kustom serupa dengan dimensi default, kecuali kita menentukan jenis dan
nilainya. Ini memungkinkan Anda mengumpulkan data yang disesuaikan khusus untuk
bisnis Anda. Metode ini bisa sangat efektif karena Anda dapat memperoleh laporan tentang
karakteristik pengguna tertentu atau perilaku pengguna dalam data Google Analytics yang
telah kita kumpulkan.
Kita mengumpulkan data untuk Dimensi Kustom menggunakan kode pelacakan JavaScript
yang diterapkan pada halaman. Saat pengguna membuka halaman tersebut atau melakukan
tindakan tertentu, Dimensi Kustom akan mengambil data tersebut dan mengirimkannya
sebagai parameter tambahan yang disertakan ke klik yang ada. kita kemudian dapat
menggunakan Dimensi Kustom ini dalam laporan kita
• Penyiapan
Untuk menyiapkan Dimensi Kustom, buka Admin. Pilih Properti yang kita inginkan sebagai
tempat untuk menerapkan dimensi. Selanjutnya, klik "Definisi Kustom", lalu "Dimensi
Kustom". Setelah itu, klik "Dimensi Kustom Baru".
Kita harus memberi nama pada Dimensi Kustom terlebih dahulu sebelum menentukan
cakupannya. Ingat bahwa dimensi dapat memiliki cakupan "klik", "produk", "sesi", atau
"pengguna". Cakupan ini didasarkan pada seberapa luas Anda ingin mengategorikan data
metrik.
Seperti dimensi dan metrik standar, Dimensi dan Metrik Kustom hanya dapat dipasangkan
dengan dimensi atau metrik dari cakupan yang serupa. Karena Google Merchandise Store
ingin melacak apakah pengguna merupakan karyawan atau bukan, sebaiknya tetapkan
cakupan Dimensi Kustom ini sebagai "pengguna".
Saat membuat Dimensi Kustom untuk pertama kalinya, kita akan diarahkan ke layar
dengan JavaScript untuk disertakan di situs. Anda dapat menyalin kode, lalu klik "Selesai".
Kita akan diarahkan ke layar ringkasan tempat kita dapat melihat semua Dimensi Kustom
yang telah disiapkan di properti tersebut. Perhatikan bahwa sama seperti Sasaran, Google
Analytics menetapkan indeks (atau nomor slot) untuk setiap Dimensi Kustom yang kita
buat. Perhatikan bahwa kita tidak dapat memilih nomor indeks yang ditetapkan; semuanya
ditetapkan sesuai urutan pembuatannya.
Setelah menyiapkan Dimensi Kustom, kita harus menerapkan kode pelacakan JavaScript
yang disalin dari Analytics ke kode situs untuk mengumpulkan data kustom. Bisnis yang
lain akan melakukan hal ini dengan cara berbeda, bergantung pada metode pengumpulan
data dan jenis data yang ingin dikumpulkan. Google Tag Manager merupakan pilihan tepat
untuk mengelola kode pelacakan Dimensi Kustom dengan lebih muda
Kode pelacakan Dimensi Kustom kemudian mengambil nilai ini dari kode JavaScript dan
menyertakan data dimensi ini di klik pageview yang dipicu pengguna saat pertama kali
tiba di halaman. "dimension1" merujuk ke nomor indeks Dimensi Kustom yang dibuat di
Analytics. Variabel "userStatus" adalah nilai yang dikirimkan kode Javascript kustom Store
ke Dimensi Kustom untuk digunakan dalam laporan.
• Menggunakan Dimensi Kustom dalam laporan
Kita dapat menggunakan Dimensi Kustom sebagai dimensi sekunder dalam laporan
standar atau sebagai dimensi utama dalam Laporan Kustom (yang akan kita bahas nanti).
Misalnya, jika Google Merchandise Store ingin melihat produk mana yang paling populer
di kalangan karyawan dan pelanggan retail, kita dapat membuka laporan Performa Produk
di bagian Konversi pada E-commerce dan menambahkan dimensi sekunder "Kategori
Pengguna" yang telah disiapkan.
Perhatikan bahwa kita tidak akan dapat menerapkan Dimensi Kustom ke data yang
sebelumnya telah dikumpulkan. kita harus membuat Dimensi Kustom terlebih dahulu, lalu
menerapkannya ke data selama pemrosesan sebelum dapat digunakan dalam laporan. Pada
saat ini, pengguna Google Analytics standar dapat membuat maksimal 20 Dimensi Kustom
dan pelanggan Analytics 360 dapat membuat maksimal 200 Dimensi Kustom. Kita nanti
akan melihat cara menggunakan Dimensi Kustom pada analisis Anda.
Buat Metrik Kustom Anda Sendiri
• Cara Menyiapkan Metrik Kustom

Metrik Kustom memungkinkan kita mengumpulkan metrik di Google Analytics yang


spesifik untuk bisnis kita. Metrik ini bisa berupa jumlah iklan yang dimuat pada halaman,
bandwidth yang dipakai halaman saat dimuat, atau jumlah total pageview merek yang
dituju setiap saluran pemasaran kita.
Sama seperti Dimensi Kustom, kita mengumpulkan data Metrik Kustom menggunakan
JavaScript yang diterapkan pada halaman. Saat pengguna tiba di halaman tersebut atau
melakukan tindakan tertentu, Metrik Kustom akan dikirim sebagai parameter tambahan
yang disertakan ke klik tersebut.
Misalnya, Google Merchandise Store sedang memfokuskan upayanya untuk menjual
merchandise bermerek Android dan ingin mengetahui saluran pemasaran mana yang
berkontribusi pada pageview merchandise Android. Store dapat menyertakan kode
pelacakan pada halaman merchandise Android yang diaktifkan dengan setiap klik
pageview dan meningkatkan Metrik Kustom di Google Analytics.
Untuk menyiapkan Metrik Kustom, buka Admin. Pilih Properti yang Anda inginkan
sebagai tempat untuk menerapkan metrik. Kemudian, klik "Definisi Kustom" dan "Metrik
Kustom". Selanjutnya, klik "Metrik Kustom Baru".
Pertama-tama, Anda harus memberi nama Metrik Kustom. Kemudian, Anda harus
mendefinisikan cakupannya. Cakupan ini didasarkan pada bagaimana data metrik ini akan
dihasilkan. Tidak seperti dimensi, Metrik Kustom hanya dapat memiliki cakupan "klik",
atau "produk".
• Jika memilih "klik", Metrik Kustom akan ditambah dengan setiap klik yang dikirim oleh
kode pelacakan dan dihitung totalnya di Google Analytics.

• Jika kita memilih "Produk", Metrik Kustom dapat meningkat sebesar berapa pun biaya
yang kita berikan pada produk. Kita akan memilih "klik", karena kita ingin Metrik Kustom
dikirim dengan setiap klik pageview dari halaman merchandise Android.
Selanjutnya, kita harus menentukan format Metrik Kustom. Anda dapat memilih bilangan
bulat dasar, nilai desimal, atau nilai berbasis waktu. Karena kita ingin menghitung total
pageview, kita dapat mengirimkan bilangan bulat dasar "1" dengan setiap klik. Pilihan ini
akan menaikkan Metrik Kustom di Google Analytics sebesar "1" setiap kali klik pageview
diaktifkan.
Anda juga dapat menetapkan nilai minimum dan maksimum yang menentukan apakah
Analytics akan memproses metrik ini dan menyertakannya dalam laporan. Ini dapat
membantu mencegah terkumpulnya nilai besar atau kecil secara tidak sengaja dan
memengaruhi pelaporan. Karena kita tidak ingin rentang melampaui 1, kita dapat
menetapkan nilai minimum 0 dan nilai maksimal 2.
Saat menyimpan Metrik Kustom untuk pertama kalinya, kita akan diarahkan ke layar
dengan JavaScript untuk disertakan pada situs kita. kita harus menyalin kode untuk
disertakan pada setiap halaman yang ingin Anda kirimkan Metrik Kustomnya. Kemudian,
klik "Selesai".
Kita akan diarahkan ke layar ringkasan tempat kita dapat melihat semua Metrik Kustom
yang telah disiapkan di properti. Perhatikan bahwa, sama seperti "Sasaran" dan "Dimensi
Kustom", Google Analytics memberikan indeks (atau nomor slot) untuk setiap Metrik
Kustom yang kita buat. Perhatikan bahwa kita tidak dapat memilih nomor indeks yang
ditetapkan; semuanya ditetapkan sesuai urutan pembuatannya.
Setelah menyiapkan Metrik Kustom, kita harus menambahkan kode pelacakan JavaScript
yang disalin dari Analytics ke situs untuk mengumpulkan data dengan klik. Seperti
Dimensi Kustom, setiap Metrik Kustom muncul sebagai parameter pasangan indeks-nilai.
"Indeks" merujuk pada nomor indeks Metrik Kustom yang kita buat di Analytics. Nilai
adalah metrik yang akan disertakan pada klik.
Saat merencanakan Metrik Kustom, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pikirkan
bagaimana kita ingin metrik tersebut tampil dalam laporan. kita dapat mengirimkan Metrik
Kustom dengan nilai tertentu untuk setiap klik pada halaman, atau kita dapat secara manual
menentukan nilai yang berbeda untuk setiap klik.
Jika kita menggunakan Metrik Kustom bersama dengan dimensi tingkat sesi seperti
"sumber/media", pikirkan klik spesifik mana yang akan menyebabkan peningkatan Metrik
Kustom. Jika hanya ingin Metrik Kustom meningkat sekali per sesi, kita dapat mendesain
pengumpulan data sesuai kondisi.
Perhatikan bahwa serupa dengan Dimensi Kustom, kita tidak dapat menerapkan Metrik
Kustom pada data yang telah dikumpulkan sebelumnya. Jika kita ingin mempermudah
pengelolaan kode pelacakan Metrik Kustom pada beberapa halaman di situs, lihat kursus
Google Tag Manager di Akademi Analytics.
Memahami Perilaku Pengguna dengan Pelacakan
Peristiwa
Pelacakan Peristiwa adalah cara bagus untuk mengetahui apakah pengguna
berinteraksi dengan situs Anda dan melakukan tindakan yang diinginkan.
Google Merchandise Store, misalnya, dapat melacak klik pada menu navigasi
global untuk lebih memahami cara pengguna menjelajahi situsnya.
Untuk mengumpulkan data Peristiwa dari situs, Anda harus menambahkan
JavaScript ke masing-masing elemen pada situs yang ingin dilacak.
• Saat pengguna melakukan tindakan pada elemen dengan pelacakan peristiwa, kode
pelacakan peristiwa akan meneruskan 4 parameter dengan klik peristiwa. Parameter ini
adalah: "Kategori", "Tindakan", "Label", dan "Nilai".
• Anda dapat menentukan parameter ini di JavaScript untuk mengatur data dalam laporan
peristiwa.
1. "Kategori" memungkinkan Anda mengelompokkan peristiwa yang dilacak. Untuk
situs Anda, ini mungkin berupa "Video" atau "Pembagian di Media Sosial".
2. "Tindakan" adalah tindakan yang dilakukan pengguna saat memulai peristiwa. Jika
melacak kapan pengguna mengklik tombol putar video, Anda mungkin memiliki
kategori yang disebut "Video" dengan tindakan terkait "Putar".
3. "Label" adalah nilai opsional yang digunakan untuk menjelaskan lebih lanjut elemen
yang Anda lacak seperti nama video. Parameter ini dapat membantu menjadikan
laporan peristiwa Anda lebih mudah dibaca.
4. "Nilai" adalah nilai numerik opsional seperti jumlah waktu yang dibutuhkan video
untuk dimuat atau berapa nilai tindakan peristiwa tertentu. Anda dapat menggunakan
Nilai untuk menetapkan jumlah uang tertentu saat terjadi tindakan tertentu.
Perhatikan cara kita memberi nama pada kategori, tindakan, dan label, jadi saat muncul
dalam laporan, data peristiwa akan mudah dipahami oleh kita dan orang lain.
Total Peristiwa dihitung sebagai jumlah total interaksi dengan elemen yang dilacak,
sedangkan Peristiwa Unik adalah jumlah pengguna yang telah memicu peristiwa tersebut.
Jadi, jika pengguna mengklik navigasi Google Merchandise Store untuk "Tas" 5 kali dalam
1 sesi, jumlah total klik link untuk peristiwa tersebut adalah "5", namun jumlah Peristiwa
Unik akan dihitung sebagai "1".
Laporan peristiwa berada di bagian Perilaku. Saat kita membuka laporan "Peristiwa
Teratas", peristiwa disusun menurut kategori.
Kita akan melihat metrik untuk Total Peristiwa, Peristiwa Unik, serta Peristiwa dan Nilai
Rata-rata (jika berlaku) untuk setiap kategori peristiwa yang disiapkan. kita dapat
membuka kategori, tindakan, atau label hanya dengan mengklik link navigasi di bagian
atas laporan tabel
Jika mengklik Kategori, Anda dapat melihat Tindakan terkait. Ini dapat membantu Anda
melihat berbagai kondisi interaksi yang dilacak untuk Kategori di 1 tempat.
Kita harus mempertimbangkan peristiwa yang ingin dilacak untuk memberi
analisis tentang perilaku pelanggan di situs. Jika sasaran kita adalah
meningkatkan interaksi, kita dapat berfokus pada pelacakan tindakan yang
menunjukkan bagaimana pengguna menjelajahi situs dan berinteraksi
dengan konten kita. kita dapat menggunakan pelacakan peristiwa untuk
lebih memahami perilaku pengguna, terutama untuk situs dan bisnis kita
secara keseluruhan.
SELESAI