Anda di halaman 1dari 16

KENAIKAN TITIK

DIDIH
Hubungan antara tekanan uap jenuh dan suhu air dalam larutan
berair.

• Garis penuh menunjukkan perubahan fasa


H2O murni
• Garis putus-putus menyatakan perubahan fasa
larutan
• Titik triple menyatakan kesetimbangan tiga
fasa yaitu fasa padat, cair, dan gas
• Garis CD merupakan garis mendidih air
• Garis BG merupakan garis mendidih
• Tb1 adalah titik didih larutan
• Tb0 adalah titik didih pelarut

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa:


 Titik didih larutan (titik G) lebih tinggi daripada
titik didih air (titik D).
 Larutan mempunyai titik beku yang lebih
rendah dibandingkan dengan pelarut murni.
“Kenaikan titik didih adalah selisih titik didih larutan dengan titik didih pelarut”.
Rumus:

Menurut hukum Raoult, besarnya kenaikan titik didih larutan sebanding dengan hasil kali dari molalitas
larutan (m) dengan kenaikan titik didih molal (Kb).

Faktor van’t Hoff Keterangan:


i = 1 + (n-1) α
∆Tb = kenaikan titik didih molal
Kb = tetapan kenaikan titik didih molal
m = molalitas larutan
Larutan non elektrolit: Larutan elektrolit:
i = faktor van’t Hoff
n = jumlah koefisien kation dan anion
α = derajat ionisasi
b
PENURUNAN TITIK
BEKU
“Penurunan titik beku adalah selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku
larutan”.
Rumus:

Faktor van’t Hoff Keterangan:


i = 1 + (n-1) α
∆Tf = penurunan titik beku
m = molalitas larutan
Kf = tetapan penurunan titik beku molal
Larutan non elektrolit: Larutan elektrolit: i = faktor van’t Hoff
n = jumlah koefisien kation dan anion
α = derajat ionisasi
Penyelesaian:

Contoh: ∆Tf = m x Kf
18 1000
∆Tf = 180 gram x gram x 1,86 C/m
10
Tentukan titik beku 18 gram glukosa ∆Tf = 0,1 gram x 100 gram x 1,86 C/m
(C6H12O6) dalam 10 gram air. (Kb air ∆Tf = 10 gram x 1,86 C/m
= 0,52 dan Kf air = 1,86 C/m) ∆Tf = 18,6 C

Tf = 0 C - 18,6 C
Tf = -18,6 C
TEKANAN OSMOTIK
“Tekanan osmotik adalah tekanan yang diperlukan untuk menghentikan aliran
zat cair pada peristiwa osmosis”.

Faktor van’t Hoff


Keterangan:
i = 1 + (n-1) α
𝜋 = tekanan osmotik
M = konsentrasi
Larutan non elektrolit: Larutan elektrolit: R = tetapan gas ideal
T = temperatur
𝝅 = 𝐌. 𝐑. 𝐓 𝝅 = 𝐌. 𝐑. 𝐓. 𝒊 i = faktor van’t Hoff
n = jumlah koefisien kation dan anion
α = derajat ionisasi