Anda di halaman 1dari 26

Struktur Senyawa

Koordinasi
Kelompok 6
Anggin Cipta Kusuma
Dian Kemala Astuti
Dini Sri Octaviani
Rita Yuliana
Silsia Fitri
Bilangan Koordinasi 1
Senyawa kompleks dengan bilangan
koordinasi 1 adalah sangat jarang dijumpai.
Senyawa kompleks dengan bilangan koordinasi
satu berbentuk linear.

1,3,5-trifenilbenzenalogam; M= Cu dan Ag
Bilangan Koordinasi 2
Senyawa kompleks dengan bilangan koordinasi
dua dapat berupa kompleks ionic dan kompleks
netral. Beberapa contoh ion kompleks dengan
bilangan koordinasi dua adalah [Cu(NH3)2]+,
[Ag(NH3)2]+,[CuCl2]-,[AgCl2]-,[AuCl2]-,[Ag(CN)2]-
,[Au(CN)2]-,dan [Hg(CN)2]-.
Ion-ion kompleks tersebut strukturnya adalah
linier apabila atom pusatnya terletak pada pusat
simetri. Apabila atom pusatnya tidak terletak
pada pusat simetri maka strukturnya adalah
kuasi linier dengan sudut ikatan mendekati 180°.
Bilangan Koordinasi 2
Untuk senyawa kompleks dengan bilangan
koordinasi 2,pada pembentukan dua ikatan σ
antara atom pusat dengan atom-atom donor
pada ligan-ligan,atom pusat menggunakan
orbital hibrida sp.

[AgCN(Pcy3)2] dengan struktur trigonal planar terdistorsi


Bilangan Koordinasi 3
Senyawa kompleks dengan bilanagan
koordinasi 3 yang telah dilaporkan pada
umumnya merupakan kompleks netral. Senyawa
–senyawa kompleks dengan bilangan koordinasi
tiga strukturnya adalah trigonal planar
terdistorsi.

senyawa kompleks
[Cu(dmp)(MeCN)PF6
Bilangan Koordinasi 4
Senyawa kompleks dengan bilangan koordinasi 4
memiliki dua kemungkinan struktur yaitu
tetrahedral dan bujur sangkar. Ditinjau dari efek
sterik antara ligan-ligan ,struktur tetrahedral lebih
mengguntungkan di banding dengan struktur bujur
sangkar.
Senyawa kompleks dengan struktur tetrahedral
cenderung tidak menunjukkan gejala isomerisme
optik. Dua dari senyawa kompleks tetrahedral yang
menunjukkan gejala isomerisme optik yang telah
dilaporkan adalah (1,2-difenil-1,2-
diaminoetana)(1,1-dimetil-1,2-
diaminoetana)platina,dan bis(benzoilasetonnato-
O,O’)berilium(II).
Bilangan Koordinasi 4

enantiomer dari bis(benzoilasetonato-O,O’) berilium(II)


Bilangan Koordinasi 4
Untuk ligan-ligan yang ruah,senyawa kompleks
dengan struktur bujur sangkar kurang
menguntungkan dibandingkan dengan struktur
tetrahedral karena efek sterik yang tinggi antara
ligan-ligan.
Senyawa kompleks bujur
sangkar[MA2B2] dapat
menunjukkan gejala isomerisme
geometric,contohnya adalah
cis- dan trans-
diaminadikloroplatina(II).

(a)cis- dan (b) trans- dari


[Pt(NH3)2Cl2]
Bilangan Koordinasi 5
Struktur senyawa kompleks dengan bilangan
koordinasi 5 dibagi menjadi 5 (Furlani, 1968) :
1. Trigonal Bipiramidal regular (TBP) : Struktur
TBP teramati pada [Fe(CO)5], dan anion dari
senyawa kompleks [Cr(en)3][CuCl5] dan
[Cr(NH3)6][CdCl5].
Bilangan Koordinasi 5
2. Trigonal Bipiramidal terdistorsi :Struktur
ini teramati pada kompleks sianotris(3-
dimetilarsinopropil)fosfinanikel(II)perklorat,
[Ni(TAP)(CN)]ClO4, yang struktur kation
kompleksnya ditunjukkan oleh gambar, dan
Bromo-tris(2-dimetilaminoetil)
aminakobalt (II) bromida,
[CoBr(Me6tren)]Br, yang struktur kation
kompleksnya ditunjukkan oleh gambar
Bilangan Koordinasi 5
Bilangan Koordinasi 5

3. Piramidal alas Bujur sangkar regular : Pada


struktur ini atom atom donor dari ligan –
ligan yang sama terbagi dalam dua kategori,
yaitu atom donor basal (dasar), jumlahnya 4
buah, yang membentuk bujur sangkar, dan
atom donor puncak (1 buah).. Struktur
piramidal alas bujur sangkar regular dianggap
tidak penting.
Bilangan Koordinasi 5
4. Piramidal alas bujur sangkar terdistorsi (SP) :
Pada struktur ini atom pusat terletak diatas dari
bidang bujur sangkar seperti yang teramati pada
anion dari [Cr(en)3][Ni(CN)5] dengan kelompok
titif C4v. Struktur SP juga teramati pada senyawa
kompleks dengan iodobid(2,9-dimetil-1,10-
fenantrolina)kalium(I), [KI(dmp)2].
Bilangan Koordinasi 5
5. Struktur peralihan antara TBP dan SP : Struktur
ini teramati pada senyawa kompleks
tris(dietoksifenilfosfina)sianonikel(II),
[Ni(CN)2(PhP(Oet)2)3].
Bilangan Koordinasi 7
Senyawa kompleks dengan bilangan koordinasi 7
memiliki 3 kemungkinan struktur, yaitu pentagonal
bipiramidal (PBP), prisma trigonal dengan satu
tudung (a capped trigonal prism), dan oktahedral
dengan satu tudung (a capped octahedral) seperti
ditunjukkan pada gambar.
Bilangan Koordinasi 7
Sruktur PBP teramati pada beberapa kompleks
diantaranya adalah [CaI2(MeCN)5]
Bilangan Koordinasi 7
Sruktur PBP teramati pada beberapa kompleks
diantaranya adalah [CaI2(MeCN)5]
Bilangan Koordinasi 8
Senyawa kompleks dengan bilangan koordinasi
8 memiliki beberapa kemungkinan struktur, tiga
diantaranya adalah kubus, antiprisma bujur
sangkar dan dodekahedral trigonal.
Dua struktur terakhir dapat dianggap sebagai
turunan dari kubus dengan arah distorsi yang
ditunjukkan dengan tanda panah pada Gambar.
Bilangan Koordinasi 8
Bilangan Koordinasi 8
Struktur kubus terdistorsi teramati pada ion
tetrakis(etilenadiamina-N,N’)kalsium(II) seperti
ditunjukkan oleh Gambar
Bilangan Koordinasi 8
Struktur dodekahedral trigonal terdistorsi
teramati pada bis(asetil-asetonat)nitrato-O,O’-
zirkonium(IV), [Zr(NO3)2(acac)2] (aca= asetil-
asetonato), seperti ditunjukkan pada Gambar.
Bilangan Koordinasi 8
Struktur antiprisma bujur sangkar teramati
ion oktfluorozirkonat(IV), [ZrF8]4-. Struktur dari
ion [ZrF8]4- diberikan pada Gambar.
Bilangan Koordinasi 9
Untuk bilangan koordinasi 9 senyawa kompleks
yang telah dilaporkan memiliki struktur prisma
trigonal dengan tiga tudung, yaitu untuk ion
kompleks [M(H2O)9]3+ ( M = unsur-unsur
lantanida) dan ion nonahidridorenat(VII), [ReH9]2-
Bilangan Koordinasi 10
Senyawa kompleks dengan bilangan koordinasi
10 dapat berupa:
a) Senyawa apit (sandwich compound) misalnya
metalosena (Gambar), seperti ferosena,
[Fe(Cp)2], (Cp = siklopentadienil), atau
metalosena yang lain
b) Bukan senyawa apit seperti kation dari
kompleks (1, 10-fenantrolina) barium(II)
iodida, [Ba(phen)5]I2
Bilangan Koordinasi 10
Contohnya [Pr(NO3)4(C10H8N2)(H2O)]-
Bilangan Koordinasi 12
Senyawa kompleks dengan bilangan koordinasi
di atas 10 adalah sangat jarang. Untuk bilangan
koordinasi 12 contohnya adalah ion
heksanitratoO,O’-seriat(III), [Ce(O2NO)6]3-, dengan
ion-ion nitrat membentuk sepit