Anda di halaman 1dari 18

K E PA N I T E R A A N K L I N I K

KSM kedokteran forensik


RSUD dr. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

KARBAMAT
PEMBIMBING :
DR. RICKA BRILLIANTY ZALUCHU, SP.KF

Disusun oleh : Gilang Aria Santosa, S.Ked


KARBAMAT ??
Karbamat merupakan racun serangga (insektisida) yang termasuk
dalam golongan inhibitor kolinesterase

Racun serangga yang banyak dipakai dalam


pertanian, perkebunan dan dalam rumah tangga.

Biasanya terjadi karena kecelakaan dan percobaan


bunuh diri, jarang sekali karena pembunuhan.

2
FARMAKOKINETIK KARBAMAT

• Diabsorbsi secara cepat dan efektif melalui oral, inhalasi,


mukosa dan kulit.
• Setelah diabsorbsi  diekskresi dalam urin dalam bentuk
metabolit (selang waktu bervariasi)
• Metabolit dan senyawa aslinya dalam darah dan jaringan tubuh
terikat pada protein
• Enzim hidrolitik dan oksidatif terlibat dalam metabolisme
senyawa organofosfat

3
FARMAKODINAMIK KARBAMAT
Masuk dalam tubuh  mengikat enzim asetilkolinesterase
(AChE)  AChE inaktif  akumulasi asetilkolin

Menimbulkan efek yang luas


Asetilkolin bekerja pada ganglion simpatik dan parasimpatik,
reseptor parasimpatik, neuro-muscular junction, neurotransmitter
sel saraf dan medula kelenjar suprarenal

Potensiasi aktivitas parasimpatik postganglionik mengakibatkan 


kontraksi pupil, stimulasi otot saluran cerna, stimulasi saliva dan kelenjar
keringat, kontraksi otot bronkial, kontraksi kandung kemih, nodus sinus
jantung dan nodus atrio-ventrikular dihambar
4
FARMAKODINAMIK KARBAMAT
Depolarisasi yang menetap pada otot rangka  fasikulasi yang
disusul dengan blok neuromuskular dan paralisis

Stimulasi disusul dengan depresi sel SSP  menghambat pusat


pernafasan dan pusat kejang
Stimulasi dan blok yang bervariasi pada ganglion  TD dapat
naik atau turun disertai dilatasi atau miosis pupil

Kematian disebabkan kegagalan pernafasan dan blok jantung

5
DOSIS LETAL KARBAMAT

Aldicarb  0,9-1 mg/kgBB

Propoxur  95 mg/kgBB

6
TANDA DAN GEJALA KERACUNAN
Manifestasi utama  gangguan penglihatan, kesukaran
bernafas, hiperaktif gastrointestinal
Gejala timbul dalam 30-60 menit dan mencapai
puncaknya dalam 2-8 jam

KERACUNAN RINGAN KERACUNAN SEDANG KERACUNAN BERAT

• Anoreksia • Mual • Diare


• Sakit kepala • Salivasi • Pupil pinpoint dan tak
bereaksi
• Pusing • Lakrimsi
• Pernaasan sukar
• Lemah • Kejang perut
• Edema paru
• Gelisah
• Muntah • Sianosis
• Tremor lidah dan
kelopak mata • Banyak berkeringat • Kendali sfingter hilang
• Miosis • Nadi lambat • Kejang
• Penglihatan kabur • Fasikulasi otot-otot • Koma dan blok jantung
7
PEMERIKSAAN KEDOKTERAN FORENSIK
Gejala cepat timbul, bila gejala baru timbul lebih dari 6 jam,
pasti bukan keracunan insektisida golongan karbamat
Bersifat progresif, makin lama makin hebat

Diagnosis ditegakkan :
• Anamnesis
• Tanda dan gejala keracunan yang kompleks
• Pemeriksaan laboratorium

8
PEMERIKSAAN KEDOKTERAN FORENSIK
Anamnesis  terdapat kontak dengan racun golongan ini

Pada korban yang meninggal  tidak ditemukan tanda


yang khas
DAPAT DITEMUKAN :

• Asfiksia • Nekrosis sentral


• Edema paru • Degenerasi bengkak
keruh pada hati
• Perbendungan organ
tubuh • Vakuolisasi, girolisis dan
retikulasi basofilik pada
• Mungkin tercium bau zat
otak dan medulla spinalis
pelarut misalnya bau
minyak tanah • Perlemakan pada
miokardium
• Degenerasi sel tubuli
9
ginjal
LABORATORIUM
Untuk pemeriksaan toksikologi paru  darah, jaringan hati,
limpa, paru-paru, dan lemak badan

Penentuan kadar AChE dalam darah dan plasma


• Cara tintometer (Edson)
• Cara paper-strip (Acholest)

10
CARA TINTOMETER (EDSON)
Berdasarkan perubahan pH darah
Ambil darah korban dan tambahkan indikator brom-timol-biru.
Diamkan beberapa saat maka akan terjadi perubahan warna
Bandingkan warna yang timbul dengan warna standar pada comparator
disc (cakram pembanding)

11
CARA ACHOLEST
• Ambil serum darah korban dan teteskan pada kertas Acholest
bersamaan dengan kontrol serum darah normal.
• Pada kertas Acholest sudah terdapat ACh dan indikator.
• Waktu perubahan warna pada kertas tersebut dicatat.
• Perubahan warna harus sama dengan perubahan warna
pembanding (serum normal) yaitu warna kuning telur

INTERPRETASI
• Kurang dari 18 menit  tidak ada keracunan.
• 20-30 menit  keracunan ringan
• 35-150 menit  keracunan berat.
12
KRISTALOGRAFI
Bahan yang dicurigai berupa sisa makanan/minuman,
muntahan, isi lambung dimasukkan kedalam gelas
beker  dipanaskan dalam pemanas air sampai
kering  kemudian dilarutkan dalam aceton dan
disaring dengan kertas saring.
Filtrat yang didapat, diteteskan dalam gelas arloji dan
dipanaskan sampai kering  kemudian dilihat di
bawah mikroskop.

Bila terbentuk kristal-kristal seperti sapu, ini


adalah golongan hidrokarbon terklorinasi.

13
KROMATOGRAFI LAPISAN TIPIS (TLC)
Kaca berukuran 20cm x 20cm, dilapisi dengan absorbat gel silikat atau
dengan alumunium oksida  lalu dipanaskan dalam oven 110 C selama 1
jam.
Filtrat yang akan diperiksa (hasil ekstraksi dari darah atau jaringan korban)
diteteskan dengan mikropipet pada kaca disertai dengan tetesan lain yang
telah dketahui golongan dan jenis serta konsentrasinya sebagai pebanding.
Ujung kaca TLC dicelupkan ke dalam pelarut, biasanya n-Hexan. Celupan
tidak boleh mengenai tetesan tersebut diatas. Dengan daya kapilaritas
maka pelarut akan ditarik ke atas sambil melarutkan filtrat-filtrat tadi.
Setelah itu kaca TLC dikeringkan lalu semprot dengan reagensia paladium
klorida 0,5% dalam HCl pekat, kemudian dengan difenilalamin 0,5% dalam
alkohol.

Hasilnya: warna hitam (gelap) berarti golongan hidrokarbon terklorinasi. Warna


hijau dengan dasar dadu berarti golongan organofosfat.

14
PENANGANAN
Tindakan darurat

• Berikan sulfas atropine dalam dosis tinggi.


• Pernapasan buatan dan oksigen. Pernapasan buatan mulut
kemulut tidak boleh dilakukan.
• Kulit yang terkontaminasi dicuci dengan air dan sabun, dan
dilakukan sebelum timbul gejala atau setelah gejala terkontrol
dengan atropine.
• Bilas lambung atau emetika. Bila gejala-gejala belum timbul,
lakukan bilas lambung dengan air hangat atau induksi muntah
dengan sirup ipekak.
• Laksativa, magnesium sulfat 25 gr dalam 1 gelas air. Castrol oil
merupakan kontaindikasi karena dapat mempermudah
larutnya racun. 15
PENANGANAN
Tindakan darurat
• Pemberian antidotum : sulfas atropine, 2 mg IM dan diulang tiap 3-6
menit sampai timbul tanda atropinisasi (wajah merah, mulut kering,
dilatasi pupil dan nadi cepat). Pertahankan atroinisasi dengan
mengulang pemberian atropine 2 mg. Pemberian atropine sebanyak
12 mg dalam 2 jam pertama cukup aman. Terapi atropine yang
terputus akan segera disusul dengan kegagalan pernapasan.
• Takaran sulfat atropine untuk anak-anak adalah 0,04 mg/kgBB. Bila
timbul takikardi hebat dapat diberi propanolol.
• 2-PAM harus diberikan secepatnya karena dapat timbul aging
phenomen , yaitu keadaan dengan ikatan insektisida AChE telah
mengalami dialkilasi sehingga 2-PAM tidak lagi dapat melepaskan
ikatan tesebut. Hal ini berbahaya karena atropine tidak memperbaiki
paralisis otot-otot pernapasan.
16
PENANGANAN

Tindakan umum

• Sekresi jalan napas dikeluarkan dengan postural drainase atau


dengan penyedot kateter.
• Hindari pemakaian morfin, aminofilin, barbiturate, fenotiazin
dan obat yang menimbulkan depresi pernapasan lain.
• Kejang-kejang diatasi dengan obat anti kejang.

17
PROGNOSIS

Pada keracunan saat kritis adalah 4-6 jam


pertama. Pengobatan yang tepat sangat
menentukan

18