Anda di halaman 1dari 26

GELOMBANG STASIONER

PADA TALI/KAWAT
Nama Kelompok : Akhmad Al-Ittikhad (160322605239)
Falen Bayu Adhetya (160322605264)
Trio Erik Setyawan (160322605248)
Kelompok :1
Tujuan Praktikum
1. Mempelajari pembentukan gelombang berdiri (gelombang
stasioner) pada tali.
2. Mempelajari hubungan antara cepat rambat gelombang pada
tali dengan tegangan tali.
3. Mempelajari hubungan antara frekuensi gelombang dengan
panjang gelombang pada tali untuk tegangan tali yang dibuat
ntetap (konstan).
Dasar Teori
Jika 2 gelombang yang bergerak dari kiri ke kanan berpadu dengan
gelombang yang bergerak dari kanan ke kiri maka kedua
gelombang tersebut gelombang stasioner yang memiliki persamaan
:
𝑥 2𝜋
𝑦 𝑡 = 2𝐴 sin 2𝜋 𝑐𝑜𝑠 𝑡 ……………..1
𝜆 𝑇
Gelombang stasioner terbentuk dari hasil interferensi atau perpaduan 2
buah gelombang yang memiliki amplitudo dan frekuensi yang sama,
tetapi arah rambatnya berlawanan.
Cepat rambat gelombang pada tali atau kawat bergantung pada
tegangan kawat/tali (F) dan dipengaruhi oleh nilai spesifik dari tali
yaitu nilai massa per satuan panjang tali µ(kg/m) .
𝐹
𝑣=
𝜇
Hubungan antara besaran frekuensi Hz, panjang gelombnag (m) dan
besaran rambat gelombang (m/s), secara matematis

𝑣=𝜆𝑓
Alat Dan Bahan
- Osiloskop
- Audio Frekuensi Generator
- Beban
- Detektor Coil dan Driver Coil
- 1 set peralatan Sonometer
- Frekuensi Generator
- Kawat/Tali
Prosedur Percobaan
1. Menyusun peralatan seperti pada Gambar 1 (
kawat gitar jangan dipasang dahulu), letakkan coil detektor agak dekat
dengan coil driver.
2. Mengidupkan osiloskop, bila perlu lakukan kalibrasi
3. Menghidupkan AFG. Mengatur keluaran AFG kira-kira 100 Hz.
4. Mengatur kedua gambar yang dihasilkan dari sinyal dari coil driver (di
chanel 1) dan sinyal coil detektor (di chanel 2) seperti terlihat di
gambar 1. Menggeser pelan-pelan coil detektor ke kanan hingga
gambar yang dihasilkan dari sinyal coil detektor berupa garis lurus,
tandai tempat coil detekto tersebut.
5. Memasang kawat gitar dan memasang beban secukupnya agar kawat
teregang. Mengamati gambar pada layar osiloskop geserlah coil driver
ke kanan secara perlahan-lahan (dari titik yang sudah ditandai tadi)
untuk mendapatan sinyal gelombang yang paling tinggi amplitudonya.
6. Mengulangi langkah no.5 beberpa kali untuk frekuensi tetap beban
divariasi
7. Mengulangi langkah no.5
Data Pengamatan
Tabel 1
Frekuensi : 100 Hz
No X1 X2 1/2λ (X2-X1) Massa
1 12 23 11 120
2 12 36 24 140
Tabel 2 3 12 54 42 160
Massa : 100 gr

No X1 X2 1/2λ (X2-X1) Frekuensi


1 12 16 4 100
2 12 20 8 110
3 12 32 20 120

Nst : f = 1 Hz Beban = 10 gram


Mistar = 0.1 cm
Afg = 1 mV
Analisis Data
1. Hubungan cepat rambat tali dengan tegangan tali
Berdasarkan data untuk frekuensi dan massa divariasi maka
diperoleh cepat rambat gelombang dengan persamaan :
𝐹
𝑣= , dimana 𝐹 = 𝑚. 𝑔 𝑑𝑎𝑛 𝑣 = 𝑓. 𝜆
𝜇
𝑚
𝜇= = 19,56 x 10−4 kg/m
𝑙
Sehingga diperoleh nilai v dan F

NO V F
1 78.67 11.76
2 84.97 13.71
3 90.84 15.68

NO X (v) Y X^2 Y^2 XY


1 74.67 11.8 618947 139.24 925.19
2 84.97 13.7 7221.05 187.69 1115.88
3 90.84 15.7 825363 246.49 1424.43
Σ 254.49 41.116 21663.15 572.39 3515.51
Σ^2 64767.18 16.9744 469292410 32739.92 1235000.8577
Σ𝑦 Σ𝑥 2 − Σ𝑥 Σ𝑥𝑦
𝑎=
𝑛 Σ𝑥 2 − Σ𝑥 2

41,6 . 21663,15 − 254,49 . 3515,15


𝑎=
3 . 21663 − 64767,18
𝑎 = −13,59

𝑛 Σ𝑥𝑦 − Σ𝑥 Σ𝑦
b=
𝑛 Σ𝑥 2 − Σ𝑥 2

3 . 3515,15 − 254,49 . 41,16


b=
3 . 21663 − 64767,18
𝑏 = 0,322
1 2
Σ𝑥 2 Σ𝑦 2 − 2 Σ𝑥 Σ𝑦 Σ𝑥𝑦 + 𝑛 Σ𝑥𝑦 2
𝑆𝑦 = Σ𝑦
𝑛−2 𝑛 Σ𝑥 2 − Σ𝑥 2

1 21663,15 . 1694,14 − 2 . 254,49 . 41,16 . 3515,51 + 3 . 1235885,177


𝑆𝑦 = 572,39 −
1 3 . 21663 − 64767,18

1 127236,16
𝑆𝑦 = 572,39
1 222,28

𝑆𝑦 = 1 0,192 − 0,18773

𝑆𝑦 = 0,0574
Σ𝑥 2
𝑆𝑎 = 𝑆𝑦
𝑛 Σ𝑥 2 − Σ𝑥 2

21663,15
𝑆𝑎 = 0,0574
3 . 21663 − 64767,18

21663,15
𝑆𝑎 = 0,0574
222,28

𝑆𝑎 = 0,0574 . 9,872
𝑆𝑎 = 0,5663

𝑛
𝑆𝑏 = 𝑆𝑦
𝑛 Σ𝑥 2 − Σ𝑥 2

3
𝑆𝑏 = 0,0574
3 . 21663,15 − 64767,18

3
𝑆𝑏 = 0,0574
222,28

𝑆𝑏 = 0,0574 . 0,1162
𝑆𝑏 = 0,00666
𝑆𝑎
 𝑅𝑎 = 𝑥 100 %
𝑎

0,5663
𝑅𝑎 = 𝑥 100 %
−13,59
𝑅𝑎 = 4,17% (3 𝐴𝑃)

𝑆𝑏
 𝑅𝑏 = 𝑥 100 %
𝑏

0,00666
𝑅𝑎 = 𝑥 100 %
0,322
𝑅𝑎 = 2,06 % (3 𝐴𝑃)

Jadi, besarnya cepat rambat a = (13.6 +/- 0.6) dengan ralat relatif
sebesar 4.17 % dan b = (0.322 +/- 0.007) dengan ralat relatif
sebesar 2.06 %.
2. Hubungan antara frekuensi dan panjang gelombang.
Berdasarkan persamaan 𝑣 = 𝜆𝑓
NO F (Hz) Λ (m) V (m/s)
1 100 1.00 x 10^-5 1.00 x 10^-3
2 110 9.10 x 10^-6 1.00 x 10^-3
3 120 8.30 x 10^-6 9.96 x 10^-4
Σ 330 2.74 x 10^-5 3.00 x 10^-3

NO X (v) Y X^2 Y^2 XY


1 100 1 x 10^-5 10000 1 x 10^-10 1.00 x 10^-3
2 110 9.10 x 10^-6 12100 8.28 x 10^-11 1.00 x 10^-3
3 120 8.3 x 10^-6 14400 6.89 x 10^-11 9.96 x 10^-4
Σ 330 2.74 x 10^-5 36500 2.52 x 10^-10 3.00 x 10^-3
Σ^2 108900 7.51 x 10^-10 1.33 𝑥 109 6.33 x 10^-20 8.98 x 10^-6
Σ𝑦 Σ𝑥 2 − Σ𝑥 Σ𝑥𝑦
𝑎=
𝑛 Σ𝑥 2 − Σ𝑥 2

2.74 𝑥 10−5 . 36500 − 330 . 3.00 𝑥 10−3


𝑎=
3 . 36500 − 108900

𝑎 = 1,85 𝑥 10−5

𝑛 Σ𝑥𝑦 − Σ𝑥 Σ𝑦
b=
𝑛 Σ𝑥 2 − Σ𝑥 2

3 . 3 𝑥 10−3 − 330 . 2,74 𝑥 10−5


b=
3 . 36500 − 108900
𝑏 = −8,5 𝑥 10−8
1 2
Σ𝑥 2 Σ𝑦 2 − 2 Σ𝑥 Σ𝑦 Σ𝑥𝑦 + 𝑛 Σ𝑥𝑦 2
𝑆𝑦 = Σ𝑦
𝑛−2 𝑛 Σ𝑥 2 − Σ𝑥 2

1 −10
36500 . 7,51 𝑥 10−10 − 2 330 . 2,74 𝑥10−5 . 3 𝑥 10−3 + 3 . 8,98 𝑥 10−6
𝑆𝑦 = 2.52 𝑥 10
1 3 . 36500 − 108900

𝑆𝑦 = 1 2.52 𝑥 10−10 − 2.5169 𝑥 10−10

𝑆𝑦 = 4,08 𝑥 10−8
Σ𝑥 2
𝑆𝑎 = 𝑆𝑦
𝑛 Σ𝑥 2 − Σ𝑥 2

36500
𝑆𝑎 = 4,08 𝑥 10−8 3 . 36500 − 108900

−8 36500
𝑆𝑎 = 4,08 𝑥 10 600

𝑆𝑎 = 4,08 𝑥 10−8 60,83


𝑆𝑎 = 4,08 𝑥 10−8 . 7,79957
𝑆𝑎 = 3,18 𝑥 10−7
𝑛
𝑆𝑏 = 𝑆𝑦
𝑛 Σ𝑥 2 − Σ𝑥 2

3
𝑆𝑏 = 4,08 𝑥 10−8 3 . 36500 − 108900

3
𝑆𝑏 = 4,08 𝑥 10−8 600

𝑆𝑏 = 4,08 𝑥 10−8. 0,07071067


𝑆𝑎 = 2.89 𝑥 10−9
𝑆𝑎
 𝑅𝑎 = 𝑥 100 %
𝑎

3,18 𝑥 10−7
𝑅𝑎 = 𝑥 100 %
1,85 𝑥 10−5
𝑅𝑎 = 1,72 % (3 AP)

𝑆𝑏
 𝑅𝑏 = 𝑥 100 %
𝑏

2,89 𝑥 10−9
𝑅𝑎 = 𝑥 100 %
8,50 𝑥 10−8

𝑅𝑎 = 3,4 % (3 AP)

Jadi, besarnya cepat rambat a = (18,5+/- 0,3) x 10−6


dengan ralat relatif sebesar 1,72 % dan b = (8,50 +/- 0,29)
x 10−8 dengan ralat relatif sebesar 3,4 %.
Grafik hubungan antara Cepat Rambat
dengan Tegangan Tali
17
16

Tegangan Tali (T)


15
14
13
12
11
10
78 80 82 84 86 88 90 92
Cepat Rambat (m/s)

Grafik Hubungan antara frekuensi dan


panjang gelombang
0.79

0.78
Lamda (λ)

0.77

0.76

0.75
95 105 115 125
Frekuensi (Hz)
Pembahasan :
Pada praktikum ini dilakukan 2 percobaan, yaitu : 1) Dengan
memvariasi beban yang digantungkan pada tali dan menetapkan frekuensi
AFG, maka dioeroleh hubungan yang linier antara cepat rambat tali
dengan tegangan.
𝐹
𝑣=
𝜇
Dengan memvariasi frekuensi pada AFG dan membuat massa menjadi
variabel tetap(konstan), maka akan diperoleh hubungan linier kebawah
antara panjang gelombang dan frekuensi,
𝑣
𝑣 = 𝜆𝑓, 𝑑𝑎𝑛 𝜆 =
𝑓
1
sehingga 𝜆 =
𝑓
- Besarnya cepat rambat a = (13.6 +/- 0.6) dengan
ralat relatif sebesar 4.17 % dan b = (0.322 +/-
0.007) dengan ralat relatif sebesar 2.06 %.
- Besarnya cepat rambat a = (18,5+/- 0,3) x 10−6
dengan ralat relatif sebesar 1,72 % dan b = (8,50
+/- 0,29) x 10−8 dengan ralat relatif sebesar 3,4
%.
Kesimpulan HASIL
- Didapatkan hasil dari hubungan antara cepat rambat
dengan tegangan ketka frekuensi tetap dan massa
divariasi adalah a = (13.6 +/- 0.6) dengan ralat
relatif sebesar 4.17 % dan b = (0.322 +/- 0.007)
dengan ralat relatif sebesar 2.06 %.
- Didapatkan hasil dari hubungan antar cepat rambat
dengan panjang gelombang dimana massa dibuat
konstan dan frekuensi divariasi adalah a = (18,5+/-
0,3) x 10−6 dengan ralat relatif sebesar 1,72 % dan
b = (8,50 +/- 0,29) x 10−8 dengan ralat relatif
sebesar 3,4 %.
Kesimpulan Tujuan
1) Pembentukan gelombang stasioner pada tali terjadi ketika 2
gelombang gelombang yang bergerak dari kiri ke kanan berpadu
dengan gelombang yang bergerak dari kanan ke kiri gelombang
tersebut akan membentuk gelombang stasioner
2) Hubungan antara cepat rambat gelombang dengan tegangan tali
adalah berbanding lurus sesuai persamaan 𝑣 = 𝐹Τ𝜇 atau 𝑣 ≈ 𝐹
3) Hubungan antara frekuensi dengan panjang gelombang pada tali
yang dibuat konstan adalah berbanding terbalik sesuai persamaan
𝜆 = 1/𝑓
Daftar Rujukan
Giancoli,Douglas C.2001. Fisika 2 Edisi 5. Jakarta : Erlangga.
Holliday,David.1998. Fisika Jilid 2. Jakarta : Erlangga.
Penyusun,Tim.2018. Modul Praktikum Fisika Gelombang dan
Optik. Malang : Fisika FMIPA UM