Anda di halaman 1dari 14

PELAKSANAAN PERBAIKAN DPT

Alur Proses Perbaikan DPT


Pengumuman DPT
KPU mengumumkan DPT setelah penetapan
DPT. DPT yang diumumkan adalah DPT Hasil
Perbaikan Kedua yang ditetapkan pada tanggal 15
Desember 2018. Pengumuman DPT tersebut
dilakukan sampai dengan pemungutan suara 17
April 2019. Mekanisme pengumuman DPT dapat
dilakukan dengan cara:
1. KPU/KIP Kabupaten/Kota melalui PPS
mengumumkan salinan DPT ditempat yang
strategis dan mudah dijangkau;
2. KPU mengumumkan DPT melalui media portal
lindungihakpilihmu.kpu.go.id dan aplikasi Mobile
KPU RI;
3. KPU/KIP Kabupaten/Kota memberikan salinan DPT
kepada Partai Politik peserta Pemilu dan Bawaslu.
Tanggapan dan Masukan Masyarakat,
Peserta Pemilu, dan Bawaslu Terhadap DPT
Dalam PKPU 37 Tahun 2018 tentang
Perubahan Atas Peraturan Komisi Pemilihan
Umum Nomor 11 Tahun 2018 tentang
Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri
Dalam Penyelenggaraan Pemilih Umum,
Pasal 35A ayat (1) menyebutkan bahwa
dalam hal setelah DPT ditetapkan dan/atau
diumumkan terdapat masukan dan
tanggapan masyarakat, peserta Pemilu,
dan/atau rekomendasi Bawaslu, KPU dapat
melakukan perbaikan DPT yang bertujuan
untuk melindungi hak pilih warga negara.
Masukan dan tanggapan terhadap DPT
dilakukan dengan cara:
a. Mencoret Pemilih yang tidak memenuhi syarat sebagai
Pemilih;
b. Melengkapi atau memperbaiki elemen daftar Pemilih;
dan/atau
c. Menambah Pemilih baru. Masukan dan tanggapan
masyarakat dan/atau peserta Pemilu tersebut disampaikan
kepada KPU melalui Bawaslu disertai bukti otentik.
Perbaikan DPT terkait pencoretan pemilih yang tidak
memenuhi syarat sebagai pemilih dilakukan apabila terdapat
pemilih-pemilih yang masuk dalam kategori sebagai berikut:
(1) Pemilih sudah meninggal dunia;
(2) Pemilih dibawah umur (pemilih dibawah usia 17 (tujuh belas)
tahun saat hari pemungutan suara dan belum kawin/menikah);
(3) Pemilih ganda (terdaftar lebih dari 1 (satu) kali);
(4) Pemilih beralih status pekerjaan menjadi anggota TNI;
(5) Pemilih beralih status pekerjaan menjadi anggota Polri;
(6) Pemilih yang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan
pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;
(7) Pemilih tidak dikenal;
(8) Pemilih bukan penduduk setempat.
Perbaikan DPT yang berkaitan dengan kegiatan
melengkapi atau memperbaiki elemen daftar Pemilih
mencakup perbaikan elemen data pemilih sebagai
berikut:

(1) NKK;
(2) NIK;
(3) Nama;
(4) Jenis Kelamin;
(5) Tempat Lahir;
(6) Tanggal Lahir;
(7) Status Kawin;
(8) Alamat;
(9) Disabilitas;
(10) TPS.
Perbaikan DPT yang berkaitan dengan pencoretan
pemilih yang tidak memenuhi syarat dan perbaikan
elemen data pemilih tidak mempengaruhi jumlah DPT
yang telah ditetapkan sebelumnya. Perbaikan tersebut
hanya diberikan penandaan di kolom keterangan pada
salinan DPT dengan keterangan TMS atau Perbaikan
Data.

Perbaikan DPT yang berkaitan dengan menambah


pemilih baru akan mempengaruhi jumlah DPT yang telah
ditetapkan sebelumnya. Ketentuan penambahan pemilih
baru ke dalam DPT dapat dilakukan dalam hal sebagai
berikut:
(1) Mengelompok di suatu wilayah tingkat
desa/kelurahan;
(2) Tidak dimungkinkan untuk difasilitasi penggunaan
hak pilihnya di TPS yang sudah ada di
desa/kelurahan tersebut;
(3) Proses penambahan pemilih baru dilakukan
berkoordinasi dengan Bawaslu Kabupaten/Kota
setempat untuk mendapatkan rekomendasi
perbaikan DPT;
(4) Dilakukan proses rekapitulasi dan penetapan
perbaikan DPT di tingkat KPU/KIP Kabupaten/Kota.
Pencermatan DPT oleh KPU/KIP Kabupaten/Kota

Dalam proses restrukturisasi TPS memperhatikan faktor-


faktor berikut ini:
a. tidak menggabungkan kelurahan/desa atau sebutan
lain;
b. kemudahan Pemilih ke TPS;
c. tidak memisahkan Pemilih dalam satu keluarga pada
TPS yang berbeda;
d. hal-hal berkenaan dengan aspek geografis;
e. jarak dan waktu tempuh menuju TPS dengan
memperhatikan tenggang waktu pemungutan suara; dan
f. Kesesuaian jumlah pemilih dalam TPS.
Dalam proses restrukturisasi TPS tersebut KPU/KIP Kabupaten/Kota dibantu
oleh PPK dan PPS melakukan aktivitas sebagai berikut:

a. Mencatat pemilih-pemilih yang mengalami restrukturisasi TPS ke dalam


formulir Daftar Pemilih Pindah TPS dalam lingkup 1 (satu) desa/kelurahan.
Proses pencatatan tersebut dilakukan dengan cara:
1. Menyalin pemilih tersebut dari DPT hasil unduhan sidalih dengan
menyertakan id pemilih ke dalam formulir Daftar Pemilih Pindah TPS.
2. Mencatat TPS asal pemilih tersebut pada kolom TPS asal.
3. Mencatat TPS tujuan pemilih tersebut pada kolom TPS tujuan.
keamanannya.

b. Memindahkan pemilih-pemilih tersebut ke TPS tujuan dengan


memperhatikan kesesuaian jumlah pemilih dalam TPS tujuan. KPU/KIP
Kabupaten/Kota melakukan proses pindah TPS dalam Sidalih.

c. Membuat rekapitulasi jumlah pemilih yang mengalami proses pemindahan


pemilih ke formulir Rekapitulasi Daftar Pemilih Pindah TPS dalam lingkup 1
(satu) desa/kelurahan.
Dalam proses perbaikan tersebut KPU/KIP
Kabupaten/Kota dapat merujuk kepada acuan data
sebagai berikut:
1) DP4 yang diberikan oleh Pemerintah;
2) Data kependudukan melalui akses SIAK yang
diberikan oleh Ditjen Kependudukan dan Pencatatan
Sipil Kementerian Dalam Negeri;
3) Data Kependudukan yang dikonsolidasikan setiap 6
(enam) bulan; dan
4) Berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil setempat untuk meminta informasi
kelengkapan data pemilih.
Pencermatan terhadap pemilih yang tercatat
lebih dari 1 (satu) kali (pemilih ganda)

1. Mengunduh hasil kegandaan dari portal sidalih;


2.Melakukan pengecekan ke dalam data
kependudukan untuk memastikan domisili terakhir
dari pemilih tersebut;
3. Menyalin data pemilih tersebut dari softcopy
excel DPT ke formulir Perbaikan.DPT-KPU dengan
memberikan kode keterangan dengan kriteria
tidak memenuhi syarat ganda (kode 2) dalam hal
pemilih tersebut dipastikan ganda.
Proses Perbaikan DPT
Dalam proses perbaikan DPT, KPU/KIP Kabupaten/Kota melakukan aktivitas sebagai
berikut:
1. Melakukan verifikasi dan pengecekan kebenaran dari hasil masukan dan
tanggapan masyarakat, pengawas Pemilu, dan peserta Pemilu berdasarkan bukti
otentik yang disampaikan;
2. Melakukan pengecekan ke dalam DPT apakah pemilih tersebut sudah terdaftar
atau belum;
3. Menyalin informasi masukan dan tanggapan masyarakat, peserta Pemilu, dan
Bawaslu tersebut kedalam softcopy formulir Perbaikan.DPT-KPU dengan cara:
 Mencatat pemilih sebagai pemilih baru dalam formulir Perbaikan
 excel DPT ke formulir Perbaikan.DPT-KPU dengan memberikan kode
keterangan dengan kriteria tidak memenuhi syarat dari yg meninggal sampai
dengan bukan penduduk setempat
Apabila pemilih tersebut sudah tercatat dalam DPT namun terdapat tanggapan
dan masukan bahwa ada kesalahan pencatatan elemen data pemilih, maka
KPU/KIP Kabupaten/Kota menyalin data pemilih tersebut dari softcopy excel DPT
ke softcopy formulir Perbaikan dengan memberikan kode 17
Mengingat perbaikan DPT yang dilakukan oleh KPU/KIP Kabupaten/Kota
tersebut nantinya diproses dalam Sidalih, maka format softcopy formulir
Perbaikan.