Anda di halaman 1dari 49

TAHAPAN PEMILU

TAHUN 2019

KOMISI P E M I L I H A N U M U M KABUPATEN GORONTALO


SUBTANSI PEMILU

NO SUBTANSI PEMILU PASAL 1 ANGKA 1 AMANAT UUD 1945


UU/7/2017
1 Sarana Kedaulatan Rakyat Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 :” Kedaulatan berada di tangan
rakyat dan dilaksanakan menurut undang-undang dasar”
Kedaulatan berasal dari bahasa arab ” Daulah” artinya Kekuasaan tertinggi
Makna “kedaulatan berada ditangan rakyat” menurut Penjelasan UU/7/2017 bahwa rakyat
memiliki independensi, kekuasaan tertinggi, kemandirian, kemerdekaan, kewenangan, tanggung
jawab, hak dan kewajiban secara demokratis memilih pemimpin yang akan membentuk pemerintahan
guna mengurus dan melayani seluruh lapisan masyarakat, serta memilih wakil rakyat untuk
mengawasi jalannya pemerintahan.
2 Untuk memilih Anggota DPR Pasal 19 ayat (1) UUD 1945 : “anggota DPR dipilih melalui
Pemilu”

3 Untuk memilih Anggota DPD Pasal 22C ayat (1): “Anggota DPD dipilih dari setiap
provinsi melalui Pemilu”
4 Untuk memilih Presiden dan Wakil Pasal 6A Ayat (1) UUD 1945: “Presiden dan Wakil
Presiden Presdien dipilih dalam satu pasangan secara langsung
oleh Rakyat”
5 Untuk memilih Anggota DPRD Provinsi Pasal 18 ayat (3) UUD 1945 :”Pemerintah daerah Provinsi,
6 Untuk memilih Anggota DPRD Daerah Kabupaten, dan Kota memiliki DPRD yang
Kabupaten/Kota anggota-anggotanya dipilih melelui Pemilu”

7 yang dilaksanakan secara langsung, pasal 22E Ayat (1) UUD 1945: “Pemilu dilasanakan
umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil secara langsung, Umum, bebas, rahasia, jujur dan adil
setiap lima tahun sekali”
8 Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Pemilu sebagai “sarana kedaulatan Rakyat” Menurut Dr. Sutoyo, SH. M.Hum (dosen Hukum dan Kewarganegaraan
Fakultas Ilmu sosial Universitas Negeri Malang (UNM) yang disampaikan pada FGD yang diselenggarakan oleh MPR
dengan Pusat Pengkajian pancasila UNM tgl 3 Mei 2016). Menyatakan bahwa “Keadaulatan rakyat” berdasarkan
Pancasila adalah ”asas kerakyatan dan asas musyawarah”. Asas kerakyatan adalah asas kesadaran akan cinta
kepada rakyat, berjiwa kerakyatan, menghayati keasadaran senasib, seperjuangan dan cita-cita bersama. Sedangkan
asas musyawarah adalah asas yang meperhatikan aspirasi atau kehendak seluruh rakyat Indonesia, baik melalui
forum permusyawaratan maupun aspirasi murni dari rakyat.
Amanat UUD 1945 pasal 22E ayat (6): “Ketentuan lebih lanjut tentang Pemilihan Umum diatur dengan Undang-
undang”. Pelaksanaan Pemilu 2019 diatur dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, dan
ketentuan perundang-undangan penyelenggara Pemilu
PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM MENSUKSESKAN
PEMILU TAHUN 2019
PENYELENGGARA
PEMILU KPU, BAWASLU, DKPP

PESERTA PEMILU Partai Politk, Paslon Presiden dan Wakil Presiden, Calon Angota DPD

PEMILIH WNI (Umur 17 thn atau Lebih, sudah kawin atau sudah pernah kawin

Organ berbadan hukum, Lembaga Pemantau luar negeri, Lembaga


PEMANTAU PEMILU
Pemilihan luar Negeri, Perwakilan Negara Sahabat di indonesia yg
terakreditasi dan mendapat izin di bawaslu

PEMERINTAH Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan/Desa,


Dusun, RT/RW

LEMBAGA NEGARA
MK, MA, TNI, POLRI, KEJAKSAAN, PENGADILAN
LAINNYA

MEDIA MASSA MEDIA CETAK, ELEKTRONIK, SOSIAL

Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda,


MASYARAKAT
Mahasiswa, Ormas, Profesional
ASAS PENYELENGGARAAN PEMILU TAHUN 2019
NO ASAS/PRINSIP PEMILU
1 LANGSUNG Pemilih diharuskan memberikan suaranya secara langsung dan tidak
boleh diwakilkan
2 UMUM Pemilihan Umum dapat diikuti seluruh warga negara yang sudah
memiliki hak menggunakan suara.
3 BEBAS Pemilih diharuskan memberikan suaranya tanpa ada paksaan dari
pihak manapun
4 RAHASIA Suara yang diberikan oleh pemilih bersifat rahasia hanya diketahui oleh
si pemilih itu sendiri
5 JUJUR Pemilihan umum harus dilaksanakan sesuai dengan aturan untuk
memastikan bahwa setiap warga negara yang memiliki hak dapat
memilih sesuai dengan kehendaknya dan setiap suara pemilih memiliki
nilai yang sama untuk menentukan wakil rakyat yang akan terpilih
6 ADIL Perlakuan yang sama terhadap Peserta Pemilu dan Pemilih, tanpa ada
pengistimewaan ataupun diskriminasi terhadap peserta atau pemilih
tertentu. Asas jujur dan adil mengikat tidak hanya kepada pemilih
ataupun peserta pemilu, tetapi juga penyelenggara pemilu
ASAS/PRINSIP PENYELENGGARA PEMILU
NO ASAS/PRINSIP PEMILU
1 MANDIRI bebas atau menolak campur tangan dan pengaruh siapapun yang
mempunyai kepentingan atas perbuatan, tindakan, keputusan dan/atau
putusan yang diambil;
2 JUJUR didasari niat untuk semata-mata terselenggaranya Pemilu sesuai dengan
ketentuan yang berlaku tanpa adanya kepentingan pribadi, kelompok, atau
golongan;
3 ADIL menempatkan segala sesuatu sesuai hak dan kewajibannya
4 BERKEPASTIAN melaksanakan tugas, fungsi dan wewenang sesuai dengan ketentuan
HUKUM peraturan perundang-undangan
5 TERTIB melaksanakan tugas, fungsi dan wewenang sesuai dengan peraturan
perundang-undangan, keteraturan, keserasian, dan keseimbangan;
6 TERBUKA memberikan akses informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat sesuai
kaedah keterbukaan informasi publik
PROPORSIONAL menjaga keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum
untuk mewujudkan keadilan;
PROFESIONAL memahami tugas, wewenang dan kewajiban dengan didukung keahlian atas
dasar pengetahuan, keterampilan, dan wawasan luas
1 AKUNTABEL melaksanakan tugas, wewenang dan kewajiban dilaksanakan dengan penuh
tanggung jawab dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan
2 EFEKTIF penyelenggaraan Pemilu dilaksanakan sesuai rencana tahapan dengan tepat
waktu;
3 EFISIEN memanfaatkan sumberdaya, sarana, dan prasarana dalam penyelenggaraan
Pemilu sesuai prosedur dan tepat sasaran;
TUGAS KPU KABUPATEN/KOTA
1 Menjabarkan program dan melaksanakan anggaran;
2 Melaksanakan tahapan Pemilu di kab/kota berdasarkan perundang-undangan;
3 mengoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan tahapan pemilu oleh PPK, PPS, dan KPPS dlm
wilayah kerjanya;
4 menyampaikan daftar pemilih kepada KpU provinsi;
5 memutakhirkan data pemilih dan menetapkannya sebagai daftar pemilih
6 melakukan dan mengumumkan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu berdasarkan berita
acara hasil rekapitulasi suara di PPK;
7 membuat BA penghihrngan suara dan sertifikat serta wqiib menyerahkannya kepada
saksi Peserta Pemilu, Bawaslu Kab/Kota, dan KPU Provinsi;
8 mengumumkan calon anggota DPRD kab/kota terpilih Sesuai alokasi jumlah kursi setiap dapil di
kab/kota dan membuat berita acaranya;
9 menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan yang disampaikan oleh Bawaslu
Kabupaten/Kota;
10 menyosialisasikan tahapan pemilu dan/atau yang tugas/kewenagan/kewajiban KPU kab/Kota
kepada masyarakat;
11 melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap tahapan Penyelenggaraan Pemilu; dan
12 melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh KPU, KPU Provinsi, dan/atau ketentuan peraturan
perundang-undangan.
WEWENANG KPU KAB/KOTA
menetapkan jadwal di kabupaten/kota;
membentuk PPK, PPS, dan KppS dalam wilayah kerjanya;
menetapkan dan mengumumkan rekapitulasi penghitungan Suara Pgmlu anggota DPRD
kab/kota dengan membuat BA dan sertitikat rekapihrlasi suara;
menerbitkan keputusan KPU Kab/Kota untuk mengesahkan hasil Pemilu anggota DPRD kab/kota
dan mengumumkannya;
Menjatuhkan sanksi administratif dan/atau menonaktilkan sementara anggota PPK dan anggota
PPS yang terbukti Melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan pemilu
berdasarkan putusan Bawaslu, putusan Bawaslu provinsi, putusan Bawaslu Kab/Kota, dan/atau
ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
melaksanakan wewenang lain yang diberikan oleh KpU, KpU Provinsi, dan/atau ketentuan
peraturan perundang-undangan.
KEWAJIBAN KPU KABUPATEN/KOTA
1 melaksanakan semua tatrapan penyelenggaraan pemilu dengan tepat waktu
2 memperlakukan Peserta pemilu secara adil dan setara;
3 menyampaikan semua informasi penyelenggaraan pemilu kepada masyarakat;
4 melaporkan pertanggungiawaban penggunaan anggaran sesuai dengan perundang undangan
5 menyarnpaikan laporan pertanggungiawaban semua kegiatan Penyelenggaraan Pemilu kepada
KPU melalui KPU proviisi;
6 mengelola, memelihara, dan merawat arsip berdasarkan jadwal retensi arsip
7 Mengelola barang inventaris KpU Kabupaten/Kota berdasarkan ketentuan
8 menyampaikan laporan periodik mengenai tahapan Pemilu kepada KPU dan KPU provinsi serta
menyampaikan tembusannya kepada Bawaslu;
9 membuat BA pleno KPU Kab/Kota dan ditandatangani oieh ketua dan Anggota Kab/Kota;
10 melaksanakan dengan segera Kabupaten/Kota
11 menyampaikan data hasil pemilu dari tiap-rTap TPS pada tingkat kab/kota kepada peserta
pemitu paling lama 7 (tujuh) hari setelah rekapitulasi di kabupaten /kota
12 melakukan pemutalhiran dan memelihara data pemilih Secara berkelanjutan
13 melalsanalan puhrsan DKPP
14 melaksanakan kewajiban lain yang diberikan oleh KPU,KPU Prov dan/atau perundang-undangan.
KETERSEDIAAN SDM KPU KAB GORONTALO

KPU BERJENJANG JUMLAH TOTAL KET


KPU KAB KOTA 5 5
STAF 37
PPK 5 95 19 KEC
Staf 3 57 205 DESA/KEL
1148 TPS
PPS 3 615
STAF 3 615
KPPS 7 8036
PENG TPS 2 2296
TOTAL KAB GTLO 11756
TAHAPAN PEMILU TAHUN 2019 JADWAL PELAKSANAAN
1 SOSIALISASI; 17 Agustus 2017-14 April 2019
2 perencanaan program dan anggaran serta 17 Agustus 2017-31 Maret 2019
Penyusunan regulasi
3 pemutakhiran data Pemilih dan penyusunan daftar Pemilih 17 Desember 2017-18 Mei 2019
4 pendaftaran dan verifikasi Peserta Pemilu 1 Okt ober 2017-17 februari 2018
5 penetapan Peserta Pemilu 17-18 Februari 2018
6 - Pembentukan badan Penyelenggara Adhoc (PPK/PPS) 16 Januari - 8 Maret 2018
- Pembentukan KPPS 28 Februari-27 Maret 2019
7 penetapan jumlah kursi dan penetapan daerah pemilihan; 17 Desember 2017-5 April 2018
8 pencalonan 26 Maret 2018-20 September 2018
9 Pengadaan dan Pendistribusian Logistik 17 April 2018-17 Juni 2019
10 masa kampanye Pemilu 23 September 2018-13 April 2019
11 Laporan dan audit dana kampanye 23 September 2018-10 Juni 2019
12 masa tenang 14 April-16 April 2019
13 - Pemungutan dan penghitungan suara 17 April 2019
- Rekapitulasi dan penetapanHasil penghitungan suara 18 April-22 Mei 2019
14 Penetapan hasil Pemilu; Menyesuaikan Gugatan PHP di MK
15 pengucapan sumpah/janji Agustus - Oktober 2019
TENTANG AMBANG BATAS
PENGSULAN CALON PRESIDEN DAN PENENTUAN KURSI DPR

Parlementary Threshold : Presidensial Threshold :


Ambang batas perolehan suara minimal partai politik Ambang batas jumlah kursi atau perolehan suara
pemilu untuk diikutkan dalam penentuan perolehan untuk pengusulan calon presiden dan wakil presiden
kursi.
Pasal 222
Pasal 414 …paling sedikit 2O% (dua puluh persen) dari
Partai Politik Peserta Pemilu harus memenuhi jumlah kursi DPR atau memperoLeh 25%
ambang batas perolehan suara paling sedikit 4 % (dua puluh lima persen)
(empat persen) dari jumlah suara sah secara dari suara sah secara nasional pada Pemilu
nasional untuk diikutkan dalam penetuan kursi anggota DPR sebelumnya.
Anggota DPR

Pemilu untuk memilih anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kab/Kota
dilaksanakan dengan sistem PROPORSIONAL TERBUKA (psl 168 ayt (2)
ALOKASI KURSI DPR
100
91
90 87
KURSI DAPIL
80 77
Kursi DPR= 575
70 Alokasi Kursi/Dapil = 3-10
60

50

40
30
30 24
20 21 22
20 17
13 14 13 13 12
11 10 11 9 11 11 10
10 8 8 6 8 6 7 6
2 3 2 2 1 2 31 41 2 41 3 1 3 1 2 2 2 1 2 1 31 1 1 3 41 1 31 41 31 1 31
0
KETENTUAN CALON Anggota DPD
a. Pemilu untuk memilih anggota DPD dilaksanakan dengan sistem DISTRIK BERWAKIL BANYAK
Psl 168 ayat (3)
b. Total Jumlah Kursi anggota DPD = 136 Kursi
c. Jumlah Kursi Setiap Provinsi = 4 Kursi

Jumlah Dukungan (Pasal 183):

Jumlah Penduduk Jumlah dukungan Dukungan


NO
Provinsi (Pemilih) paling sedikit 50% Kab/Kota
1 Sampai 1 Juta (Gorontalo) 1.000 Pemilih 3 Kab/Kota
2 1-5 Juta 2.000 Pemilih
3 5-10 Juta 3.000 Pemilih
4 10-15 Juta 4.000 Pemilih
5 Lebih dari 15 Juta 5.000 Pemilih
JUMLAH KURSI DPRD PROVINSI
140

120 120 120 KURSI DAPIL


120
106
100
100
85 85 85
81
80 75
65 65 65 65 65
60 55 55 55 55 55 55
45 45 45 45 45 45 45 45 45 45 45 45
40 35

20 12 15 13 14
11
10 8 8 10 7 8 7 10 7 10 9 8 8 8 7 7 7 7
6 6 5 6 4 6 6 6 6 5 5
0
Dapil dan Alokasi Kursi DPRD Provinsi Gorontalo :
(SK KPU No. 292/PL.01.3-Kpt/06/KPU/IV/2018)
DAPIL Alokasi Kursi
1 Gorontalo 1 = Kota Gorontalo 8 Kursi
2 Gorontalo 2 = Bone Bolango 6 Kursi
3 Gorontalo 3 = Kab. Gorontalo A
Limboto Cs, telaga CS, & Batudaa CS 9 kursi
4 Gorontalo 4 = Kab. Gorontalo B
Tibawa, Pulubala, & Boliyohuto Cs 6 Kursi
5 Gorontalo 5 = Gorontalo Utara 5 Kursi
6 Gorontalo 6 = Pohuwato & Boalemo 11 Kursi
Total 45 Kursi
Jumlah Penduduk 1.157.325
Ketentuan Jumlah kursi Anggota DPRD Kab/Kota (Pasal 191 UU/7/2017)

a. Jumlah kursi DPRD Kab/Kota didasarkan pada jumlah Penduduk


b. Total Jumlah kursi Anggota DPRD Kab/Kota = 20-55 Kursi (pasal 191)
c. Jumlah kursi setiap dapil DPRD Kab/Kota = 3-12 Kursi (pasal 192)

Jumlah Penduduk Jumlah Kursi


sampai 100 Ribu 20 Kursi
100-200 Ribu 25 Kursi
200-300 Ribu 30 Kursi
300-400 Ribu 35 Kursi
400-500 Ribu 40 Kursi
500 Ribu- 1 Juta 45 Kursi
1-3 Juta 50 Kursi
Lebih dari 3 Juta 55 Kurrsi
JUMLAH PENDUDUK DAN JUMLAH KURSI
MASING-MASING DPRD KAB/KOTA SE-PROVINSI GORONTALO

NO Kab/Kota Kec Desa/ Jumlah Jumlah Jumlah


Kel penduduk Kursi dapil
1 Kab. Gorontalo 19 205 391.344 35 Kursi 5 Dapil
2 Boalemo 7 82 143.689 25 Kursi 3 Dapil
3 Bone Bolango 18 165 160.154 25 Kursi 4 Dapil
4 Pohuwato 13 104 141.281 25 Kursi 4 Dapil
5 Gorontalo Utara 11 255 124.202 25 Kursi 4 Dapil
6 Kota Gorontalo 9 50 196.055 25 Kursi 4 Dapil
TOTAL 77 729 1.157.325
Dapil dan Alokasi Kursi DPRD Kabupaten Gorontalo :
(SK KPU No. 292/PL.01.3-Kpt/06/KPU/IV/2018)

NO DAPIL Alokasi Kursi


1 Dapil 1 = Limboto & Limboto Barat 7 Kursi
2 Dapil 2 = Telaga Cs 7 Kursi
3 Dapil 3 = Batudaa Cs 8 Kursi
4 Dapil 4 = Boliyohuto Cs 7 Kursi
5 Dapil 5 = Tibawa & Pulubala 6 Kursi
Total 35 Kursi
Jumlah Penduduk 391.344
JUMLAH DAN PERSENTASE CALON ANGGOTA DPRD KAB. GORONTALO
JUMLAH KURSI (35 KURSI) JUMLAH
JUMLAH
7 KURSI 7 KURSI 8 KURSI 7 KURSI 6 KURSI BACALEG CALON
NO PARPOL/DAPIL CALON
PARTAI DAPIL 1 DAPIL 2 DAPIL 3 DAPIL 4 DAPIL 5 TOTAL YANG
URUT JIKA
KURANG
L P L+P
30 %
L P L+P
30 %
L P L+P
30 %
L P L+P
30 %
L P L+P
30 %
LK PR
30 % LENGKP
P P P P P P

1 PKB 4 3 7 43 3 2 5 40 5 3 8 38 2 1 3 33 14 9 39 23 35 12
2 PARTAI GERINDRA 4 3 7 43 4 3 7 43 5 3 8 38 4 3 7 43 4 2 6 33 21 14 40 35 35 0

3 PDI-PERJUANGAN 4 3 7 43 4 3 7 43 5 3 8 38 3 4 7 57 4 2 6 33 20 15 43 35 35 0
4 PARTAI GOLKAR 4 3 7 43 4 3 7 43 5 3 8 38 4 3 7 43 4 2 6 33 21 14 40 35 35 0

5 PARTAI NASDEM 4 3 7 43 4 3 7 43 5 3 8 38 4 3 7 43 4 2 6 33 21 14 40 35 35 0
6 PARTAI GARUDA TIDAK ADA CALON 0 35 35

7 PARTAI BERKARYA 2 2 4 50 1 1 2 50 2 1 3 33 1 1 2 50 2 1 3 33 8 6 43 14 35 21
8 PKS 4 3 7 43 4 3 7 43 4 4 8 50 4 3 7 43 4 2 6 33 20 15 43 35 35 0

9 PARTAI PERINDO 4 3 7 43 3 3 6 43 5 3 8 38 2 3 5 60 3 2 5 40 17 14 45 31 35 4
10 PPP 4 3 7 43 4 3 7 43 5 3 8 38 4 3 7 43 4 2 6 33 21 14 40 35 35 0

11 PSI TIDAK ADA CALON 0 35 35


12 PAN 4 3 7 43 4 3 7 43 5 3 8 38 4 3 7 43 4 2 6 33 21 14 40 35 35 0

13 PARTAI HANURA 4 3 7 43 4 3 7 43 5 3 8 38 4 3 7 43 4 2 6 33 21 14 40 35 35 0
14 PARTAI DEMOKRAT 4 3 7 43 4 3 7 43 5 3 8 38 4 3 7 43 3 3 6 50 20 15 43 35 35 0

19 PBB 1 2 3 67 2 1 3 33 0 1 1 50 2 1 3 33 2 2 4 50 7 7 14 35 21
50
20 PKPI
TIDAK ADA CALON 0 35 35

Total 47 37 84 44 45 34 79 43 56 36 92 39 42 34 76 45 42 24 66 36 232 165 42 397 560 163


PENETAPAN DAFTAR PEMILIH PADA PEMILU 2019

NO URAIAN L P TOTAL URAIAN L P TOTAL


1 Daftar Pemilih Sementara 142.221 142.796 285.017 DATA AC 18.027 15.563 33.770
(DPS)
2 Daftar Pemilih Sementara 142.221 142.796 285.017 DATA AC 9.631 7.777 17.408
Hasil Perbaikan (DPS-HP)
3 Daftar Pemilih Tetap (DPT) 134.708 136.650 271.358 DATA AC 5.712 4.438 10.150

4 Daftar Pemilih Tetap Hasil 134.996 136.902 271.898 DATA AC 9.338


Perbaikan (DPT-HP)
5 Daftar Pemilih Tetap Hasil 274.252 135.944 138.308 DATA AC 12.070
Perbaikan (DPT-HP-2)
6 Daftar Pemilih Tetap Hasil 284.392 141.818 142.574 DATA AC 0
Perbaikan (DPT-HP-2)
KAMPANYE PEMILU adalah kegiatan peserta pemilu atau pihak lain yang
DEFINISI ditunjuk oleh peserta pemilu untuk meyakinkan Pemilih dengan
menawarkan VISI, MISI, PROGRAM dan/atau CITRA DIRI PESERTA
PEMILU (Pasal 1 angka 35 UU/7/2017 jo pasal 1 angka 21 PKPU 23 Tahun 2018 )

KAMPANYE PEMILU dilaksanakan dengan prinsip : (Pasal 5 PKPU 23/2018)


 Jujur, Terbuka; dan Dialogis.
 Merupakan wujud dari pendidikan politik masyarakat yang dilaksanakan
secara bertanggung jawab.
 Pendidikan politik bermaksud untuk meningkatkan partisipasi Pemilih
dalam Pemilu

Unsur dalam pelaksanaan kampanye Pemilu (Pasal 6 PKPU 23/2018)


 dilaksanakan oleh PELAKSANA KAMPANYE.
 dihadiri oleh PESERTA KAMPANYE. (Warga Negara Indonesia yang
telah memenuhi syarat sebagai Pemilih).
STRUKTUR ORGANISASI DALAM TAHAPAN KAMPANYE

Nasional KPU 1 hari sebelum


PESERTA TIM KAMPANYE masa
PEMILU (PARPOL/GABUNGAN kampanye
PARPOL PENGUSUL) Provinsi Kpu Prov
PRESIDEN & WAKIL
PRESIDEN
Kab/kota KPU 3 hari sebelum
MENDAFTARKAN
PASLON Kec/desa/k Kab/kota pelaksanaan
el kampanye
PRESIDEN &
WAKIL PELAKSANA KAMPANYE
1. Paslon
Nasional KPU
PRESIDEN 1 hari
2. Parpol/Gab Parpol JURU
Provinsi Kpu Prov sebelum
3. Orang seorang KAMPANAYE
pelaksanaan
4. Organisasi yang kampanye
Kab/kota KPU
ditunjuk paslon Kab/kota

WAJIB DIDAFTARKAN KEPADA KPU BERJENJANG


STRUKTUR ORGANISASI DALAM TAHAPAN KAMPANYE

Dapat Dibantu
PETUGAS KAMPANYE
PESERTA PEMILU
DPR/DPRD
PELAKSANA KAMPANYE
1. Pengurus DPR = Nasional KPU
Berjenjang 1 hari
2. Calon anggota DPRD = Prov KPU Prov sebelum
PARTAI
DPR/DPRD pelaksanaan
POLITIK
3. Juru Kampanye kampanye
4. Orang seorang DPRD= Kab/kota KPU
5. Organisasi yang Kab/kota
ditunjuk

WAJIB DIDAFTARKAN KEPADA KPU BERJENJANG


NO METODE KAMPANYE MASA KAMPANYE

1 pertemuan terbatas; 23 September 2018 sd 13 April 2019

2 pertemuan tatap muka; 23 September 2018 sd 13 April 2019

3 penyebaran Bahan Kampanye; 23 September 2018 sd 13 April 2019

4 pemasangan Alat Peraga Kampanye; 23 September 2018 sd 13 April 2019

5 media sosial; 23 September 2018 sd 13 April 2019

6 iklan media cetak, media elektronik, dan 24 Maret 2019 sd 13 April 2019
media dalam jaringan;

7 rapat umum; 24 Maret 2019 sd 13 April 2019

8 debat Pasangan Calon Presiden dan Wakil 23 September 2018 sd 13 April 2019
Presiden;

9 Kegiatan lainnya yang tidak melanggar 23 September 2018 sd 13 April 2019


KETENTUAN MELIPUTI : (Psl 19 ayat (2)
MATERI KAMPANYE visi, misi, program, dan/atau citra diri Parpol Peserta Pemilu
MATERI KAMPANYE HARUS: (Pasal 20)
a. Menjunjung tinggi pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945;
b. Menjaga dan meningkatkan moralitas dan nilai-nilai agama serta jati diri bangsa;
c. Meningkatkan kesadaran hukum;
d. Memberikan informasi yang benar, seimbang, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari
pendidikan politik;
e. Menjalin komunikasi politik yang sehat antara Peserta Pemilu dengan masyarakat sebagai
bagian dari membangun budaya politik Indonesia yang demokratis dan bermartabat; dan
f. Menghormati perbedaan suku, agama, ras, dan golongan dalam masyarakat.

MATERI KAMPANYE DISAMPAIKAN DENGAN CARA: (Pasal 21) (LISAN MAUPUN TERTULIS)
a. SOPAN, yaitu menggunakan bahasa atau kalimat yang santun dan pantas ditampilkan
kepada umum;
b. TERTIB, yaitu tidak mengganggu kepentingan umum;
c. MENDIDIK, yaitu memberikan informasi yang bermanfaat dan mencerdaskan Pemilih;
d. BIJAK dan BERADAB, yaitu tidak menyerang pribadi, kelompok, golongan, atau Pasangan
Calon lain; dan
e. Tidak bersifat provokatif.
PENYEBARAN BAHAN KAMPANYE
Bentuk Ukuran paling besar :
1. selebaran (flyer);
2. brosur (leaflet); Selebaran 8,25 cm x 21 cm;
3. pamflet;
4. poster;
Brosur (posisi terbuka) 21 cm x 29,7 cm;
5. stiker; Brosur (posisi terlipat) 21 cm x 10 cm;
6. pakaian;
7. penutup kepala;
Pamflet 21 cm x 29,7 cm;
8. alat minum/makan; Poster 40 cm x 60 cm;
9. kalender;
10. kartu nama; Stiker 10 cm x 5 cm.
11. pin; dan/atau
12. alat tulis.
DESAIN DAN MATERI Harga
paling sedikit memuat nilai konversi dalam bentuk uang paling tinggi Rp. 60.000,-
visi, misi, dan program (enam puluh ribu rupiah);
Peserta Pemilu;
Penggunaan
BAHAN
mengutamakan bahan dapat disebarkan pada Kampanye pertemuan terbatas,
yang dapat di daur ulang; pertemuan tatap muka, dan/atau rapat umum.
PEMASANGAN ALAT PERAGA KAMPANYE (APK)
BENTUK DAN UKURAN PALING BESAR Desain dan materi paling sedikit
1) Baliho, Billboard, atau Videotron memuat visi, misi, dan program
4 Meter x 7 meter; Peserta Pemilu.
2) Spanduk : 1,5 meter X 7 meter ;
Bahan mengutamakan bahan yang
3) Umbul-umbul : 5 meter X 7 meter.
dapat di daur ulang.
LOKASI PEMASANGAN
 Alat Peraga Kampanye dipasang di lokasi yang telah ditentukan yang
ditetapkan dengan Keputusan KPU Kab/Kota setelah berkoordinasi
dengan pemerintah daerah sesuai tingkatannya.
 Pemasangan Alat Peraga Kampanye pada tempat yang menjadi milik
perseorangan atau badan swasta harus mendapatkan izin pemilik
tempat tersebut..
 harus diturunkan atau dibersihkan oleh Peserta Pemilu paling lambat 1
(satu) Hari sebelum hari Pemungutan Suara.
PENAMBAHAN APK oleh PESERTA PEMILU (Paling Banyak)
PASLON Parpol pemilu DPR/DPRD Calon Anggota DPD
BALIHO : 5 Buah/Desa/Kel X 205 = 1. 025 buah
SPANDUK : 10 Buah/Desa/kel X 205 = 2.050 buah
Billboard/Videotron : 2 Buah/Kab/Kota
PERHITUNGAN/DESA : BALIHO DAN SPANDUK PENAMBAHAN YG AKAN TERPASANG

PASLON : 15 x 2 Paslon = 30 Buah/Desa/Kel


Parpol : 15 Buah x 13 Parpol = 195 Buah/Desa/Kel
DPD : 15 x 29 Calon = 435 Buah/Desa/Kel
Total = 660 Buah/Desa/Kel

PENETAPAN JUMLAH PENAMBAHAN APK HARUS DISESUAIKAN DENGAN


KETERSEDIAAN RUANG PUBLIK DAN MEMPERHATIKAN ETIKA, ESTETIKA,
KEBERSIHAN, KEINDAHAN DAN KEAMANAN
I. KEGIATAN LAIN YANG TIDAK MELANGGAR LARANGAN KAMPANYE PEMILU DAN
KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (Psl 51-52)

 Kegiatan lain dapat dilaksanakan dalam bentuk:


a. kegiatan kebudayaan, meliputi pentas seni, panen raya, dan/atau konser musik;
b. kegiatan olah raga, meliputi gerak jalan santai, dan/atau sepeda santai;
c. Perlombaan;
d. Mobil milik pribadi atau milik pengurus Partai Politik yang berlogo Partai
Politik Peserta Pemilu; dan/atau
e. kegiatan sosial meliputi bazar, donor darah, dan/atau hari ulang tahun.
 Pelaksana Kampanye kegiatan dilarang memberikan hadiah dengan
metode pengundian (door prize).
 Perlombaan dimaksud mencakup seluruh jenis perlombaan dan dapat
dilaksanakan paling banyak 3 (tiga) kali selama Masa Kampanye.
 Pelaksana kegiatan perlombaan dapat memberikan hadiah dalam bentuk
barang yg secara akumulatif nilainya paling tinggi seharga Rp 1.000.000
KAMPANYE PEMILU OLEH PEJABAT NEGARA (Psl 59)

 Presiden dan Wakil Presiden mempunyai hak melaksanakan Kampanye.


 Pejabat negara lainnya yang berstatus sebagai ANGGOTA PARTAI POLITIK mempunyai
hak melaksanakan Kampanye.
 Pejabat negara lainnya yang bukan berstatus sebagai ANGGOTA PARTAI POLITIK dapat
melaksanakan Kampanye apabila yang bersangkutan sebagai:
a. Calon Presiden atau calon Wakil Presiden;
b. Anggota Tim Kampanye yang sudah didaftarkan ke KPU; atau
c. Pelaksana Kampanye yang sudah didaftarkan ke KPU.
 Selama melaksanakan Kampanye, Presiden dan Wakil Presiden, PEJABAT NEGARA, dan PEJABAT
DAERAH WAJIB memperhatikan keberlangsungan tugas penyelenggaraan negara dan
penyelenggaraan pemerintah daerah.

Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, atau Walikota dan Wakil Walikota
DILARANG Menjadi KETUA TIM KAMPANYE
KETENTUAN CUTI PEJABAT NEGARA DALAM PELAKSANAAN KAMPANYE
 berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan di luar tanggungan
negara;
 Memperhatikan keberlangsungan penyelenggaraan negara dan
penyelenggaraan pemerintahan daerah;
 Dapat diberikan 1 (satu) hari kerja dalam setiap minggu selama masa
Kampanye;
 Hari libur tidak memerlukan cuti;
 Cuti Presiden dan Wakil Presiden tidak dilakukan pada waktu yang sama;
 Surat cuti disampaikan kepada KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP
Kabupaten/Kota sesuai tingkatannya paling lambat 3 (tiga) Hari sebelum
pelaksanaan Kampanye.
 Cuti menteri diberikan oleh Presiden;
 Cuti gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, walikota, dan wakil walikota
diberikan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan dalam negeri.
DALAM MELAKSANAKAN KAMPANYE, PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN, PEJABAT
NEGARA, DAN PEJABAT DAERAH DILARANG MENGGUNAKAN FASILITAS NEGARA.
FASILITAS NEGARA BERUPA:
a. Sarana mobilitas : kendaraan dinas dan alat transportasi dinas lainnya;
b. Gedung Kantor, rumah dinas, rumah jabatan milik Pemerintah, milik pemerintah provinsi, milik
pemerintah kabupaten/kota, kecuali daerah terpencil yang pelaksanaannya harus dilakukan
dengan memperhatikan prinsip keadilan;
c. Sarana perkantoran, radio daerah dan sandi atau telekomunikasi milik pemerintah daerah
provinsi, milik pemerintah kabupaten/kota, dan peralatan lainnya; dan
d. Fasilitas lainnya yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah.
 Gedung atau fasilitas negara yang disewakan kepada umum DIKECUALIKAN.
 Fasilitas negara yang melekat pada jabatan Presiden dan Wakil Presiden menyangkut
pengamanan, kesehatan, dan protokoler dilakukan sesuai dengan kondisi lapangan secara
profesional dan proporsional berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
 Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang bukan Presiden dan Wakil Presiden, selama
Kampanye diberikan fasilitas pengamanan, kesehatan, dan pengawalan oleh Kepolisian
Negara Republik Indonesia.
LARANGAN DALAM KAMPANYE PEMILU (Psl 69)
PELAKSANA, PESERTA, dan TIM KAMPANYE Pemilu dilarang:
A. Mempersoalkan dasar negara Pancasila, Pembukaan UUD 1945, dan bentuk Negara Kesatuan
Republik Indonesia;
B. Melakukan kegiatan yang membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
C. Menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan/atau Peserta Pemilu yang lain;
D. Menghasut dan mengadu domba perseorangan ataupun masyarakat;
E. Mengganggu ketertiban umum;
F. Mengancam untuk melakukan kekerasan atau menganjurkan penggunaan kekerasan kepada
seseorang, sekelompok anggota masyarakat, dan/atau Peserta Pemilu yang lain;
G. Merusak dan/atau menghilangkan alat peraga kampanye Peserta Pemilu;
H. Menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan;
I. Membawa atau menggunakan tanda gambar dan/atau atribut selain dari tanda gambar
dan/atau atribut Peserta Pemilu yang bersangkutan; dan
J. Menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta Kampanye.
PELAKSANA, DAN/ATAU TIM KAMPANYE dalam kegiatan kampanye dilarang MELIBATKAN
A. Ketua, Wakil Ketua, Ketua Muda, Hakim Agung pada Mahkamah Agung, dan hakim pada
semua badan peradilan di bawah Mahkamah Agung, dan hakim konstitusi pada Mahkamah Konstitusi;
B. Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan;
C. Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia;
D. Direksi, Komisaris, Dewan Pengawas, dan Karyawan BUMN/BUMD;
E. Pejabat Negara bukan anggota Parpol yang menjabat sebagai pimpinan di lembaga nonstruktural;
F. Aparatur Sipil Negara;
G. Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia;
H. Kepala Desa;
I. Perangkat Desa;
J. Anggota Badan Permusyawaratan Desa; dan
K. Warga Negara Indonesia yang tidak memiliki hak memilih.

Setiap Orang sebagaimana diatas DILARANG ikut serta sebagai PELAKSANA


dan TIM KAMPANYE Pemilu.
METODE KAMPANYE PEMILU YANG DILAKUKAN SELAMA 21 HARI
s.d 1 HARI SEBELUM DIMULAINYA MASA TENANG
(24 Maret 2018 s.d 13 April 2019) DIANTARANYA: (Psl 24 ayat (2)
F. IKLAN MEDIA CETAK, MEDIA ELEKTRONIK,
DAN MEDIA DALAM JARINGAN;
G. RAPAT UMUM
IKLAN KAMPANYE
Iklan kampanye dibatasi maksimum secara kumulatif sebanyak :
1. Setiap stasiun Televisi : 10 (sepuluh) spot berdurasi paling lama 30 (tiga puluh)
detik/Hari
2. setiap stasiun radio : 10 (sepuluh) spot berdurasi paling lama 60 (enam puluh)
detik/hari
3. setiap media cetak : 810 (delapan ratus sepuluh) milimeter kolom atau 1 (satu)
halaman/hari
4. media dalam jaringan : 1 (satu) banner /Hari
5. setiap media sosial : 1 (satu) spot berdurasi paling lama 30 (tiga puluh) detik/hari

RAPAT UMUM AKAN DIJADWALKAN


PERANAN PEMERINTAH, TNI, DAN POLRI DALAM KAMPANYE (Psl 66-68)
 Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa atau sebutan Lain/Kelurahan,
memberikan kesempatan yang sama kepada Peserta Pemilu, Pelaksana Kampanye, dan Tim Kampnye dalam
penggunaan fasilitas umum untuk penyampaian materi Kampanye.
 Pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, kecamatan, dan desa atau sebutan lain/kelurahan,
TNI, dan POLRI DILARANG melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu Peserta
Pemilu.
 Dalam hal keamanan di wilayah atau tempat/lokasi Kampanye tidak memungkinkan untuk penyelenggaraan
Kampanye, POLRI sesuai dengan tingkatannya dapat mengusulkan pembatalan atau penundaan Kampanye kepada
KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota dengan tembusan kepada Pelaksana Kampanye. Dan
KPU Kabupaten/Kota memutuskan pembatalan atau penundaan Kampanye dengan memberitahukan kepada
Pelaksana Kampanye yang bersangkutan.
 POLRI dan/atau Bawaslu Provinsi atau Bawaslu Kabupaten/Kota, berwenang:
a. Menertibkan atau membubarkan kegiatan Kampanye yang dilaksanakan oleh Pelaksana Kampanye yang tidak
terdaftar di KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh atau KPU/KIP Kabupaten/Kota; dan
b. Mengubah rute perjalanan yang telah ditentukan tanpa persetujuan dari Pelaksana Kampanye, apabila pada
saat keberangkatan dan/atau kepulangan peserta Kampanye terjadi gangguan keamanan/ketertiban lalu lintas.
SANKSI TERHADAP LARANGAN PADA MASA KAMPANYE (Psl 74-78)
YANG DILANGGAR SUBJEK JENIS SANKSI
PADA PKPU 23/2018
Pasal 25 ayat (1) dan Partai politik a. peringatan tertulis;
ayat (2 : b. penurunan atau pembersihan Bahan Kampanye atau Alat Peraga
Kampanye; dan/atau
c. penghentian Iklan Kampanye di media cetak, media elektronik, media
dalam jaringan, media sosial, dan lembaga penyiaran.

Pasal 62 ayat (1) Menteri, Gubernur, berupa larangan mengikuti atau menghadiri
Wagub , bupati, kegiatan Kampanye dengan Keputusan KPU Kabupaten yg disampaikan
Wabup, Wali kota kepada : a. Pelaksana Kampanye; dan b. Bawaslu sesuai tingkatannya.
dan wakil wali kota
a. Pasal 69 ayat (1) a. sanksi yang diatur dalam Undang- Undang mengenai Pemilu.
huruf a s.d huruf j b. Berupa :
kecuali huruf h, dan  Peringatan tertulis walaupun belum menimbulkan gangguan; dan/atau
ayat (2)  Penghentian kegiatan Kampanye di tempat terjadinya pelanggaran atau
b. Pasal 69 ayat (1) di suatu daerah yang dapat mengakibatkan gangguan terhadap
huruf e ditambah keamanan yang berpotensi menyebar ke daerah lain.
sanksi
Pasal 69 ayat (1) a.peringatan tertulis walaupun belum
huruf h menimbulkan gangguan; dan/atau
b.penghentian kegiatan Kampanye di
tempat terjadinya pelanggaran atau di
suatu daerah yang dapat mengakibatkan
gangguan terhadap keamanan yang
berpotensi menyebar ke daerah lain.
Pasal 70, Pasal sanksi yang diatur dalam Undang-Undang
71, dan Pasal 72 mengenai Pemilu
Pasal 73 Pelaksana administratif dan penurunan atau
dan/atau pembersihan Bahan Kampanye atau Alat
Tim Peraga Kampanye Peserta Pemilu oleh
Kampanye Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota,
dan/atau Panwas Kecamatan dengan
berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong
Praja..
KETENTUAN LAINNYA (Pasal 80)

(1) Mobil atau ambulans yang berlogo Partai Politik, sepanjang tidak
mencantumkan nomor urut Partai Politik sebagai Peserta Pemilu,
tetap dapat digunakan.
(2) Mobil atau ambulans sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya
dapat digunakan untuk kegiatan operasional atau menjalankan
fungsi sosial Partai Politik dan untuk pelayanan publik.
PERIODE LAPORAN DANA KAMPANYE
LADK : LAPORAN AWAL DANA KAMPANYE (tgl 23 September 2018) sanksi
PEMBATALAN sebagai Peserta Pemilu pada wilayah pemilihan yang bersangkutan

LPSDK : LAPORAN PENERIMAAN SUMBANGAN DANA KAMPANYE (2 januari


2019)

LPPDK : LAPORAN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN DANA KAMPANYE (26


April-2 mei 2019) SANKSI PEMBATALAN sebagai Calon Terpilih pada
wilayah pemilihan yang bersangkutan
BATAS WAKTU PENYERAHAN MASING-MASING BENTUK LAPORAN DANA
KAMPANYE SAMPAI PADA PUKUL 18.00 (WAKTU SETEMPAT) WITA
Bentuk sumbangan dana kampanye Berupa : Uang, Barang, dan/atau Jasa)
PEMBATASAN SUMBANGAN DANA KAMPANYE
N PARPOL PRESIDEN dan BATASAN SUMBANGAN BATASAN SUMBANGAN
O WAKIL PRESIDEN 2014 2019

1. Pihak Lain : Perseorangan Rp 1.000.000.000 Rp 2.500.000.000


2. Pihak Lain : Kelompok Rp 7.500.000.000 Rp 25.000.000.000
3. Pihak Lain : Badan Usaha Rp 7.500.000.000 Rp 25.000.000.000
N NonPemerintah - -
CALON DPD SUM
O
1. Pihak Lain : Perseorangan Rp 250.000.000 Rp 750.000.000
2. Pihak Lain : Kelompok Rp 500.000.000 Rp 1.500.000.000
3. Pihak Lain : Badan Usaha Rp 500.000.000 Rp 1.500.000.000
NonPemerintah

SUMBANGAN DARI PIHAK LAIN SEBAGAIMANA KETENTUAN DIATAS, SECARA


KOMULATIF SELAMA MASA KAMPANYE
LARANGAN
Peserta Pemilu DILARANG menerima sumbangan dari:
1. pihak asing;
2. penyumbang atau pemberi bantuan yang tidak jelas identitasnya;
3. hasil tindak pidana yang telah terbukti berdasarkan putusan pengadilan yang
telah memperoleh kekuatan hukum tetap dan/atau bertujuan menyembunyikan
atau menyamarkan hasil tindak pidana; dan
4. pemerintah dan pemerintah daerah, badan usaha milik negara, badan usaha
milik daerah, pemerintah desa, dan badan usaha milik desa atau sebutan lain

Peserta Pemilu yang menerima sumbangan yang dilarang:


1. Dilarang menggunakan dana dimaksud;
2. Wajib melaporkan kepada KPU;
3. Menyerahkan sumbangan tersebut ke kas Negara paling lambat 14 (empat
belas) hari setelah masa kampanye berakhir.
PEMUNGUTAN SUARA
PILPRES PILEG DPD
FOTO TANDA GAMBAR PARPOL FOTO CALON
NAMA NOMOR URUT PARPOL NAMA DAN NOMOR URUT
NOMOR URUT NOMOR URUT DAN NAMA CALON
TANDA GAMBAR PARPOL/GABUNGAN
PARPOL PENGUSUL

PEMBERIAN SUARA DILAKUKAN DENGAN CARA MENCOBLOS SATU KALI


SURAT SUARA SAH AD/: Tanda coblos pd Nomor atau tanda Gambar
parpol/nama calon pada kolom yang disediakan
PENGHITUNGAN DAN REKAPITULASI
TPS PPK KPU kab/Kota KPU Prov KPU RI
PENETAPAN HASIL PEMILU
Psl 414 : PARPOL HARUS MEMENUHI 4 % SUARA SAH NASIONAL UNTUK
DIIKUTKAN DALAM PENENTUAN KURSI DPR
Penentuan Perolehan Kursi DPRD Provinsi/KAB/Kota tidak melihat ambang
batas perolehan suara nasional

Metode penghitungan perolehan kursi DPR/DPRD :


Suara sah Parpol dibagi bilangan 1,3;5;7
PASLON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TERPILIH : SUARA 50% SUARA
SEDIKITNYA 20% SETIAP PROVINSI TERSEBAR LEBIH DARI ½ JUMLAH PROVINSI

PARPOL JUMLAH SUARA KURSI =15 KURSI


1 3 5 7
PARPOL A 25.000 8.333 5.000 3.571 1, 5, 8,11
PARPOL B 19.000 6.333 3.800 2.714 2, 6, 10,13
PARPOL C 12.000 4.000 2.400 1.714 3, 9,14
PARPOL D 10.000 3.333 2.000 1.428 4, 12, 15
PARPOL E 6.000 1.666 1.200 857 7
TERIMA KASIH