Anda di halaman 1dari 14

ANGGARAN UTANG

ANGGARAN UTANG
A. Pengertian Anggaran Utang
Dimaksudkan dengan anggaran utang (payable
anggaran) ialah Anggaran yang merencanakan secara
sistematis dan lebih terperinci tentang jumlah utang beserta
perubahannya dari waktu ke waktu (bulan ke bulan) selama
periode tertentu yang akan datang.
B. Kegunaan Anggaran Utang
Menurut Munandar, kegunaan pokok anggaran utang
secara umum adalah sebagai berikut:
 Sebagai pedoman kerja
 Sebagai alat manajemen untuk koordinasi kerja
 Sebagai alat menajemen untuk melakukan evaluasi atau
pengawasan kerja.
C. Manfaat anggaran utang
Anggaran utang sangat berguna untuk kemajuan
perusahaan bila utang tersebut dikelola dengan baik. Cara
mengelola utang yang baik antara lain dengan cara membuat
anggaran utang. Dengan anggaran utang dapat diketahui
saat utang tersebut diterima dan saat utang dibayar.
D. Faktor yang mempengaruhi anggaran utang
Factor yang mempengaruhi anggaran utang adalah :
1. Ekspansi
Pengertian ekspansi itu dimaksudkan sebagai perluasan
modal, baik perluasan modal kerja saja maupun modal kerja
dan modal tetap, yang digunakan secara tetap dan terus
menerus di dalam perusahaan. Perluasan modal ini dapat
memperbesar utang.
2. Struktur Modal
F. Data Dan Informasi Untuk Menyusun Anggaran Utang
Adapun Data Dan Informasi yang diperlukan untuk
menyusun budget utang antara lain:
 Rencana pembelian bahan mentah atau bahan
pembantu yang tertuang dalam budget pembelian
bahan mentah.
 Keadaan persaingan para pemasok bahan di pasar.

 Posisi perusahaan terhadap pihak pemasok bahan.

 Syarat pembayaran yang ditawarkan oleh pihak


penjual.
 Tersedianya modal kerja perusahaan.
G. Ilustrasi Penyusunan Anggaran Utang
Penyusunan anggaran utang merupakan tanggung jawab departemen keuangan.
Langkah pertama, departemen keuangan bekerja sama dengan departemen pembelian
rutin untuk mengumpulkan data belian dan syaratnya. Langkah kedua, menghitung
anggaran utang usaha pada periode tertentu.Langkah ketiga, menyusun anggaran utang
usaha.
Dalam hal penyusunan anggaran utang dibuat ilustrasi penyusunan anggaran
utang jangka pendek dan utang jangka panjang untuk kredit investasi.
1. Penyusunan Anggaran Utang Jangka Pendek :
 Tahap pertama : Departemen Keuangan bekerja sama dengan Departemen
Pembelian rutin mengumpulkan data pembelian dan syaratnya.
 Tahap kedua : Menghitung anggaran utang usaha pada periode tertentu
 Tahap Ketiga : Menyusun anggaran utang usaha
Contoh :
PT. “XYZ” memiliki pembelian dianggarkan selama tiga bulan sbb :
Januari Rp. 20.000,-
Februari Rp. 30.000,-
Maret Rp. 40.000,-
Rp. 90.000,-

Syarat pembayaran 5/20;n/30


Kebiasaan membayar :
 50% dari pembelian setiap bulannya dibayar dalam waktu 20 hari setelah bulan
pembelian
 30% dibayar dalam waktu sesudah 20 hari dalam bulan yang sama
 20% dibayar dalam bulan kedua sesudah bulan pembelian
Lanjutan…
Dari data tersebut dapat dihitung utang usaha yang dibayar sbb :
Februari ……50% x Rp. 20.000,- = Rp. 10.000,-
Potongan = 5% x Rp. 20.000,-= Rp. 500,- (-)
Rp. 9.500,-
30% x Rp. 20.000,-= Rp. 6.000,- (+)
Rp. 15.500,-

Maret ……….20% x Rp. 20.000,- =Rp. 4.000,-


50% x Rp. 30.000,- = Rp. 15.000,-
5% x Rp. 15.000,- = Rp. 750,- (-)
Rp. 14.250,-
30% x Rp. 30.000,-= Rp. 9.000,- (+)
Rp. 23.250,-
Rp 27.250,-

April ……….. 20% x Rp. 30.000,- = Rp. 6.000,-


50% x Rp. 40.000,- =Rp. 20.000,-
Potongan 5% x Rp. 20.000,-=Rp. 1.000,-
Rp. 19.000,-
30% xRp. 40.000,-=Rp. 12.000,-
Rp. 31.000,-
Rp. 37.000,-
Lanjutan…
Mei ………….20% x Rp. 40.000,-Rp. 8.000,-
Seluruh utang dibayar ke pemasok (kas keluar) ………. Rp. 87.500,-

Jumlah Potongan Pembelian ……………………………. Rp. 2.250,-


Anggaran Utang Usaha PT. “XYZ” selama tiga bulan sbb :
Januari ……………………………………………………Rp. 20.000,-
Februari : 20% x Rp. Rp. 20.000,- …… Rp. 4.000,-
Pembelian …………………………………….. Rp. 30.000,-
Rp. 34.000,-
Maret : 20% x Rp. 30.000,- ……….. Rp. 6.000,-
Pembelian ……………..…………………….. Rp. 40.000,-
Rp. 46.000,-
2. Penyusunan Anggaran Utang Jangka Panjang
 Tahap pertama : mengumpulkan data alat produksi yang akan
dibeli
 Tahap kedua : mengumpulkan data jangka waktu kredit dan
bunga serta pembayarannya
 Tahap ketiga : menghitung dan menentukan besarnya anggaran
utang
Contoh :
PT. “XYZ” membeli membeli mesin dan alat pabrik rencananya dibiayai
dengan kredit investasi bank sebesar Rp. 11.000.000,- dengan ketentuan :
 Bunga 12% setahun dibayar setiap akhir tahun
 Angsuran pinjaman beserta bunganya dihitung secara anuitas
 Angsuran pokok pinjaman dibayar tiap akhir tahun
 Jangka waktu pinjaman terhitung dari awal tahun selama 5 tahun
dengan tenggang waktu (grace period) 1 tahun, selama tenggang waktu
bunga dibayar.
Rumus Perhitungan :
i(1 + 1)t
A= P Keterangan :
(1 + i)t- 1 A = Angsuran
P = Pinjaman = Rp. 11.000.000,-
I = Tigkat bunga = 12%
t = Tahun
Lanjutan…
Jangka waktu 5 tahun – tenggang waktu 1 tahun = 4 tahun
0,12 (1 = 0,12)4
A = 11.000.000 x
(1 = 0,12)4 - 1
0,1`2 x 1,57351936
= 11.000.000 x
1,57351936 – 1
= Rp. 3.621.579,-
Anggaran Utang Jangka Panjang sbb :
PT “XYZ”
Anggaran Utang Jangka Panjang
Pembayaran
Tahun Angsuran Sisa Utang
Pokok Utang Bunga Utang
1 Rp. 1.320.000 - Rp. 1.320.000 Rp.11.000.000
2 Rp. 3.621.579 Rp. 2.301.579 Rp. 1.320.000 Rp. 8.698.421
3 Rp. 3.621.579 Rp. 2.577.768 Rp. 1.043.811 Rp. 6.120.653
4 Rp. 3.621.579 Rp. 2.887.101 Rp. 734.478 Rp. 3.233.552
5 Rp. 3.621.579 Rp. 3.233.552 Rp. 388.027 Rp. 0

Bentuk Anggran Utang


Sebagaimana halnya dengan anggaran-anggaran yang lain untuk anggaran utang juga tidak
mempunyai suatu bentuk standar yang harus dipergunakan ini berarti masing-masing perusahaan
mempunyai kebebasan untuk menentukan bentuk serta formatnya sesuai dengan keadaan perusahaan
masing-masing.
Berdasarkan syarat pembayaran yang ditawarkan oleh supplier bahan mentar untuk tahun 2003,
yaitu : 5/10. n/30, PT Mayura menetapkan kebijaksanaan pembelian bahan mentah sebagai berikut :
a.Sebesar 40% dari transaksi pembelian dilakukan secara tunai sehingga menerima potongan
pembelian
b.Sebesar 20% dari transaksi pembelian, dilakukan secara kredit dengan pelunasan yang dilakukan
pada bulan yang sama dengan bulan terjadinya transaksi pembelian tersebut, dan sebelum batas
waktu 10 hari, sehingga akan menerima potongan pembelian
c.Sebesar 30% dari transaksi pembelian, dilakukan secara krodit dengan pelunasan yang dilakukan
pada bulan yang sama dengan bulan terjadinya transaksi pembelian tersebut, tetapi sudah batas
waktu 10 hari, sehingga tidak akan menerima potongan pembelian.
Dengan demikian, misalnya anggaran pembelian bahan mentah tahun 2003 sebagai berikut :

PT. Mayura
Anggaran Pembelian Bahan Mentah
Tahun 2003

Jenis Bahan Mentah


Bulan Jumlah
A B C
Januari 7800000 9120000 2250000 19170000
Februari 8600000 10500000 2550000 21650000
Maret 9400000 11400000 2850000 23650000
April 10200000 12330000 2775000 25305000
Mei 12625000 14525000 3800000 30950000
Juni 12375000 13825000 3900000 30100000
Juli 12750000 14175000 4000000 30925000
Agustus 12750000 14350000 4200000 31300000
September 15450000 16800000 5125000 37375000
Oktober 15360000 16600000 4500000 36460000
November 15660000 15680000 4375000 35715000
Desember 15120000 16640000 5200000 36960000

Skedul Pembayaran Utang


Pembayaran Utang
Bulan Transaksi Utang Netto
Januari Februari Maret April
Desenber 1800000 1800000
Januari 9393300 1917000 11310300
Februari 10608500 2165000 12773500
Maret 11588500 2365000 13953500
April 12399450 14929950
Jumlah 11193300 12525500 13753500 14764450
Pembayaran Utang
Bulan Transaksi Utang Netto
Mei Juni Juli Agustus
April 2530500 14929950
Mei 15165500 3095000 18260500
Juni 14749000 3010000 17759000
Juli 15153250 3092500 18245750
Agustus 15337000 18467000
Jumlah 17696000 17844000 18163250 18429500

Pembayaran Utang
Bulan Transaksi Utang Netto
September Oktober November Desember
Agustus 3130000 18467000
September 18313750 3737500 22051250
Oktober 17865400 3646000 21511400
November 17500350 3571500 21071850
Desember 18110400 21806400
Jumlah 21443750 21602900 21146350 21681900
PT. Mayura
Anggaran Utang
Tahun 2013
(Rupiah)

Bulan Utang Awal Tambahan Utang Jumlah Utang Pembayaran Utang Utang Akhir

Januari 1800000 11310300 13110300 11193300 1917000


Februari 1917000 12773500 14690500 12525500 2165000
Maret 2165000 13953500 16113500 13753500 2360000
April 2365000 14929950 17294950 14764450 2530500
Mei 2530500 18260500 20791000 17696000 3095000
Juni 3095000 17759000 20854000 17844000 3010000
Juli 3010000 18245750 21255750 18163250 3092500
Agustus 3092500 18467000 21559500 18429500 3130000
September 3130000 22051250 25181250 21443750 3737500
Oktober 3737500 21511400 25248900 21602900 3646000
November 3646000 21071850 24717850 21146350 3571500
Desember 3571500 21806400 25377900 21681900 3696000
Kesimpulan
Utang merupakan kewajiban/utang sebagai hutang sekarang perusahaan yang
timbul dari kejadian masa lalu, dengan persetujuan dimana hasilnya akan berguna bagi
perusahaan, dan dapat menjadi sumber daya perusahaan. Karakteristik dari hutang
meliputi; pengorbanan manfaat ekonomi masa mendatang,menjadi keharusan sekarang
untuk mentransfer asset,timbul akibat transaksi masa lalu.
Utang adalah anggaran untuk memperoleh dan membayar utang.Utang kebalikan
dari piutang. Pada umumnya utang perusahaan timbul dari terjadinya transaksi
pembelian bahan mentah dan bahan pembantu secara kredit untuk keperluan proses
produksi. Anggaran utang sangat berguna untuk kemajuan perusahaan bila utang
tersebut dikelola dengan baik. Cara mengelola utang yang baik antara lain dengan cara
membuat anggaran utang.
Faktor yang mempengaruhi anggaran utang yaitu ekspansi dan struktur modal.
Selain itu ada factor lain yang mempengaruhin besar kecilnya anggaran utang akan
tergantung pada : Anggaran Pembelian Material, Syarat Pembayaran, Tersedianya modal
kerja dan kebijakan perusahaan dalam pembayaran utang, Kepercayaan Suplier dan
Bank. Informasi yang diperlukan untuk menyusun budget utang antara lain: Rencana
pembelian bahan mentah atau bahan pembantu yang tertuang dalam budget pembelian
bahan mentah, Keadaan persaingan para pemasok bahan di pasar, Posisi perusahaan
terhadap pihak pemasok bahan, Syarat pembayaran yang ditawarkan oleh pihak penjual,
Tersedianya modal kerja perusahaan.
Penyusunan anggaran utang merupakan tanggung jawab departemen keuangan.
Langkah pertama, departemen keuangan bekerja sama dengan departemen pembelian
rutin untuk mengumpulkan data belian dan syaratnya. Langkah kedua, menghitung
anggaran utang usaha pada periode tertentu.Langkah ketiga, menyusun anggaran utang
usaha.