Anda di halaman 1dari 31

Oleh :

GILANG ARIA SANTOSA


FAB 118 002

Pembimbing :

dr. Nyoman Yudha Santosa, Sp.KK

KEPANITERAAN KLINIK SMF ILMU KULIT DAN KELAMIN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PALANGKARAYA
RSUD dr. DORIS SYLVANUS
PALANGKARAYA
2018
PENDAHULUAN
Faktor risiko

Usia tua

Reaktivasi Varicella Zoster Virus (VZV)

immunocompromised

Lebih sering terjadi pada sistem imunitas yang menurun

3
LAPORAN KASUS
KASUS
Identitas Pasien
Nama : Ny. S
Usia : 46 Tahun
Jenis kelamin : Perempuan Keluhan Utama :
Alamat : Desa Palu Rejo Benjolan berair disertai
nyeri pada kepala sebel
Agama : Islam ah kanan
Pekerjaan : IRT (Ibu Rumah Tangga)
MRS : IGD, tanggal 16 September
2018
ANAMNESIS
• Pasien datang dengan keluhan benjolan berair yang sangat nyeri pada
kepala sebelah kanan kurang lebih 2 hari yang lalu.
• Benjolan muncul awalnya bentuk seperti jarum pentul yang berisi cairan,
semakin hari jumlah semakin bertambah, nyeri dirasakan seperti terbakar
dan ditusuk-tusuk, benjolan hanya pada sisi kanan wajah yang
menyebabkan mata kanan menjadi sulit dibuka.
• Keluhan pasien diawali dengan demam dan pegal diseluruh seluruh tubuh,
disertai nyeri pada tulang tangan dan kaki.
• Nyeri meningkat bila mulai beraktivitas ringan, berkurang bila sedang
istirahat, nyeri semakin hari semakin terasa, badan terasa lemah, merasa
lelah, lemas, nafsu makan berkurang, mual, muntah.

5
...ANAMNESIS

RPD : RPK : Riwayat Kebersihan


• Riwayat Varicella (+), • Tidak ada yang sakit Diri :
1 tahun yang lalu seperti pasien • Kebiasaan mandi
• Riwayat ca limfoma dua kali sehari
maligna sudah Riwayat Pengobatan • Menggunakan air
menjalani : PDAM atau sumur
kemoterapi sebanyak • Belum mendapatkan bor di dekat
5 kali pengobatan rumahnya
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : Tampak sakit Sedang

Kesadaran : Compos mentis


Tanda-tanda
Vital

- Tekanan Darah : 130/80 mmHg


- Nadi : 82x/ menit, reguler, isi cukup, kuat angkat
- Pernafasan : 21x/ menit
- Suhu : 37,6oC
...Pemeriksaan fisik
Kepala : Normocephal
Terdapat benjolan berkelompok pada kepala sebelah kanan, bejol
an berisi cairan warna putih (+), unilateral (dextra).
Mata : Konjungtiva anemis -/- , Sklera ikterik +/+, sekret -/-
STATUS
Hidung : Dalam batas normal, Sekret minimalis.
GENERALIS
Mulut : Sianosis (-), lidah kotor (-)

Leher : Pembesaran KGB (-), Pembesaran tiroid (-)

Thorax : Simetris +/+, retraksi (-), ketinggalan gerak (-), vesikuler +


/+ , Rhonki -/-, Wheezing -/-
Jantung :S1-S2 tunggal, reguler, murmur (-), gallop (-)
Abdomen : Datar, supel, BU (+) normal, organomegali (-), teraba massa (-)

Ekstremitas : Akral hangat +/+, CRT < 2 detik 8


...PEMERIKSAAN FISIK
Status
Dermatologi

Lokasi : Facialis dextra

Efloresensi : Bentuk lesi (papula,


vesikel dan dasar eritema)
dengan lesi ukuran lentikular,
penyebaran herpetiformis
unilateral pada wajah bagian
kanan.
25
Hari ke-4... Hari ke-5...

Vesikel masih banyak


Vesikel hampir semua pecah dan meninggalkan krusta
Eritema
Terdapat beberapa vesikel yang pecah  krusta Eritema
...LAPORAN KASUS

Diagnosa • Herpes Zoster


Kerja

Diagnosis • Herpes Simpleks


Banding
TATALAKSANA
• PO : Acyclovir tablet 5x800 mg
• PO : Multivitamin Neurodex (B1 monohidrat 100
Medikamentosa mg, B6 HCL 200 mg, B12 200 mg) 2 x 1 tablet
• PO : Cefixcime 100 mg 2 x 1 tablet
• Injeksi : ketorolac 3x30 mg
• Topikal : Salep cream Fuson (Fucidic acid 2%/ 20 mg/g
cream)

• Harus memperbaiki kebersihan diri dan lingkungan


Non- • Dianjurkan untuk makan makanan bergizi untuk meningkatkan
Medikamentosa
imunitas dan nutrisi dapat terpenuhi
PROGNOSIS

1 Quo Ad Vitam : Ad Bonam

2 Quo Ad Functionam : Ad Bonam

3 Quo Ad Sanationam : Ad Bonam


TINJAUAN PUSTAKA
HERPES ZOSTER
Definisi Penyakit yang disebabkan oleh infeksi varicella zoster
virus (VZV), menyerang kulit dan mukosa, reaktivasi virus
yang terjadi setelah infeksi primer
ETIOLOGI

VZV Penularan secara


aerogen

Penularan melalui
percikan ludah
penderita atau
melalui benda yang
terkontaminasioleh
cairan lepuhan kulit
FAKTOR RISIKO

Lebih sering pada orang dewasa, biasanya kisaran usia lansia rentan

Penurunan sistem imun seperti HIV

Sedang menjalani kemoterapi

penderita kanker dengan terapi imunosupresif

Penderita leukimia dan individu dengan keganasan lain


PATOGENESIS
...PATOGENESIS
GEJALA KLINIS
- Gejala prodormal
- Erupsi Kulit
TATALAKSANA

• Simptomatik : analgetik golongan


Tujuan NSAID
-Mempercepat proses penyembuhan; • Infeksi sekunder : antibiotik
-Mengurangi keparahan dan durasi • Antivirus : Acyclovir atau modifikasinya
nyeri akut dan kronik; (valasiklovir, famsiklovir, pensiklovir)
-Mengurangi risiko komplikasi. • Topikal
• Edukasi
• Dianjurkan mandi
DISKUSI DAN PEMBAHASAN
DISKUSI
KASUS TEORI
• Gejala nyeri pada wajah kanan • Gejala prodormal herpes zoster
dengan sifat seperti terbakar dan
ditusuk-tusuk • Sebelum timbul gejala kulit,
• Sebelumnya demam dan pegal terdapat gejala prodormal baik
diseluruh seluruh tubuh, disertai sistemik (demam, pusing,
nyeri pada tulang tangan dan kaki. malaise), maupun gejala
prodormal lokal (nyeri otot-
tulang, gatal, pegal dan
sebagainya).
...DISKUSI
KASUS TEORI
• Riwayat cacar air (+) 1 tahun Faktor risiko herpes zoster :
yang lalu, riwayat limfoma • Penurunan sistem imun  HIV
maligna (+), usia 46 tahun • Sedang menajalani kemoterapi
• Mendapat transplantasi sumsum
• Menjalani kemoterapi sebanyak
tulang dengan menggunakan
5 kali kortikosteroid
• Penderita kanker dengan terapi
imunosupresif
• Infeksi primer VSV
...DISKUSI
KASUS TEORI
• Predileksi lesi pada pasien pada • lokalisasinya unilateral dan
facialis dextra  herpes zoster dermatomal sesuai persarafan.
oftalmika Saraf yang paling sering terkena
adalah cabang pertama dari
nervus trigeminal.
...DISKUSI
KASUS TEORI
...DISKUSI
KASUS TEORI
• Muncul benjolan didaerah • Diagnosis banding dari Herpes
genitalia (-) Zoster pada pasien adalah
Herpes Simplek
...DISKUSI
KASUS TEORI
Tatalaksana • Obat anti virus yang biasa digunakan
ialah asiklovir yang dianjurkan ialah 5x
800 mg sehari dan biasanya diberikan
• PO : Acyclovir tablet 5x800 mg selama 7 hari, sedangkan dengan
valasiklovir 3x 1000 mg sehari diberikan
• PO : Multivitamin Neurodex (B1 selama 7 hari
monohidrat 100 mg, B6 HCL 200 • Obat topikal antibiotik untuk jaringan
mg, B12 200 mg) 2 x 1 tablet lunak ringan-sedang
• PO : Cefixcime 100 mg 2 x 1 • Obat golongan obat antiinflamasi non-
tablet steroid (OAINS). Pada Herpes zoster
• Injeksi : ketorolac 3x30 mg dapat diberikan obat paracetamol/
NSAID
• Topikal: Salep cream Fuson
(Fucidic acid 2%/ 20 mg/g cream) • Antibiotik untuk mencegah infeksi
sekunder
KESIMPULAN
Telah dilaporkan kasus Herpes Zoster pada
wanita, usia 46 tahun ditegakkan berdasarkan
anamnesis dan pemeriksaan dermatologis
yang ditemukan pada pasien

Berdasarkan pemeriksaan fisik ditemukan ujud


kelainan kulit berupa Bentuk lesi (papula, vesikel
dan dasar eritema) dengan lesi ukuran lentikular,
penyebaran herpetiformis unilateral pada facialis
dextra.

Pada kasus ini pasien mendapatkan terapi sesuai


dengan teori berupa anti virus oral, analgetik,
antibiotik oral, dan topikal.
Prognosis dari Herpes Zoster adalah baik,
bergantung dari penatalaksanaan awal.
Daftar Pustaka
• 1. Djuanda Adhi. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi ke-6. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universit
as Indonesia. 2013.

• Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffel DJ. Varicella and Herpes Zoster. In : Fitzpatrick. Derm
atology in General Medicine. 7 thed. New York : McGraw Hill Company.2008.p. 1885-1898.

• Marks James G Jr, Miller Jeffrey. Herpes Zoster. In: J Lookingbill and Marks’ Principles of Dermatology. 4th ed. Phil
adelphia : Elseiver Saunders. 2006 .p.145-148.

• Habif P.Thomas. Warts, Herpes Simplex, and Other Viral Infection. In : Clinical Dermatology. 5 thed. United States
of America : Elseiver Saunders. 2010.p. 479 – 490

• Pusponegoro EHD, Nilsari H, Lumintang H, dkk. Buku Panduan Herpes Zoster Di Indonesia. Kelompok Studi Herpe
s Indonesia. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2014.

• Janniger C.K.. “Herpes Zoster”. WebMD LLC; [diperbaharui pada 26 Februari 2013; dikutip pada 16 Mei 2014]. Diku
tip dari: (http://emedicine.medscape.com/article/1132465-overview).

• Habif, T.P. Viral Infection. In : Skin Disease Diagnosis and Treatment. 3rd ed. Philadelphia : Elseiver Saunders. 2011
.p. 235 -239

• Kartowigno S. SEPULUH BESAR KELOMPOK PENYAKIT KULIT. Ed. Kedua. Palembang. Universitas Sriwijaya. 2012. H
al 113-119

• James WD, Berger T, Elston D. Andrew’s Diseases Of The Skin. Philadelphia: Elsevier Saunders; 2011.

• Straus SE, Oxman MN, Schmader KE. Varicella and Herpes Zoster. In: Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA,
Paller AS, Leffell DJ, editors. Fitzpatricks Dermatol. Gen. Med. 7th ed.
TERIMA KASIH