Anda di halaman 1dari 27

TEORI AKUNTANSI SEKTOR

PUBLIK DAN AKUNTANSI


BISNIS

NAMA ANGGOTA :
KENNY WILLIAM
STEVHANUS KURNIAWAN
NOVELIA
KAREN WIJAYA
Teori akuntansi memiliki kaitan yang erat dengan
akuntansi keuangan, terutama pelaporan keuangan
kepada pihak eksternal. Suatu teori perlu didukung oleh
beberapa riset yang didalamnya terdapat hipotesa-
hipotesa yang diuji kebenarannya, termasuk dalam teori
akuntansi sektor publik maupun sektor swasta.
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK YANG TERTINGGAL DARI
AKUNTANSI BISNIS
Akuntansi Sektor Publik di Indonesia jauh sangat ketinggalan bila
dibandingkan dengan Akuntansi Sektor Swasta. Pembuktiannya sangatlah
mudah, yakni :

Pemerintah Indonesia belum memiliki semua infrastruktur akuntansi keuangan.


Sejak tahun 1980an, pemerintah telah memperoleh dan Bantuan Bank Dunia
yang jumlahnya sangat besar. Namun, sampai akhir Orde Baru, Standar
Akuntansi Keuangan Pemerintah tidak pernah ada.jadi, di tahun 1990-an,
beberapa pakar saat itu, seperti Prof. Dr. Wahyudi Prakarsa dari Universitas
Indonesia, sempat menyatakan standardan sistem yang disusun oleh
Departemen Keuangan sudah “obsollete” sebelum dapat diterapkan. Di tahun
2005, Standar Akuntansi Pemerintah baru bisa dihasilkan dengan sejumlah
kritik mengikutinya.
KARAKTERISTIK
Memiliki tiga karakteristik dasar, yaitu:
● Kemampuan untuk menerangkan atau menjelaskan
fenomena yang ada (the ability to explain).
● Kemampuan untuk memprediksi (the ability to
predict).
● Kemampuan mengendalikan fenomena (the ability to
control given phenomena).
HAMBATAN
Untuk menghasilkan laporan keuangan sektor publik
yang relevan dan dapat diandalkan, terdapat beberapa
kendala yang dihadapi akuntansi sektor publik.
Hambatan tersebut adalah :
● Objektivitas
● Konsistensi
● Daya banding
● Ketepatan waktu
● Ekonomis dalam penyajian laporan
● Materialitas
1. OBJEKTIVITAS
Objektivitas merupakan kendala utama dalam menghasilkan
laporan keuangan yang relevan. Laporan keuangan disajikan oleh
manajemen untuk melaporkan kinerja yang telah dicapai oleh
manajemen selama periode waktu tertentu kepada pihak eksternal
yang menjadi stakeholder organisasi. Masalah objektivitas laporan
kinerja disebabkan oleh adanya benturan kepentingan antara
kepentingan manajemen dengan kepentingan stakeholder. Teknik
akuntansi yang digunakan manajemen harus memiliki derajat
objektivitas yang dapat diterima semua pihak yang menjadi
stakeholder.
2. KONSISTENSI
Konsistensi mengacu pada penggunaan metode atau teknik akuntansi
yang sama untuk menghasilkan laporan keuangan organisasi selama
beberapa periode waktu secara berturut-turut. Tujuannya adalah agar
laporan keuangan dapat diperbandingkan kinerjanya dari tahun ke tahun.

Konsistensi penerapan metode akuntansi merupakan hal yang sangat


penting karena organisasi memiliki orientasi jangka panjang (going
concern), sedangkan laporan keuangan hanya melaporkan kinerja selama
satu periode.Dan agar tidak terjadi keterputusan proses evaluasi kinerja
organisasi oleh pihak eksternal, maka organisasi perlu konsisten dalam
menerapkan metode akuntansinya.
3. DAYA BANDING
Laporan keuangan sektor publik hendaknya dapat
diperbandingkan antar periode waktu dan dengan instansi lain yang
sejenis. Dengan demikian, daya banding berarti bahwa laporan
keuangan dapat digunakan untuk membandingkan kinerja
organisasi dengan organisasi lain yang sejenis. Kendala daya
banding terkait dengan objektivitas karena semakin objektif suatu
laporan keuangan maka akan semakin tinggi daya bandingnya
karena dengan dasar yang sama akan dapat dihasilkan laporan yang
berbeda.
4. KETEPATAN WAKTU
Laporan keuangan harus disajikan tepat waktu agar dapat
digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi, sosial,
politik serta untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan
tersebut. Semakin cepat waktu penyajian laporan keuangan, maka
akan semakin baik untuk pengambilan keputusan. Permasalahannya
adalah semakin banyak kebutuhan informasi, maka semakin banyak
waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan berbagai informasi
tersebut.
5. EKONOMIS DALAM PENYAJIAN LAPORAN

Penyajian laporan keuangan membutuhkan biaya.


Semakin banyak informasi yang dibutuhkan semakin
besar pula biaya yang dibutuhkan. Kendala ekonomis
dalam penyajian laporan keuangan bisa berarti bahwa
manfaat yang diperoleh harus lebih besar dari biaya yang
dikeluarkan untuk menghasilkan laporan tersebut.
6. MATERIALITAS
Suatu informasi dianggap material apabila mempengaruhi
keputusan atau jika informasi tersebut dihilangkan akan
menghasilkan keputusan yang berbeda. Penentuan materialitas
memang bersifat pertimbangan subjektif, namun pertimbangan
tersebut tidak dapat dilakukan menurut selera pribadi. Pertimbangan
yang digunakan merupakan professional–judgement yang
berdasarkan pada teknik tertentu.
TEKNIK AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Terdapat beberapa teknik dalam akuntansi sektor publik yaitu :


1. Akuntansi Anggaran ( Budgetary Accounting )
2. Akuntansi Komitmen ( Commitment Accounting )
3. Akuntansi Dana ( Fund Accounting )
4. Akuntansi Kas
5. Akuntansi Akrual
1. AKUNTANSI ANGGARAN

Teknik akuntansi anggaran merupakan teknik akuntansi yang


menyajikan jumlah yang dianggarkan dengan jumlah aktual dan
dicatat serta berpasangan. Akuntansi anggaran banyak digunakan
oleh organisasi sektor publik, khususnya pemerintahan, yang
mencatat dan menyajikan akun operasi dalam format yang sama dan
sejajar dengan anggarannya.
Dalam teknik ini, anggaran dan realisasi harus selalu dibandingkan
jika terdapat selisih sehingga tindakan dapat diambil untuk
memperbaiki perbedaan tersebut. Hal ini berlaku bagi pengguna
external dan internal dari informasi. Kesimpulan yang dapat ditarik
adalah bahwa akuntansi anggaran telah berfokus pada bentuk
akunnya daripada isinya.
2. AKUNTANSI KOMITMEN

Akuntansi komitmen adalah sistem akuntansi yang mengakui


transaksi dan mencatat nya pada saat faktur diterima dan mengakui
pendapatan ketika faktur dikeluarkan. Akuntansi komitmen dapat
digunakan bersama-sama dengan akuntansi kas atau akuntansi
akrual.
Tujuan utama akuntansi komitmen adalah untuk pengendalian
anggaran. Maka akuntansi komitmen berfokus pada pesanan yang
telah dibuat. Agar manajer dapat mengendalikan anggaran, maka
manajer perlu mengetahui berapa besar anggaran yang telah
dilaksanakan atau digunakan jika dihitung berdasarkan order yang
telah dikeluarkan dan order yang diterima yang terkait dengan
pendapatan tidak akan dicatat sebelum faktur dikirimkan.
3. AKUNTANSI DANA
Pada organisasi sektor publik masalah utama yang dihadapi adalah
pencarian sumber dana dan alokasi dana. Sumber daya keuangan berupa
dana yang disediakan untuk digunakan oleh organisasi nirlaba atau institusi
pemerintah biasanya memiliki keterbatasan penggunaan dengan tujuan atau
aktivitas tertentu yang terkadang merupakan syarat dari pihak eksternal
yang merupakan penyedia dana.
Organisasi sektor publik membuat dana-dananya (funds) ke dalam
sistem akuntansi, dimana pemasukan yang dimiliki akan diklasifikasikan ke
dalam dana-dana tersebut, sesuai dengan tujuan dan maksud tertentu.
Akuntansi dana digunakan untuk mengendalikan dana yang terikat atau
dibatasi penggunaannya (restricted fund) tersebut sekaligus untuk
menjamin adanya ketaatan dan persyaratan yang ada.
Terdapat 2 jenis dana yang digunakan dalan organisasi sektor
publik, yaitu :
● Dana yang dapat dibelanjakan (expendable fund)
Dana yang dapat dibelanjakan digunakan untuk mencatat nilai
aktiva, utang, perubahan aktiva bersih, dan saldo dana yang dapat
dibelanjakan untuk kegiatan yang tidak bertujuan mencari laba.
Jenis akuntansi dana ini digunakan pada organisasi pemerintahan.

● Dana yang tidak dapat dibelanjakan (non-expendable fund)


Dana yang tidak dapat dibelanjakan digunakan untuk mencatat
pendapatan, biaya, aktiva, utang, dan modal untuk kegiatan yang
sifatnya mencari laba. Jenis dana ini digunakan pada organisasi
bisnis.
Dalam akuntansi dana dikenal persamaan akuntansi:

AKTIVA = KEWAJIBAN + EKUITAS DANA

Ekuitas dana berbeda dengan ekuitas. Di perusahaan, ekuitas


adalah selisih antara aktiva dan utang yang menunjukkan adanya
kepemilikan pada perusahaan tersebut oleh pemegang sahamnya.
Sedangkan, di organisasi sektor publik, ekuitas dana tidak
menunjukkan adanya kepemilikan siapa pun karena memang tidak
ada kepemilikan individu dalam suatu organisasi sektor publik.
4. AKUNTANSI KAS

Penerapan akuntansi kas, pendapatan dicatat pada saat kas


diterima, dan pengeluaran dicatat ketika kas dikeluarkan. Sehingga
mencerminkan pengeluaran yang actual, riil dan obyektif. Namun hal
ini tidak dapat mencerminkan kinerja yang sesungguhnya. Dengan
cash basis, tingkat efisiensi dan efektifitas suatu kegiatan namun
program atau aktifitas tidak dapat diukur dengan baik.
5. AKUNTANSI AKRUAL
Akrual adalah suatu metode akuntansi di mana penerimaan dan
pengeluaran diakui atau dicatat ketika transaksi terjadi, bukan ketika
uang kas untuk transaksi-transaksi tersebut diterima atau
dibayarkan.
Akuntansi akrual dianggap lebih baik dibandingkan
akuntansi kas. Teknik akuntansi berbasis akrual diyakini dapat
menghasilkan laporan keuangan yang lebih dipercaya, lebih akurat,
komprehensif dan relevan untuk pengambilan keputusan ekonomi,
sosial dan politik.
PERBEDAAN SEKTOR PUBLIK DAN SWASTA

1. Tujuan organisasi
Dilihat dari tujuannya, organisasi sektor publik berbeda dengan sektor
swasta. Perbedaan menonjol terletak pada tujuan memperoleh laba. Pada
sektor swasta terdapat tujuan untuk memaksimumkan laba (profit motive),
sedangkan pada sektor publik adalah pemberian pelayanan publik, dan
penyediaan pelayanan publik. Tetapi meskipun tujuan utama sektor publik
adalah pemberian pelayanan publik, tidak berarti organisasi sektor publik
sama sekali tidak memiliki tujuan yang bersifat finansial. Organisasi sektor
publik juga memiliki tujuan finansial, akan tetapi hal tersebut berbeda baik
secara filosofis, konseptual, dan operasionalnya dengan tujuan profitabilitas
sektor swasta.
2. Sumber pembiayaan

Perbedaan sektor publik dengan sektor swasta dapat dilihat dari sumber pendanaan
organisasi atau dalam istilah manajemen keuangan disebut struktur modal atau
sumber pembiayaan. Sumber pembiayaan sektor publik berbeda dengan sektor
swasta dalam hal bentuk, jenis dan tingkat risiko. Pada sektor publik sumber
pendanaan berasal dari pajak dan retribusi, charging for service, laba perusahaan
milik negara, pinjaman pemerintah berupa utang luar negeri dan obligasi pemerintah,
dan pendapatan lain-lain yang sah dan tidak bertentangan dengan peraturan
perundangan yang ditetapkan.

Sedangkan untuk sektor swasta sumber pembiayaan dipisahkan menjadi dua yaitu
internal dan eksternal. Sumber pembiayaan internal terdiri atas bagian laba yang
diinvestasikan kembali ke perusahaan (retained earnings) dan modal pemilik. Sumber
pembiayaan eksternal misalnya utang bank, penerbitan obligasi, dan penerbitan
saham baru untuk mendapatkan dana dari publik.
3. Pola pertanggungjawaban

Manajemen pada sektor swasta bertanggungjawab kepada pemilik


perusahaan (pemegang saham) dan kreditor atas dana yang diberikan.
Pada sektor publik manajemen bertanggung jawab kepada masyarakat
karena sumber dana yang digunakan organisasi sektor publik dalam rangka
pemberian pelayanan publik berasal dari masyarakat (public funds).

Pola pertanggungjawaban di sektor publik bersifat vertikal dan horisontal.


Pertanggungjawaban vertikal (vertical accountability) adalah
pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada ototritas yang lebih
tinggi, misalnya pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada
pemerintah pusat. Pertanggungjawaban horisontal (horisontal
accountability) adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas.
4. Struktur organisasi

Secara kelembagaan, organisasi sektor publik juga berbeda dengan


sektor swasta. Struktur organisasi pada sektor publik bersifat birokratis,
kaku, dan hirarkis, sedangkan struktur organisasi pada sektor swasta
lebih fleksibel. Salah satu faktor utama yang membedakan sektor publik
dengan sektor swasta adalah adanya pengaruh politik yang sangat tinggi
pada organisasi sektor publik.

Tipologi pemimpin, termasuk pilihan dan orientasi kebijakan politik, akan


sangat berpengaruh terhadap pilihan struktur birokrasi pada sektor
publik. Sektor publik memiliki fungsi yang lebih kompleks dibandingkan
dengan sektor swasta. Kompleksitas organisasi akan berpengaruh
terhadap struktur organisasi.
5. Sistem akuntansi yang digunakan

Perbedaan yang lain adalah sistem akuntansi yang digunakan. Pada


sektor swasta sistem akuntansi yang biasa digunakan adalah akuntansi
yang berbasis akrual (accrual accounting). Sedangkan pada sektor
publik lebih banyak menggunakan sistem akuntansi berbasis kas (cash
basis accounting).
PERSAMAAN SEKTOR PUBLIK DAN SWASTA
1.Kedua sektor tersebut, yaitu sektor publik dan sektor swasta merupakan bagian integral
dari sistem ekonomi di suatu negara dan keduanya menggunakan sumber daya yang sama
untuk mencapai tujuan organisasi.
2.Keduanya menghadapi masalah yang sama, yaitu masalah kelangkaan sumber
daya (scarcity of resources), sehingga baik sektor publik maupun sektor swasta dituntut
untuk menggunakan sumber daya organisasi secara ekonomis, efektif dan efisien.
3.Proses pengendalian manajemen, termasuk manajemen keuangan, pada dasarnya sama
di kedua sektor. Kedua sektor sama-sama membutuhkan informasi yang handal dan
relevan untuk melaksanakan fungsi manajemen, yaitu: Perencanaan, pengorganisasian,
dan pengendalian.
4.Pada beberapa hal, kedua sektor menghasilkan produk yang sama, misalnya: baik
pemerintah maupun swasta sama-sama bergerak di bidang transportasi massa,
pendidikan, kesehatan, penyediaan energi, dan sebagainya.
5.Kedua sektor terikat pada peraturan perundangan dan ketentuan hukum lain yang
disyaratkan.