Anda di halaman 1dari 44

PALANG MERAH

Saidi Mukti, S.Ag, M.Si


LAMBANG PALANG MERAH

Sebelum Lambang Palang Merah


diadopsi sebagai Lambang yang netral
untuk memberikan pertolongan kepada
tentara yang terluka di medan perang,
pada waktu itu setiap pelayanan medis
kemiliteran memiliki tanda pengenal
sendiri-sendiri dengan warna yang
berbeda-beda.
LAMBANG PALANG MERAH

 Austria menggunakan bendera putih.


 Perancis menggunakan bendera merah
 Spanyol menggunakan bendera kuning.

Akibatnya, walaupun tentara tahu apa tanda


pengenal dari personel medis mereka, namun
mereka tidak tahu apa tanda personel medis
lawan mereka. sehingga juga dianggap
sebagai target bagi tentara lawan.
LAMBANG PALANG MERAH

pada tahun 1863, Konferensi


Internasional bertemu di Jenewa dan
sepakat mengadopsi Lambang Palang
Merah di atas dasar putih sebagai tanda
pengenal perhimpunan bantuan bagi
tentara yang terluka – yang kemudian
berubah menjadi Perhimpunan Nasional
Palang Merah.
LAMBANG PALANG MERAH

Pada tahun 1864, Lambang Palang Merah di


atas dasar putih secara resmi diakui sebagai
tanda pengenal pelayanan medis angkatan
bersenjata.
LAMBANG BULAN SABIT MERAH

Delegasi dari Konferensi 1863 tidak memiliki


niatan untuk menampilkan sebuah simbol
kepentingan tertentu, dengan mengadopsi
Palang Merah di atas dasar putih.
Namun pada tahun 1876 saat Balkan dilanda
perang, pekerja kemanusiaan yang ditangkap
oleh Kerajaan Ottoman (saat ini Turki)
dibunuh karena mereka memakai ban lengan
dengan gambar Palang Merah.
LAMBANG BULAN SABIT MERAH

Ottoman merupakan kekaisaran yang sangat


luar biasa di bidang peradaban Islam. Kaum
Ottoman berpendapat bahwa lambang palang
merah bisa menjadi masalah karena berbau
religius.
Perhimpunan Nasional dan
pelayanan medis militer kerajaan
memohon diperbolehkan untuk
menggunakan Lambang yang
berbeda yaitu Bulan Sabit Merah
LAMBANG BULAN SABIT MERAH

Pada Konferensi Internasional tahun 1929


secara resmi diadopsi sebagai Lambang Bulan
Sabit Merah diakui dalam Konvensi,
bersamaan dengan Lambang Singa dan
Matahari Merah di atas dasar putih yang saat
itu dipilih oleh Persia (saat ini Iran).
Tahun 1980, Republik Iran memutuskan tidak
lagi menggunakan Lambang tersebut dan
memilih memakai Lambang Bulan Sabit
Merah.
LAMBANG KRISTAL MERAH

Pada Konferensi Internasional


yang ke-29 tahun 2006, sebuah
keputusan penting lahir, yaitu
diadopsinya Lambang Kristal
Merah sebagai Lambang dalam
Gerakan dan memiliki status yang
sama dengan Lambang Palang
Merah dan Bulan Sabit Merah.
LAMBANG KRISTAL MERAH

Kristal Merah, diharapkan dapat


menjadi jawaban, ketika Lambang Palang
Merah dan Bulan Sabit Merah tidak bisa
digunakan untuk ‘masuk’ ke suatu
wilayah konflik.
LAMBANG PALANG MERAH

Penggunaan Lambang Kristal Merah :


a. Dapat digunakan secara penuh oleh
suatu Perhimpunan Nasional, dalam
arti mengganti Lambang Palang
Merah atau Bulan Sabit Merah,
b. Digunakan dalam waktu tertentu saja
ketika Lambang lainnya tidak dapat
diterima di suatu daerah.
KETENTUAN LAMBANG

Ketentuan mengenai bentuk dan penggunaan


Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
terdapat dalam :
1. Konvensi Jenewa I Pasal 38 – 45
2. Konvensi Jenewa II Pasal 41 – 45
3. Protokol 1 Jenewa tahun 1977
4. Ketetapan Konferensi Internasional Palang
Merah XX tahun 1965
5. Hasil Kerja Dewan Delegasi Gerakan Palang
Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional
tahun 1991
KETENTUAN LAMBANG

Pada penggunaannya, penempatan Lambang


Palang Merah dan Bulan Sabit Merah tidak
boleh sampai menyentuh pinggiran dan dasar
putihnya.
Lambang harus utuh dan tidak boleh
ditambah lukisan, gambar atau tulisan. Pada
Lambang Bulan Sabit Merah, arah
menghadapnya (ke kanan atau ke kiri) tidak
ditentukan, terserah kepada Perhimpunan
yang menggunakannya.
FUNGSI LAMBANG PALANG MERAH

Telah ditentukan bahwa Lambang memiliki


fungsi untuk :
1. Tanda Pengenal yang berlaku di waktu
damai
2. Tanda Perlindungan yang berlaku diwaktu
damai dan perang/konflik
LAMBANG PALANG MERAH

Apabila digunakan sebagai Tanda Pengenal,


Lambang tersebut harus dalam ukuran kecil,
berfungsi pula untuk mengingatkan bahwa
institusi di atas bekerja sesuai dengan Prinsip-
prinsip Dasar Gerakan.

Jika digunakan sebagai tanda pelindung, Lambang


tersebut harus menimbulkan reaksi otomatis
untuk menahan diri dan menghormati di antara
kombatan.
TANDA PELINDUNG

Lambang harus selalu ditampakkan dalam


bentuknya yang asli. Dengan kata lain, tidak
boleh ada sesuatupun yang ditambahkan
padanya baik terhadap Palang Merah, Bulan
Sabit Merah ataupun pada dasarnya yang putih.
Karena Lambang tersebut harus dapat dikenali
dari jarak sejauh mungkin, ukurannya harus
besar, yaitu sebesar yang diperlukan dalam
situasi perang.
LAMBANG PERLINDUNGAN

Lambang menandakan adanya perlindungan


bagi :
1. Personel medis dan keagamaan angkatan
bersenjata.
2. Unit dan fasilitas medis angkatan bersenjata
3. Unit dan transportasi medis Perhimpunan
Nasional apabila digunakan sebagai
perbantuan terhadap pelayanan medis
angkatan bersenjata
4. Peralatan medis.
PENYALAHGUNAAN LAMBANG PALANG MERAH

Bentuk-bentuk penyalahgunaan Lambang


yaitu :
1. Peniruan (Imitation)
2. Penggunaan yang Tidak Tepat (Usurpation)
3. Penggunaan yang Melanggar Ketentuan/
Pelanggaran Berat
PENYALAHGUNAAN LAMBANG PALANG MERAH
PRINSIP DASAR GERAKAN
PALANG MERAH DAN BULAN SABIT
MERAH INTERNASIONAL

Saidi Mukti, S.Ag, M.Si


PRINSIP DASAR

Principium ( Latin) : Penyebab utama, asal,


dasar
Secara umum: aturan-aturan dasar yang
mengekspresikan nilai- nilai dasar suatu
kelompok, komunitas dan yang
pengertiannya tidak berubah-ubah
Konteks Gerakan: aturan-aturan tindakan
yang wajib, berdasarkan pertimbangan
dan pengalaman yang mengatur setiap
Gerakan (Jean Pictet)
PRINSIP DASAR

Pada tahun 1949, adanya Prinsip Dasar telah


disebutkan pula dalam konvensi I (pasal 44)
dan konvensi IV (pasal 63).

Selanjutnya berkembang pada tahun 1955


dimana Jean Pictet mulai menulis
penelitiannya secara sistematik dan membagi
Prinsip menjadi 2 kategori yaitu Prinsip Dasar
(fumandental) dan Prinsip Organis (Organic).
PRINSIP DASAR

Ketujuh Prinsip dasar itu meliputi :


1. Kemanusiaan,
2. Kesamaan,
3. Kenetralan,
4. Kemandirian,
5. Kesukarelaan,
6. Kesatuan dan
7. Kesemestaan.
PRINSIP DASAR
HUBUNGAN ANTAR PRINSIP

utama
Kemanusiaan
Kesamaan
Menjamin
Kepercayaan Kenetralan
Kemandirian

Kesemestaan

Kesukarelaan Kesatuan

Batu Pondasi
PRINSIP DASAR

Prinsip substansi / utama ( Kemanusiaan dan


Kesamaan Perlakuan)
 Sebagai inspirasi organisasi
 Menentukan dan memotivasi tindakannya
 Mengekspresikan tujuan yang ingin dicapai
 Memungkinkan pengaplikasian prinsip
utama
PRINSIP DASAR

Prinsip Derivasi / Turunan


(Kenetralan dan Kemandirian)
 Memungkinkan pengaplikasian
prinsip utama
 Memastikan semua pihak percaya
kepada organisasi
 Mengekspresikan suatu cara untuk
mencapai tujuan yang disebut di atas
PRINSIP DASAR

Prinsip Organis (Kesukarelaan, Kesatuan,


dan Kesemestaan)
 Standar aplikasi yang berhubungan
dengan struktur dan operasi organisasi
HUKUM
PERIKEMANUSIAAN
INTERNATIONAL (HPI)

Saidi Mukti, S.Ag, M.Si


HPI
PENGERTIAN
Ketentuan internasional yang mengatur segala
permasalahan kemanusiaan pada waktu
pertikaian bersenjatainternasional maupun non
internasional

Ketentuan hukum tersebut mengatur hak-hak


dan kewajiban dari pihak yang terlibat dalam
pertikaian (dalam penggunaan senjata dan
metode perang tertentu, perlindungan kepada
korban maupun harta)
PHI
TUJUAN HPI SUMBER HPI
1. Mencegah & mengurangi 1. Perjanjian (Konvensi
korban perang, kematian, Jenewa dan Protokol
penderitaan serta Tambahan) atau
penghancuran lingkungan kesepakatan lain
harta benda milik pihak yg antarnegara yang terkait
tdk berkaitan dg perang. dengan Perjanjian
2. HPI perlu diketahui agar 2. Aturan umum lainnya
semua pihak yg terlibat suatu negara) yang terkait
dlm pertikaian & masy. dengan Perjanjian, mis. UU,
umum mengetahui hak- Lambang
hak serta kewajibannya di
masa pertikaian
bersenjata.
KONVENSI JENEWA 1949
Konvensi I : Perbaikan keadaan anggota angkatan
perang yang luka dan sakit di medan
pertempuran darat
Konvensi II : Perbaikan keadaan anggota angkatan
perang di laut yang luka, sakit dan korban
karam.
Konvensi III : perlakuan terhadap tawanan perang

Konvensi IV : Perlindungan orang-orang sipil di waktu


perang
PROTOKOL TAMBAHAN 1977

• Protokol Tambahan I: tentang Pertikaian Bersenjata


Internasional

• Protokol Tambahan II: tentang Pertikaian


Bersenjata Non-Internasional

• Protokol Tambahan III: tentang pengesahan


Lambang Kristal Merah menjadi salah satu
Lambang Gerakan yang diakui (Disahkan th 2005)
ATURAN DASAR

ATURAN DASAR HPI


PENCEGAHAN
- Kewajiban untuk membedakan diri antara
pasukan tempur dan penduduk sipil
- Penduduk sipil dan tempat-tempat yang
dilindungi harus dijauhkan dari sasaran militer
- Dalam rencana penyerangan setiap tindakan
pencegahan harus dilakukan untuk mengindari
atau mengurangi penderitaan/kerugian
penduduk sipil
ATURAN DASAR

PEMBATASAN
• Dilarang menggunakan persenjataan dan metode
perang yg mungkin mengkibatkan kehancuran yg
tidak perlu terjadi / penderitaan yg berlebihan
• Serangan hanya diarahkan kepada sasaran militer
• Dilarang membuat penduduk sipil menderita
• kelaparan dan menghancurkan fasilitas penduduk
sipil
• Lingkungan hidup harus dijaga dan dilindungi
ATURAN DASAR

PENGHORMATAN PADA OBYEK YANG DILINDUNGI


 Orang-orang yg tidak terlibat langsung dlm
peperangan harus diperlakukansecara manusiawi.

 Tdk ada hukuman yg dijatuhkan tanpa melalui


pengadilan yg sah dan menjamin keadilan.

 ICRC harus diberitahukan & diijinkan untuk


mengunjungi tawanan perang & tawanan sipil.
PRINSIP DASAR

 Hindari pelanggaran & penyalahgunaan Lambang


perlindungan seperti Lambang Palang Merah atau
Bulan Sabit Mareah atau Bendera Putih

 Tdk seorangpun yg dilindungi dpt digunakan sbg perisai


 Objek kebudayaan & instalasi yg mempunyai
tenaga yg membahayakan keselamatan manusia
ada dibawah perlindungan khusus.
 Dilarang melakukan penjarahan.
PRINSIP DASAR

BANTUAN
• Korban cidera, sakit & korban kapal karam baik teman
maupun musuh dikumpulkan & dirawat dg perlakuan yg
sama
• Tindakan perlindungan & bantuan untuk para korban harus
diijinkan

• Orang-orang, kendaraan & instalasi yg memakai lambang


Palang Merah atau Bulan Sabit Merah tdk boleh diserang &
demi misinya harus diberi fasilitas
• Tawanan perang & tawanan sipil berhak untuk menulis surat
kepada keluarganya
SEKIAN
TERIMA KASIH
PRINSIP DASAR
PRINSIP DASAR
PRINSIP DASAR
PRINSIP DASAR