Anda di halaman 1dari 16

PENANGANAN

• Hindari pasien dari benda di sekitar yang dapat membahayakan


pasien maupun orang lain (apparat yang terlatih)
• Tempatkan pasien dalam lingkungan yang aman
• Hindari pemakaian obat bila curiga adanya cidera kepala (dapat
membingungkan gambaran klinis)
• Haloperidol IM bermanfaat untuk pasien psikotik yang melakukan
kekerasan
• ECT bisa dilakukan untuk mengendalikan kekerasan psikotik
PENGIKATAN
• Digunakan jika pasien sangat bahaya bagi diri sendiri dan orang lain
3 cara fiksasi (pembatasan perilaku pasien agar tidak cidera)
• Fiksasi psikologis: melakukan penerimaan yg menyenangkan,
memberi perhatian terhadap masalahnya
• Fiksasi farmakologis: pemberian obat-obatan yg berefek
menenangkan atau Sedatif-Hipnotik.
• Fiksasi Fisik / mekanis : dengan melakukan pengikatan atau
memasukkan dalam ruang Isolasi (Isolasi/Seclution)
FIKSASI MEKANIS PASIEN GADUH GELISAH
• Fiksasi digunakan untuk penjagaan/perawatan pasien. agar jangan
melukai diri sendiri, menyerang orang lain atau merusak barang.
• Harus dilakukan dengan mengingat, kenyamanan pasien tak
terganggu, pemberian makanan & obat tetap dapat berlangsung.
• Penjelasan kepada pasien penanggung jawab pasien
• Seharusnya memakai alat yang telah disiapkan secara standar
(Pengikat kulit yang paling aman/bukan tali).
METODE FIKSASI
• Gunakan petugas terlatih sebanyak 3 – 5 orang.
• Jelaskan pada pasien meengapa hrs diikat.
• Seorang petugas hrs selalu terlihat pasien dan menenteramkan untuk menghilangkan rasa takut,
ketidakberdayaan & hilangnya kendali pasien
• Pasien diikat dg tungkai terpisah, satu lengan diikat di satu sisi & lengan lain di atas kepala.
• Pengikatan harus dilakukan sedemikian rupa shg cairan IV dapat diberikan jika perlu.
• Kepala pasien agak ditinggikan untuk menurunkan perasaan rentan & menghindari kemungkinan
aspirasi.
• Pengikatan harus diperiksa berkala demi keamanan & kenyamanan pasien
• Setelah pasien diikat, dimulai intervensi terapi.
• Setelah pasien terkendali, satu ikatan sekali waktu hrs dilepas dg intervel 5 menit, sampai pasien
hanya memiliki dua ikatan (di kaki). Ke dua ikatan lainnya harus dilepas bersamaan.
• Selalu mencatat dengan lengkap alasan pengikatan, perjalanan terapi & respon pasien terhadap
terapi selama pengikatan.
Peran Keluarga Mencegah Kekambuhan
• Memotivasi pasien, mendukung tumbuhnya harapan
• Pemberian obat dan pengawasan minum obat
• Menjadi pendengar yang baik
• Memberi tanggung jawab dan kewajiban peran dari keluarga sebagai
pemberi asuhan
• Dapat mengontrol ekspresi emosi keluarga, mengurangi tekanan pada
klien
Cara Keluarga Mengontrol Gaduh Gelisah
• Mengajarkan klien menarik nafas dalam
• Bila ada sesuatu yang tidak disukai anjurkan klien mengucapkan apa
yang tidak disukai klien
• Melakukan kegiatan keagamaan seperti berwudhu, sholat, berdoa
• Meminta bantuan petugas terkait dan terdekat untuk membantu
membawa klien ke rumah sakit jiwa terdekat. sebelum dibawa
usahakan dan utamakan keselamatan diri klien dan penolong
FARMAKOTERAPI
• Penderita dengan peningkatan aktifitas motorik
Pasien Gaduh Gelisah : persuasif/bujuk/tenangkan
- Injeksi CPZ : 25 mg – 100 mg
- Injeksi Haloperidol : dosis bervariasi dari 2 mg. sd. 20 mg / sehari
- Haloperidol Liquid, Dosis setara.
- Risperidone (M-tab orally dissolving tablet)
- Olanzapine injeksi IM atau bentuk Zydis
- Valproate tablet , 1000mg/hr, maksimal 60mg/kgBB/hr
Bisa dgn/tanpa Injeksi / tablet Lorazepam : 1-2 mg peroral
FARMAKOTERAPI
• Pasien dengan kecemasan / anxietas bisa disertai agitasi dan / panik
• Diazepam 5-10 mg IV/IM
• Lorazepam 1-2 mg IM, bisa dicoba per oral bila memungkinkan
• Antipsikotik
• Haloperidol 5-10 mg peroral atau IM (diulang 20-30 menit)
GANGGUAN PSIKOTIK AKUT DAN SEMENTARA
• Timbul tidak lama sesudah terjadi stress psikologik
• Dusebabkan oleh suatu frustasi atau konfkuj daru dakan ataupun luar
diri
• Gangguan psikotik akut yang biasanya disertai keadaan gaduh-gelisah
adalah gaduh-gelisah reaktif dan kebingungan reaktif
PSIKOSIS BIPOLAR
• Psikosisbipolar termasuk dalam kelompok psikosa afektif karena
pokok gangguannya terletak pada afek-emosi.
• Belum ditemukan juga penyakit badaniah yang dianggap
berhubungan dengan psikosa bipolar, biarpun penelitian menunjuk
kearah itu.
• Pada psikosa bipolar jenis mania tidak terdapat inkoherensi dalam arti
kata yang sebenarnya, tetapi pasien itu memperlihatkan jalan pikiran
yang meloncat-loncat atau melayang (“flight of ideas”).
• Psikomotorik meningkat, banyak sekali berbicara (logorea) dan sering
ia lekas tersinggung dan marah
PENYALAHGUNAAN ZAT
• NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya)
• Pasien yang menggunakan NAPZA dapat mengalami kondisi putus
obat atau intoksikasi

INTOKSIKASI AKUT
• gangguan kesadaran, fungsi kognitif, persepsi, afek atau perilaku, atau
fungsi dan respons psikofisiologis lainnya
INTOKSIKASI OPIOID
• Mengantuk/drowsiness
• Bicara cadel
• Hendaya dalam perhatian atau daya ingat
KOMPLIKASI MEDIS
• Trauma atau cedera tubuh lainnya
• Hematemesis
• Aspirasi muntah
• Konvulsi
• Delirium
• Koma
INTOKSIKASI AMFETAMIN ATAU ZAT YANG
MENYERUPAINYA
GEJALA
• Takikardi atau bradikardi
• Dilatasi pupil
• Peningkatan atau penurunan tekanan darah
• Banyak keringat atau kedinginan
• Mual atau muntah
• Penurunan berat badan
• Agitasi atau retardasi motorik
• Kelelahan otot, depresi sistem pernafasan, nyeri dada dan aritmia jantung
• Kebingungan dan kejang-kejang, diskinesia, distonia atau koma
• Gejala-gejala di atas tidak disebabkan oleh gangguan fisik atau mental lainnya
PUTUS ZAT OPIOID
a. Mood disforik
b. Mual dan muntah
c. Nyeri otot
d. Lakrimasi atau rinorea
e. Dilatasi pupil, piloereksi atau berkeringat f. Diare
g. Menguap
h. Demam
i. Insomnia
KONDISI PUTUS AMFETAMIN ATAU ZAT YANG
MENYERUPAI
a. Fatique/kelelahan
b. Mimpi buruk atau halusinasi c. Insomnia atau hipersomnia
d. Nafsu makan meningkat
e. Retardasi atau agitasi motorik