Anda di halaman 1dari 11

BAB V

PAHAM-PAHAM BESAR DUNIA DAN GERAKAN


NASIONALISME DI ASIA DAN AFRIKA
A. Liberalisme
◦Kata liberalisme berasal bahasa Latin Liber yang berarti bebas.
Liberalisme adalah suatu paham yang mengkehendaki adanya
kebebasan individu dalam segala bidang. Setiap individu harus
memiliki kebebasan seperti dalam bidang politik, ekonomi dan
agama.

◦Gerakan liberalisme ini di awali oleh kaum borjuis di Prancis


pada abad XVIII. Pada saat itu rakyat bergolak dan bangkit
menentang kekuasaan Raja Louis XVI yang berkuasa secara
absolut dan sewenang-wenang tanpa dibatasi oleh konstitusi
atau UU.
◦Paham liberalisme menyebar ke berbagai negara Eropa lainnya,
dibawa oleh Napoleon Bonaparte yang pada sekitar tahu 1792-
1815 akhirnya berhasil mempengaruhi seluruh negara Eropa,
kecuali Inggris dan Rusia.

◦Gerakan liberalisme yang diilhami oleh pemikiran Monsquieu


dan Jean Jazques Rousseau berkembang menjadi gerakan politik
dan banyak mempengaruhi politik ekonomi yang melahirkan
ekonomi liberal dan dalam bidang agama serta liberalisme juga
mempengaruhi para sastrawan dan seniman.
B. Sosialisme
◦ Sosialisme berasal dari kata socius yang artinya masyarakat. Sosialisme
yaitu suatu paham yang menghendaki suatu masyarakat yang disusun
secara kolektif dengan tujuan mencapai masyarakat yang bahagia. Jadi
paham ini titik beratnya pada masyarakat bukan individu.

◦ Sosialisme lahir sebagai reaksi terhadap liberalisme pada abad ke 19.


pengembang paham liberalisme adalah kaum middle class yang oleh Karl
Marx disebut kaum borjuis.

◦ Tokoh-tokoh pendukung paham sosialisme antara lain Thomas More,


Robert Owen, Comte de Saint Simon, Charles Fourire, Louis Blanc dan
Pierre Joseph Proudhon.
◦Selain itu dikenal pula tokoh sosialisme ilmiah dengan tokohnya
adalah Friederich engels dan Karl Marx dengan ajarannya yang
terkenal Marxisme.

◦Ajaran Marxisme yaitu mencari perbedaan mendasar dalam


masyarakat dan dalam hubungan kepemilikan. Hubungan
tersebut selalu mengarah adanya pertentangan kelas antara
pemilik modal dan bukan pemilik modal yang kemudian
memuncak menjadi revolusi.
C. Nasionalisme
◦ Secara etimologis, nasionalisme berasal dari bahasa inggris nation atau
natie dalam bahasa Belanda yang berarti bangsa. Nasionalisme adalah
paham kebangsaan yang mengandung kesadaran dan semangat cinta
tanah air, memiliki rasa kebanggaan sebagai bangsa atau memelihara
kehormatan bangsa.

◦ Nasionalisme untuk pertama kalinya muncul di Eropa pada akhir abad ke


18. pelopor dan pemikir nasionalisme modern di Eropa Barat antara lain
John Locke dan John Gotfried Herder serta tokoh lainnya Joseph Ernest
Renan, Otto Bouer, Hans Kohns dan Louis Snyder.
◦Paham nasionalisme lahir di Eropa sebagai reaksi atas
penguasaan daerah-daerah di Eropa oleh Napoleon Bonaparte.
Pada saat itu tumbuh semangat untuk membebaskan tanah
airnya dari cengkraman kekuasaan Napoleon Bonaparte dari
Perancis.

◦Sehingga setelah memperoleh keberhasilan maka berdiri negara


negara baru di Eropa yang di dasarkan alasan kebangsaan seperti
Belgia yang memisahkan diri dari Belanda.
D. Pan Islamisme
◦ Pan Islamisme merupakan paham yang bertujuan menyatukan umat
Islam sedunia. Paham ini bermula dari gagasan Jamaludin al-Afghani
(1839-1897) dan pernah secara samar-samar di cetuskan oleh At-Tahwi
(1801-1873) seorang tokoh pembaru Islam di Mesir.

◦ Ada dua gagasan dalam pandangan At-Tahwi yaitu Islam dan Patriotisme,
yang menjelma menjadi dua bentuk persaudaraan yaitu Ukhuwah
Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniah.

◦ Kondisi Islam yang menjadi permainan politik bangsa barat kemudian


melahirkan obsesi yang kuat dalam dirinya untuk menggalang dan
mewujudkan upaya penyatuan dunia Islam yang disebut Pan Islamisme.
◦ Dalam perkembangannya, paham Pan Islamisme telah memperoleh
dukungan dari hampir semua pemimpin Islam dan tokoh-tokoh
intelektual sepanjang abad ke 19-20.

◦ Bukti aktualisasi Pan Islamisme yaitu dengan dibentuknya Liga Dunia


Islam (Muslim World League) tahun 1962 dengan 43 negara. Tahun 1965
dilaksanakan KTT Islam di Mekkah.

◦ Tahun 1970 dibentuk lembaga permanen dengan nama Organization of


Islamic Conference (OIC) atau organisasi konferensi Islam (OKI).
Organisasi berkedudukan di Jeddah dan telah menampung aspirasi Pan
Islamisme dengan melakukan kerja sama antar pemerintah negara-negara
Islam.
E. Demokrasi
◦ Istilah Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demos yang berarti
rakya dan kratos atau kratein yang berarti pemerintahan atau
kekuasaan. Demokrasi dapat diartikan kekuasaan ada di tangan rakyat.

◦ Pada awalnya sistem pemerintahan demokrasi muncul dan berkembang


di polis Athena Yunani kuno. Saat itu keputusan-keputusan politik penting
melibatkan rakyat secara langsung.

◦ Pada Masyarakat modern demokrasi dilaksanakan tidak secara langsung,


tetapi melalui wakil-wakilnya yang dipilih melalui pemilu yang bebas dan
rahasia.
◦Saat ini demokrasi digunakan sebagai dasar dalam sistem
pemerintahan namun tidak semua negara menerapakan
demokrasi yang sama hal ini karena masing-masing negara
mengadopsi aliran-aliran sistem pemerintahan dan latar
belakang masyarakatnya, dipadukan dengan sistem
pemerintahan demokrasi.