Anda di halaman 1dari 24

 Apa itu bioreaktor?

 Fungsi Bioreaktor
 Macam-macam bioreaktor
 Bagian-bagian bioreaktor dan Fungsinya
 Aplikasi bioreaktor
 Kontrol proses dalam bioreaktor
 Tempat berlansungnya proses bio
 Bisa dalam bentuk sederhana seperti
daun pisang dalam pembuatan tempe
toples dalam pembuatan nata de coco
tabung Erlenmeyer dalam pembuatan
asam sitrat dll
 Bisa dalam bentuk lebih canggih
bioreaktor yang dilengkapi dengan kontrol
proses (suhu, pH, aerasi, agitasi, antibuih)
 Melindungi proses dari kontaminasi
 Melindungi proses dari pengaruh lingkungan
 Mempertahankan kondisi yang diinginkan dalam
proses
Berdasarkan cara distribusi udara
 Stirred-tank reaktor (STR)
Bioreaktor dengan tanki berpengaduk mekanis
 Airlift reactor
Udara disirkulasikan dengan memberikan tekanan
pada udara
 Loop reactor
Modifikasi airlift reactor dengan cara distribusi udara
dengan pompa
 Dicirikan adanya stirer
 Stirer berfungsi
Mendistribusikan udara ke seluruh media
Meningkatkan kelarutan udara dalam media
Mendistribusikan mikroba yang ada dalam media
Mendistribusikan panas ke seluruh media
Menghomogenkan kandungan media
STR skala laboratorium
 Volume sampai 20 liter
 Terbuat dari kaca (stainless steel untuk volume
lebih besar)
 Rasio tinggi terhadap diameter biasanya beragam,
diantaranya 2:1 dan 6:1 bergantung pada jumlah
panas yang dihilangkan
 Stirrer berada di bagian atas atau di bawah
bioreaktor
 Vessel (wadah)
 Air inlet
 Air sparger
 Baffle
 Impeller
 Foam breaker
 Air outlet
 Drain valve
 sampler
 Pengembangan dari bioreaktor “bubble
column”
 Tidak memiliki pengaduk mekanik
 Pengadukan – resirkulasi udara
 Udara dimasukkan dari bawah menuju ke atas
dan mengalir lagi ke bawah
 Bagian atas terdapat saluran udara ke luar
 Terdapat perbedaan densitas bagain atas dan
bawah
 Laju geser (shear) rendah
 Konstruksi sederhana, laju kerusakan rendah
 Kebutuhan energi rendah
 Mudah dioperasikan di bawah kondisi steril
 Cocok untuk mikroba yang sensitif terhadap
gesekan
 Cocok untuk enzim amobil
 Cocok untuk media yang bertambah kental
dengan bertambah waktu fermentasi
 Batch bioreactor (sistem curah)
Baik untuk proses yang pencampuran dapat
terjadi dengan sempurna
 Fed-batch bioreactor (sistem semi
sinambung)
Pencampuran ideal sulit terjadi
 Continous bioreactor (sistem sinambung)
Pencampuran sulit terjadi,
Substrat dan produk bersifat represor atau
inhibitor
 Dapat dioperasikan dalam kondisi aseptik
untuk jangka cukup lama
 Memilki tekanan positif
 Aerasi dan agitasi dapat diatur
 Konsumsi energi seminimal mungkin
 Dilengkapi dengn pengatur suhu dan pH
 Dilengkapi dengan pengambilan contoh
 Bagian dalam biorekator memiliki permukaan
halus
 Memudahkan penggandaan skala
 Jenis mikroba yang digunakan (juga enzim)
(stabil atu tidak, bentul sel atau filamen,
aerobik atau anaerobik dll)
 Sifat media (rheologi, bersifat repseror atau
inhibitor baik substrat atau produk)
 Parameter proses
 Faktor produksi (biaya dan penyediaan
substrat, biaya dan ketersediaan air
pendingin, kemungkinan penggunaan hasil
samping dll)
 Bioreaktor cerobong
 Bioreaktor “tray”
 Bioreaktor tabung berputar
 Bioreaktor sistem lapisan dangkal (bed-
shallow)
Media padat
 Sulit dalam pengadukan
 Sulit dalam kontrol proses
 Memerlukan ruang yang luas
Ada 3 macam bioreaktor yang banyak
digunakan dalam industri bioproses
1. Non-stirred, non-aerated (76%)
2. Non-stirred, aerated (11%)
3. Stirred, aerated (13%)
 Jenis mikroba yang digunakan
 Sifat media
Sifat fisik
Biokinetik substrat
(substrat  penghambatan/represi
pertumbuhan) fed-batch/ continous
Produk  penghambatan/represi pada
konsentrasi tinggi)
Sifat reologik
 Parameter proses biokimia (suhu, pH, OTR)
 Faktor Produksi