Anda di halaman 1dari 20

RUPTUR TENDON

TENDON
Definisi
• Tendon adalah struktur dalam tubuh yang menghubungkan otot ke
tulang. Otot rangka dalam tubuh bertanggung jawab untuk
menggerakkan tulang, sehingga memungkinkan untuk berjalan,
melompat, mengangkat, dan bergerak dalam banyak cara. Ketika otot
kontraksi, tendon menarik tulang dan menyebabkan terjadinya gerakan.
Anatomi
• Tendon terdiri dari jaringan padat dan jaringan ikat fibrosa yang
tersusun secara pararel. Endotendon mengelilingi jaringan tendon dan
epitendon mengelilingi unit tendon keseluruhan. Kedua jaringan ikat
membawa suplai darah instrinsik ke struktur internal tendon. Selubung
tendon terdapat diatas tempat tendon melintasi sendi. Selubung tendon
terdiri dari dua lapisan, lapisan parietal di luar dan lapisan visceral di
dalam. Selubung ini mensekresikan cairan sinovial untuk membantu
tendon bergerak. Tendon, yang berselubung, mesotendonnya
membawa suplai darah ekstrinsik ke tendon. Tendon yang tidak
berselubung ditutupi oleh paratendon, yang memungkinkan tendon
untuk bergerak dan memasok suplai darah ekstrinsik.
Fungsi
• Setiapotot biasanya memiliki dua tendon untuk mengikat dua
tulang yang berbeda dengan otot yang melintasi sendi. Hal ini
memungkinkan tendon untuk bertindak sebagai katrol.
• Tendon berfungsi sebagai kekuatan untuk tarikan otot ke tulang.
Kontraksi otot menarik tendon, kemudian tulang, sehingga
terjadi gerakan. Tulang-tulang berhubungan pada sendi oleh
ligamen dan jaringan ikat lainnya, sehingga kontraksi tendon
menghasilkan gerakan-gerakan tertentu, tergantung pada otot
dan sendi yang terlibat.
Tendon Healing
• Penyembuhan tendon terjadi secara intrinsik maupun ekstrinsik.
Penyembuhan intrinsik didukung oleh suplai intrinsik yang memasok kira-kira
seperempat dari volume tendon.
• Penyembuhan ekstrinsik adalah hasil dari stimulasi jaringan peritendinous
untuk berproliferasi dan memasok kebutuhan sel dan kapiler yang dibutuhkan
untuk proses penyembuhan. Proses ini bertanggung jawab untuk
pembentukan adhesi tendon untuk semua struktur yang berdekatan dari luka
menjadi satu dan terbentuk scar. Telah terbukti secara eksperimental bahwa
suplai darah intrinsik tidak cukup untuk mendukung penyembuhan utama
tendon dalam banyak kasus. Penyembuhan tendon di dalam selubung lebih
lama dibandingkan dengan penyembuhan bagian tendon diluar selubung.
Tendon Healing
Fase Inflamasi  0-14 hari
Pada pembuluh darah yang cedera, terjadilah pembentukan hematom yang mengakibatkan pembebasan
molekul proinflamatori dan vasodilator.

Fase Proliferasi  minggu ke 2-6


Proliferasi fibroblas adalah pertanda bahwa fase ini telah di mulai, pada saat ini jumlah dari kolagen tipe 3
yang dihasilkan akan mencapai puncaknya.

Fase Remodeling  setelah minggu ke-6


Penurunan dari kolagen tipe 3 dan sintesis dari matriks. Bersamaan sintesis dari kolagen tipe 1 mengalami
peningkatan, serat kolagen terorganisir menjadi bentuk yang pararel yang sesuai dengan aksis dari tendon,
struktur yang pararel menghasilkan kekuatan mekanik dan daya regang yang kuat
RUPTUR TENDON
Definisi
• Rupturtendon adalah robek, pecah atau terputusnya
tendon yang diakibatkan karena tarikan yang melebihi
kekuatan tendon.
Etiologi
• Cedera dalam olah raga, seperti melompat dan berputar
pada olah raga badminton, tenis, basket dan sepak bola
• Trauma benda tajam atau tumpul
• Penyakit tertentu, seperti arthritis dan diabetes
• Obat-obatan, seperti kortikosteroid dan beberapa
antibiotik yang dapat meningkatkan resiko ruptur
Faktor Risiko
• Umur : 30-40 tahun
• Jenis kelamin : ♂>♀= 5:1
• Obesitas
• Olahraga
• Riwayat ruptur tendon sebelumnya
• Penyakit tertentu artritis, DM
Patofisiologi
• Kerusakan pada jaringan otot karena trauma langsung
(impact) atau tidak langsung (overloading)
• Akibat otot tertarik pada arah yang salah
• Kontraksi otot yang berlebihan atau ketika terjadi
kontraksi, otot belum siap
Manifestasi Klinis
• Seperti merasa atau mendengar bunyi “pop”
• Nyeri yang hebat
• Memar
• Terdapat kelemahan
• Ketidakmampuan untuk menggunakan lengan atau kaki yang terkena
• Ketidakmampuan untuk memindahkan bidang yang terlibat
• Ketidakmampuan untuk menanggung beban
• Terdapat deformitas
Diagnosis
• Pemeriksaan fisik  karena trauma  cedera terbuka
• USG  dynamic examination
• MRI
• X-ray
Tatalaksana
Tindakan non pembedahan
• Imobilisasi
• Paling efektif pada partial ruptur tendon (laserasi <50% tendon)

Tindakan pembedahan
• Untuk laserasi >50% tendon. Ujung tendon yang terputus disambungkan
kembali dengan teknik penjahitan. Tindakan pembedahan dianggap paling
efektif dalam penatalaksanaan tendon yang terputus.
Prognosis
• Secara umum, fase proliferasi tendon berlangsung hingga 12
minggu  gerakan sehari hari diizinkan, 4 bulan  olahraga
ringan, 12 bulan  remodeling
• Konsiderasi komplikasi  adhesi dan dehisensi  karena gerakan
aktif yang terlalu cepat  terutama pada cedera region fleksor
Komplikasi
• Re-rupture
• Infection
• Bowstringing
• Tendon adhesion
• Decrease flexion/extension strength
• Stiffness of joint
• Contracture