Anda di halaman 1dari 30

Atresia Ani

Identitas
• Nama : By.Ny.Cahyawati
• Usia : 14 hari (Tgl lahir 25/12/2018)
• Jenis kelamin : perempuan
• Alamat : Kebumen
• No. RM : 187xxxx
• Tanggal masuk : 01/01/2019
Keluhan Utama

tidak memiliki anus, BAB lewat lubang selain anus


Riwayat Penyakit Sekarang
• Bayi P lahir dari ibu usia 21 tahun G1P0A0, UK 40 minggu, BBL 2900 gr,
lahir spontan di PKU Sruweng dengan KPD 24 jam, lahir langsung
menangis, air ketuban jernih.
• Bayi kemudian dirawat di ruang perinatal karena perut kembung,
muntah (-), BAB (-)
• Sejak 4HSMRS bayi masih belum BAB, perut masih kembung, keluar
feses kekuningan sedikit di dekat vagina, muntah (-)
• Selama dirawat di PKU Sruweng pasien juga didiagnosis dengan PJB
• Pasien kemudian direncanakan dirujuk ke RSS
PEMERIKSAAN FISIK
• Keadaan Umum: gerak aktif • BB: 2870 gram
• Kesadaran: Compos mentis • PB: 48 cm
• Tanda Vital • LK: 33 cm
- Frekuensi Nadi: 134x/menit • LD: 34 cm
- Frekuensi Nafas: 38x/menit
- Suhu: 37,1 oC
• LP: 38,5 cm
- SpO2: 95% • LiLA: 9 cm
Deskripsi

Mata CA (-/-), SI (-/-)

Telinga Sekret (-/-)

Hidung Sekret (-/-)

Mulut Sianosis (-)

Leher Pembesaran limfonodi (-), JVP tidak meningkat


Thorax (Pulmo)
• Inspeksi : simetris
• Palpasi : pengembangan dada simetris
• Perkusi : sonor (+/+)
• Auskultasi : vesikular (+/+) normal, wheezing (-/-), ronchi (-/-)
Thorax (Jantung)
• Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
• Palpasi : Ictus cordis teraba di SIC V LMCS
• Perkusi : Batas jantung dalam batas normal
• Auskultasi : S1 tunggal, S2 split tak konstan
Pemeriksaan Abdomen
• Inspeksi : distensi (+)
• Auskultasi : bising usus (+)
• Palpasi : hepar dan lien tidak teraba
• Perkusi : timpani
Ekstremitas Atas
Kanan Kiri

• Deformitas (-) • Deformitas (-)


• Edema (-) • Edema (-)
• Keterbatasan gerak (-) • Keterbatasan gerak (-)
Ekstremitas Bawah

Kanan Kiri
• Deformitas (-) • Deformitas (-)
• Edema (-) • Edema (-)
• Keterbatasan gerak (-) • Keterbatasan gerak (-)
Anogenital
• Perempuan
• Tidak tampak lubang pada anus, terdapat lubang pada vestibulum
Pemeriksaan Radiologi
Diagnosis
• Atresia ani dengan fistula rectovestibular
• PJB asianotik
• BBLC CB SMK Spontan
Tatalaksana
• IVFD D51/4NS 19cc/jam
• OGT
• Proanoplasty one stage
Atresia Ani
• Atresia ani adalah suatu kelaianan kongenital
tanpa atau dengan anus tidak sempurna.
• Insidensinya 1:5000 kelahiran yang sering
merupakan bagian dari sindroma VACTERL
• Pada wanita 90% dengan fistula ke vagina
(rectovagina) atau perineum (rectovesibuler).
Pada laki-laki biasanya letak tinggi, umumnya
fistula menuju ke vesica urinaria atau prostat,
pada letak rendah fistula menuju ke uretra.
Atresia Ani
Melbourne membagi berdasarkan garis punocoxigeus dan garis yang melewati ischii
• Letak tinggi (rectum berakhir di atas m. Levator ani)
• Letak intermediet (akhir rectum terletak di m. levator ani)
• Letak rendah (akhiran rectum berakhir di bawah m. levator ani)
Atresia Ani
• Klasifikasi Pena membagi malformasi anorektal menjadi dua,
berdasarkan akhiran rectum dengan anal dimple yaitu letak tinggi dan
letak rendah. Dikatakan letak rendah bila jarak akhiran rectum dan kulit
kurang dari 2 cm. Sedangkan kelainan letak tinggi bila jarak akhiran
rectum dan kulit lebih dari 2 cm.
Manifestasi Klinis
• Tidak ditemukan anus
• Meconium tidak keluar dalam 24 – 48 jam
• Kemungkinan terdapat fistula
• Feses di perineum
• Feses di urin
• Bayi cepat kembung antara 4-8 jam setelah lahir (distensi abdomen)
Female Anorectal Defects
Rectovestibular Fistulas Rectoperineal Fistulas
 Rectovestibular fistula is the most  From the therapeutic and prognostic
common defect in girls and has an viewpoint, this common defect is
excellent functional prognosis. equivalent to perineal fistula described
 Diagnosis is based on clinical in male patient.
examination.  The rectum is well positioned within the
 A meticulous inspection of the neonatal sphincter mechanism, except for its
genitalia allows the clinician to observe a lower portion, which is anteriorly
normal urethral meatus and a normal located.
vagina, with a third hole in the vestibule,  The rectum and vagina are well
which is the rectovestibular fistula . separated .
1. Abdominal radiograph

 may show multiple dilated bowel loops with with


absence of rectal gas
2. Invertogram
 for imperforated anus withought fistula.
 a radiopaque marker is placed over the expected
anus and the baby is turned upside down (for a
minimum 3 minutes). .
 Air acts as the contrast agent, it shows the location
of the rectal terminus.
3. Colostogram
 For imperforated anus with fistula
4. Fluoroscopy Fistulogram : contrast study
 For imperforated anus with fistula
 to detect recto-urinary, recto-vaginal or
rectoperineal fistula
Treatment and Management
Newborn Female Anorectal Malformation
During the first 24 hours, the neonate should

• Be examined carefully (perineal examinaton)


• Take nothing orally
• receive intravenous fluids
• and antibiotics
• and be evaluated for associated defects that may represent a threat to life. These include
 NGT to exclude esophageal atresia
 Echocardiogram to exclude cardiac malformations, esophageal atresia.
 Radiograph of the lumbar spine and the sacrum
 Spinal ultrasonogram to evaluate for a tethered cord.
 Ultrasonography of the abdomen will evaluate for renal anomalies.
Treatment and Management
• Definitive management : Surgical correction
• Operative management determined by the anatomic findings through laparotomy.
.
Treatment and Management
• Colostomy for Infants with Imperforate Anus Without a Fistula
Newborn boys and girls who have an imperforate anus without a
fistula will be operated to make a colostomy, is usually done early.
Treatment and Management
• Rectoperineal Malformation
Infants with a rectoperineal malformation will need an operation
called an anoplasty, which involves moving the anus to an appropriate
place within the muscles that control continence (controlled toileting,
in this case bowel movements).
REFERENCE
• Levitt HP, Pena A. Anorectal malformations. Orphanet J Rare Dis. 2007;2:33.
• Cremin BJ. The radiological assessment of anorectal anomalies. Clin Radiol. 1971;22:239–50.
• Gross GW, Wolfson PJ, Pena A. Augmented pressure colostogram in imperforate anus with a
fistula. Pediatr Radiol. 1991;21:560–2.
• Levitt M, Pena A. Anorectal malformations. Orphanet Journal of Rare Disease. 2007;2(1):33
• Mirza B, Ijaz L, Saleem M, Sharif M, Sheikh A. Anorectal malformations in neonates. Afr J Paediatr
Surg. 2011 May-Aug. 8(2):151-4.
• Shaul DB, Harrison EA. Classification of anorectal malformations--initial approach, diagnostic
tests, and colostomy. Semin Pediatr Surg. 1997 Nov. 6(4):187-95.