Anda di halaman 1dari 4

Berdasarkan Usia

Pada gambar di samping dapat diketahui


bahwa menurut karakteristik kelompok
usia menunjukkan bahwa kelompok usia
46 – 55 tahun memiliki prevalensi yang
lebih tinggi di antara kelompok lain .

Hal tersebut sesuai dengan hasil


penelitian ini, di mana penderita TB
kebanyakan pada usia produktif. Temuan
ini juga diperkuat oleh laporan subdit TB
Depkes RI dari tahun 2000 sampai tahun
2010 triwulan 1, menunjukkan bahwa
jumlah kasus baru TB BTA positif yang
terbesar adalah pada kelompok usia 15–
50 tahun
Berdasarkan Jenis Kelamin

Menurut jenis kelamin, kasus BTA+ pada


laki-laki lebih tinggi daripada perempuan
yaitu hampir 1,5 kali dibandingkan kasus
BTA+ pada perempuan.

Jumlah penderita pria yang lebih banyak


diduga disebabkan mobilitas dan
aktivitasnya yang lebih tinggi dari pada
perempuan.Dengan faktor tersebut, pria
Karakteristik pasien Jumlah (N=22)
diyakini lebih mudah terpapar bakteri
penyebab penyakit TB.
Laki-laki 14

Perempuan 8
Berdasarkan Tingkat
Pendidikan

Berdasarkan data yang diperoleh


mengenai pendidikan terakhir pasien,
didapat bahwa mayoritas pendidikan
terakhir pasien tuberkulosis tertinggi
terdapat pada kelompok pendidikan
terakhir SD

Pendidikan merupakan salah satu cara


Karakteristik pasien Jumlah (N=22)
penanggulangan tb paru, dengan
pendidikan dapat meningkatkan Tingkat Pendidikan
kesadaran, kemauan, dan peran serta Tidak Sekolah 3
masyarakat dalam penanggulangan SD 10
penyakit tb paru. Karena masalah TB Paru SMP 5
SMA 4
banyak berhubungan dengan masalah 0
D3
pengetahuan dan sikap penderita dalam S1 0
pencegahan penularan tuberculosis paru. S2 0
Pengetahuan yang tinggi akan 22
menentukan seseorang dalam bersikap,
terutama sikap dalam pencegahan
penularan tuberculosis paru.
Berdasarkan Tingkat
Pendapatan

Berdasarkan data yang diperoleh


mengenai pendapatan pasien selama 1
bulan, jumlah pasien tuberkulosis
mayoritas terbanyak memiliki pendapatan
< 3.557.146 sebanyak 12 orang

Pendapatan dapat berpengaruh pada


status ekonomi berkaitan erat dengan
pendidikan, sanitasi lingkungan, gizi dn Karakteristik pasien Jumlah (N=22)
akses terhadap pelayanan kesehatan.
Pendapatan per Bulan
Penurunan pendapatan dapat
Tidak ada pendapatan 8
menyebabkan kekurangan kemampuan
< Rp 3.557.146,66 12
untuk memenuhi konsumsi makanan 2
≥ Rp 3.557.146,66
sehingga berpengaruh terhadap status 22
gizi. Apabila status gizi buruk akan
menyebabkan kekebalan tubuh menurun
sehingga sehingga memudahkan terkena
infeksi TB paru