Anda di halaman 1dari 16

FIKOMIKOSIS

Wayan ary santiasih
18360173
PEMBIMBING
dr. H. Hervina, Sp.KK

DEPARTEMEN / SMF ILMU PENYAKIT KULIT & KELAMIN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS malahayati
RSUD DR R.M DJOELHAM BINJAI
SUMATERA UTARA
2018

DEFINISI Fikomikosis adalah infeksi profunda dengan gejala pembengkakan dibawah kulit. 1. dan nyeri. Kenyal pada perabaan. berbatas tegas. .

2. ETIOLOGI Penyebab dari Fukomikosis jamur golongan Mucor dan Basidiobolous .

3. EPIDEMIOLOGI • Umur : Semua umur termasuk anak-anak • Jenis kelamin :frekuensinya sama pria dan wanita • Daerah : lebih banyak pada daerah tropis dengan iklim panas .

• Lingkungan: lebih sering pada petani dan peternak • Keturunan: pada penderita diebetes mielitus dengan faktor keturunan lebih mudah terkena penyakit ini. FAKTOR RESIKO • Kebersihan/ higiene : lebih sering pada higiene buruk. . 4.

. 2. DIAGNOSIS 1. leher. atau dada. 5. tangan. Anamnesa penderita mengeluhkan nyeri dan benjolan kadang berisi nanah pada kaki. terkadang ada fistula yang mengeluarkan cairan serosanguineus. Pemeriksaan fisik dijumpai nodul-nodul berbatas tegas dengan permukaan rata.

Gambaran histopatologi: preparat dengan pewarnaan HE. Pemeriksaan penunjang a. DIAGNOSIS 3. Giemsa atau PAS memberi gambaran reaksi radang kronik. Dalam infiltrasi dapat dijumpai jamur agak khas hifa-hifa lebar bersekat dengan ukuran bervariasi dari 3-30 miu. . 5. terutama sel eosinofil.

5. c. Pemeriksaan cairan fistel secara langsung dapat ditemukan hifa besar bersekat. . DIAGNOSIS a. Biakan cairan fistel dalam agar saboraud glukosa dapat memperlihatkan pertumbuhan koloni jamur.

. 6. PATOGENESIS Jamur masuk kedalam kulit melalui luka- luka kecil atau gigitan serangga. terkadang timbul fistula yang mengeluarkan cairan serosanguineus. selanjutnya menimbulkan benjolan- benjolan subkutis.

PATOFISIOLOGI Tidak ada .7.

• Osteomielitis: biasanya keras dan nyeri. .DIAGNOSIS BANDING • Lipoma: biasanya lebih lunak. berbatas tegas dan tanpa fistel. fistel mengeluarkan cairan serosa.8.

PENATALAKSANAAN • Non farmakologi Eksisi tumor • Farmakologi 1.2 mg/kg BB efektif pula itrakonazol 100-200 mg/hari selama 2 bulan. larutan kalium iodida jenuh 3-50 tetes/hari selama 10- 14 hari memberi hasil yang baik. 2. 9. amfoterisin B 1. .

EDUKASI • Menggunakan boot atau alas kaki untuk menghindari masuknya jamur kedalam luka saat bekerja. . 10.

11. KOMPLIKASI Tidak ada .

PROGNOSIS • Umumnya baik . 12.

bila keadaan tidak membaik bisa di rujuk ke dokter spesialis. • Kontrol ulang. . PROFESIONAL • Membantu mengontrol kesembuhan pasien dengan memberikan obat dengan dosis yang tepat. 13.