Anda di halaman 1dari 35

Kolaborasi Sinergik Antarprofesi:

Membangun Kerjasama lintas sektor dan


transdisiplin untuk Penguatan Program
Intervensi Spesifik dan Sensitif
untuk
Penyelamatan 1000 Hari Pertama Kehidupan
SISTIMATIKA PENYAJIAN
1. Kesenjangan Pelayanan Kesehatan
2. Paradigma Sistem Kesehatan
3. Sistem Pembelajaran
4. Pembelajaran Interprofesional
5. Proses Pembelajaran Interprofesional
Kesenjangan
1.
1 Antara Pendidikan, Riset dan
Pengabdian Kepada Masyarakat
2 Antara Kebijakan, Program dan Riset

3 Antara Perencana-Pelaksana-Pengguna

(Masyarakat dan Keluarga)


Kesenjangan
Pendidikan-Riset-Pengabdian

• Pendidikan yang lebih menekankan hanya


pada aspek kognitif dan kurang atau tidak
dikaitkan dengan “evidence based” yang
diperoleh dari hasil penelitian dan kebutuhan
masyarakat;
• Penelitian tidak didasarkan atas masalah yang
ada tetapi tergantung ketersediaan dana;
• Pengabdian pada masyarakat bersifat parsial
dan tidak sinambung
MENJEMBATANI KESENJANGAN
dengan pendekatan
GELOMBANG BARU KESMAS
Gelombang Ke 4 Public Health

1980-sek
1840-1980

1890-1950 1830-1900
Gelombang Ke 5 Public Health

Mulai 2014

1800-sek
1840-1980
1890-1950
1830-1900
Menjembatani Gap
1. Kegiatan berbasis determinan sosial kesehatan
dg pendekatan kultural
2. Kolaborasi sinergik antarprofesi
3. Utilisasi riset kesehatan berdasar kebutuhan
pembuatan kebijakan
4. Kebijakan kesehatan berbasis bukti
5. Menerjemahkan riset ke dalam kebijakan
6. Eksplorasi hambatan-hambatan antara riset-
riset epidemiologi dan pengembangan
kebijakan kesehatan
9/9/2011 8
HARMONISASI -
INTEGRASI

Learning Proses:
• Evidence Base
Kebijakan Program • Knowledge Base

Riset
Data Kohort
Mulai Remaja, WUS, Bumil, Busui,
Bayi, Baduta, Balita Hingga Lansia
PARADIGMA BARU
“HEALTH SYSTEM"
Produsen utama Kesehatan: Keluarga
tiga kapabiltas dasar: Value-
Practice-Resources
Value-Practice  non-material
resources
Interaksi Value-Practice-Resources 
“culture”
Best solution is Local Solution
Program Top-down
memperluas kesenjangan
Pembelajaran Antarprofesi
atasi disharmoni
Communities, KIA
Household (1000 hr)

Learning

Policymakers, 2 Managers,
Planners Providers
COMPETENCIES TASKS
OUTPUT VS NEEDS

1 • Memahami kebutuhan rumah


tangga dan masyarakat untuk
meningkatkan produktivitas, dan
belajar bagaimana secara efektif
menghubungkan output
program dengan kebutuhan
TASKS VS
COMPETENCIES

2 Memahami tugas yang


dibutuhkan untuk menghasilkan
output yang diinginkan, dan
bagaimana membangun
kompetensi organisasi untuk
melaksanakan tugas ini
DECISIONS VS
DEMAND

3 Memahami bagaimana
mengefektifkan keterlibatan rumah
tangga dan masyarakat dalam
pengambilan keputusan sehingga
mereka sebagai produsen
kesehatan-gizi merasa sebagai
“pemilik“ kebijakan dan program
Interprofessional Education

When students from two or more


professions learn about, from and with
each other to enable effective collaboration
and improve health outcomes
(WHO, 2010)
Interprofessional collaborative
Practice
When multiple health workers from different
professional backgrounds work together with
patients, families, caregivers, and
communities to deliver the highest quality
of care
(WHO, 2010)
Interprofessional Colaborative ?
• team-based approach that maximizes the strengths and
skills of each contributing health and social care, thus
increasing the quality of health services.
• regarded by many health care practitioners Public Health,
nutritionist, educators, and policy makers as an important
activity to enhance the quality of teamwork and health care
• key strategy for improving the delivery and outcomes of
increasingly complex healthcare approaches
• an answer to improving the effectiveness of health
professional teamwork,
• in response many programs , a wide variety of ways. little
evidence
Interprofessional Competencies
in Healthcare

Knowledge, skills, and values/attitudes


that define working together across the
professions, with other health care workers,
patients, families and communities to
improve health outcomes in specific care
contexts
Interprofessional Teamworks
Cooperation, coordination and
collaboration between professions in
delivering Health care
Concepts of Teamwork
• Multiprofessional
 independent
 parallel
• Interprofessional
 integrated, translating themes and schemes
 common goals and decision‐making processes
• Transprofessional
 consensus‐seeking and opening up of
professional territories
 boundaries blur or vanish
Interprofessional Education ? (WHO 1988)
• Develop ability to share knowledge and skills collaboratively
• Become competent in teamwork
• Decompartmentalize curricula
• Integrate new skills and areas of knowledge
• Ease interprofessional communication
• Generate new roles
• Promote interprofessional research
• mprove understanding and cooperation between education
and research institutions
• Permit collective consideration of resource allocation
according to need
• Ensure consistency in curriculum design
PPKBD, Kesmas,
Proses pembelajaran AntarKedokteran
Profesi
Kebidanan, Keperawatan
Kebidanan
Keperawatan

Communities, KIA
TPG PPLKB PLKB Household (1000 hr)
Kes-Mas
Gizi Learning2
(Pendamping)

Konsel Gizi
Learning1 Keluarga
(fasilitator) Bermasalah

Policymakers, Managers,
Planners Providers
Komponen Pembelajaran
• Komponen Utama
a. Kedokteran
b. Kesmas
c. Gizi
d. Poltekkes
• Komponen Pendukung/Pemungkin
a. Kesehatan (PKM: Promkes, KIA Gizi)
b. Keluarga Berencana (PLKB, PPKBD, Kader)
• Komponen Pemerintahan
a. Kecamatan (lintas sektor)
b. Kelurahan/Desa
c. Sektor informal (pemuka pendapat)
Pembelajaran 1
1. Data Dasar: basis RT, Wilayah Posyandu,
Dasawisma, sasaran KIA-Gizi
2. Analisis Masalah: KIA Gizi, Besar, Berat, Urgensi
3. Pemecahan Masalah: Sensitif, Spesifik dan
Pendukung
4. Solusi Implementasi: Multiprofesional,
interprofesional, transprofesional
5. Monev
6. Pelaporan: Program, Akademik, Action-Learning
Research, Risalah kebijakan)
WILAYAH PEMBELAJARAN 1

Wilayah Puskesmas
• 4-6 Posyandu utk 1 grup Mahasiswa, terdiri atas
a. 2-3 orang mhs kesmas
b. 2-3 orang mhs Gizi
c. 3 orang Poltekkes (gizi-Kebidanan-Keperawatan)
Pendukung/pemungkin
• Pemangku Kepentingan (kecamatan: Camat, Kelurahan, PKM)
• Informal leaders
• Opinion leaders
Katalis (Fasilitator)
• TPG, Promosi Kesehatan, PPLKB, PLKB
– Supervisi
– Mentoring, advokasi, Konselor
– Pelaporan Wilayah, Umpan Balik
• Mahasiswa Antar Profesi
– Pembelajaran 1
WILAYAH PEMBELAJARAN
(pendampingan)
Wilayah Kecil
• Posyandu (2-3), grup mahasiswa terdiri
a. … Kedokteran
b. 2 orang Kebidanan
c. 2 orang Gizi
Pembelajar
• Pemangku Kepentingan (Kelurahan, Polindes)
• Informal leaders
• Opinion leaders
Katalis (pendamping)
• PPKBD, Kader, BDD
– Pergerakan cakupan, R/R
– Akses Konselor
• Mahasiswa Kedokteran (pendampingang)
• Mahasiswa Kebidanan (antenatal car)
• Mahasiswa Gizi (konselor Gizi)
Pemetaan Pembelajaran
Semester
Tema Pembelajaran
1 2 3 4 5 6 7 8
Data Dasar
Analisis Masalah
Pemecahan Masalah
Solusi Implementasi
Monev
Pelaporan
TUJUAN DAN RUANG LINGKUP PEMBELAJARAN
RUANG LINGKUP
INTERVENSI SPESIFIK
• Gizi-kesehatan remaja perempuan dan ibu
prakonsepsi
• Suplementasi dan atau fortifikasi gizi maternal
• ASI dan MP-ASI
• Diversifikasi asupan makanan
• Perilaku dan stimulasi pemberian makanan
• Pencegahan dan pennggulangan Penyakit – MTBS
• Intervensi gizi pada keadaa darurat
Black .RE et al, The 2013 Lancet Series on Maternal and Child Nutrition
RUANG LINGKUP
INTERVENSI SENSITIF
• Ketahanan pangan dan gizi
• Jaring pengaman sosial
• Kesehatan mental maternal
• Pemberdayaan perempuan
• Perlindungan anak
• Pendidikan terutama remaja dan ibu
• Air dan sanitasi
• Keluarga berencana - NKKBS
RUANG LINGKUP
CIPTAKAN LNGKUNAN YANG KONDUSIF
• Evaluasi ketat dan cermat
• Koordinasi horisontal dan vertikal
• Akutabilitas, regulasi tentang insetif dan
legislasi
• Program kepemipinan
• Investasi kapasitas
• Mobilisasi sumber daya domestik
 Universal Coverage (Semua Sasaran : Ibu
hamil, Ibu bersalin, Neonatal, Bayi, Baduta
terjangkau)
 Mengurangi risiko –risiko yang timbul baik
pada ibu maupun bayi melalui kegiatan
promotif & preventif
 Edukasi/konseling (Gizi, perilaku sehat, ANC
teratur, KB, imunisasi dan ASI ekslusif)
 Peningkatan kualitas manajemen kasus dan
deteksi dini Risiko
 Pengembangan program sistem informasi
(surveilans)
Tindak Lanjut ???
1. Penggalangan Komitmen antar pelaku (komitmen aksi)
2. Reorientasi Kompetensi Pendidikan antarprofesi (blok
sistem, peta jalan penyajiannya)
3. Penggalangan komitmen aksi
4. Pengembangan Pedoman/Panduan Pelaksanaan
5. Dukungan Pelaksanaan
a. Pengembangan Kapasitas SDM
b. Pengembangan SIK (Instrumen, Informasi data Dasar,
R/R….)
c. Pelaksanaan siklus Pemecahan Masalah (PSBH, SCBH)
d. Sistem Monev
e. Model Pelaporan (akademik, Program, Riset,
Kebijakan)
Pembelajaran Interprofesional
Hasil Pembelajaran:

1. Pembelajaran Invidual untuk Praktek


kolaboratif
2. Pembelajaran berbasis Tim untuk Praktek
kolaboratif
3. Pembelajaran untuk melakukan perubahan
dan peningklatan pelayanan.