Anda di halaman 1dari 25

Hukum Progresif 1.

DIAN EKA ANANTA (14-D)


2. DAMARA WIBOWO (13-D)
3. DIXKO ROMADI AS (15-D)
POLISI “NABI” TANPA KORUP
HUKUM >< KEADILAN dua sisi dari satu mata uang

Menegakkan hukum tidak langsung dapat mengahadirkan keadilan, terutama keadilan komprehensif. Keadilan ini
setara dengan perpect justice (Werner Menski, 2006)

pendekatan filosofis

Werner Menski, 2006


PENDEKATAN pendekatan normatif positivis

pendekatan socio-legal
Menski menambahkan jenis pendekatan baru, yaitu PENDEKATAN LEGAL
PLURALISM

Dengan pendekatan legal pluralism seseorang dalam mengabil keputusan hukum memerhatikan
kompleksitas perkara yang dihadapi. Kompleksitas itu yang dijadikan dasar konstruksi penalaran hukum
sebelum polisi, jaksa, dan hakim memutuskan suatu kebijakan.

state law (hukum negara)

Kompleksitas living law (sosio-legal)

natural law (moral, ethics, dan religion)


pendataan KPK pada tahun 2012 dan
tahun 2013 lembaga kepolisian
di Asia Tenggara, merupakan lembagayang
hanya di Indonesia yang melakukan
korupsi
anggota parlemennya terbesar korupsi
melakukan setara dengan DPR
bahkan terstruktur
honeste vivere (hiduplah dengan
jujur)
alternum non laedere (terhadap orang lain
di sekitarmu janganlah merugikan)
suum cuique tribuere (kepada orang
lain berikanlah apa yang menjadi
haknya)
PEKERJAAN BERLUMURAN NODA

Dalam criminal justice system, polisi adalah garda depan yang


mempau bertindak sebagai hukum yang hidup. Baik buruknya
hukum di mulai dari sini. Jika polisi tidak mampu berperilaku baik,
jujur dan adil maka polisi dapat terjerumus dalam kubangan noda,
atau pekerjaan polisi dianggap sebagai pekerjaan yang belumuran
noda (tainted occupation).
REFORMASI PERILAKU DAN BIROKRASI

Menjadi “polisi nabi” dibutuhkan reformasi di


berbagai bidang. Maka reformasi harus diteruskan
khususnya mereformasi perilaku polisi dan sekaligus
birokrasinya. Kedua bidang reformasi tersebut
sebenarnya beririsan pada satu titik yaitu reformasi
budaya polisi (police culture) atau dikonkretkan dalam
bentuk “police gentlement”.
QUICK WINS

Program Akselerasi dan Transformasi Polri dalam rangka membenahi Polri sesuai dengan tugas pokok,
peran dan fungsinya.

Quick Respon Samapta, yaitu ketanggapsiagaan Polri dalam pelayanan kepada masyarakat dengan
strategi Perpolisian Masyarakat. Diharapkan akan ada kesetaraan antara Porli dan masyarakat serta
kebersamaan dalam memecahakan masalah keamanan juga korupsi.

Grand Strategi tahun 2005 s/d 2025

2005-2010 : trust 2010-2015 : 2015-2025 : strieve


building parnership building for excellence
1. Pengadilan menghasilkan elemen dasar yang menyusun sistem itu sendiri
2. Pengadilan mengorganisasikan diri dalam dua cara, yaitu dengan mengorganisasikan
batas-batasnya sendiri dan mengorganisasikan struktur internalnya sendiri
3. Pengadilan menentukan referensi sendiri sebagai rujukan untuk menghargai dirinya
sendiri
4. Pengadilan merupakan sistem tertutup
5. Dengan dapat membuat hukum sendiri, diharapkan bahwa hakim dapat membuat hukum
progresifnya sendiri yang dapat memberikan rasa adil terhadap masyarakat
Hakim tidak boleh hanya menjadi corong undang-undang dan tradisi
konvensional yang menghambat kreatifitas dalam mewujudkan keadilan.
Dalam penanganan kasus hukum di negeri plural seperti Indonesia ini,
termasuk kasus korupsi, tidak cukup hanya menggunakan hukum negara
(state law) sebagai bahan dasar utama untuk mengonstruksi penalaran
hukum aparat penegak hukum. Di butuhkan faset-faset hukum selain faset
hukum perundang-undangan mengingat hukum itu bersifat multifaset,
interdisipliner dan komprehensif. Bila faset undang-undang tidak cukup
mendorong hakim untuk bertindak progresif, maka faset moral, ethics dan
religion lah yang mampu mendongkrak adrenalin hakim untuk berpikir,
bersikap dan bertindak progresif dalam memeriksa hingga menyelesaikan
perkara korupsi.
 Adanya Pendidikan Tinggi Hukum (PTH) menawarkan solusi bila hukum
hakim dan kepemimpinan di MA dan KY kurang mendukung rasa adil di
masyarakat. Tugas PTH aadalah meruhanikan ilmu hukum sehingga
berwatak humanis dan progresif yakni :
 Dengan kecerdasan spiritualnya seorang penegak hukum tidak
terkungkung oelh peraturan bila ternyata peraturan hukum justru tidak
menghadirkan keadilan
 Penegakan hukum mau melakukan penemuan hukum melalui
pencarian makna yang lebih dalamdari suatu konteks hukum sehingga
tidak terjebak dengan makna gramatikal yang dangkal
 Penegakan hukum mau memiliki kepedulian dan keberpihakan
terhadap rakyat pihak yang lemah harus dijamin dan dilindungi hak-
haknya.
Menjadi seorang penegak hukum yang adil di Negara Republik Indonesia
adalah pilihan dari masing masing individu, terutama di bidang kepolisian untuk menjadi
seorang “polisi nabi” seperti bahasan diatas banyak sekali hal-hal yang harus dilakukan.
Hal-hal yang memperhitungkan seorang individu menjadi polisi yang baik atau “polisi
nabi“ adalah polisi harus memiliki sikap responsif, dan pekerjaan polisi merupakan
pekerjaan yang berlumuran dosa sehingga segala keputusannya mempengaruhi
pandangan masyarakat kepada polisi tersebut. Bila hal ini dapat dilakukan dengan baik
maka seorang individu itu dapat dikatakan polisi yang baik

Hal ini juga berpengaruh pada hakim yang merupakan penentu keputusan
suatu tindak pidana. Menjadi hakim progresif tidaklah mudah, ia harus melihat dari
berbagai factor juga seperti keadilan yang substansif harus lebih diutamakan oleh
seorang hakim dan memiliki pendidikan tinggi hukum .
• Dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, hanya di Indonesia yang
anggota parlemennya melakukan korupsi bahkan terstruktur. Di Negara seperti
Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, lembaga yang paling besar melakukan
korupsi adalah lembaga kepolisian

• Contoh dalam menjadi ‘polisi nabi’ adalah AIPTU Sulaiman Harahap, anggota Polsek
Panyabungan karena telah mengabdi dengan juur selama 36 tahun.sosok yang dapat
di tiru oleh anggota kepolisian lainnya

• Tapi kenapa belum ada dari pangkat perwira menengah bahkan perwira tinggi yang
mendapatkan julukan serupa. Apakah semakin tinggi pangkat dan jabatan, semkain
sulit orang untuk berbuat jujur dan tidak merugikan orang lain serta bertindak adil.
Data Lembaga Terkorup 2015 (KPK)
Series 3 39,7 %
5

14,2%
3
12,5 %
2

Partai Politik POLRI DPR


PEKERJAAN BERLUMURAN NODA
• Kehidupan polisi adalah gambaran kehidupan yang kompleks dan complicated,
ilmu yang dimiliknya tidak bisa hanya bersifat monodisiplin namun harus
multidisiplin bahkan interdisipliner

• Dalam criminal justice system, polisi adalah garda depan yang mempau
bertindak sebagai hukum yang hidup. Baik buruknya hukum di mulai dari sini.
Jika polisi tidak mampu berperilaku baik, jujur dan adil maka polisi dapat
terjerumus dalam kubangan noda, atau pekerjaan polisi dianggap sebagai
pekerjaan yang belumuran noda (tainted occupation).
REFORMASI PERILAKU DAN BIROKRASI
• Menjadi “polisi nabi” dibutuhkan
reformasi di berbagai bidang. Maka Reformasi Budaya Polisi
reformasi harus diteruskan khususnya
mereformasi perilaku polisi dan
sekaligus birokrasinya. Kedua bidang
reformasi tersebut sebenarnya Police Gentlement
beririsan pada satu titik yaitu
reformasi budaya polisi (police culture)
atau dikonkretkan dalam bentuk
“police gentlement”.
Police Culture

Polisi Nabi
POLISI RESPONSIF
Polisi telah memiliki program Quick Wins. Quick Wins merupakan Program Akselerasi dan
Transformasi Polri dalam rangka membenahi Polri sesuai dengan tugas pokok, peran dan
fungsinya

Polri juga menetapkan Grand Strategi tahun 2005 s/d 2025 yang terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu 2005-
2010 : trust building, 2010-2015 : parnership building, dan 2015-2025 : strieve for excellence
MENJADI HAKIM PROGRESIF

Dalam praktik penegakan hukum, pengadilan di Indonesia menjalankan fungsi


integrasi yang diwakili oelh hakim, sehingga memikul tanggung jawab untuk
menghadirkan keadilan (bringing justice ti the people) dan kebenaran (searching
for the truth) dalam rangka menciptakan integrasi sosial bukan sebaliknya

Faktor di luar pengadilan termasuk kelompok penekan (pressure group) misalnya pers,
LSM, dll dapat ditempatkan sebagai sahabat pengadilan (Amicus uriae). Fungsi utama
sahabat pengadilan adalah memberikan masukan baik diminta / tidak dalam rangka
memutuskan suatu perkara, namun masukan itu tidak bersifat mendikte melainkan
dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan keputusan akhir.
• Sistem pengadilan bersifat Autipoietic adalah :
• Pengadilan menghasilkan elemen dasar yang menysuun sistem itu sendiri
• Pengadilan mengorganisasikan diri dalam dua cara, yaitu dengan
mengorganisasikan batas-batasnya sendiri dan mengorganisasikan struktur
internalnya sendiri
• Pengadilan menentukan referensi sendiri sebagai rujukan untuk menghargai dirinya
sendiri
• Pengadilan merupakan sistem tertutup
• Dengan dapat membuat hukum sendiri, diharapkan bahwa hakim dapat membuat
hukum progresifnya sendiri yang dapat memberikan rasa adil terhadap masyarakat.
KEADILAN SUBTANTIF LEBIH
DIUTAMAKAN
Hakim tidak boleh hanya menjadi corong undang-undang dan tradisi konvensional
yang menghambat kreatifitas dalam mewujudkan keadilan

Dalam penanganan kasus hukum di negeri yang serba plural seperti Indonesia ini, termasuk
kasus korupsi, tidak cukup hanya menggunakan hukum negara (state law) sebagai bahan
dasar utama untuk mengonstruksi penalaran hukum aparat penegak hukum.

. Di butuhkan faset-faset hukum selain faset hukum perundang-undangan mengingat hukum itu bersifat
multifaset, interdisipliner dan komprehensif. Bila faset undang-undang tidak cukup mendorong hakim
untuk bertindak progresif, maka faset moral, ethics dan religion lah yang mampu mendongkrak adrenalin
hakim untuk berpikir, bersikap dan bertindak progresif dalam memeriksa hingga menyelesaikan perkara
korupsi.
REFORMASI PENDIDIKAN TINGGI HUKUM
Adanya Pendidikan Tinggi Hukum (PTH) menawarkan solusi bila hukum hakim
dan kepemimpinan di MA dan KY kurang mendukung rasa adil di masyarakat.
Tugas PTH aadalah meruhanikan ilmu hukum sehingga berwatak humanis dan
progresif yakni :
Dengan kecerdasan spiritualnya seorang penegak hukum tidak terkungkung oelh
peraturan bila ternyata peraturan hukum justru tidak menghadirkan keadilan
Penegakan hukum mau melakukan penemuan hukum melalui pencarian makna
yang lebih dalamdari suatu konteks hukum sehingga tidak terjebak dengan
makna gramatikal yang dangkal
Penegakan hukum mau memiliki kepedulian dan keberpihakan terhadap rakyat
pihak yang lemah harus dijamin dan dilindungi hak-haknya.
KESIMPULAN

Menjadi seorang penegak hukum yang adil di Negara Republik Indonesia adalah
pilihan dari masing masing individu, terutama di bidang kepolisian untuk menjadi
seorang “polisi nabi” seperti bahasan diatas banyak sekali hal-hal yang harus dilakukan.
Hal-hal yang memperhitungkan seorang individu menjadi polisi yang baik atau “polisi
nabi“ adalah polisi harus memiliki sikap responsif, dan pekerjaan polisi merupakan
pekerjaan yang berlumuran dosa sehingga segala keputusannya mempengaruhi
pandangan masyarakat kepada polisi tersebut. Bila hal ini dapat dilakukan dengan baik
maka seorang individu itu dapat dikatakan polisi yang baik

Hal ini juga berpengaruh pada hakim yang merupakan penentu keputusan suatu
tindak pidana. Menjadi hakim progresif tidaklah mudah, ia harus melihat dari berbagai
factor juga seperti keadilan yang substansif harus lebih diutamakan oleh seorang hakim
dan memiliki pendidikan tinggi hukum .