Anda di halaman 1dari 12

ETIKA BISNIS

PRODUKSI ISLAMI
KELOMPOK
NUR ROHMAH NASRUN ( B200160056 )
MAHARANI CINDY ( B200160062 )
JIWANGGA WAHYU UTAMI ( B200160072 )
HAZIMAH FAIRUZ AZIZAH ( B200160053 )
ALFI MAWADHAH NALURIA ( B200150252 )
PRODUKSI

• Menurut pandangan Islam, produksi adalah sebagai usaha


manusia untuk memperbaiki kondisi fisik material dan
moralitas sebagai sarana untuk mencapai tujuan hidup
sesuai syariat islam, kebahagian dunia akhirat. Pandangan
islam tentang produksi bertentangan dengan produksi
dalam konvensional yang mengutamakan self interest.
Dalam islam kegiatan produksi adalah ibadah. Sehingga
tujuan dan prinsipnya harus dalam rangka beribadah.

Add a footer 2
FR

a) Urgensi Produksi dalam Islam


• Produksi merupakan pelaksanaan fungsi manusia sebagai
khalifah.
Seorang muslim hendaknya menyadari bahwa penciptaan
dirinya di muka bumi ini adalah sebagai khalifah fil ardhi,
yang harus mengarahkan perbuatan manusia yaitu
melaksanakan yang ma’ruf dan menjauhi yang mungkar, dan
apapun yang Allah berikan kepada manusia adalah sebagai
sarana untuk menyadarkan fungsinya sebagai pengelola bumi.

Add a footer 3
FR

• Islam sangat menganjurkan dan mendorong proses


produksi mengingat pentingnya kedudukan produksi
dalam menghasilkan sumber-sumber kekayaan. Produksi
juga merupakan bagian penguat sekaligus sumber yang
mencukupi kebutuhan masyarakat

Add a footer 4
FR

Seorang muslim juga menyadari bahwa ia dikirimkan sebagai pembawa misi


rahmatan lil alamin. Sebagaimana firman Allah :
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku
hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata:
“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan
membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami
Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan
berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
(Qs. Al-Baqarah ;30)
Add a footer 5
FR
b) Tujuan Produksi
• Merespons kebutuhan produsen secara pribadi dengan bentuk yang memiliki ciri
keseimbangan Memenuhi kebutuhan keluarga
• Merealisasikan keuntungan seoptimal mungkin
• Merealisasikan kecukupan individu dan keluarga
• Tidak mengandalkan orang lain
• Melindungi harta dan mengembangkannya
• Mengeksplorasi sumber-sumber ekonomi dan mempersiapkannya untuk dimanfaatkan
• Pembebasan dari belenggu ketergantungan ekonomi
• Taqarrub kepada Allah SWT

Add a footer 6
c) Prinsip produksi dalam Islam FR

• 1. Motivasi berdasarkan keimanan.


• 2. Berproduksi berdasarkan azas
manfaat dan maslahat
• 3. Mengoptimalkan kemampuan
akhlaknya.
• 4. Adanya sikap tawazun
• 5. Harus optimis
• 6. Menghindari praktik muslim yang
haram.

Add a footer 7
FR

Berproduksi merupakan ibadah karena umat muslim adalah


khalifah yang rahmatan lil ‘alamin, maka kita harus pula
bertanggung jawab menjaganya. Berproduksi merupakan ibadah,
karena suatu aktivitas yang diperintahkan oleh Allah dan ada
contoh dari Rasulullah, maka perbuatan itu bernilai ibadah.

Add a footer 8
FR

Islam sangat menganjurkan dan mendorong proses produksi


mengingat pentingnya kedudukan produksi dalam menghasilkan
sumber-sumber kekayaan. Produksi juga merupakan bagian
penguat sekaligus sumber yang mencukupi kebutuhan masyarakat.
Allah berfirman:
“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka
berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari
rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah)
dibangkitkan.” (Qs. Al Mulk : 15 )

Add a footer 9
FR

Produksi sebagai sarana pencapaian akhirat Allah SWT telah


menundukkan bumi untuk kesejahteraan manusia. Dia melengkapi
manusia dengan potensi penglihatan, pendengaran, dan kemampuan
berpikir untuk membantu mereka memanfaatkan karunia dari Allah SWT.
“Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah telah menundukkan
untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan
menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara
manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu
pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan.”
(Qs. Luqman :20 )

Add a footer 10
FR
d) Bidang-bidang dalam produksi

Bidang-bidang yang dapat dijadikan produksi antara lain


perdagangan, industry, (pengolaan besi baja, perkapalan,
pembuatan barang), pertanian/perkebunan, pertambangan,
perternakan, hasil laut dan sebagainya. Prinsip-prinsip produksi
seorang muslim menolak prinsip individualis ( mementingkan
diri sendiri), curang, khianat yang sering dipakai oleh
pengusaha yang tidak memiliki motivasi atau keyakinan positif.

Add a footer 11
Thank You.