Anda di halaman 1dari 20

SUJUD

 pertama suatu kegiatan fisik


atau tubuh manusia dalam
keadaan lutut dan kening
menempel pada permukaan
tanah

 kedua adalah kegiatan non fisik


atau tidak tampak secara kasat
mata namun merupakan
bagian dari rasa tunduk
seseorang berdasarkan
ketaatan dan keimanan.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

– ‫علَى أَ ْن ِف ِه‬ َ ‫علَى ا ْل َج ْب ََه ِة – َوأَش‬


َ ‫َار ِبيَ ِد ِه‬ ُ ‫س ْبعَ ِة أ َ ْع‬
َ ‫ظ ٍم‬ َ ‫علَى‬ ْ َ‫أ ُ ِم ْرتُ أ َ ْن أ‬
َ ‫س ُج َد‬
ِ ‫الر ْكبَتَ ْي ِن َوأَ ْط َر‬
‫اف ا ْلقَ َد َم ْي ِن‬ ُّ ‫ َو‬، ‫َوا ْليَ َد ْي ِن‬

“Aku diperintahkan bersujud dengan tujuh bagian


anggota badan: (1) Dahi (termasuk juga hidung, beliau
mengisyaratkan dengan tangannya), (2,3) telapak
tangan kanan dan kiri, (4,5) lutut kanan dan kiri, dan
(6,7) ujung kaki kanan dan kiri. ” (HR. Bukhari no. 812
dan Muslim no. 490)
Kemudian ketika sujud membaca “subhana robbiyal
a’laa”.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits Hudzaifah, ia
berkata bahwa

« ‫َان يَقُو ُل ِفى ُركُو ِع ِه‬َ ‫ فَك‬-‫صلى هللا عليه وسلم‬- ‫صلَّى َم َع النَّ ِب ِى‬ َ ُ‫>أَنَّه‬
» ‫ان َر ِب َى اَأ َ ْعلَى‬
َ ‫س ْب َح‬ ُ ‫ َو ِفى‬.» ‫ان َر ِب َى ا ْلعَ ِظ ِيم‬
ُ « ‫س ُجو ِد ِه‬ َ ‫س ْب َح‬
ُ

Ia pernah shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa


sallam, lantas beliau mengucapkan ketika ruku’
‘subhanaa robbiyal ‘azhim (artinya: Maha Suci Rabbku
Yang Maha Agung)’ dan ketika sujud, beliau
mengucapkan ‘subhanaa robbiyal a’laa (artinya: Maha
Suci Rabbku Yang Maha Tinggi).(HR. Muslim no. 772
dan Abu Daud no. 871).
Pertama, bersujud di atas tujuh anggota badan. Di dalam
pelaksanaannya sujud harus melibatkan 7 (tujuh) anggota badan, yakni
kening, kedua tangan, kedua lutut, dan kedua telapak kaki. Ini
berdasarkan oleh hadis yang di antaranya diriwayatkan oleh Imam
Bukhari dimana Rasulullah SAW bersabda:

‫اف‬ ْ َ‫ َوأ‬،‫الر ْك َبتَي ِْن‬


ِ ‫ط َر‬ ُّ ‫علَى أَ ْن ِف ِه َوال َيدَي ِْن َو‬ َ ‫ َوأَش‬،‫علَى ال َج ْب َه ِة‬
َ ‫َار ِب َي ِد ِه‬ ُ ‫س ْب َع ِة أَ ْع‬
َ ‫ظ ٍم‬ َ َ‫أ ُ ِم ْرتُ أَ ْن أَ ْس ُجد‬
َ ‫علَى‬
‫القَدَ َمي ِْن‬

Artinya: “Saya diperintah untuk bersujud di atas tujuh anggota badan,


yakni dahi—sambil tangan beliau menunjuk pada hidungnya--, kedua
tangan, kedua kaki, dan ujung-ujung telapak kaki.” (HR. Imam Bukhari)
 Kedua, kening dalam keadaan terbuka. Artinya ketika
sujud tidak boleh ada sesuatu apapun yang menutupi
kening kecuali bila ada udzur atau alasan tertentu
seperti adanya rambut yang tumbuh di kening atau
adanya perban yang bila dilepas maka akan
menimbulkan bahaya.
 Ketiga, bertumpu pada kepala. Artinya ketika
bersujud yang menjadi tumpuan adalah kening, bukan
lainnya,di mana beban kepala menimpa tempatnya
sujud. Dalam hal ini Dr. Musthafa Al-Khin dalam kitab
Al-Fiqhul Manhajî memberikan satu gambaran
bilamana di bawang kening tersebut terdapat kapas
maka ia akan tertekan dan nampak jelas bekas
sujudnya di kapas tersebut.
 Keempat, jatuhnya badan bukan untuk selain sujud.
Artinya turunnya badan ke posisi sujud bukan karena
untuk suatu tujuan selain sujud. Sebagai contoh,
ketika orang yang shalat dalam posisi i’tidal atau
berdiri tegak setelah ruku ia didorong oleh anaknya
sehingga terjatuh ke depan pada posisi sujud. Ini
artinya turunnya badan pada posisi sujud tersebut
bukan karena mau melakukan sujud tapi karena hal
lain yakni terjatuh didorong oleh anak. Dalam kasus
seperti ini bila ia meneruskan sujudnya maka tidak
sah. Ia mesti berdiri lagi untuk kemudian
menurunkan badan untuk bersujud.
 Kelima, tidak bersujud di atas sesuatu yang dapat
bergerak sebab gerakannya orang yang shalat. Sebagai
contoh, orang yang shalat dengan menggunakan baju
koko misalnya, dimana ujung lengannya lebih lebar.
Ketika orang yang shalat ini melakukan gerakan-
gerakan shalat dari berdiri ke ruku’, dari ruku’ ke
i’tidal, dan seterusnya maka ujung lengan bajunya
akan ikut bergerak. Itu artinya lengan baju tersebut
adalah sesuatu yang tersambung dengan diri orang
yang shalat dan bergerak karena gerakan orang
tersebut.
 Keenam, tubuh bagian bawah diangkat lebih tinggi
dari tubuh bagian atas. Dengan syarat ini maka orang
yang bersujud posisi pantatnya harus lebih tinggi dari
posisi kepala dan kedua pundaknya, tidak boleh sejajar
atau bahkan lebih rendah. Sebagai contoh kasus
dalam hal ini adalah orang yang shalat di anak tangga,
dimana posisi kakinya ada di anak tangga bagian
bawah. Pada posisi demikian ketika ia melakukan
sujud maka posisi kepala akan berada di anak tangga
yang lebih atas. Bila dengan kondisi demikian posisi
pantat sejajar dengan posisi kepala maka sujudnya
tidak sah yang berarti juga menjadikan shalatnya tidak
sah.
 Ketujuh, tuma’ninah. Saat bersujud orang yang
melakukannya harus disertai dengan tuma’ninah,
yakni sikap dimana semua anggota badan terdiam
tenang dengan waktu minimal selama orang
mengucapkan kalimat tasbih subhânallâh. Ini juga
berarti bahwa waktu paling cepat dalam melakukan
sujud adalah selama orang mengucapkan kalimat
tasbih tersebut.Wallâhu a’lam.
 Mengingat Allah SWT
Salah satu hikmah dari sujud syukur adalah merupakan bentuk
bahwa kita selalu mengingat Allah dalam setiap perjalanan hidup,
baik suka maupun duka dan merupakan akhlaq dalam islam yang
terpuji. sebagaimana Allah SWT dalam firmannya berikut :

ْ ‫فَا ْذك ُُرو ِني أ َ ْذك ُْر ُك ْم َوا‬


َ‫شك ُُرواْ ِلي َوال‬
ِ ‫ت َ ْكف‬
‫ون‬ ‫ر‬ ُ ُ
Artinya: “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat
(pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah
kamu mengingkari (ni`mat) -Ku”. (QS. Al-Baqarah : 152).
 Ungkapan Rasa Syukur

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;


“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan
menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
(QS. Ibrahim : 7).

Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa, Allah akan selalu


menambahkan nikmat bagi mereka yang selalu bersyukur,
sebaliknya Allah akan memberi azab bagi mereka yang
mengingkari nikmatnya. Dalam hal ini cara meningkatkan
akhlak , salah satunya adalah hikmah dari sujud syukur ialah
adanya ungkapan rasa syukur yang kemudian akan membuat
Allah SWT kembali memberikam nikmatnya pada kita.
 Bentuk Kepasrahan

Bentuk kepasrahan disini bukanlah menyerah, namun


lebih kepada berserah diri kepada Allah sebagai cara
agar hati tenang dalam islam.

Dengam melakukan sujud syukur artinya bahwa kita


benar-benar mensyukuri segala nikmat yang diberikan
dan memasrahkan apa yang kemudian akan terjadi
selanjutnya.
Sujud merupakan bentuk sebuah ungkapan yang
melambangkan kepasrahan manusia akan semua takdir
yang telah Allah SWT gariskan
 Semakin Mendekatkan Diri pada Allah SWT

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwasanya


Rasulullah saw bersabda: Paling dekatnya seorang
hamba kepada Tuhannya ialah pada waktu ia sedang
sujud, oleh karena itu perbanyaklah doa.” [HR. Muslim].

Dalam posisi sujud, dipercaya sebagai sebuah


momentum dimana kita benar-benar dekat dengan
Allah SWT. Oleh karena itu dengan memperbanyak
sujud maka insyaallah kita akan semakin dekat dengan
Allah SWT. Tidak dipungkiri bahwa semua umat muslim
menginginkam dekat dengan penciptanya yakni Allah
SWT.
 Merasa Rendah Diri Dihadapan Sang Pencipta
Ketika dalam posisi sujud, maka dahi akan menyentuh
tanah, badan akan dalam posisi paling rendah. Maka
dari itu, sujud syukur yang dilakukam juga merupakan
sebuah simbol merendahkan diri dihadapan sang
pencipta. Sudah barang tentu dalam hidup ini kita harus
memiliki sikap rendah diri.
Karena bagaimanapun sebagai manusia tidak ada yang
akan bisa dibanggakan dihadapan Allah SWT kecuali
amal dan ibadah yang kita perbuat selama didunia.
 Mengikis Sifat Sombong

Sombong menjadi sifat yang sangat dibenci oleh Allah


SWT. sombong merupakan sifat dan salah satu penyakit
hati menurut islam yang memandang rendah orang lain
dan merasa paling hebat. Padahal dalam pandangam
Allah SWT semua makhluk ciptaannya adalah sama
tidak ada yang membedakan kecuali amal dan
ibadahnya.

Oleh karena itu, sujud syukur merupakan salah satu cara


untuk mengikis sifat sombong yang secara naluriah
memang telah ada dalam diri manusia.
 Menjauhkam Diri Dari Sikap Takabur

Selain sombong salah satu akhlaq tercela dan sangat dibenci


oleh Allah adalah sifat takabur. Sifat ini membuat seseorang
merasa besar dan lebih segala galanya dibandingkan orang
lain.
Sifat ini lah yang kemudian membuat manusia lupa diri dan
mersa bahwa apa yang diraihnya adalah hasil dari kerja
kerasnya semata tanpa ada campur tangan dari pihak lain
termasuk juga Allah SWT. Sesungguhnya sifat ini
menjauhkam diri dari rasa bersyukur.

Sehingga untuk dapat mengikis dan menghilangkam sifat ini


maka sujud syukur dapat dijadikan sebagai penolongnya.
 Menyegarkan Otak

Saat posisi badan sujud, maka posisi kepala akan lebih


rendah dari badan. Jika dipandang dari segi ilmu
kesehatan maka dalam posisi ini, suplai oksigen ke otak
akan lebih banyak. Sehingga hal ini akan membuat otak
me jadi lebih segar dan fresh.

Hal ini merupakam salah satu hikmah sujud syukur


yang akan anda dapatkan. Ternyata banyak sekali
manfaatnya, jadi tidak ada ruginya bukan.
 Melancarkan Sirkulasi Darah

Selain oksigen, posisi sujud juga membuat sirkulasi daraj


ke otak menjadi lancar. Tentunya hal ini sangat baik bagi
kesehatan tubuh anda. Apalagi bagi anda yang memiliki
gangguan pada kepala misalnya sering merasa pusing
atau kliyengan.
Dengan melakukam sujud syukur maka anda akan bisa
menghilangkan rasa sakit tersebut.
 Menajamkan Akal dan Pikiran

Ketika sirkulasi darah dan olsigem dalam otak lancar,


maka secara otomatis tingkat konsentrasipun akan
meningkat. Tentunya hal inilah yang kemudian akan
membuat daya ingat atau memori anda dalam bekerja
dan beraktivitas menjadi semakin tajam.

Apalagi seiring dengan meningkatnya usia kemampuan


akan gal tersebut juga semakin menurun. Karenanya
semakin sering melakukam sujud syukur maka anda
akan bisa lebib dan lebih lagi berkonsentrasi dalam
bekerja ataupun beraktifitas.