Anda di halaman 1dari 56

INISIASI MENYUSU DINI (IMD)

DAN MANAJEMEN LAKTASI


BY : PUTRI AYU YESSY ARIESCHA,SST,M.Keb
Bayi diberi kesempatan
mulai menyusu sendiri segera
setelah lahir

Meletakkan bayi di dada ibu agar


terjadi kontak kulit ibu dengan kulit
bayi
Membiarkan bayi merangkak mencari
puting kemudian menyusu sampai puas
dalam 1 jam pertama sejak lahir
TATALAKSANA IMD
(WABA 2007 Leaflet UNICEF IMD 2007)

1. Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu


saat melahirkan
2. Dalam menolong ibu saat melahirkan, disarankan
untuk tidak atau mengurangi mempergunakan
obat kimiawi
3. Dikeringkan kecuali tangan, tanpa menghilangkan
lemak putih( vernix )
4

4. BAYI DITENGKURAPKAN di PERUT IBU


dengan KULIT bayi MELEKAT pada KULIT
ibu. Keduanya diselimuti. Bayi diberi topi

5. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang


bayi mendekati puting. Biarkan bayi mencari puting
sendiri

6. Biarkan KULIT Bayi bersentuhan dengan kulit


ibu selama PALING TIDAK SATU JAM atau
lebih sampai proses menyusu awal selesai

7. Bila dlm 1 jam menyusu awal belum terjadi,


DEKATKAN BAYI KE PUTING tapi jangan
memasukkan puting ke mulut bayi. BERI
WAKTU 30 menit atau 1 jam lagi
8. Tunda menimbang, mengukur , suntikan
vit K dan menetes mata bayi sampai
proses menyusu awal selesai

9. Ibu melahirkan dg TINDAKAN seperti


OPERASI; diberikan kesempatan kontak
kulit segera setelah ibu sadar.

10. Berikan ASI saja tanpa minuman atau


makanan lain kecuali atas indikasi medis.
RAWAT GABUNG : Ibu – bayi dirawat
dalam satu kamar, dalam jangkauan ibu
selama 24 jam.
6

Dalam usia beberapa menit


bayi sudah dapat merangkak
kearah payudara ibu,
Dan menyusu sendiri dengan
baik.

(“THE BREAST CRAWL” )


1. Dalam 30 menit pertama:
Bayi istirahat dan siaga.
Sekali-kali melihat ibunya,
menyesuaikandengan lingkungan

2. 30’-40’ menit:
Bayi mengeluarkan
suara, gerakan menghisap,
memasukkan tangan ke mulut
3. Mengeluarkan
air liur

4. Kaki menekan-
nekan perut ibu
untuk bergerak ke
arah payudara
5. menjilat-jilat kulit ibu, menyentuh puting susu dg
tangannya. menghentak kepala ke dada ibu, menoleh ke
kanan kiri, menemukan putting, menjilat, mengulum
puting susu, membuka mulut lebar dan melekat dengan
baik
MENGAPA KONTAK KULIT IBU-BAYI SEGERA
SETELAH LAHIR BEGITU PENTING ?

• DADA IBU MENGHANGATKAN BAYI DG TEPAT,


kehangatan saat menyusu menurunkan kematian
karena hypothermia. (Bergman N, 2005, Bergstorm 2007)

• IBU DAN BAYI MERASA LEBIH TENANG,


membantu pernafasan dan detak jantung bayi lebih
stabil. kurang menangis hingga mengurangi pemakaian
energi
• Bayi Menjilat-jilat Kulit Ibu Untuk Menelan Bakteri Kulit
Ibu Yang Tidak Berbahaya.
• Bakteri Baik Membuat Koloni Di Usus Dan Kulit Bayi
Menyaingi Bakteri Yg Lebih Ganas Dari Yg Berasal Dari
Lingkungan. ( Hanson L 2004)

Memfasilitasi Jalinan Kasih Sayang Ibu-bayi-ayah.


sebab bayi siaga pada 1 – 2 jam pertama.
(UNICEF India: BREASTCRAWL Initiation of
breastfeeding by breast crawl. UNICEF India 2007)
 BAYI MENDAPATKAN kOLOSTRUM, cairan
emas yang kaya akan antibodi dan zat penting
untuk pertumbuhan usus, ketahanan terhadap
infeksi -kelangsungan hidup bayi ini. (Hanson L :
Immunobiology of Human Milk. 2004)

 LEBIH BERHASIL MENYUSU SECARA


EKSKLUSIF DAN MEMPERTAHANKAN
MENYUSUI. (UNICEF India: BREASTCRAWL
Initiation of breastfeeding by breast crawl. UNICEF
India 2007,Sose CIBA Symposium 1978, Kramer et al
JAMA2001,VaidyaK et al. NepalMedical College
Journal 2005))
• MERANGSANG KELUARNYA OKSITOSIN.
melalui sentuhan, emutan dan jilatan bayi pada
payudara ibu
ANAK
Anak

Amanah dari Tuhan


Generasi Penerus

Perlu di
Jaga

Beri HAKnya sebagai seorang anak


Hak Anak :
• ASIH : - kasih sayang
- rasa aman

• ASAH : - stimulasi mental

• ASUH :- pangan/gizi
- sandang, papan, higiene dan
- perawatan kesehatan dasar
Bayi Ibu

Manfaat ASI

Negara Keluarga
Manfaat ASI untuk Bayi

1. Nutrien (zat gizi) sesuai


untuk bayi
2. Mengandung zat protektif
3. Efek psikologis (+)
4. Pertumbuhan baik
5. Kondisi gigi baik
6. Pertumbuhan rahang normal
Cerebrum
Hipotalamus
Cerebelum
PONS

PROLAKTIN
OKSITOSIN

Aspek kesehatan ibu


-Involusi rahim cepat pengeluaran darah
setelah persalinan   anemia 

- Kejadian kanker payudara 


2. Aspek keluarga berencana
- Metode Amenore Laktasi (MAL)
- Hormon laktasi menekan hormon
ovulasi

3. Aspek psikologis :
- Ibu bangga dan merasa dibutuhkan
- Bounding Attachment

4. Aspek ekonomi:
- Tidak perlu biaya untuk membeli
susu formula dan perlengkapannya
- Angka kesakitan  biaya 
ANJURAN PEMBERIAN ASI

6-12
0-6 bulan >12 bulan
bulan
ASI memenuhi ASI hanya
60-70% memenuhi
kebutuhan, 30%
ASI eksklusif
kebutuhan,
memenuhi
ASI tetap
100%
Perlu makanan diberikan
kebutuhan
pendamping untuk
ASI yang keuntungan
adekuat lainnya
Bagaimana cara memberikan asupan?
Tergantung usia kehamilan dan kondisi
klinis

 Keterampilan oromotorik – perkembangan normal :


 Refleks menelan: 32 minggu kehamilan
Refleks isap: >34 minggu
Rooting reflex: 37 minggu
 Tidak ada tanda-tanda kegawatan

Perinasia, 2006
Cara pemberian asupan enteral :

 oral:
Menyusu langsung pada payudara
Cangkir, sendok
 Selang orogastrik atau nasogastrik

Perinasia, 2006
Perinasia, 2006

SEBELUM MEMBERI ASI


Perlu dinilai :
1. Bayi tidak sesak, respirasi < 40x/mnt
2. Usia gestasi:
- 32 minggu refleks menelan
- 34 minggu refleks hisap
3. Kenali tanda lapar: mengecap2, mengisap
tangan, gelisah
Perinasia, 2006

PEMBERIAN ASI PADA BBLR

• Kehamilan 32 – 34 minggu ( 1500 – 1800 gr )


Sendok, lanjutkan dengan latihan menetek langsung

• Usia kehamilan > 34 minggu ( > 1800 gr) langsung


menetek, sesering mungkin. Perlu kesabaran ibu,
dukungan petugas dan keluarga.
Perinasia, 2006

Refleks penting pada proses laktasi

Response
(drops of milk)
Breast receptor

Reflex arc in the breastfeeding mother


Perinasia, 2006

Refleks penting pada proses laktasi


• Isapan bayi pada puting dan areola  refleks prolaktin
 produksi ASI
• Isapan bayi pada puting dan areola  refleks oksitosin
 ASI mengalir
• Pengosongan payudara  refleks prolaktin
• Payudara penuh  refleks inhibisi  stop produksi ASI

MENYUSU SESERING MUNGKIN TANPA JADWAL


Perinasia, 2006

Bagaimana teknik menyusui yang


benar?

Posisi menyusui
Perlekatan
Posisi menyusui yang benar Perinasia, 2006

• Posisi ibu harus nyaman: duduk bersandar, tidur miring,


berdiri
• Bila duduk, jangan sampai kaki ibu menggantung
• Bayi tidur miring, kepala di lengkung siku, punggung
ditopang lengan ibu, bokong ditahan telapak tangan
• Lengan bayi satu memeluk ibu, satu di depan
• Perut bayi menempel perut ibu, seluruh kepala
menghadap payudara
• Telinga dan lengan bayi pada satu garis lurus
Posisi menyusui

craddle cross craddle


Perinasia, 2006

PERLEKATAN
• Peras ASI sedikit dan sentuhkan puting ke mulut bayi
• Biarkan bayi mencari sampai mulut terbuka lebar
• Masukkan puting kemulut bayi sampai sebagian besar
areola masuk
• Tanda bayi melekat baik: - dagu menempel payu dara
- sebagian areola masuk
CALM - bibir tidak “mecucu”
- mulut terbuka lebar
• Ibu tidak merasa sakit
Posisi Perlekatan yang benar
C A L M
Mouth:
Lips: Bibir melipat keluar Mulut bayi terbuka
lebar

Chin: Areola:
Dagu Bagian
menyentuh bawah areola
payudara tidak terlihat

32
POSISI LIDAH SAAT MENYUSU
Perinasia, 2006

Posisi Benar Posisi salah


Perinasia, 2006

MASALAH MENYUSUI PADA BBLR


• Refleks mengisap lemah
• Volume lambung kecil
• Sering muntah
• Lebih banyak tidur
• Hari2 pertama mungkin terpisah dari ibunya
Perinasia, 2006

MASALAH MENYUSUI PADA BBLR


Karena bayi seolah tidak mau menetek 
- percaya diri ibu menurun
- apalagi bila tidak tahu teknik menyusui
- keluarga tidak mendukung

Akibatnya:
- rangsangan pada puting susu berkurang
- pengosongan payudara terhambat
- produksi ASI menurun
Perinasia, 2006

TEKNIK PEMBERIAN ASI PADA BBLR


• Karena cepat lelah, sebaiknya bayi lebih sering
disusui walaupun waktu menyusu pendek2
• Untuk merangsang: sentuh langit –langit dengan
jari bersih, pilih waktu saat bayi lapar
• Diluar waktu minum, biarkan bayi “ngempeng”
• Ajari ibu teknik memeras & menyimpan ASI
• BBLR cukup bulan biasanya tidak bermasalah
Perinasia, 2006

Bagaimana bila bayi tidak dapat


menyusu?

Berikan ASI perah


Perinasia, 2006

MEMERAH ASI
Ibu bayi prematur / BBLR yang belum pintar menetek
perlu memeras ASI:
 Mengurangi payudara bengkak
 Mempermudah perlekatan
 Mempertahankan produksi ASI
 Bila bayi dirawat, untuk supply ASI di RS
 Puting terbenam
Perinasia, 2006

CARA MEMERAH ASI


• Ibu mencuci tangan
• Sediakan wadah bersih: cangkir/mangkuk
• Duduk, dekatkan wadah ke payudara
• Letakkan ibu jari di batas areola, telunjuk berseberang-an
dengan ibu jari dan jari lain menopang payudara
• Tekan ibu jari dan telunjuk ke arah tulang dada, peras
• Tekan lepas – tekan lepas sampai 3-5 menit, ubah2 posisi jari
agar semua sinus laktiferus terperas
• Bergantian sampai ke dua payudara kosong (20–30 mnt)
Perinasia, 2006

Memeras ASI
Pompa ASI Manual & Elektrik
Perinasia, 2006
CARA MENYIMPAN ASI
Perinasia, 2006

• Waspadai:
- kontaminasi bakteri  tutup!!
- matinya sel2 ( beku terlalu lama )
- kehilangan lemak ( mengendap )
• Suhu kamar > 25˚C: 4-8 jam
Lemari pendingin < 4˚C : 2- 3 hari
Lemari beku < 0˚C : 3 bulan
• Bila menyimpan dalam freezer bagilah dalam beberapa
tempat sesuai jumlah yg diminum
Perinasia, 2006

CARA MEMBERIKAN ASI PERAS


• Keluarkan ASI dari freezer malam sebelum
dipakai, letakkan di lemari es bagian bawah
• Setelah cair, tuang ASI secukupnya saja, biarkan
dalam suhu kamar
• Jangan memanaskan dengan kompor/microwave
• Rendam ASi dalam wadah berisi air panas
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN Perinasia, 2006

• Hari2 pertama produksi ASI sangat sedikit,


berikan support mental pada ibu, ibu harus relaks
• Kompres payudara dengan handuk hangat dan
masase sebentar, atau masase punggung
• Anjurkan ibu untuk memikirkan bayinya agar
refleks, oxytosin lancar, minuman hangat
• Bila terasa sakit artinya metode kurang tepat
• Jangan memencet puting, tapi daerah areola
• Mulai memeras 6 jam setelah melahirkan
• Usahakan memeras 5-6x/24 jam, sekitar 100
menit
Perinasia, 2006

Bagaimana memberikan asupan


(lanj.)

Pemberian asupan melalui selang


orogastrik
 Kurang dari 33 minggu kehamilan
 Gangguan neurologis
(pengisapan/penelanan abnormal)
Perinasia, 2006

Prosedur pemasangan selang


Orogastrik
• Gunakan selang ukuran no 5 (untuk bayi kurang
dari 2 kg) atau ukuran 8 (untuk bayi lebih dari 2
kg)
• Selang mungkin silastik (terbaik), poliuretan,
atau PVC
• Mengukur jarak dari pangkal hidung sampai ke
lubang telinga dan kemudian ke bawah menuju
pertengahan proxesus xiphoideus dan umbilikus
Perinasia, 2006

Prosedur pemasangan
selang Orogastrik
• Masukkan selang melewati hidung atau mulut
sampai jarak yang sudah ditentukan sebelumnya +
1- 2 cm.
• Periksa penempatan selang dengan menginjeksikan
udara ke dalam selang dan melakukan auskultasi di
atas perut atau dengan mengaspirasi cairan
lambung.
• Pasang plester pada selang dan tempelkan dengan
kuat.
Prosedur Pemberian Asupan

• Pemberian asupan “trophic feeding”


• Meningkatkan tahap pemberian
asupan
• Memantau toleransi asupan

Perinasia, 2006
Pemberian “Trophic Feeding” &
jumlah ASI yang diberikan
 Mulai segera setelah bayi stabil 1-3 hari
 Mulai dengan ASI 10 ml/ kg/hari
 Berikan asupan setiap 3 atau 4 jam
 Tingkatkan sebanyak 5 - 20 ml /kg /hari
 Waktu tercapainya pemberian asupan secara
penuh

▫ 3 -5 hari pada bayi > 2000g


▫ 10 -14 hari pada bayi < 1250g

Perinasia, 2006
Pemberian “Trophic Feeding” &
jumlah ASI yang diberikan (lanj..)

• Bila BB terus naik, pertahankan 200 cc/kg/hr


• Berikan dengan pipa orogastrik, pipet, sendok
atau cangkir sambil melatih menyusu
• Tujuan setelah gestasi 34 minggu atau berat 1800
– 2000 gr sudah bisa menetek langsung agar
puting susu terus terstimulasi

Perinasia, 2006
Intoleransi Pemberian Asupan
Hentikan pemberian asupan dan nilai ulang:
Bilious (atau residu berwarna kehijauan)
o Peningkatan residual ( > 25% dari asupan, atau
lebih dari jumlah yang diberikan perjam
apabila asupan diberikan per drip
berkesinambungan atau muntah
o Peningkatan ukuran lingkar perut akut >2 cm
o Faeses berdarah yang segar atau cair
o Tanda-tanda sakit lain
Perinasia, 2006
Perinasia, 2006

Memberikan ASI dengan sendok/cangkir


Memeras ASI, memberi minum dengan gelas
(Konseling menyusui, WHO 2004)

PELATIHAN MANAJEMEN BBLR UNTUK


BIDAN MAKASSAR 4 - 5 DES 2006

53
Tanda kecukupan minum
• Dikatakan cukup minum apabila kenaikan BB
sekurangnya 15 gram/hari setelah usia 10 hari
pertama
• Rujuk apabila terdapat keadaan berikut 
▫ Malas atau tidak mau minum per sendok,
sebelumnya minum baik
▫ Bayi batuk dan tersedak sejak pertama kali
minum
▫ Gangguan napas
▫ Kenaikan berat badan tidak sesuai dengan yang
diharapkan
▫ Perut menjadi kembung dan merah, BAB
berdarah
Perinasia, 2006

KESIMPULAN
• ASI adalah makanan paling tepat untuk bayi
BBLR/prematur dari sudut gizi, daya tahan dan
kedekatan ibu - bayi
• Agar produksi ASI lancar, bayi harus dilatih
menetek langsung
• Bila bayi belum bisa menetek, ASI diperas
• Jangan berikan ASI peras dengan botol
• Berikan ASI peras dengan sendok atau cangkir
Perinasia, 2008

TERIMA KASIH,
ADA PERTANYAAN?