Anda di halaman 1dari 12

UJI KEKERABATAN

DISUSUN OLEH :
BONITA WIRASANTI
KANCERIA PRISHANANI
DIAN PANOETI WANTINI
DNA
• Pengertian DNA
• DNA merupakan suatu unit terkecil dari
makhluk hidup yang merupakan pembawa sifat
keturunan. Analisa DNA banyak digunakan
untuk karakterisasi sifat genetik pada level
molekuler yang secara langsung mencerminkan
sifat genotif (materi genetik) yang dimiliki oleh
organisme tertentu. Analisis DNA ini terdiri dari
tiga tahap yaitu ekstraksi DNA, PCR,
danelektroforesis.
Adapun manfaat tes DNA antara lain sebagai berikut :
• Sebagai alat untuk membuktikan kaitan hubungan
darah seseorang, antara kakak dengan adik, ibu
dengan anak.
• Untuk membuktikan pasangan selingkuh atau tidak.
• Untuk membuktikan asal usul seseorang anak yang
tidak diketahui siapa orangtua sebenarnya.
• Sebagai alat bukti forensik bagi kepolisian, karena
tes DNA merupakan bukti yang paling akurat untuk
tes identifikasi seseorang dibanding sidik jari.
• Untuk mendeteksi suatu penyakit tertentu hingga
penyakit yang kompleks.
Dalam dunia forensik, ada 3 tipe permasalahan
DNA forensik, yaitu :
• Single source, yaitu DNA profil berasal dari bukti
satu sumber/individu
• Mixture of DNA, yaitu DNA profil berasal dari
campuran DNA atau lebih dari satu individu.
• Kind Ship Determination, yaitu membandingkan
bukti DNA profil dengan DNA profil pembanding
satu atau lebih untuk menentukan status hubungan
biologis antara individu (kekerabatan atau
paternitas
Tes DNA Paternitas
• Tes paternitas adalah tes DNA untuk mencari
hubungan kekerabatan antar individu. Misalnya
untuk mencari bukti siapa ayah biologis dari
seorang anak, atau untuk persoalan hukum
antara lain warisan, adopsi, perwalian anak,
tunjangan anak, imigrasi, family reunion, dan
masalah forensik.
• Sebetulnya ada beberapa marka genetik yang dapat
digunakan dalam tes paternitas. Namun, sekarang-sekarang
ini yang secara luas dipergunakan oleh laboratorium forensik
di seluruh dunia adalah marka STR (short tandem repeat).
• Tes DNA paternitas tidak hanya dibandingkan satu pola STR
saja, karena makin banyak pola yang dibandingkan maka
diskriminasinya dalam membedakan masing-masing individu
pun makin kuat. Saat ini umumnya laboratorium DNA
forensik menggunakan sistem CODIS (Combined DNA Index
System) yang kembangkan oleh FBI. Mereka membandingkan
13 marka STR yang tersebar di autosom manusia, plus AMEL
untuk mengetahui jenis kelamin. Ke-13 marka STR ini umum
terdapat di seluruh populasi manusia, dan variasinya pun
tinggi sehingga cocok digunakan untuk proses identifikasi.
Ada beberapa macam identifikasi sisa
tubuh manusia diantaranya
• Darah
• Serat dan rambut
• Sidik jari
• Gigi
• Kerangka manusia
darah
• Darah dalam bidang forensik merupakan suatu
komponen yang sangat penting dalam
mengungkap kasus kejahatan atau tindak
kriminal hal ini dapat dilakukan dengan cara
identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP),
juga dilakukannya pemeriksaan dalam
laboratorium
Serat dan rambut
• Analisis utk menentukan apakah rambut yg
•ditemukan di TKP sama dg rambut
tersangka.

• Namun, pemeriksaan rambut scr


mikroskopis cenderung subjektif dan sangat
tergantung pada kemampuan dan integritas
analis yg memeriksa
Sidik Jari
• Metode ini membandingkan sidik jari jenazah
dengan data sidik jari antemortem.Sampai saat ini,
pemeriksaan sidik jari merupakan pemeriksaan
yang diakui paling tinggi ketepatan nya untuk
menentukan identitas seseorang. Dengan demikian
harus dilakukan penanganan yang sebaik-baiknya
terhadap jari tangan jenazah untuk pemeriksaan
sidik jari, misalnya dengan melakukan
pembungkusan kedua tangan jenazah dengan
kantong plastik.
Gigi
• Pemeriksaan Gigi
• Pemeriksaan ini meliputi pencatatan data gigi
(Odontogram) dan rahang yang dapat dilakukan
dengan menggunakan pemeriksaan manual, sinar-X
dan pencetakan gigi dan rahang.Odontogram
memuat data tentang jumlah,bentuk, susunan,
tambalan, protesa gigi dan sebagainya. Seperti hal
nya dengan sidik jari, maka setiap individu memiliki
susunan gigi yang khas.Dengan demikian dapat
dilakukan indentifikasi dengan cara
membandingkan data temuan dengan data
pembanding antemortem.
Kerangka tubuh manusia
• Identifikasi Kerangka
• Upaya identifikasi pada kerangka bertujuan untuk
membuktikan bahwa kerangka tersebut adalah kerangka
manusia, ras, jenis kelamin, perkiraan umur dan tinggi
badan, ciri-ciri khusus dan deformitas serta bila
memungkinkan dilakukan rekonstruksi wajah.Dicari
pula tanda-tanda kekerasan pada tulang dan
memperkirakan sebab kematian.Perkiraan saat
kematian dilakukan dengan memeperhatikan
kekeringan tulang. Bila terdapat dugaan berasal dari
seseorang tertentu, maka dilakukan identifikasi dengan
membandingkan data antemortem.Bila terdapat foto
terakhir