Anda di halaman 1dari 24

TIM PRAKTIKUM

KIMIA KLINIK II
SUMBER-SUMBER KESALAHAN :

MANUSIA ALAT BAHAN

HASIL

METODA LINGKUNGAN
KESALAHAN

ADMINISTRASI ANALITIS

SISTEMATIS RANDOM

STATISTIK

TQM
AKURASI ???

SELISIH HASIL PENGUKURAN


DENGAN NILAI SEBENARNYA

PRESISI ???

DEVIASI HASIL PENGUKURAN


BERULANG
Akurasi OK
Presisi OK

Akurasi NO
Presisi OK
AKURASI PRESISI
Systematic Random
error error

Total Error
AKURASI = d(%) = |TV – X| x 100
TV

AKURASI DIKATAKAN BAIK JIKA d% < 10%


BEBERAPA PARAMETER < 20%
Akurasi OK
Presisi OK

Akurasi NO
Presisi NO Akurasi NO
Presisi OK

Akurasi OK
Presisi NO
AKURASI

BAIK BURUK
PRESISI

TV TV

TV TV
PRESISI DINYATAKAN DENGAN CV %
CV = (SD/RATA-RATA)X 100%
PRESISI DINYATAKN BAIK JIKA < 5 % , BEBERAPA PARAMETER < 10 %

NILAI

CV
 Simpang Baku
Simpang Baku (SB) atau Standard Deviation
(SD) adalah akar varian, merupakan ukuran
bagaimana nilai-nliai hasil pemeriksaan secara seri
pada sampel yang terdistribusi.
 Simpang Baku dihitung berdasarkan rumus :

(Xi-X)2

 SD =

N–1
 Batas Kepercayaan
Batas Kepercayaan (Confidence Interval)
merupakan batas yang kita harapkan dari nilai-
nilai satu seri pemeriksaan pada sampel yang
sama.
 Koefisien Variasi (KV) (CV)

CV adalah SD yang dinyatakan dalam


prosen terhadap nilai rata-rata. CV dihitung
berdasarkan rumus :
CV = SD x 100 %
X
 Presisi (ketelitian)
Presisi adalah kesesuai antara hasil-hasil pada
pemeriksaan berulang dari suatu sampel pemeriksaan.
Secara kuantitatif disebut impresisi yaitu
penyimpangan dari hasil pemeriksaan terhadap nilai
rata-rata.

 Presisi tergantung pada setiap langkah


pemeriksaan yang dapat membedakan hasil dari
pemeriksaan :
 Metode pemeriksaan
 Teknik pelaksanaan
 Mutu reagen
 Alat yang dipakai
 Analis yang mengerjakan
 Akurasi (Ketepatan)
Akurasi menyatakan kesesuai antara hasil
pemeriksaan berulang dengan nilai yang benar.
 Pemeriksaan : Presisi dan Akurasi
 Metode : Within Run

 Prinsip :
Pengulangan pemeriksaan yang dilakukan pada
satu sampel dalam satu seri (within run) dan ditentukan
ukuran bagaimana nilai-nilai hasil pemeriksaan secara seri
dan distribusi dari hasil (SD), juga kesesuaian antara hasil-
hasil pemeriksaan (impresisi) atau penyimpangan hasil
pemeriksaan terhadap nilai rata-rata. Kemudian
ditentukan kesesuai antara hasil pemeriksaan dengan nilai
yang benar (inakurasi).
ALAT BAHAN
 Tabung reaksi kecil.  Serum kontrol.
 Rak tabung reaksi.  Standar protein 5 g/dL.

 Mikropipet.  Pereaksi biuret :

 Tip kuning. NaOH 600 mmol/l


 Tip biru. Cu(SO4)2 12 mmol/l
 Fotometer Na-K-tartrat 31,9 mmol/l
KI 30,1 mmol/l
1. Siapkan 12 tabung reaksi kecil dan deretkan
pada rak dan beri label, BL, ST, X1,2,3,4, dan
X5.
2. Pipet standar protein sebanyak 20 µL dan
masukkan pada tabung ST.
3. Pipet serum kontrol masing- masing 20 µL dan
masukkan pada tabung X1,2,3,4, dan X5.
4. Tambahkan pada masing- masing tabung 1000
µL pereaksi Biuret.
5. Masing- masing isi tabung dikocok sampai homogen
dan inkubasi pada suhu kamar selama 10 menit.
6. Ukur kadar protein dari tabung X1,2,3,4 dan X5
terhadap standar pada fotometer pada  546 nm.
7. Masukkan kadar tersebut dalam tabel dan tentukan
nilai rata- rata (X), 1SD, 2SD, 3SD, dan CV (presisi) dan
d% (akurasi) serta buat grafik Levey Jenings distribusi
kadar masing- masing protein pada batasan nilai SD
terhadap nilai True Value.
8. Amati dari grafik (2SD)tersebut adakah yang terdapat
pada batas peringatan atau daerah kontrol (3SD)
Nomor Kadar Protein
Absorban (Xi-X) (Xi−X) 𝟐
Tabung (g/dL)
BL
CS 0,21 4,777 0,459 0,210864
ST 0,22 5
𝑋1 0,19 4,318 0,001 0,000001
𝑋2 0,19 4,318 0,001 0,000001
𝑋3 0,19 4,318 0,001 0,000001
𝑋4 0,20 4,545 0,228 0,051984
𝑋5 0,18 4,090 0,227 0,051529
X = 21,589 (Xi−X) 𝟐 =
X Rata-rata = 4,317 0,103512
(Xi−X) 𝟐 0,103512
1. SD = = = 0,161
𝑛−1 5−1
𝑆𝐷 0,161
2. CV = x 100% = x 100% = 3,725%
𝑋 4,317
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟
3. Akurasi = x100 %
𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟
4,317−5,0
= x 100%
5,0
= 13,66 %
0,21
4. Cs = x 5 = 4,77
0,22

Nilai benar = 5,0


 Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
2002. Pedoman Praktek Laboratorium
Kesehatan. Jakarta: Direktorat Laboratorium
Kesehatan.
 Muslim, Muhamad dan Kuntjoro, Tjahjono.
2001. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan.
 Kurniati,Nining,dkk.2016.Buku Penuntun
Praktikum Kimia Klinik II. Tangerang.