Anda di halaman 1dari 63

MEKANISME DAN PROSEDUR

PELAKSANAAN
PROGRAM KELUARGA HARAPAN

ANTO ROY
Team MIS UPPKH Pusat
 INPRES NO. 3 TAHUN 2010 TENTANG
“RENCANA TINDAK PERCEPATAN PENCAPAIAN
SASARAN PROGRAM PRO-RAKYAT”
 PERPRES NO. 15 TAHUN 2010 TENTANG
“PERCEPATAN PENANGGULANGAN
KEMISKINAN”
Ringkasan : alur kerja PKH
Calon Peserta
PKH
BPS UPPKH-P UPPKH Kab PT Pos 6. Menghadiri
pertemuan &
registrasi (klarifikasi
1. Daftar calon peserta 2. Penentuan dan AR, sekolah, pkm ).
hasil survey BPS 3. Pengiriman daftar calon 5. Pengiriman pemberitahuan
penetapan daftar
peserta ke (dan dari) UPPKH & undangan kepada KSM
calon Peserta
Kab (info jadwal pertemuan (Keluarga Sangat Miskin)
awal) penerima untuk hadir UPPKH Kec
pertemuan awal
4. Pengiriman daftar calon
7. Menerima formulir
peserta PKH ke PT POS (utk
registerasi dg informasi
cetak form data klarifikasi).
yg sudah diklarifikasi
8.Mengirim formulir
9. Proses entri
perbaikan DB ke UPPKH
perbaikan DB
Kab
11. Review DB dan
10.Mengirim daftar calon
autorisasi/penetapan
ke UPPKH Pusat
akhir peserta PKH

Sekolah
12. Mengirim daftar 13. Mencetak dan
final peserta PKH ke mengirim form
UPPKH Kab & PT verifikasi ke sekolah Puskesmas
Pos & Puskesmas
16. Proses scan & entri 14. Pengambilan form
17. Reviews DB, 15. Mengirim form
verifikasi persyaratan vefifikasi oleh PT Pos
persyaratan, updates, verifikasi terisi ke
appeals & otorisasi UPPKH Kab
pembayaran
Peserta PKH
20. Menerima info, mengirim 21. Menerima
daftar pembayaran ke UPPKH pembayaran dan, jika
18. Mengirim DB ke PT
Kec utk diinformasikan ke ada komplain isi form
Post utk pembayaran
Proses entri komplain, peserta dan memulai proses di UPPKH kec
pemutakhiran data; pembayaran
dan kirim updated data UPPKH Kec
ke UPPKH Pusat
Mengirim formulir
23. Otorisasi DB, 22. PT Pos mengirim
komplain, updating data ke
pembayaran laporan pembayaran
UPPKH Kab
TAHAPAN REALISASI PELAKSANAAN PKH
Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018

Tahun 1 Exit* Exit* Exit* Exit* Exit* Exit*


392.000 392.000 392.000 392.000 392.000 392.000

Tahun 2 Exit* Exit* Exit* Exit* Exit*


224.000 224.000 224.000 224.000 224.000 224.000

Tahun 3 Exit* Exit* Exit* Exit*


120.000 120.000 120.000 120.000 120.000 120.000

Tahun 4 Exit* Exit* Exit*


90.000 90.000 90.000 90.000 90.000 90.000

Tahun 5 Exit* Exit*


500.000 500.000 500.000 500.000 500.000 500.000

Tahun 6 Exit*
500.000 500.000 500.000 500.000 500.000 500.000

Tahun 7
600.000 600.000 600.000 600.000 600.000 600.000
Total
KSM
(Keluarga
392.000 626.000 726.000 816.000 1.316.000 1.816.000 2.024.000 1.790.000 1.690.000 1.600.000 1.100.000 600.000
Sangat
Miskin)
Total
1T 1,1 T 1,1 T 1,3 T 2. T 2.,79 T 3,17 T 2.,82 T 2,68 T 2,53 T 1,74 T 0.95 T
Biaya

Catatan:
1. Menggunakan asumsi rumah tangga sangat miskin sebesar 2,9 juta KSM (Keluarga Sangat Miskin) (Data PPLS 08 dari BPS)
2. Target Peserta PKH adalah 80% dari 2,9 juta atau sebesar 2,4 juta yang akan selesai s.d. Tahun 2018
3. Dana dihitung berdasarkan rata-rata bantuan tunai sebesar Rp. 1.380.000/KSM (Keluarga Sangat Miskin) /Tahun ditambah
operasional sebesar 15%
Agenda
KEIKUTSERTAAN DAERAH PENANGGUHAN & PEMBATALAN

PEMILIHAN PENERIMA PKH PEMUTAKHIRAN DATA

PERTEMUAN AWAL PENGADUAN

PEMBAYARAN

PEMBENTUKAN KELOMPOK

VERIFIKASI KOMITMEN

5
6
Pemilihan daerah Pelaksana PKH didasarkan atas:
 Angka kemiskinan yang tinggi
 Angka kematian ibu dan balita yang tinggi
 Tingginya transisi dari SD/MI ke SMP/MTs
 Ketersediaan supply side pada layanan dasar
kesehatan dan pendidikan
 Adanya komitmen Pemerinta Daerah dalam
mendukung pelaksanaan PKH

7
8
Pemilihan penerima PKH dilakukan dengan 3 (tiga) tahap :
 Penentuan RTSM dilakukan BPS dengan
menggunakan data Susenas dan Podes yang telah
dimiliki dan diolah kembali dengan melakukan
survey menjadi SPDKP dan PPLS
 Pemilihan lokasi uji coba dilakukan berdasarkan
setting geografis
 Pemilihan Peserta PKH dilakukan dengan melakukan
verifikasi data keluarga dan mencocokkannya dengan
syarat kepesertaan PKH. Proses ini selanjutnya
menetapkan RTSM tersebut menjadi Peserta PKH
9
Pemilihan RTSM sebagai
Calon Peserta PKH

Dikategorikan RTSM jika memenuhi indikator kemiskinan :


◙ Kondisi Demografi
◙ Sosio-Ekonomi

Yang berpotensi adalah rumah tangga dengan kategori


sangat miskin dan terdapat anggota keluarga, yaitu :
◙ Ibu hamil
◙ Ibu nifas
◙ Anak-anak berusia dibawah 15 tahun atau lebih dari 15 tahun
namun belum menyelesaikan pendidikan dasar
KRITERIA
RUMAH TANGGA SANGAT MISKIN (RTSM
kondisi ekonomi
Rumah Tangga yang kondisi kehidupannya sangat kekurangan dengan
ciri-ciri umum :
» Sebagian besar pengeluaran untuk memenuhi konsumsi makanan pokok
yang sangat sederhana.
» Biasanya tidak mampu atau mangalami kesulitan berobat ke tenaga
medis, kecuali puskesmas, polindes atau yang disubsidi pemerintah.
» Tidak mampu membeli pakaian satu kali dalam setahun untuk setiap ART
» Biasanya tidak/hanya mampu menyekolahkan anak sampai SD atau
sampai SMP
» Tidak mempunyai asset (sepeda motor, emas, tabungan, rumah, TV warna,
tanah, dsbnya) yang dapat dijual dan bisa memenuhi hidup selama 3
bulan tanpa kerja.
» Tidak sedang dibantu oleh keluarga atau pihak lain.
kondisi rumah
RTSM biasanya tinggal pada rumah yang :
» Dinding rumah terbuat dari bambu/kayu/tembok dengan kondisi
tidak baik atau kualitas rendah, termasuk tembok yang sudah
usang/berlumut atau tembok tidak di plester
» Lantai terbuat dari tanah atau kayu/semen/keramik dengan kondisi
tidak baik atau kualitas rendah
» Atap terbuat dari ijuk/rumbia atau genteng/seng/asbes dengan
kondisi tidak baik atau kualitas rendah
» Penerangan bukan listrik atau listrik tanpa meteran
» Luas lantai rumah kecil (biasanya < 8 m2/orang)
» Air minum dari sumur/mata air tak terlindung/air sungai/air
hujan/dan sejenisnya

CATATAN :
Kriteria ini tidak boleh dilihat secara parsial, tetapi secara holistik
penetapan Peserta PKH

 Penetapan dilakukan oleh UPPKH-Pusat,


sebelumnya berkoordinasi dengan Tim Teknis
PKH Pusat, Tim Koordinasi PKH Provinsi dan
Tim UPPKH Kabupaten / Kota

 Selanjutnya diadakan pertemuan awal yang


salah satu kegiatan utamanya adalah melakukan
klarifikasi data dan penandatanganan komitmen
keikutsertaan. Hasilnya akan dijadikan acuan
untuk menetapkan Calon Peserta PKH menjadi
Peserta PKH
MEKANISME PENDATAAN RTSM LAYAK PKH
Survey Pelayanan Dasar Kesehatan dan Pendidikan (SPDKP)

Catatan :
1. SPDKP. LS = Daftar RTSM dan RTM Penerima BLT
2. SPDKP. SW = Daftar RTSM Hasil Penyisiran
FORMULIR PESERTA DI SETIAP DESA / KELURAHAN
16
Pertemuan awal yang diselenggarakan UPPKH Pusat
merupakan kegiatan pertama pelaksanaan PKH di tingkat
penerima manfaat dimana pendamping bertemu dengan
penerima manfaat untuk pertama kalinya
Tujuannya adalah :
a. Menginformasikan tujuan, tingkat bantuan, mekanisme dan
lainnya mengenai PKH
b. Menjelaskan syarat (kewajiban) yang harus dilakukan oleh calon
peserta PKH untuk dapat menerima bantuan
c. Menjelaskan hak dan kewajiban ibu peserta PKH dalam PKH
d. Menjelaskan sangsi serta implikasi
e. Menjelaskan mekanisme dan prosedur keluhan dan pengaduan
f. Membantu peserta PKH mengisi Formulir Klarifikasi Data
g. Mengumpulkan semua Formulir Klarifikasi yang sudah diisi
dan menandatangani perjanjian kesediaan peserta PKH
mengikuti komitmen yang ditetapkan dalam program
h. Memfasilitasi pembentukan kelompok peserta PKH dan
memfasilitasi pemilihan Ketua Kelompok
i. Menjelaskan perlunya melakukan pendaftaran sekolah bagi
anak-anak yang belum terdaftar di sekolah bagi setiap
peserta PKH Pendidikan
j. Bekerjasama dengan petugas kesehatan dari puskemas,
menjelaskan jadwal kunjungan ke fasilitas kesehatan bagi
setiap peserta PKH Kesehatan
k. Menjelaskan kewajiban Ketua Kelompok dalam PKH
FORMULIR VALIDASI
FAKTA DI LAPANGAN SAAT
PERTEMUAN AWAL DAN
VALIDASI
Pendamping belum paham tentang
validasi
 validasi, kalau saya ngumpulin ketua kelompok,
terus ngasih tau cara ngisi formulirnya gimana,
terus misalnya ada yang hamil gimana, terus
kalau ada balita di tulis Posyandunya apa…terus
kalau misalnya ketua kelompoknya ngga ngerti-
ngerti banget, pas pemutakhiran didampingi si
ketua kelompoknya ama kita ke anggotanya
langsung…pertamannya sih kaya gitu tapi kesini
sini udah bisa…udah ngerti cara ngisi
formulirnya gimana” [pendamping, Subang]
 "Terkait dengan tingkat kehadiran RTSM calon PKH yang hadir
dalam pertemuan awal untuk Kecamatan Wera bisa dikatakan
masih belum banyak peserta yang hadir, hal ini disebabkan oleh
jarak tempuh dari rumah RTSM dengan lokasi
pertemuan cukup jauh". (FGD Pendamping, Kabupaten Bima)
Salah sasaran akibat kesengajaan ataupun kriteria
kemiskinan yang digunakan tidak cocok
 ada beberapa penerima PKH yang tidak layak (terlalu
kaya untuk jadi RTSM), Di desa saya hampir 60-70%
staf desa masuk sebagai calon peserta PKH.
Namanya ada di daftar. Hal ini bisa memancing
kemarahan warga, karena tanpa nama staf desa masuk
pun masyarakat sudah ribut, apalagi kalau nanti tahu
banyak staf desa yang menerima PKH ini, jadi sy sudah
laporkan ini ke Dinas Sosial, Dinsos memutuskan supaya
nama mereka dikeluarkan saja. Tapi sekarang pun
yang menjadi peserta PKH masih orang-orang
terdekat dari staf desa tsb". (FGD Pendamping,
Dompu, NTB )
24
Pembayaran Awal

 Penghitungan pembayaran tahap pertama didasarkan pada data


hasil validasi. Sebagaimana diuraikan diatas bahwa dari data hasil
validasi dihitung nilai pembayaran pertama masing-masing Peserta
PKH, sekaligus dicetak Kartu PKH dan Resi Pembayaran oleh PT Pos.
 Pembayaran berikutnya dihitung berdasarkan eligibilitas dan
perubahan status peserta pkh serta komitmennya terhadap
persyaratan PKH.
 Pembayaran dilakukan sebanyak 3 tahap sampai dengan tahun
2009 dan 4 tahap mulai tahun 2010.
◙ Bantuan tunai hanya akan diberikan kepada RTSM
yang telah terpilih sebagai peserta PKH dan mengikuti
ketentuan yang diatur dalam program. Bukti
kepesertaannya adalah kepemilikan kartu PKH yang
tercantum nama ibu / wanita yang mengurus anak.
Kartu PKH dikirim ke setiap peserta oleh pendamping
sebelum pembayaran pertama dilakukan

◙ Pembayaran bantuan dilakukan oleh PT. POS setiap


tiga bulan (triwulan) pada tanggal yang ditentukan
oleh masing-masing kantor pos untuk masing-masing
desa/kelurahan. Pembayaran pertama diberikan
setelah pertemuan awal dan tindak lanjut pertemuan
tersebut dilaksanakan
ALUR PEMBAYARAN
ALUR PEMBAYARAN TRIWULAN
FAKTA DI LAPANGAN
Kasus menyalah gunakan kartu PKH

 "Kami punya pengalaman yang menarik di


tempat kami pernah terjadi kasus dimana salah
seorang ketua kelompok mengatasnamakan
pendamping mengumpulkan semua kartu
anggota PKH untuk digadaikan, pada waktu
itu untung salah seorang anggota menanyakan
hal tersebut kepada pendamping". (FGD
Pendamping Kabupaten Bima)
Kasus Pembayarn

 “Memang dari pendamping ada kesalahan dengan PT Pos, artinya


seharusnya dibayarkan 2 kali, dia Cuma bayarkan 1 kali,
karena tidak ada koordinasi dengan kita, ya mohon maaf 2 orang
pendamping itu kita berhentikan” (Koordinator UPPKH Kabupaten
Banjar)
 “Jadi RTSM yang belum dapatkan dana ditunda untuk
mengambil ke hari berikutnya, jadi mereka pulang dengan
tangan hampa” (Pendamping Kabupaten Banjar)
 “Pernah kekurangan uang yang disalurkan ke Pos-pos Cabang.
Biasanya ditunda dulu pembayarannya 1 atau 2 hari, kmd
RTSM-nya yang mengambil ke Pos Kempo”.(FGD Pendamping,
Kabupaten Dompu)
32
◙ Pada saat pertemuan awal akan dibagi berdasarkan
wilayah dan jenis bantuan yang diterimanya. Pembagian
ini kemudian menghasilkan kelompok ibu penerima yang
terdiri dari 15 - 20 RTSM Masing-masing kelompok
memiliki pemimpin yang disebut Ketua Kelompok Ibu
Penerima Manfaat
◙ Ketua Kelompok berfungsi sebagai mediator antara
pendamping dan ibu peserta PKH
◙ Ketua Kelompok terpilih tidak diperkenankan memungut
bayaran apapun dari peserta PKH, tetapi dapat menerima
insentif seperti mengikuti sosialisasi, pelatihan, penyuluhan
dan sebagainya yang dilaksanakan oleh program
34
 Dilakukan terhadap pendaftaran (enrollment ) dan
kehadiran (attendance ), baik di sekolah untuk komponen
pendidikan maupun puskesmas dan jaringannya untuk
komponen kesehatan
 Dilaksanakan secara rutin oleh pelayan kesehatan dan
pendidikan menggunakan formulir verifikasi komitmen
yang telah dirancang
 PT. POS dapat mengakses dan mengirim cetakan formulir
ini ke masing-masing unit pelayanan untuk diisi
 UPPKH Daerah yang memiliki akses online segera
melakukan perbaharuan data yang tersambung langsung
ke UPPKH Pusat, jika tidak memiliki akses online, data
dikirim dalam bentuk hasil pengolahan dbase untuk
diperbaharui di UPPKH Pusat
arus data verifikasi
UPPKH PT. POS
(keputusan (melakukan
pembayaran) pembayaran)
Pusat

Verifikasi
Hasil
Pengiriman
UPPKH Form Verifikasi
Kabupaten / Kota (entry data via PT. POS
Verifikasi
Hasil

scanning barcode)

Kecamatan UPPKH
(kunjungan
peserta)
Form verifikasi
Komitmen di puskesmas
Pengambilan Form Verifikasi PT. POS

Form verifikasi
Komitmen di sekolah
FORMULIR
VERIFIKASI KOMITMEN
KOMPONEN KESEHATAN
FORM JADWAL KUNJUNGAN PESERTA PKH KESEHATAN
Pemeriksaan Kesehatan Kunjungan
Art Status
Jenis Status Tanggal Kode Fasilitas
RTSM Y Keluarga Penjadwalan & pemeriksaan kesehatan 15 Juni ’07 00001
Joko Bayi 3 bulan BCG, Hep B1 1. Sudah 2. Belum
DPT1, Polio1, Hep B2 1. Sudah 2. Belum
DPT2, Polio2, 1. Sudah 2. Belum
DPT3, Polio3
Hep B3
Campak
Penimbangan rutin,
tiap bulan
Vitamin A
Endang Anak, Usia 3 Penimbngan rutin,
tahun tiap 3 bulan
Amir Anak usia 5 Penimbngan rutin,
tahun tiap 3 bulan
Catatan : Alternatif fasilitas kesehatan yang tersedia
Kode Fasilitas Kode Fasilitas
00001 Puskesmas Lumbir 000121 Posyandu 2
00010 Polindes 000122 Posyandu 3
00011 Bidan Desa 000123 Posyandu 4
000120 Posyandu 1 000124 Posyandu 5
FORMULIR VERIFIKASI KOMITMEN KOMPONEN PENDIDIKAN
FAKTA DI LAPANGAN
Daftar nama yang tercetak dalam formulir
verifikasi sering kurang akurat
 Kasus pendamping dan petugas faskes dan fasdik
melaporkan nama bumil/ bulin atau anak sekolah dalam
formulir verifikasi tidak sesuai dengan kenyataan.

 “Ibu hamil yang seharusnya sudah melahirkan masih


tercantum ibu hamil, begitu juga anak itu SD masih
tercantum Balita” (FGD Pendamping Kabupaten Banjar)
 “Sudah cerai tapi masih ada di list”. (Pendamping,
Kab Situbondo)
 “Sudah pindah alamat tetapi masih di list”.
(Pendamping, Kab Situbondo)
Petugas di fasilitas layanan tidak tahu cara
mengisi formulir verifikasi
 "Terus terang, kalau mengenai masalah form itu saya kurang tahu,
apalagi saya ini masih tergolong baru disini, menggantikan teman.
Begitu juga dengan pengisian form maupun pengiriman
saya juga masih kurang paham". (Indepth Pustu Kecamatan
Langgudu, Kabupaten Bima)
 “Iya, ini bagaimana cara pengisiannya mbak? Tolong
dijelasin..” (Petugas Puskesmas Kelurahan Cilincing 1)
 "Puskesmas belum mengisi penuh form verifikasi karena kami
belum sepenuhnya memahami, petugas yang kami serahkan
mengurus form tersebut juga punya kesibukan lain yang cukup
banyak". (Indepth ke puskesma, Kabupaten Dompu)
Pengisian formulir verifikasi dianggap
beban tambahan dan tidak memberi
keuntungan apapun
 “saya melakukan verifikasi ke layanan Fasdik dan Faskes. Seperti
tadi banyak guru dan tenaga kesehatan kurang paham PKH
sehingga pada saat pengisian form dianggap sebagai pekerjaan
tambahan sehingga banyak yang minta insentif". (Indepth
Pendamping, Kabupaten Bima)
 "Untuk pelayanan pendidikan, keluhannya dalam hal pengisian
formulir verifikasi. Pihak sekolah tidak mau mengisi, karena tidak
ada keuntungan apapun (insentif, dan sebagainya), jadi
meminta pendamping saja yang mengisi formulir verifikasi
tersebut”. (Indepth Ka.Dinsos, Kabupaten Bima)
44
Penangguhan sementara menjadi Peserta PKH,
berlaku apabila :
» Tidak memenuhi komitmen yang telah ditentukan untuk 1 kali
siklus pembayaran (selama 3 bulan berturut-turut)
» Tidak mengambil pembayaran untuk 1 kali siklus pembayaran
(triwulan)

Pembatalan Peserta PKH, dapat terjadi apabila :


» RTSM terbukti tidak layak sebagai peserta PKH, melalui
antara lain pengaduan yang telah dibuktikan dan
pengecekan berkala (spot check)
» Dalam 3 kali siklus pembayaran berturut-turut (9 bulan)
RTSM tidak memenuhi komitmen namun melakukan klaim
terhadap bantuan
Penangguhan program bagi Kabupaten/Kota,
dapat terjadi jika :
» Terdapat pengaduan terkait pelayanan pendidikan dan
kesehatan seperti antara lain ketiadaan guru, tenaga
kesehatan dan vaksin sehingga tidak dapat melayani
20% atau lebih total jumlah peserta PKH di kabupaten
/ kota tersebut dalam 3 bulan berturut-turut
» Selama 3 bulan tersebut belum ada penyelesaian
terhadap indikasi permasalahan penyediaan pelayanan
kesehatan dan pendidikan
» Kabupaten/Kota menyatakan keluar dari program
47
Pemutakhiran Data
Pemutakhiran data dilakukan secara rutin
jika terjadi perubahan status peserta PKH :
 Kelahiran, kematian, keguguran
 Perubahan alamat,
 Perubahan nama penerima,
 Pindah sekolah, berhenti sekolah
 dan sebagainya.
 Merupakan perubahan sebagian atau seluruh
data awal yang tercatat pada Master Data Base
yang bersifat dinamis
 Dapat terjadi sebagai akibat hasil kegiatan
verifikasi komitmen (yang dilakukan oleh petugas
pelayanan), hasil kegiatan pengawasan seperti
spot check yang dikelola UPPKH Pusat dan
Daerah dan dilaksanakan oleh instansi luar,
seperti LSM, Perguruan Tinggi dan hasil kegiatan
pendampingan yang dilaksanakan oleh UPPKH
Kecamatan (Pendamping)
 Pemutakhiran data dilaporkan oleh peserta di UPPKH
Kecamatan. Pendamping bekerjasama dengan ketua
kelompok ibu peserta PKH akan memverifikasi
perubahan data terkait, menggunakan format
Pemutakhiran Data
 Data yang telah diverifikasi selanjutnya diteruskan ke
UPPKH Kabupaten / Kota setiap minggu kedua setiap
bulan untuk diproses dan dikirim ke UPPKH Pusat
 Proses pemutakhiran data di UPPKH Pusat maksimal
dilakukan 2 minggu setelah laporan diterima. Hal ini
dimaksud agar data tersebut dapat digunakan sebagai
dasar pembayaran periode berikutnya
52
Penanganan
Penanganan dan penyelesaian pengaduan diupayakan
pada tingkat yang terdekat beberapa tahap penanganan
1. Kelompok ibu penerima
2. Pendamping
3. Penyedia layanan pendidikan & Kesehatan
4. Pimpinan Aparat daerah
5. UPPKH Kab/Kota
6. UPPKH Pusat Melakukan investigasi dalam
upaya penanganan dan penyelesaian
masalah
Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) PKH dibentuk di
UPPKH Pusat maupun UPPKH Daerah yang berfungsi
untuk memfasilitasi segala jenis pengaduan terkait
pelaksanaan PKH dan penyelesaiannya
Jenis-jenis pengaduan antara lain :
KELUHAN TIDAK LANGSUNG
Keluhan bisa saja diterima UPPKH secara tidak langsung,
namun diketahui oleh pendamping/petugas PPKH atau
orang lain yang terlibat dalam program, termasuk
didalamnya kegiatan demo, artikel media, pidato oleh
politisi dan sebagainya
DARI PESERTA
a. Permasalahan terkait data Peserta PKH, data pemenuhan
komitmen dan verifikasi yang dianggap salah
c. Permasalahan terkait pelayanan UPPKH daerah dan
Kantor Pos
d. Permasalahan pembayaran (keterlambatan, antrian yang
panjang, perubahan jumlah bantuan dan sebagainya)
e. Permasalahan terkait ketersediaan pelayanan di sekolah
dan puskesmas dan jaringannya
f. Adanya penyimpangan / indikasi korupsi, kolusi dan
nepotisme (KKN) dalam pelaksanaan PKH
g. Jenis pengaduan lain
DARI PUBLIK BUKAN PESERTA

a. Pengaduan dari rasa layak terima PKH tetapi tidak


didaftarkan sebagai peserta
b. Pengaduan dari rasa pemerintah / pejabat lokal jika
masalah muncul dengan orang tersebut atau dengan
pelayanan publik di bawah wewenang mereka
c. Adanya indikasi KKN dalam pelaksanaan PKH
d. Permasalahan terkait berbagai mekanisme dan prosedur
yang dapat memberikan dampak negatif terhadap
pelaksanaan program
e. Pengaduan dari pemberi pelayanan atas administrasi
f. Permasalahan lain yang kiranya dapat berdampak pada
ketidakpuasan masyarakat luas
FORMULIR PENGADUAN
PESERTA PKH
FORMULIR PENGADUAN
BUKAN PESERTA PKH
sistem penanganan pengaduan
a. Keluhan dikirim ke UPPKH Kabupaten/Kota atau
UPPKH Pusat secara langsung maupun tidak
langsung lewat pendamping menggunakan
formulir yang disediakan atau media lain (email,
telepon/fax, kotak pos dan lain-lain)
b. Dengan bantuan pendamping, UPPKH
Kabupaten/Kota berusaha menyelesaikan
pengaduan dengan cepat,
MEKANISME PENANGANAN PENGADUAN
PENGADUAN

DOKUMENTASI

PENERUSAN PENGADUAN

PENYELIDIKAN

HASIL PENYELIDIKAN SPM


PEMANTAUAN OLEH UPM

PENERUSAN REKOMENDASI PENERUSAN DOKUMEN KE


MASALAH / INFO TINDAK LANJUT KOORDINASI APARAT PENEGAK
KE UPPKH PUSAT KOREKTIF TEKNIS HUKUM

PELAKSANAAN TINDAK LANJUT KOREKTIF


(Perbaikan Teknis, Sanksi, Putusan Hukum)

INFORMASI KEPADA
PENGADU

PENYEBARLUASAN HASIL
PELAPORAN
PENANGANAN PENGADUAN
FAKTA DI LAPANGAN
Peserta takut melakukan pengaduan
tertulis

 “Pada saat saya menyodorkan form pengaduan, peserta


PKH tidak mau mengisinya, sering saya bantu untuk
menulisnya tetapi mereka tidak mau tanda tangan.
(FGD Pendamping Kabupaten Banjar, Kalimantan
Selatan)

 ”Sekarang form pengaduan sudah lama tidak


ada, dulu waktu pertama tahun 2007 ada form
pengaduan” (Kantor Pos Kecamatan Dauwan, Kabupaten.
Subang)
Sebagian besar pengaduan dari masyarakat
mempertanyakan mengapa mereka tidak terpilih sebagai
peserta padahal lebih miskin dari yang terpilih
 “Pengaduan yang ada adalah protes dari masyarakat miskin
yang tidak terpilih sebagai penerima PKH, kenapa dia tidak masuk.
Tapi setelah dijelaskan bahwa data adalah dari BPS kemudian ada
conditional lagi utk calon penerima PKH, mereka bisa mengerti. Jadi
tidak ada masalah yang berarti”. (Kadinsos Kab Bima)
 Kalau yang non peserta PKH banyak sekali yang megadu, yaitu
menanyakan kenapa mereka tidak menerima dana PKH, padahal
mereka lebih miskin dibanding yang menerima dana PKH. Kami hanya
tampung saja, dicatat di form pengaduan, kemudian kita
masukkan ke aplikasi online. Tapi tindak lanjutnya kita tidak
tahu, yang penting sudah kami laporkan ke UPPKH Pusat".
(Indepth Operator, Kabupaten Dompu)