Anda di halaman 1dari 16

ENDOMETRITIS

Muhammad Farhan Bin Zarman

Residen :
dr. Hendra Santoso

Supervisor :
dr. Anggrainy Dwifitriana Kouwagam Sp.OG,
M.Kes
ENDOMETRITIS
Peradangan yang terjadi pada endometrium, yaitu lapisan sebelah dalam
pada dinding rahim, yaitu terjadi akibat infeksi.

POSTPARTUM
Peradangan
yang terjadi
setelah
melahirkan.

SINSITIAL
Peradangan pada
dinding rahim
TUBERKULOSA
akibati tumor
jinak yang Peradangan
disertai sel pada
intisial dan endometrium
trofoblas yang dan
banyak.
tuberculosa.

Hoffman, Schorge, Bradshow, et al. Williams Gynecology, Third Edition. United States: McGraw-Hill Education. 2016:191-2.
EPIDEMIOLOGI

13-90% pasien
seksio sesaria

1-3% pasien Resiko endometritis


pervaginam pada seksio sesaria 10
kali lebih besar
dibandingkan persalinan
pervaginam

Park H, Kim Y, Yoon T, et al. Chronic Endometritis and Infertility. Clin Exp Reprod Med. 2016;43(4):185-6.
Saifuddin A, Rachimhadhi T, Wiknjosastro G. Ilmu Kebidanan Edisi Keempat. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
2010:645-9, 650.
González J, Vaamonde, Lemos R, et al. Overview of the Female Reproductive System. 2016:22-4.
PATOGENESIS
Perkahwinan
atau melahirkan
pervaginam

Seksio sesaria Bakteri


Endometritis
menginfeksi

Kelainan atau
abnormaliti pada
kavum uteri

Saifuddin A, Rachimhadhi T, Wiknjosastro G. Ilmu Kebidanan Edisi Keempat. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2010:645-9, 6
JALUR

Daerah
implantasi
Laserasi
plasenta,
servikovaginal
desidua,
miometrium

Cairan amnion Daerah insisi


saat kelahiran seksio

Endometritis

Saifuddin A, Rachimhadhi T, Wiknjosastro G. Ilmu Kebidanan Edisi Keempat. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2010:645-9
Seksio
Sesaria

Status KPD
sosio
ekonomi yang

Faktor
rendah lama

Resiko

Pemeriksaan Korio
dalam amnioniti
berulang
s

Anwar M, Baziad A, Prabowo P. Ilmu Kandungan Edisi Ketiga. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2011:226-7.
KLASIFIKASI
AKUT KRONIK

Terutama terjadi Jarang terjadi.


postpartum/postabort Biasa ditemukan
us. pada:
• Terdapat sisa
• Edema partus/abortus
• Hiperemi • Korpus alineum
• Infiltrasi leukosit • Polip uteri
berinti polimorf • Tumor ganas
• Perdarahan uterus
interstisial • Salpingo-oofaritis
dan selulitis
pelvik.
KELUHAN DAN GEJALA
Kronik Perdarahan vagina
intermenstrual
(spotting)/metroragia

Perdarahan pasca coitus Akut Demam (38-39˚C) dapat


disertai menggigil
Dismenore/Dispareunia

Nyeri BAK
Nyeri perut bawah
Nyeri tumpul di bagian
perut bawah terus
menerus
Infertilitas, abortus
habitualis Lokia banyak dan
berbau tergantung
organisme penyebab

Anwar M, Baziad A, Prabowo P. Ilmu Kandungan Edisi Ketiga. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2011:226-7.
DIAGNOSIS
Anamnesis dan Pemeriksaan Fisis
• Keluhan dan gejala akut/kronik
• Perdarahan pervaginam banyak
• Nyeri tekan saat pemeriksaan abdomen dan bimanual
• Kontraksi uterus buruk
Pemeriksaan Penunjang
• Swab endoserviks (biopsi dan kultur endometrium)
• Kultur darah
• Pemeriksaan darah
• Ultrasonografi
• Histeroskopi
Anwar M, Baziad A, Prabowo P. Ilmu Kandungan Edisi Ketiga. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2011:226-7.
Dutta D. DC Dutta’s Textbook of Obstetrics 8th Edition. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publisher. 2015:500-5.
Speroff L, Fritz M. Clinical Gynecology Endocrinology and Infertility. Eighth Edition. United States: Lippincott Williams & Wilkins.
2011:611.
Tajnert K, Tie W, O’Neill T, et al. Ultrasound Assesment of Postpartum Fever. Donald School Journal of Ultrasound in Obstetrics and
ULTRASONOGRAFI

Transvaginal

Tajnert K, Tie W, O’Neill T, et al. Ultrasound Assesment of Postpartum Fever. Donald School Journal of Ultrasound in Obstetrics
and Gynecology. 2013;7(2):219-20.
VU

Transabdominal

Tajnert K, Tie W, O’Neill T, et al. Ultrasound Assesment of Postpartum Fever. Donald School Journal of Ultrasound in Obstetrics and
Gynecology. 2013;7(2):219-20.
Doksisiklin 100 TERAPI
Pertimbangkan
pemberian antibiotik
Fokus pada
mg/12 jam/oral organisme penyebab
untuk bakteri
selama 10 hari utama jika diketahui
anaerobik

Intravena: Klindamisin Kasus akut yang PID dan TOA:


dan gentamisin atau berat: ampisillin, pembedahan, jika 48-
cefalosporin II/III dan gentamisin, 72 jam tidak ada
doksisiklin metronidazole. perbaikan

End-stage PID
dengan pyosalpinx:
histerektomi dan
salpingooophorektomi
bilateral

Cunningham F, Leveno K, et al. Williams Obstetrics, Twenty Fifth Edition. United States: McGraw-Hill Education. 2018:667-670.
Mackeen, A. Dhanya, Packard, Rofer E., et al. Antibiotic Regimens for Postpartum Endometritis. Medical Journal. Cochrane Pregnancy
and Childbirth Group. 2015:1-6.
PROFILAKSIS

• Pemberian ampisillin/cefalosporin generasi


pertama dosis tunggal
• Dapat ditambah azitromisin dosis tunggal
• Ibu positif infeksi MRSA: ditambahkan
vankomisin
• Membersihkan vagina dengan povidon-
iodin/gel metronidazol
• Kultur servikovaginal prenatal

WHO. WHO Recommendations for Prevention and Treatment of Maternal Peripartum Infections. WHO Library Cataloguing.
2015:1-6
Ferris R. Therapeutics for Infectious Endometritis: A Clinical Perspective. 2017;41(1):175-179.
PROGNOSIS

• 90% menunjukkan perbaikan


dalam 48-72 jam
• Jika inisiasi antibiotik terlalu lama,
komplikasi:
• Toksisitas sistemik
• Syok sepsis

Ferris R. Therapeutics for Infectious Endometritis: A Clinical Perspective. 2017;41(1):175-179.