Anda di halaman 1dari 27

GAMBARAN PENGETAHUAN MENGENAI

TUBERKULOSIS PARU DI SMA “X” BANDUNG TAHUN


2018

Bobby Yan Patra


1310137

Pembimbing I : Sri Nadya S., dr., M.Kes.


Pembimbing II : July Ivone, dr., MKK., MPd.Ked.

Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Maranatha Bandung
2018
LATAR BELAKANG
Tuberkulosis Paru
• Disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.
• 1/3 penduduk dunia terkena TB paru latent.
• Negara dengan prevalensi TB terbesar adalah India,
Cina, Afrika Selatan, Nigeria dan Indonesia.

• 9,6 juta TB, 1,5 meninggal dunia (2014).


• >1 juta anak anak TB, 140.000 meninggal.
• Insidensi tinggi usia 16-50 tahun & 55-64
tahun.
IDENTIFIKASI MASALAH

BAGAIMANA GAMBARAN PENGETAHUAN MENGENAI TB PARU DI SMA


“X” BANDUNG PADA TAHUN 2018
MAKSUD & TUJUAN

MENGETAHUI GAMBARAN PENGETAHUAN MENGENAI TB PARU DI SMA “X”


BANDUNG PADA TAHUN 2018

MENDUKUNG UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN DARI INFEKSI


TB PARU SEJAK USIA REMAJA KHUSUSNYA PADA PELAJAR SMA DI
BANDUNG TAHUN 2018
MANFAAT PENELITIAN

Manfaat Akademik Manfaat Praktis

Manfaat praktis dari hasil


Manfaat akademis penelitian ini diharapkan akan
dari hasil penelitian ini menambah informasi bagi
tenaga kesehatan maupun
diharapkan dapat
remaja dan masyarakat umum
menambah informasi tentang pengetahuan
bagi akademisi mengenai penyakit TB paru.
Memberikan pengetahuan
mengenai gambaran
kepada masyarakat terutama
pengetahuan siswa- siswa-siswi SMA tentang
siswi SMA mengenai penyakit TB paru dalam upaya
pencegahan.
penyakit TB paru
LANDASAN TEORI

Adiwidia
Perubahan sikap Bogor
PREDISPOSISI
(66,7% remaja pengetahuan buruk)

Penelitian oleh friskarini di tangerang pada tahun 2014, didapatkan masih


Kurangnya pengetahuan mengenai TB paru di kalangan remaja.
• Penularan secara airborne  saluran nafas,
bersarang di jaringan paru  afek primer.
• Limfadenitis regional.
• Limfadenitis regional + afek primer = Kompleks
Primer  perkontinuatum, bronkogen, hematogen,
limfogen.
• Kompleks primer dapat sembuh sendirinya apabila
imunitas baik. Namun apabila imunitas menurun,
menyebabkan infeksi yang menyebabkan fibrosis
paru, dan komplikasi berbahaya lain nya
Terbanyak kejadian TB

Sering berinteraksi dengan orang lain

Resiko tertular tinggi

Melihat tingkat kejadian TB paru yang lebih tinggi


dikalangan dewasa muda, dapat diperkirakan
bahwa sebenarnya tingkat pemahaman atau
pengetahuan
sejak dini terkait penyakit menular seperti TB paru
masih tergolong dalam kategori yang buruk.
SUBJEK PENELITIAN

Subjek penelitian adalah siswa-siswi SMA “X” Bandung yang


dikategorikan sebagai siswa – siswi kelas X, kelas XI dan
kelas XII yang diberikan kuisioner berdasarkan penilainan
terhadap pengetahuan remaja periode Januari – November
2018.
LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN

• Lokasi Penelitian
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha
dan SMA “X” Bandung

• Waktu Penelitian
Periode Desember 2017 - November 2018
PROSEDUR PENELITIAN

1 2 3 4 5 6
Membuat Membuat surat
Menyusun kuesioner berisi pengantar dari Pengambilan Mencatat dan Menulis
pertanyaan Fakultas data dari mengolah laporan
usulan
yang Kedokteran setiap kelas data.
penelitian penelitian.
berhubungan Universitas SMA “X”
(Bab I & Bab setelah
dengan Kristen
III) mendapat izin.
pengetahuan Maranatha
pada siswa- untuk
siswi SMA “X” melakukan
Bandung penelitian di
SMA “X”
Bandung
RANCANGAN PENELITIAN & SAMPEL

Rancangan penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode cross


sectional (potong lintang) yang disebut juga dengan penelitian
observasi, yaitu penelitian dengan cara mengamati status penelitian
secara serentak pada suatu periode tertentu.

Seluruh sampel (whole sample) adalah siswa-siswi SMA “X” Bandung


yang berjumlah 65 siswa pada tahun 2018.
SUMBER DAN PENGAMBILAN DATA
Sumber data pada penelitian ini adalah data primer.
Data primer merupakan data yang diperoleh secara
langsung dari kuesioner yang telah diisi oleh siswa-
siswi SMA “X” Bandung

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode


survey dengan penelitian deskriptif yang dapat memberikan
gambaran pengetahuan mengenai TB paru.
SMA “X” Bandung
PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA

 Data yang diperoleh dianalisis secara univariat yaitu


menganalisis variabel dari penelitian kemudian
menghasilkan distribusi berupa persentase.
 Mengetahui distribusi Pengetahuan
DEFINISI OPERASIONAL

Kuesioner (Sedar Malem Sembiring 2012) dengan jumlah pertanyaan sebanyak 14


pertanyaan. Apabila jawaban responden benar, akan diberi nilai 1, dan bila jawaban
responden salah diberi nilai 0.

Benar > 50% / > 12 dari nilai Benar ≤ 50% / ≤ 12 dari nilai
tertinggi. Skor tertinggi tertinggi.
Penelitian ini telah
disetujui oleh Komisi
Etik Penelitian FK UKM
melalui surat keputusan
No.432/VII/S.KEP./FK-
UKM/2017
HASIL PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di Sekolah SMA “X” Bandung dengan data


jumlah siswa-siswi yang diperoleh pada periode 2018 adalah sebanyak
65 orang. Dari keseluruhan responden gambaran karakteristik yang
diamati meliputi usia dan jenis kelamin. Dengan jumlah laki-laki 19
siswa dan perempuan 46 siswi, dengan usia 15-17 tahun.
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis
Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)

Laki-laki 19 29,2

Perempuan 46 70,8

Total 65 100
Tabel 2. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Kelas

Kelas Jumlah Persentase (%)

X 31 47,7

XI 19 29,2

XII 15 23,1

Total 65 100
Tabel 3. Gambaran Pengetahuan Siswa-Siswi SMA “X” Bandung Terhadap
Penyakit TB
Pengetahuan Jumlah Persentase (%)

Baik 24 36,9

Buruk 41 63,1

Total 65 100
PEMBAHASAN

 Berdasarkan tabel 3, dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan responden mengenai


TB paru dengan kategori buruk berjumlah 41 (63,1%), sedangkan pengetahuan siswa-
siswi dengan kategori baik berjumlah 24 (36,9%).

 Pengetahuan menurut Notoatmodjo adalah hasil penginderaan manusia atau


hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya.

 Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh dari mata dan telinga. Pengetahuan
dari para informan ini menunjukkan tentang apa yang diketahui sehingga dapat
menjadi salah satu dasar jika dilakukan usaha untuk perubahan perilaku nantinya
Cont….

 Dalam kesehatan, pengetahuan mencakup yang diketahui oleh seseorang terhadap


cara-cara memelihara kesehatan, termasuk di dalamnya adalah pengetahuan tentang
jenis penyakit dan tanda-tandanya atau gejalanya, penyebabnya, cara penularan, cara
pencegahan, cara mengatasi atau menangani sementara.

 Penyebab masih adanya siswa siswi yang tidak mengetahui tentang TB paru yaitu
adanya faktor yang mempengaruhi pengetahuan sesorang diantaranya faktor internal
dan faktor eksternal. Faktor internal diantaranya : pendidikan, usia, dan pekerjaan.
Sedangkan faktor eksternal diantaranya : lingkungan dan sosial budaya
 Hasil ini didukung dengan penelitian di Bali yaitu masih kurangnya pengetahuan
mengenai penularan kuman TB paru dengan jawaban yang benar hanya 45% dari
keseluruhan responden.
 Disamping itu faktor usia remaja juga menjadi alasan mengapa masih buruknya
pengetahuan tentang penyakit TB paru seperti penelitian yang dilakukan oleh
Adiwidia tentang tingkat pengetahuan terhadap penyakit TB, menunjukkan tingkat
pengetahuan yang masih buruk dengan proporsi 66,7% pada usia remaja
Simpulan

Tingkat pengetahuan siswa – siswi SMA “X” Bandung pada


tahun 2018 mengenai TB paru BURUK
SARAN

 Meningkatkan pengetahuan remaja SMA dengan penyuluhan mengenai kesehatan


dan pelajaran mengenai penyakit menular seperti TB paru

 Meningkatkan pengetahuan remaja SMA dengan bimbingan dari orang tua yang telah
mengetahui atau mendapat pengetahuan tentang TB paru.

 Kepada para peneliti diharapkan untuk meneliti tentang pengetahuan remaja


terhadap penyakit menular seperti TB paru di SMA lainnya di kota Bandung maupun
luar Bandung untuk mengetahui dan membandingkan gambaran tingkat pengetahuan
mengenai TB paru dari berbagai daerah di Indonesia.