Anda di halaman 1dari 25

Atresia Anus

Pengertian
Atresia ani atau anus imperforate adalah
tidak terjadinya perforasi membran yang
memisahkan bagian entoderm mengakibatkan
pembentukan lubang anus yang tidak sempurna.
Anus tampak rata atau sedikit cekung ke
dalam atau kadang berbentuk anus namun tidak
berhubungan langsung dengan rectum. (sumber
Purwanto.2001 RSCM)
Etiologi
• Atresia anorektal terjadi karena
ketidaksempurnaan dalam proses
pemisahan.
• Secara embriologis hindgut dari apparatus
genitourinarius yang terletak di depannya
atau mekanisme pemisahan struktur yang
melakukan penetrasi sampai perineum.
• Pada atresia letak tinggi atau supra levator,
septum urorectal turun secara tidak
sempurna atau berhenti pada suatu tempat
jalan penurunannya.
Faktor Atresia Ani
• Putusnya saluran pencernaan dari atas dengan
daerah dubur sehingga bayi lahir tanpa lubang
dubur.
• Kegagalan pertumbuhan saat bayi dalam
kandungan berusia 12 mg.
• Adanya gangguan atau berhentinya
perkembangan embriologik didaerah usus,
rektum bagian distal serta traktus urogenitalis,
yangterjadi antara minggu keempat sampai
keenam usia kehamilan.
INSIDEN
Atresia ani terdapat pada 1 dari 4000 sampai
5000 kelahiran hidup. (penelitian)
Patofisiologi

kegagalan Obstruksi ->


penurunan distensi abdomen,
Adanya obstruksi
septum anorektal sekuestrasi cairan,
dan adanya fistula.
pada kehidupan muntah dengan
embrional. segala akibatnya.

Jika urin mengalir ke


Jika urin mengalir arah traktus
melalui fistel urinarius
menuju rektum, menyebabkan
urin akan infeksi berulang.
diabsorbsi. Terbentuk fistula
ASIDOSIS antara rectum
HIPERCHLOREMIA. dengan organ
sekitarnya.
Pada laki – laki
Pada wanita 90%
biasanya letak
dengan fistula ke
tinggi, umumnya
vagina(rektovagina)
fistula menuju ke
atau perineum
urethra
(rektovestibuler).
(rektourethralis).
Tanda dan Gejala
Tanda dan Gejala
1. Tidak ditemukannya anus dengan ada atau
tidak adanya fistula,
2. mekonium atau feses pertama bayi tidak
keluar dalam waktu 24-48 jam setelah lahir.
3. Feses justru keluar dari vagina atau uretra.
4. Selain itu perut bayi kembung,
5. jika bayi disusui bayi akan muntah.
Komplikasi
• Asidosis hiperkioremia
• ISK yang bisa berkepanjangan
• Kerusakan uretra (akibat prosedur bedah)
• Komplikasi jangka panjang yaitu eversi mukosa anal dan
stenosis (akibat kontriksi jaringan perut dianastomosis)
• Masalah atau kelambatan yang berhubungan dengan toilet
training.
• Inkontinensia -> mengompol/ tidak mampu mengendalikan
pembuangan air seni.
• Prolaps mukosa anorectal
• Fistula kambuan (karena ketegangan diare pembedahan
dan infeksi.
Penanganan
1. Pembedahan
• Kelainan -> kolostomi.
 kemudian anoplasti perineal (anus permanen)
 prosedur penarikan perineum abnormal
 dilakukan pada bayi berusia 12 bulan.
• Aksisi membran anal (membuat anus buatan)
• Fiktusi -> kolostomi sementara
 setelah 3 bulan dilakukan korksi sekaligus (pembuat
anus permanen)
• Jika ada fistula maka juga dilakukan penutupan fistula.
2. Penanganan PO
• Antibiotika (IV) selama 3 hari.
• Salep antibiotika selama 8-10 hari.
• Setelah 2 minggu pasca operasi dilakukan
anal dilatasi dengan hegar dilatation 2 kali
sehari
• Anal dilatator setiap minggu sampai hegar
ukuran 13-14 mudah masuk.
Apa peran bidan dalam
menghadapi atresia
rectal?
Peran Bidan
A. Asuhan bidan
1. Jangan memberikan apapun lewat mulut.
2. Menutup organ yang menonjol dengan kasa
salin normal.
3. Menjaga kasa tetap basah dan memastikan
bayi tetap hangat.
4. Bidan segera merujuk ke RS.
B. Konseling

• Dukungan psikologis ibu dan keluarga bayi.


• Menjelaskan keadaan bayi kepada keluarga (lengkap
dan mudah dimengerti).
• Memberikan saran dan langkah -langkah yang bisa
dilakukan keluarga selanjutnya
• Menjelaskan dan meminta inform concern keluarga
untuk melakukan rujukan segera
Hirschprung
(Megakolon Kongenital)
Pengertian

suatu penyumbatan pada


usus besar yang terjadi
akibat pergerakan usus yang
tidak adekuat karena
sebagian dari usus besar
tidak memiliki saraf yang
mengendalikan kontraksi
ototnya.
Etiologi

1. faktor genetik
2. faktor lingkungan.
3. Sering terjadi pada anak
dengan Down syndrome,
4. kegagalan sel neural pada
masa embrio dalam dinding
usus,
5. gagal eksistensi,
6. kranio kaudal pada myentrik
dan sub mukosa dinding
plexus.
Patofisiologi
(kerusakan hampir selalu
primer) ada dalam
CONGENITAL tidak adanya rectum dan Ketidakadaan
AGANGLIONIC sel ganglion bagian menimbulkan
MEGA COLON pada dinding proksimal keabnormalan
sub mukosa pada usus
kolon distal. besar.

Sebab ->
tidak adanya
tidak adanya spinkter rectum akumulasi pada
gerakan tenaga Feses keluar
evakuasi usus tidak dapat usus dan distensi
pendorong ( secara abnormal
spontan berelaksasi pada saluran
peristaltik )
cerna.
Tanda dan Gejala
• Bayi tidak dapat mengeluarkan mekonium (setelah
lahir)
• Tidak bisa BAB dalam waktu 24-48 jam setelah lahir.
• Perut menggembung.
• Muntah.
• Diare encer (pada bayi baru lahir).
• Berat badan tidak bertambah.
• Malabsorbsi.
Penatalaksanaan
1. Pembedahan
A. Kolostomi loop atau double–barrel
tonus dan ukuran usus yang dilatasi dan hipertrofi
dapat kembali normal (memerlukan waktu kira-kira
3 sampai 4 bulan).

B. UB 6-12 bulan (atau BB 9 dan 10 Kg)


sadari prosedur :
• cara memotong usus aganglionik
• menganastomosiskan usus yang berganglion ke
rectum dengan jarak 1 cm dari anus.
Hasil Foto Rontgen