Anda di halaman 1dari 29

PNEUMOTHORA X

OLEH :
• RIFQA ALIFIA
• HASTRI ADHE RAMDHANI
• TRIA IKE SAFITRI
Residen Pembimbing: Supervisor :
dr.Nur Amelia dr.Rafikah Rauf Sp,Rad

Dibawakan dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik


Bagian Ilmu Radiologi
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
2018
IDENTITAS PASIEN
• Nama : Tn. S
• Jenis Kelamin : Laki-laki
• Tanggal Lahir : 20 desember 1979 / (39thn)
• Agama : Islam
• Alamat : Sorong selatan,Papua Barat
• Ruang perawatan : Infection Centre lantai 2
• MR : 763782
• Tanggal Masuk : 3 Desember 2018
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
• Keluhan utama : Sesak napas
Sesak napas dirasakan +/- sejak 1 bulan yang lalu sebelum masuk
rumah sakit. Dan memberat 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Sesak
dirasakan memberat pada malam hari ataupun saat pasien beraktifitas
berkurang dengan istirahat.Batuk darah segar ada 1 minggu yang lalu
sebelum masuk rumah sakit, nyeri dada ada kadang-kadang hilang
timbul,demam tidak ada,keringat malam tidak ada,mual/muntah tidak ada,
BAB/BAK dalam batas normal.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
• Pasien post pemasangan WSD pada tanggal 10 desember 2018 dengan
hydropneumothorax dextra. Pasien sedang dalam pengobatan dari bagian
cardiovascular dengan CHF.Riwayat Hipertensi ada terkontrol, DM
disangkal,Riwayat Asma (-), Riwayat konsumsi OAT tidak ada, riwayat
merokok ada dan berhenti 3 tahun yang lalu.

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


• Tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan seperti pasien.
• Tidak ada anggota keluarga menderita batuk lama.

RIWAYAT PENGOBATAN
• Pasien mengkonsumsi obat jantung sejak 3 tahun yang lalu dan obat Hipertensi

RIWAYAT ALERGI
• Pasien mengaku tidak memiliki riwayat alergi terhadap obat atau makanan.
PEMERIKSAAN FISIS
• Keadaan umum : Tampak sakit sedang
• Kesadaran : Compos Mentis
• Tanda Vital
– Tekanan darah : 140/90 mmHg
– Freukuensi nadi : 88 kali/menit
– Pernapasan : 24 kali/menit
– Suhu : 36,3oC
Status general
Kepala – Leher : Anemis(-), ikterik (-), pembesaran kelenjar limfe(-)
Thoraks
• Inspeksi : Asimetris, hemithoraks dextra tertinggal saat statis dan dinamis, Pelebaran sela iga (-).
• Palpasi : Nyeri tekan (-), massa tumor (-), vocal fremitus menurun pada hemithoraks dextra
• Perkusi : Sonor pada hemithoraks sinistra dan Redup pada hemithoraks dextra
• Auskultasi : Bunyi napas bronkovesikuler , menurun pada hemithoraks dextra Ronkhi tidak ada , Wheezing (-)
PEMERIKSAAN FISIS
Jantung
• Inspeksi :Ictus cordis jantung tidak tampak
• Palpasi :Ictus cordis tidak teraba
• Perkusi :Batas kanan atas jantung ICS II Dextra
Batas kiri atas jantung ICS II Sinistra
Batas kanan bawah ICS IV parasternalis dextra
Batas kiri bawah jantung ICS V linea midclavicularis sinistra
• Auskultasi : Bunyi jantung I/II regular, bising jantung tidak ada
Abdomen
• Inspeksi : Datar ikut gerak napas
• Auskultasi : Peristaltik (+) kesan normal.
• Palpasi : Nyeri tekan (-), massa tumor (-), hepar tidak teraba, lien tidak teraba.
• Perkusi : Timpani, undulasi (-)
• Lain-lain : Ascites (-)
Ekstremitas
• Pitting edema : -/- (dorsum pedis), -/- (pretibial)
• Perdarahan (-), palmar eritam (-), akral hangat
HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM
(8 DESEMBER 2018)
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan
Hematologi Rutin
Hemoglobin 13,2 10-18 g/dl
Hematokrit 39,7 30-55 %
Eritrosit 5,04 4,76 – 6.95 10^6/µL
Leukosit 8,52 4,0 – 11,0 10^3/µL
Trombosit 417 150 – 450 10^3/µL
Klinik
Ast (SGOT) 41 <37 U/l
Alt (SGPT) 53 <41 U/l
Albumin 3,0 3,5 ~ 5,0 gr/dl
Ureum 50 10 – 50 mg/dl
Glukosa Darah Sewaktu 90 80 ~ 150 mg/dl

Mikrobiologi-Genexpert TB ( Deteksi Mycobacterium Tuberculosa )

Spesimen Hasil Nilai rujukan


Dahak Tidak terdeteksi Tidak terdeteksi
HASIL FOTO THORA X POSISI PA (INSPIRASI KURANG)
3 DESEMBER 2018
Hasil pemeriksaan :
• Tampak hiperlusen avascular pada lapangan paru kanan disertai
perselubungan homogen yang menutupi sinus, diafragma dan batas
kanan jantung yang membentuk air fluid level setinggi costae III
anterior dextra
• Tampak penebelan fissura minor
• Cor sulit dievaluasi kesan membesar,pinggang jantung cekung ,apex
terangkat (LVE), aorta dilatasi
• Tulang-tulang intak
• Jaringan lunak sekitar kesan baik

Kesan :
• Hydropneumothorax dextra
• Cardiomegaly disertai dilatatio aortae
HASIL FOTO THORAK POSISI AP
POST PEMASANGAN WSD (11 DESEMBER 2018)
Hasil pemeriksaan :
• Terpasang chest tube pada hemithorax kanan dengan tip
tidak tervisualisasi
• Tampak hiperlusen avascular pada hemithorax kanan
disertai pleural white line
• Cor sulit dievaluasi kesan membesar, aorta dilatasi dan
kalsifikasi
• Tulang-tulang intak
• Jaringan lunak sekitar kesan baik

Kesan :
• Pneumothorax dextra
• Cardiomegaly disertai dilatatio et atherosclerosis aortae
• Terpasang chest tube pada hemithorax dextra
ASSESMENT (13 DESEMBER 2018)

• Pneumothorax dextra
• Congestive heart failure
TATALAKSANA
• Oksigen 2 L/menit/nasal canul
• Codein 1mg/8jam/oral
• Curcuma 1 tab/8jam/oral
• Furosemide 40mg/24jam/oral
• Spironolactone 25mg/24jam/oral
• Digoxine 0,25mg/24jam/oral
• Atorvastatin 20mg/24jam/oral
• Condensartan 8mg/24jam/oral
DISKUSI
PNEUMOTHORAX

• Pneumothorax adalah keadaan dimana terdapat udara dalam cavum pleura yang
menyebabkan gangguan pengembangan paru sehingga terjadi kolapsnya paru

Sudoyo dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. Edisi V. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2009. P. 1063
KLASIFIKASI

• Pneumothoraks spontan primer

Pneumothoraks spontan

• Pneumothoraks spontan sekunder

• Pneumothoraks traumatik non-


iatrogenik
Pneumothoraks traumatic

• Pneumothoraks traumatik iatrogenic


• Klasifikasi berdasarkan jenis fistulnya

Simple
pneumothorax

Open
pneumothorax

tension
pneumothorax

Sudoyo Aru W, Setiohadi B, dkk. 2012. Buku Ajar: Ilmu Penyakit Dalam. Edisi V. Jakarta: Interna Publishing.
ANATOMI DAN FISIOLOGI
PATOFISIOLOGI
ANAMNESIS

SESAK NAPAS

NYERI DADA

PENYAKIT DASAR: TB, PPOK, ASMA, TUMOR PARU


PEMERIKSAAN FISIS
Inspeksi : Perkusi :
• Asimetris. Dapat terjadi pencembungan pada •Suara ketok pada sisi sakit, hipersonor sampai
sisi yang sakit (hiper ekspansi dinding dada) timpani dan tidak menggetar
• Pada waktu inspirasi, bagian yang sakit •Batas jantung terdorong ke arah toraks yang
gerakannya tertinggal
sehat, apabila tekanan intrapleura tinggi
• Trakea terdorong ke sisi yang sehat

Palpasi :
Auskultasi :
• Pada sisi yang sakit, ruang antar iga dapat
normal atau melebar •Pada bagian yang sakit, suara napas melemah

• Iktus jantung terdorong ke sisi toraks yang sampai menghilang


sehat
• Fremitus suara melemah atau menghilang pada
sisi yang sakit

Tanda-tanda tension pneumothorax:


 Takikardia
 Distensi v. Jugularis
 Tidak terdengar suara pernapasan
 Hiperresonor pada perkusi
GAMBARAN RADIOLOGI
GAMBARAN RADIOLOGI
Pneumothorax

• Gambaran hiperlusen avaskuler pada hemithorax


kanan/kiri
• Berbatas tegas dengan jaringan paru yang masih
ada, vaskuler dipisahkan oleh pleura visceralis
(tampak garis putih tipis paralel dengan dinding
dada)
• Bisa kollaps paru ke arah medial
• Pelebaran hemithorax

foto Pneumothorax dengan bayangan udara dalam cavum pleura memberikan


bayangan radiolusen yang tanpa struktur jaringan paru (avascular pattern)
Pneumothorax

Hiperlusen avaskuler

Pleura white line

Kolaps paru
Tension pneumothorax

• Pendesakan mediastinum ke arah


kontralateral
• Pelebaran intercostal space
• Diafragma rendah dan mendatar di
ipsilateral
• Kompresi dan konsolidasi paru ipsilateral
Ct-scan pada pneumothorax
Pada pemeriksaan CT-scan pneumotoraks tension didapatkan adanya kolaps paru, udara di
rongga pleura, dan deviasi dari struktur mediastinum.

• ct scan potongan axial Tampak udara dan


colaps paru
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pengukuran TIP

Analisa Gas Darah


• Analisis gas darah arteri dapat memberikan
gambaran hipoksemi meskipun pada kebanyakan
pasien sering tidak diperlukan. Pada pasien
dengan gagal napas yang berat secara signifikan
meningkatkan mortalitas sebesar 10%
P E N ATA L A KS A N A A N

1. Penatalaksaan pneumothorax (umum)


Primary survey dengan memperhatikan :
• Airway
• Breathing
• Circulation

2. Tindakan bedah emergency


• Krikotiroidotomi
• Trakheostomi
• Tuetorakostomi
• Torakostomi
• Eksplorasi vascular
3. Tindakan dekompresi
Hal ini sebaiknya dilakukan seawal mungkin pada kasus
pneumothorax yang luasnya >15%. Pada intinya, tindakan ini
bertujuan untuk mengurangi tekanan intrapleura dengan
membuat hubungan antara cavum pleura dengan udara luar
KOMPLIKASI
Pneumomediastinum,

Emfiesema subkutan Hidro-pneumothorax

Piopneumothorax
PROGNOSIS

• Hasil dari pneumothorax tergantung pada luasnya dan tipe dari pneumothorax.
• angka kematian sebesar 15%.
• Angka kekambuhan untuk keduanya primary dan secondary pneumothorax adalah kira-kira 40%
• kebanyakan kekambuhan terjadi dalam waktu 1,5 sampai 2 tahun
THANK YOU