Anda di halaman 1dari 40

Diabstraksikan oleh:

soemarno, psdl ppsub, desember 2012

INDEKS KELESTARIAN
LINGKUNGAN
=
Environmental
Sustainability Index
POPULASI MANUSIA

Bahan Kajian pada MK. PSDAL


KEPENDUDUKAN - LH

Masalah Lingkungan Hidup ?

“Ketidakstabilan lingkungan hidup”, yaitu terganggunya proses


alamiah siklus ekosistem yang disebabkan oleh karena satu atau
lebih unsur-unsur ekosistem yang tidak berfungsi secara normal
(stabil dan dinamis), yang secara langsung atau tidak langsung
menyebabkan terganggunya komponen sosio-sistem, dan/atau
sebaliknya.

Masalah lingkungan hidup dapat berupa masalah geologis,


masalah antropogenik, atau gabungan dari keduanya (geologis
dan antropologis).

Diunduh dari: http://mayamaranatha.blogspot.com/2013/04/hubungan-masalah-kependudukan-dengan.html


KEPENDUDUKAN - LH

Masalah LH di Indonesia timbul sebagai akibat dari aktivitas


manusia, yang mengakibatkan perubahan pada komponen
lingkungan hidup, baik fisik maupun sosial budaya, perubahan
tersebut menimbulkan risiko LH.

Timbulnya masalah LH diakibatkan/ dipengaruhi oleh 4 faktor :

1. Perkembangan penduduk dan masyarakat.


2. Perkembangan SDA dan LH
3. Perkembangan teknologi dan kebudayaan
4. Perkembangan ruang lingkup Internasional.

Diunduh dari:://mayamaranatha.blogspot.com/2013/04/hubungan-masalah-kependudukan-dengan.html
KEPENDUDUKAN - LH
Faktor 1. Perkembangan penduduk dan masyarakat.

Ciri kependudukan Indonesia adalah :


1. Jumlahnya semakin bertambah
2. Sebagian besar berusia muda (63% < 30 th - data 1993)
3. Tidak tersebar merata (Jawa-Madura 840 jiwa/km2, Kalimantan 18,
Irian/Papua 7,5 jiwa/km2).
4. Adea daerah yang jenuh, dan ada yang belum dimanfaatkan
secara optimal; Sulawesi 69 jiwa/km2.
5. Besarnya jumlah penduduk yang hidup/memperoleh pendapatan di
sektor pertanian (52,2% hidup di pedesaan -1993)
6. Tingginya tingkat pengangguran (2,2 jt = 2,79% -1993) - sumber
kerawanan sosial dan ekonomi.

Diunduh dari:://mayamaranatha.blogspot.com/2013/04/hubungan-masalah-kependudukan-dengan.html
KEPENDUDUKAN - LH
Faktor 2. Perkembangan SDA dan LH;

1. SDA (tanah-lahan dan air) menghadapi tekanan yang sangat


berat sebagai akibat dari kepadatan penduduk (Jawa-
Madura), dan tingkat pendapatan (Y) yang rendah. Sementara
itu, konversi hutan di luar Jawa berdampak pada meluasnya
lahan kritis
2. Kemiskinan dan keterbelakangan (penghayatan LH)
berdampak pada eksploitasi SDA secara cepat dan efisien,
sehingga kurang memperhatikan factor kelestarian fungsi LH.
3. Kemampuan alam menahan dan menyimpan air semakin
berkurang.

Diunduh dari:://mayamaranatha.blogspot.com/2013/04/hubungan-masalah-kependudukan-dengan.html
KEPENDUDUKAN - LH
Faktor 3. Perkembangan teknologi dan kebudayaan.

Negara maju mengembangkan teknologi padat modal dan hemat


tenaga kerja sesuai dengan kondisi Negara yang bersangkutan;
penemuan teknologi baru, tidak/belum mampu dilakukan oleh
Negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Teknologi membawa perubahan pada kemampuan pemanfaatan


SDA dan LH, dan perubahan kebudayaan.

Perubahan-perubahan ini memerlukan proses penyesuaian bagi


kebudayaan tertentu termasuk Indonesia.

Diunduh dari:://mayamaranatha.blogspot.com/2013/04/hubungan-masalah-kependudukan-dengan.html
KEPENDUDUKAN - LH
Faktor 4. Perkembangan ruang lingkup Internasional.

Negara maju sangat besar pengaruhnya di bidang teknologi terhadap Negara


berkembang termasuk Indonesia. Negara maju menempatkan "kebebasan
mekanisme pasar" sebagai prinsip pokok.
Dalam mekanisme pasar ini, "harga" merupakan pedoman bagi kegiatan produksi
dan konsumsi. “Harga" pasar ini berlaku terhadap barang yang dimiliki perorangan
(manusia/badan hukum/orang).
Udara, air, taut, danau, hutan, berikut isinya tidak dimiliki orang, dan tersedia secara
gratis "tanpa harga".
Teknologi produksi dan pola konsumsi tumbuh berkembang tanpa
memperhitungkan pengaruhnya terhadap LH, termasuk SDA yang belum memiliki
atau belum diketahui manfaatnya, sehingga luput dari perhitungan ekonomi
pembangunan.
Kemusnahannya tidak dirasakan sebagai suatu kerugian.
Sejalan dengan cara pandang tersebut, maka pengelolaan alam tidak disertai upaya
pembaharuan. Sampah, kotoran, pencemaran, limbah sebagai hasil kegiatan
industri tidak diperhitungkan sebagai biaya kegiatan, semua limbah dibuang secara
gratis.

Diunduh dari:://mayamaranatha.blogspot.com/2013/04/hubungan-masalah-kependudukan-dengan.html
KEPENDUDUKAN - LH
Ada beberapa faktor kependudukan yang menjadi penyebab munculnya masalah lingkungan hidup
di Indonesia, yaitu :
1. Masalah akibat angka kelahiran
Jika fertilitas semakin meningkat maka akan menjadi beban pemerintah dalam hal penyediaan aspek fisik
misalnya fasilitas kesehatan. Selain itu pertumbuhan penduduk akan semakin meningkat tinggi akibatnya
bagi suatu negara berkembang akan menunjukkan korelasi negatif dengan tingkat kesejahteraan
penduduknya.
2. Masalah akibat angka kematian
Semakin bertambah angka harapan hidup berarti perlu adanya peran pemerintah dalam menyediakan
fasilitas penampungan dan penyediaan gizi yang memadai bagi anak balita. Sebaliknya apabila tingkat
mortalitas tinggi akan berdampak terhadap reputasi indonesia di mata dunia.
3. Masalah Jumlah Penduduk
Masalah yang timbul akibat jumlah penduduk adalah aspek ekonomi dan pemenuhan kebutuhan hidup
keluarga karena banyaknya beban tanggungan sehingga sulit untuk memenuhi gizi yang dibutuhkan.
4. Masalah mobilitas Penduduk
Pertumbuhan penduduk perkotaan selalu menunjukkan peningkatan yang terus menerus hal ini disebabkan
pesatnya perkembangan ekonomi dengan perkembangan industri pertumbuhan sarana dan prasarana jalan
perkotaan. Selain itu, semakin banyak terjadi urbanisasi karena orang-orang desa yang dulunya kecukupan
pangan namun tidak menikmati pembangunan mulai berbondong-bondong pindah ke kota. Generasi muda
tidak ada yang mau menjadi petani.
5. Masalah Kepadatan Penduduk
Ketidakseimbangan kepadatan penduduk ini mengakibatkan ketidakmerataan pembangunan baik fisik
maupun nonfisik yang selanjutnya mengakibatkan keinginan pindah semakin tinggi.

Diunduh dari: http://mayamaranatha.blogspot.com/2013/04/hubungan-masalah-kependudukan-dengan.html


KEPENDUDUKAN - LH

Setiap organisme, termasuk manusia, adalah bagian dari rantai makanan yang
bergantung pada habitat yang sehat untuk dapat bertahan hidup.

Kalau jumlah penduduk bertambah, semakin berkurang ketersediaan


sumberdaya dunia bagi setiap orang. Hal ini mengisyaratkan bahwa semakin
banyak manusia yang membutuhkan sumberdaya, akan semakin besar pula
dampak negatif terhadap lingkungan.
Daya dukung (DD) menunjukkan jumlah manusia yang dapat didukung oleh
sumberdaya secara berkelanjutan. DD ini dipengaruhi oleh faktor-faktor
seperti tingkat pemanfaatan sumberdaya dan distribusi sumberdaya. Daya
dukung diperkirakan di berbagai penjuru dunia, mulai dari angka terendah
satu miliar sampai sekitar 44 milyar. Daya dukung telah ditingkatkan oleh ilmu
pengetahuan dan diperkirakan bahwa jika Dunia melebihi "daya dukung" nya
maka IPTEK menjadi harapan terakhir untuk menemukan solusi.

Diunduh dari: http://mayamaranatha.blogspot.com/2013/04/hubungan-masalah-kependudukan-dengan.html


KEPENDUDUKAN - LH

Jumlah penduduk yang meningkat setiap tahun, baik secara


kelahiran maupun arus urbanisasi/imigrasi, menyebabkan
banyaknya lahan pertanian yang dikonversi dijadikan
pemukiman sehingga lahan hijau terutama di daerah perkotaan
semakin sempit.

Penduduk suku-suku primitif yang masih memakai sistem


berpindah tempat tinggalnya menyebabkan banyak lahan hutan
yang dibuka sebagai pemukiman penduduk menjadi gundul
karena tidak adanya penanaman kembali pohon (reboisasi).

Diunduh dari: http://mayamaranatha.blogspot.com/2013/04/hubungan-masalah-kependudukan-dengan.html


KEPENDUDUKAN - LH

Meningkatnya jumlah penduduk diikuti oleh peningkatan produksi sampah


dan limbah. Limbah-limbah berupa sampah biologis manusia (feses), sampah
rumah tangga, pertanian, industri, transportasi, dan lainnya. Sampah-sampah
tersebut dapat menimbulkan polusi, baik polusi tanah, air, maupun udara, dan
akhirnya berpengaruh terhadap kesehatan manusia.

Kebutuhan bahan pangan yang terus meningkat menyebabkan konversi hutan


alam menjadi lahan pertanian penghasil bahan pangan, seperti lahan-lahan di
kawasan perbukitan (kawasan resapan air) digarap secara intensif untuk
bercocok tanam sayur dan akibatnya terjadi erosi, runoff dan longsor.

Terjadinya ekplorasi dan eksploitasi besar-besaran terhadap lingkungan dan


sumberdaya alam, seperti kegiatan pertambangan, pengeringan rawa-rawa
untuk pemukiman, dan pendirian bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).

Diunduh dari: http://mayamaranatha.blogspot.com/2013/04/hubungan-masalah-kependudukan-dengan.html


KEPENDUDUKAN - LH

Meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan meningkatnya kebutuhan air


tanah yang berarti meningkatnya jumlah sumur untuk memenuhi jumlah
kebutuhan air tersebut , dan eksploitasi air tanah yang berlebihan dapat
mengancam kelestariannya.

Pada suatu lingkungan padat penduduk biasanya banyak dilakukan


pembangunan tempat tinggal , berarti pembukaan lahan untuk memenuhi
kebutuhan perumahan. Hal ini dapat mengakibatkan menurunnya tingkat
produktivitas pertanian, yang tadinya lahan pertanian produktif dikonversi menjadi
kawasan permukiman.

Pada lingkungan padat penduduk dihasilkan banyak gas buang seperti gas
karbon monoksida (CO) dan gas karbon dioksida (CO2) yang tidak diimbangi
dengan berlimpahnya O2 karena berkurangnya jumlah tumbuhan hijau di lahan
tersebut sehingga hal ini menyebabkan menurunnya kualitas udara ambient.

Diunduh dari: http://mayamaranatha.blogspot.com/2013/04/hubungan-masalah-kependudukan-dengan.html


KEPENDUDUKAN - LH

Kemacetan jalan raya –


jumlah penduduk

Diunduh dari:
JUMLAH PENDUDUK - KB
Planning for the
future KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana.

How Governments and Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997): Gerakan
people from every untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera
community meet dengan membatasi kelahiran.
challenges such as
limiting population size, KB adalah perencanaan jumlah keluarga. Pembatasan
protecting the natural dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau
environment, change penanggulangan kelahiran seperti kondom , spiral, IUD dan
their consumer oriented sebagainya.
attitudes, reduce habits
that create excessive Ditinjau dari segi kesehatan, Program KB merupakan salah
waste, elevates poverty satu usaha penanggulangan masalah, kependudukan
and creates an effective
balance between
conservation and
development will
determine the worlds
future.

Diunduh dari:
https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:f1wbNJjj2bYJ:www.ugc.ac.in/oldpdf/modelcurriculum……………… 29/11/2012
TANTANGAN URBAN
Population increases will VISI Dan MISI P2KP
continue in urban centers
in the near future. Visi
Terwujudnya masyarakat madani, yang maju,
The UN has shown that by mandiri, dan sejahtera dalam lingkungan
2025 there will be 21 permukiman sehat, produktif dan lestari.
"megacities“ most of
which will be situated in Misi
developing countries. Membangun masyarakat mandiri yang mampu
menjalin kebersamaan dan sinergi dengan
Urban centers are already pemerintah maupun kelompok peduli setempat
unable to provide dalam menanggulangi kemiskinan secara efektif
adequate housing, services dan mampu mewujudkan terciptanya lingkungan
such as water and drainage permukiman yang tertata, sehat, produktif dan
systems, growing energy berkelanjutan.
needs, or better
opportunities for income
generation.

Diunduh dari: http://www.p2kp.org/aboutdetil.asp?mid=4&catid=2&……………… 11/12/2012


PERTUMBUHAN PENDUDUK
& LINGKUNGAN HIDUP

1. Human Population -
An Explosive
Growth
2. Human Needs -
Limited Resources
3. Our Natural
Environment Under
Attack
4. Roles of Technology
and Engineering
5. An Uncertain
Future.

Diunduh dari: 202.114.224.27/.../P0200605134450201957... ……………… 29/11/2012


.
. FAKTOR PERTUMBUHAN PENDUDUK
Three Factors:
1. Fertility Factors that increase population size:
2. Infant Mortality Natality is recruitment to a population through reproduction
3. Longevity Immigration from external populations e.g. Bird migration

Factor reducing population size:


Industrial Revolution: 1. Mortality which is the death rate from any source e.g. predation
1. Growth of Cities and 2. Emigration, where individuals leave the population for another
Infrastructure: Water; habitat
Energy; Transportation
2. Increased Productivity
3. Nutrition
4. Sanitation
5. Medicine

Animal Domestication and


Agriculture:

Provided for a few to feed


many

Diunduh dari: http://click4biology.info/c4b/5/eco5.3.htm... ……………… 11/12/2012


DAMPAK LINGKUNGAN - PETUMBUHAN
PENDUDUK
Human population trends are centrally important to
environmental science because they help to determine the
environmental impact of human activities. Rising populations
put increasing demands on natural resources such as land,
water, and energy supplies. As human communities use more
resources, they generate contaminants, such as air and water
pollution and greenhouse gas emissions, along with increasing
quantities of waste.

Population interacts with several other factors to determine a


society’s environmental impact. One widely-cited formula is
the "I = PAT" equation, proposed by Paul R. Ehrlich and John
P. Holdren in 1974 .

Environmental Impact = Population x Affluence (or


consumption) x Technology
Diunduh dari: http://www.learner.org/courses/envsci/unit/pdfs/unit5.pdf ……………… 28/11/2012
DEMOGRAPHY
Demography, the science of human population (or more specifically,
the study of population structure and processes), draws together
research from a number of disciplines, including economics, sociology,
geography, public health, and genetics.

In addition to the environmental impacts of population growth,


population science also considers questions such as:

1. How does population growth or decline influence economic and


social well-being?
2. Does population growth enhance or diminish economic growth?
3. What impact does population growth have on poverty?
4. Do specific aspects of population growth, such as age structure or sex
imbalance, have bigger impacts on economic development and
environmental quality than other aspects?
5. What are the social and economic implications of population
redistribution, through, for example, rural to urban or international
migration?

Diunduh dari: : http://www.learner.org/courses/envsci/unit/pdfs/unit5.pdf ……………… ……………… 28/11/2012


PERTUMBUHAN EPENDUDUK &
LINGKUNGAN HIDUP

The human societies' impacts on the environment are a


function of three major, interconnected elements:
population size, affluence or consumption, and technology.

An expanded version of the IPAT equation separates


technology into two factors: resource-intensity (how many
resources are used to produce each unit of consumption)
and waste-intensity (how much waste each unit of
consumption generates), and also considers the sensitivity
of the environment.

Diunduh dari: http://www.learner.org/courses/envsci/unit/pdfs/unit5.pdf ……………… 28/11/2012


SOCIETIES' ENVIRONMENTAL IMPACTS TAKE TWO MAJOR
FORMS.

First, we consume resources such as land, food, water, soils, and services
from healthy ecosystems, such as water filtration through wetlands.
Over-consumption uses up or severely depletes supplies of non-renewable
resources, such as fossil fuels, and depletes renewable resources such as
fisheries and forests if we use them up faster than they can replenish
themselves.

Second, we emit wastes as a product of our consumption activities,


including air and water pollutants, toxic materials, greenhouse gases, and
excess nutrients. Some wastes, such as untreated sewage and many
pollutants, threaten human health. Others disrupt natural ecosystem
functions: for example, excess nitrogen in water supplies causes algal
blooms that deplete oxygen and kill fish.

Diunduh dari: http://www.learner.org/courses/envsci/unit/pdfs/unit5.pdf ……………… 28/11/2012


HUMAN DEVELOPMENT INDEX = HDI

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) / Human Development Index (HDI)


adalah :
Pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan
standar hidup untuk semua negara seluruh dunia.

IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah


negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang dan juga untuk
mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup.

IPM mengukur pencapaian rata-rata sebuah negara dalam 3 dimensi dasar


pembangunan manusia:
1. Hidup yang sehat dan panjang umur yang diukur dengan harapan hidup saat
kelahiran
2. Pengetahuan yang diukur dengan angka tingkat baca tulis pada orang dewasa
(bobotnya dua per tiga) dan kombinasi pendidikan dasar , menengah , atas
gross enrollment ratio (bobot satu per tiga).
3. Standard kehidupan yang layak diukur dengan logaritma natural dari produk
domestik bruto per kapita dalam paritasi daya beli.

Diunduh dari: http://id.wikipedia.org/wiki/Indeks_Pembangunan_Manusia ……………… 28/11/2012


IPM MENGGAMBARKAN TIGA INDIKATOR UMUM :

Indeks Harapan Hidup =

Indeks Pendidikan =

Angka melek huruf dewasa (ALI) =

Gross Enrollment Ratio (GER) =

Indeks PDB =

LE: Angka harapan hidup


ALR: Angka melek huruf
CGER: Combined gross enrollment ratio
GDPpc: PDB perkapita berdasarkan PPP dalam USD

Diunduh dari: http://id.wikipedia.org/wiki/Indeks_Pembangunan_Manusia ……………… 28/11/2012


HDI = HUMAN DEVELOPMENT INDEX

HDI lebih difokuskan pada indikator pencapaian dari pada indikator


masukan (input).

HDI mengukur prestasi keseluruhan suatu negara menurut tiga


dimensi Pembangunan Manusia, yaitu:

1. Panjangnya usia – diukur berdasarkan angka harapan hidup saat


lahir
2. Pengetahuan – diukur berdasarkan angka melek huruf orang
dewasa dan gabungan partisipasi sekolah di tingkat dasar,
menengah, dan perguruan tinggi (dengan pembobotan yang sama
pada kedua indikator)
3. Standar hidup layak – diukur oleh pendapatan riil per kapita.

Diunduh dari: : www.undp.or.id/archives/.../HD%20Training%20Handout%202.doc ……………… 28/11/2012


HDI dihitung dengan rumus sebagai berikut –

HDI = 1/3 (indeks harapan hidup) + 1/3 (indeks pendidikan) + 1/3 (indeks
PDB)

Contoh: HDI Indonesia untuk tahun 2007.

Angka harapan hidup saat lahir : 70.5 tahun


Angka melek huruf orang dewasa: 92 %
Angka partisipasi kasar : 68.2 %
PDB per kapita : $3712 (PPP)

Langkah I:
Indeks harapan hidup = 70.5–25/85–25 = 0.76

Langkah II:
Indeks pendidikan = 2/3(0.92) + 1/3(0.682) = 0.83

Langkah III:
Indeks PDB = (Log 3712 – log 100)/( log 40,000 – log 100) = 0.60

Langkah IV:
HDI = 0.758/3 + 0.832/3 + 0.60/3 = 0.73

Diunduh dari: www.undp.or.id/archives/.../HD%20Training%20Handout%202.doc …. 29/11/2012


Pertumbuhan Penduduk dan Lingkungan

• Human Population - An Explosive Growth


• Human Needs - Limited Resources
• Our Natural Environment Under Attack
• Roles of Technology and Engineering
• An Uncertain Future
Tiga Zaman Teknologi


Problematik Pertumbuhan Penduduk

• Three Factors • Industrial Revolution


– Fertility – Growth of Cities and
– Infant Mortality Infrastructure
– Longevity • Water
• Energy
• Animal Domestication • Transportation
and Agriculture – Increased Productivity
– Provided for a few to feed – Nutrition
many – Sanitation
– Kesehatan & Pengobatan
Pertumbuhan penduduk
Kalau jumlah penduduk melampaui sumberdaya
Konsumsi Sumberdaya
1. High
consumption
2. Getting worse
3. Rate increase
faster than
population
growth
Kendala Sumberdaya – Lahan

1. Deforesting to
acquire more
arable land
2. Would run out in
next century at
current yields
3. Probably need to
double yields
Kendala Sumberdaya – Air
1. In 1950 people used
half of accessible
water
2. Are now dependent
on dams
3. Pollution loses 33%
of potential water
4. Semakin mendekati
batas
Konsumsi Energi
1. Energy growth
very high last
fifty years
2. Mostly
hydrocarbon
fuels
3. Nonrenewable
resource
consumption
and climate
change issues
Teknologi berkembang terus

Cars replaced horses as


transportation needs grew

Energy forms have changed to meet


changing needs
New economic and environmental
needs are emerging
Ekonomi dan Sumberdaya
1.1 billion people suffer from malnutrition

• Impact = P*A*T
% of global income 84.7
– Population
– Affluence
– Technology
• USA - 5% penduduk
dunia , tetapi 20-25%
dampak
lingkungannya 1.4

Poorest 20% Richest 20%


Dampak pada Planet Bumi
• Ecological Footprints
– United States - 5 hectares/person
– Developing nations - 0.5 hectare/person
• For everyone to live at today’s US footprint
would require 3 planet Earths
• Increasing affluence and population is
damaging Earth’s essential ecology
Bumi Kita dalam Bahaya
1. Polusi udara dan perubahan iklim
2. Pencemaran air dan aquifer
3. Deforestation and loss of oxygenation
4. The oceans, coral reefs and their bounty
5. National parks, wildernesses and wetlands
6. Nonrenewable natural resource depletion
Fossil fuels, mineral ores, topsoil…..
Biodiversitas terancam

• Humanity has spawned a species extinction to


rival the 5 great extinctions of 65 - 440 million
years ago
• Recovery times from the great extinctions took
10’s of millions of years
• Biodiversity is essential to life on Earth and
holds untold treasures for the future
• An ecological ethic is emerging
Global Warming – Pemanasan Global
• Atmospheric CO2 is increasing, and creates
greenhouse effect.(14)
• 3-5°C rise predicted by computer models
for this century would have major
environmental impact. (15)
• Observed change of 0.25-0.4°surface and
0.0-0.2°C troposphere rise in last 20 years
doesn’t agree with models and may or
may not be due to CO2.(16)
• Humans - 6 billion tons/year of CO2 (up 0.6°C rise in last 100 years
500% from 1950, and increasing) (17)
– Other sources 200B tons/year
– Total atmosphere load - 775B tons
– Total earth load with oceans - 42,000B
tons
PENTINGNYA IPTEK
1. Detailed explicit information and understanding of
what is occurring
Sensors, data processing, computers, models, predictions,
communication, information…...
2. Alternate technologies that mitigate and eliminate
deleterious effects
Energy, water, transportation, communication…

3. Pembangunan berkelanjutan