Anda di halaman 1dari 29

HASIL KARYA TULIS ILMIAH

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK “A” DENGAN


KEJANG DEMAM KOMPLEKS (KDK) DI RUANGAN MAWAR
RSUD CURUP KABUPATEN REJANG LEBONG
TAHUN 2017

Oleh :
REZA HILDAYANA
NIM : P00320114074

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BENGKULU
JURUSAN KEPERAWATAN PROGRAM STUDI
DIPLOMA III CURUP
2017
Pengertian Kejang Demam
• Kejang demam ialah bangkitan kejang yang
terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal
di atas 38oc) yang disebabkan oleh suatu
proses ekstrakranium (Ngastiyah, 2005).
PENGKAJIAN
Identitas klien
• Nama/Nama Panggilan : An.A
• Usia : 2,5 tahun
• Jenis kelamin : Perempuan
• Agama : Islam
• Pendidikan :-
• Alamat : Kesambe Baru
• Tanggal masuk : 20 Januari 2017
• Tgl Pengkajian : 21 Januari 2017
• Dianogsa Medis : KDK
Riwayat kesehatan
Riwayat Kesehatan sebelum masuk Rumah Sakit
• Keluhan utama MRS : Demam dan Kejang
• Riwayat kesehatan utama MRS :
An.A datang ke RSUD Curup pada tanggal 20 Januari
2017 pukul 14.50 dengan keluhan demam tinggi sejak 2
hari yang lalu, An.A mengalami kejang 3 kali dirumah
sejak tadi malam durasi kejang ± 5 menit, batuk (+) 2
hari, tanda-tanda vital suhu 39,9ºC, pernafasan 36
x/menit, nadi 120 x/menit.
Riwayat kesehatan sekarang
Pada saat pengkajian tanggal 21 Januari 2017 19:00 di
Ruang Mawar didapatkan Keadaan umum An.A lemah dan
kesadaran composmetis
Data subyektif: Data obyektif:
• Ibu An.A mengatakan An.A • Tanda-tanda vital An.A saat
masih panas dan belum turun pengkajian Suhu 38,1ºC,
• Ibu An.A mengatakan nafsu pernafasan 34 x/menit, nadi
makan An.A menurun 115 x/menit.
• Ibu An.A mengatakan An.A
• Badan An.A teraba panas
gelisah
• Ibu An.A mengatakan An.A • An.A tampak gelisah
mengalami radang tenggorokan • An.A menangis
• Ibu An.A mengatakan An.A • An.A tampak lemas dan
mengalami nyeri pada saat berbaring di tempat tidur
menelan
• Ibu An.A mengatakan An.A
lemas
• Ibu An.A mengatakan khawatir
terjadi kejang berulang
Riwayat kesehatan lalu
• Ibu An.A mengatakan An.A pernah mengalami kejang
demam pada tahun 2016 dan di rawat di RSUD Curup
selama 4 hari.
• Riwayat kecelakaan : Ibu An.A mengatakan An.A tidak
pernah mengalami kecelakaan.
• Riwayat mengkonsumsi obat-obatan berbahaya tanpa
anjuran dokter dan menggunakan zat atau substansi
kimia yang berbahaya tidak pernah.
• Perkembangan anak dibanding suadaranya sama
seperti saudaranya tidak ada kelainan.
Riwayat tumbuh kembang
Pertumbuhan Fisik
• Berat Badan :Sebelum masuk RS 12 kg dan
setelah masuk RS 10,5 kg
• Tinggi badan : ± 90 cm
• Lingkar kepala : 47 cm
• Lingkar lengan : 15 cm
• Lingkar dada : 53 cm
• Waktu tumbuh gigi usia ±8 bulan, gigi tanggal belum
ada, jumlah gigi 22 buah.
Aktivitas sehari-hari
a. Nutrisi

Kondisi Sebelum sakit Setelah sakit


1. Selera makan Baik Kurang
2. Jenis Nasi, lauk, pauk, buah, Diit rs (bubur)
roti
3. Frekuensi 3x/hari Tidak menentu
4. Porsi 1 porsi ±5 sendok makan
5. Masalah Tidak ada Klien kurang berselera
makan
b. Cairan

Kondisi Sebelum sakit Setelah sakit


1. Jenis minuman Air putih Air putih
2. Frekuensi minuman 4-6 kali 4-5 kali
3. Kebutuhan cairan ± 1050 ml / hari ± 1050 ml/ hari
4. Cara pemenuhan Menggunakan gelas Menggunakan gelas
a. Eliminasi (BAK & BAB)

Kondisi Sebelum sakit Setelah sakit


1. Tempat WC WC
pembuangan
2. Frekuensi BAB 1x/hari / BAK 3- Belum pernah BAB /
4x/hari BAK ± 5x sehari
3. Konsistensi BAB Lembek Belum pernah BAB
4. Kesulitan Tidak ada Tidak ada
5. Obat pelancar Tidak ada Tidak ada
b. Istirahat tidur

Kondisi Sebelum sakit Setelah sakit


1. Jam tidur
a. Siang 2 jam 1-2 jam
b. Malam 10 jam 7-9 jam
2. Pola tidur Teratur Sering terbangun
3. Kebiasaan sebelum Tidak ada Tidak ada
tidur
4. Kesulitan tidur Tidak ada Tidak ada
c. Personal Hygiene

Kondisi Sebelum sakit Setelah sakit


1. Mandi 2x/hari Dilap
2. Cuci rambut 2 hari 1 kali Belum pernah cuci
rambut
3. Gunting kuku 1x/ minggu dengan orang tua Belum pernah gunting
kuku
4. Gosok gigi 2x/hari 1x/hari
Pemeriksaan fisik
• Keadaan umum :Tampak Lemah
• Kesadaran :Composmetis
• Tanda-tanda Vital
• Suhu :38,1 º C
• Nadi :115 x/menit
• Pernafasan :34 x/menit
• Berat Badan :10,5 kg
• Tinggi Badan :± 90 cm
 Kepala
Inspeksi
1. Keadaan rambut & Hygiene kepala
• Warna rambut :Hitam
• Penyebaran :Merata
• Mudah rontok :Tidak
• Kebersihan rambut :Sedikit kotor
Palpasi
• Benjolan :Tidak ada
• Nyeri tekan :Tidak ada
• Tekstur rambut :Sedikit lembut
 Muka
Inspeksi
• Simetris/tidak :Simetris
• Gerakan abnormal :Tidak ada
• Bentuk wajah :Bulat
• Ekspresi wajah :Sendu
Palpasi
• Nyeri tekan :Tidak ada
 Mata
Inspeksi
• Palpebra :Tidak ada radang
• Sclera :An ikterik
• Konjungtiva :Anemis
• Pupil :Isokor, midriasis, reflex pupil
terhadap cahaya ada
• Posisi mata :Simetris
• Gerakan bola mata :Normal
• Penutupan kelopak mata :Normal
• Keadaan bulu mata :Merata
• Keadaan visus :Normal
• Penglihatan :Tidak kabur
Palpasi
• Tekanan bola mata :Tidak ada nyeri
 Hidung & Sinur
Inspeksi
• Posisi hidung :Normal
• Bentuk hidung :Simetris
• Keadan septum :Tidak ada peradangan
• Secret / cairan :Tidak ada
Telinga
Inspeksi
• Posisi telinga :Normal
• Ukuran / bentuk telinga :Simetris
• Lubang telinga :Sedikit kotor
• Pemakaian alat bantu :Tidak ada
Palpasi :Tidak ada nyeri tekan
• Lainya :Pendengaran baik
Mulut
Inspeksi
• Keadaan gigi :Rapi
• Karang gigi / karies :Tidak ada
• Pemakaian gigi palsu :Tidak
• Gusi :Merah
• Lidah :Kotor
• Bibir :Pucat dan kering
Leher
• Inspeksi :Tonsillitis terdapat kemerahan dan bintik
keputihan
• Palpasi :Terdapat nyeri tekan
• Kaku kuduk :Tidak terdapat kaku kuduk
Thorax dan pernafasan
Inspeksi
• Bentuk dada :Simetris
• Irama pernafasan :Normal
• Pengembangan bernafas :Normal
Palpasi
• Vocal fremitus :Ada
• Perkusi :Resonan
Jantung :Tidak teraba ictus cordis, tidak ada
pembesaran jantung, auskultasi normal
 Abdomen
• Inspeksi :Tidak membuncit
• Palpasi :Tidak ada pembesaran hati dan lien, tidak ada nyeri tekan
• Auskultasi :Bising usus 3x/menit
• Perkusi :Di daerah kuadrat kiri atas tympani, dikuadrat kanan atas
redup
 Genetalia dan Anus :Tidak ada pendarahan pada anus, tidak ada lecet.
 Ekstremitas
Motorik
• Pergerakkan kanan / kiri :Normal / Normal
• Pergerakan abnormal :Tidak ada
• Kekuatan otot kanan / kiri :Sama
• Tonus otot kanan / kiri :Kurang baik / lemas
• Koordinasi gerak :Terkendali
• CRT :Kembali dalam 3 detik
 Reflex
• Bisep kanan / kiri :Normal
• Trisep kanan / kiri :Normal
 Sensori
• Nyeri :Ada
• Rangsangan suhu :Ada
• Rasa raba :Ada
Intergumen
• Keadaan kulit :Bersih dan kering
• Warna kulit :Kemerahan
• Oedema :Tidak ada
• Tugor kulit :Elastis
Pemeriksaan penunjang
Tanggal : 20 Januari 2017

Jenis Hasil Satuan Metode Nilai rujukan


pemeriksaan
Hemoglobin 9,3 g/dl Cyanmet Hb W: 11,7-15,5,
L: 13,2-17,3

Jumlah lekosit 8.300 uL Turk/hema W: 3.600-11.000,


analyzer L: 3.800-10.600

Diff count 0/0/073/27/0 % Mikroskopis 0-2/2-4/3-5/50-


giemsa 70/25-40/2-8

Tanggal : 23 Januari 2017

Jenis Hasil Satuan Metode Nilai rujukan


pemeriksaan
Hemoglobin 5.2 g/dl Cyanmet Hb W: 11,7-15,5,
L: 13,2-17,3

Jumlah lekosit 2.900 uL Turk/hema W: 3.600-11.000,


analyzer L: 3.800-10.600

Jumlah 171.000 uL Direk/hema 150.000-440.000


trombosit analyzer

LED 22 mm Westergren W:0-20, L:0-10

Diff count 0/0/0/49/51/0 % Mikroskopis 0-2/2-4/3-5/50-


giemsa 70/25-40/2-8
Terapi
Tanggal Nama Obat Dosis

20 Januari 2017 IUFD RL Gtt 20 x/i (Mikro)


Ampicilin 3x350 mg
Diazepam 3x35 mg
Paracetamol syr 3x1 cth
Vitamin K 1x3,5 mg
Paracetamol fls 110 mg
Rhelafen syr 3x1 cth
21 Januari 2017 Ampicilin 3x350 mg
Diazepam 3x35 mg
Vitamin K 1x3,5 mg
Rhelafen syr 3x1 cth
22 Januari 2017 Ampicilin 3x350 mg
Diazepam 3x35 mg
Vitamin K 1x3,5 mg
Rhelafen syr 3x1 cth
23 Januari 2017 Ampicilin 3x350 mg
Rhelafen syr 3x1 cth
Asam valproat syr 2x1,7 cc
Analisa data
No DATA ETIOLOGI MASALAH
1. Data Subyektif: Peningkatan Hipertermi
- Ibu An.A mengatakan An.A metabolisme
masih panas dan belum turun
- Ibu An.A mengatakan An.A
gelisah
Data Obyektif:
- TTV An.A
T: 38,1ºC, RR:115 x/m, P:34
x/m.
- Badan An.A teraba panas
- Warna kulit An.A kemerahan
- An.A tampak lemas dan
terbaring ditempat tidur
2 Data subyektif: Peradangan Gangguan rasa
- Ibu An.A mengatakan An.A (Inflamasi) nyaman (nyeri)
mengalami nyeri saat menelan tenggorokan
- Ibu An.A mengatakan An.A
mengalami radang
tenggorokan
- Ibu An.A mengatakan An.A
tidak nafsu makan
Data Obyektif:
- Tonsillitis terdapat kemerahan
dan bintik keputihan
- Terdapat nyeri tekan pada
tonsillitis
3. Data subyektif: Riwayat kejang Resiko kejang
- Ibu An.A mengatakan berulang
khawatir terjadi kejang
berulang
- Ibu An.A mengatakan
An.A kejang bila suhu
tubuh An.A tinggi
- Ibu An.A mengatakan
An.A sudah kejang
sebanyak 3 kali
Data Obyektif:
- Suhu tubuh An.A 38,1ºC
- Klien tampak lemas
Diagnosa keperawatan
No Ditemukan Diagnosa Keperawatan
hari/tanggal
1. 21 Januari 2017 Hipertermi berhubungan dengan peningkatan metabolisme
ditandai dengan:
Data Subyektif:
- Ibu An.A mengatakan An.A masih panas dan belum
turun
- Ibu An.A mengatakan An.A gelisah
Data Obyektif:
- TTV An.A T: 38,1ºC, RR:115 x/m, P:34 x/m.
- Badan An.A teraba panas
- Warna kulit An.A kemerahan
- An.A tampak lemas terbaring ditempat tidur
2. 21 Januari 2017 Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan
peradangan (inflamasi) tenggorokan ditandai dengan:
Data subyektif:
- Ibu An.A mengatakan An.A mengalami nyeri saat
menelan
- Ibu An.A mengatakan An.A mengalami radang
tenggorokan
- Ibu An.A mengatakan An.A tidak nafsu makan
Data Obyektif:
- Tonsillitis terdapat kemerahan dan bintik keputihan
- Terdapat nyeri tekan pada tonsilitis
3. 21 Januari 2017 Risiko kejang berulang berhubungan dengan riwayat kejang
ditandai dengan:
Data subyektif:
- Ibu An.A mengatakan khawatir terjadi kejang
berulang
- Ibu An.A mengatakan An.A kejang bila suhu
tubuh An.A tinggi
- Ibu An.A mengatakan An.A sudah kejang
sebanyak 3 kali
Data Obyektif:
- Suhu tubuh An.A 38,1ºC
- Klien tampak lemas
Implementasi keperawatan
PEMBAHASAN
Pengkajian
Pengkajian merupakan tahap awal dan dasar
utama dari proses keperawatan. Tahap pengkajian
terdiri atas pengumpulan data dan masalah klien.
Pengkajian pada An.A dengan diagnosa Kejang Demam
Kompleks (KDK) dilakukan pada tanggal 21 Januari
2017. Data pengkajian pada kasus dengan Kejang
Demam yaitu pasien datang dengan panas tinggi dan
kejang, pernafasan meningkat atau menurun, dan
peningkatan nadi. Pada aktivitas dan kekuatan otot
terjadi kelemahan, perubahan tonus otot atau kekuatan
otot. Terjadi mual muntah yang berhubungan dengan
aktivitas kejang, serta pada integumen ditemukan akral
hangat dan kulit kemerahan.
Kondisi An.A saat dilakukan pengkajian
composmentis dengan terpasang IVFD RL gtt 20
x/menit. Saat pengkajian juga ditemukan nadi An.A
yaitu 115 x/menit, suhu An.A yaitu 38,10C dan
pernapasan An.A yaitu 34 x/menit, ibu An.A
mengatakan An.A masih panas dan belum turun, ibu
An.A juga mengatakan nafsu makan An.A menurun, kulit
An.A kemerahan, ibu An.A mengatakan An.A mengalami
radang tenggorokan dan ibu An.A mengatakan An.A
gelisah. Dari data pengkajian yang didapatkan penulis
dapat menegakkan diagnosa keperawatan yang sesuai
dengan situasi dan kondisi An.A.
Data penunjang pada kasus kejang demam
menurut teori yaitu pemeriksaan ERG, pemeriksaan foto
kepala, CT-scan dan MRI tidak dilakukan karena
keterbatasan alat.
Diagnosa keperawatan
Ada 6 diagnosa keperawatan pada teori, hanya ada satu
diagnosa yang bisa diangkat yang sesuai dengan kondisi
klien dan 2 diagnosa lain yang tidak ada didalam teori.
Berikut diagnosa yang bisa diangkat sesuai dengan
kondisi klien kelolaan penulis dilapangan, yaitu:
• Hipertermi berhubungan dengan peningkatan
metabolisme
• Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan
peradangan (inflamasi) tenggorokan
• Risiko kejang berulang berhubungan dengan riwayat
kejang
Intervensi Keperawatan

Setelah pengkajian, menganalisa data, merumuskan diagnosa


keperawatan maka langkah selanjutnya adalah menyusun
rencana keperawatan merupakan langkah yang sangat
menentukan dalam mencapai keberhasilan didalam asuhan
keperawatan yang akan dilakukan.
Rencana keperawatan yang terdapat dilaporan pendahuluan
tidak semua penulis angkat pada rencana asuhan
keperawatan, dikarenakan penulis sesuaikan dengan kondisi
klien dan di angkat sesuai dengan apa yang telah ditetapkan
oleh Rumah Sakit tersebut dan keterbatasan kami sebagai
seorang mahasiswa.
Implementasi keperawatan
Tindakan keperawatan dalam pelaksanaaan yang telah
direncanakan ada yang dapat dilakukan mandiri oleh penulis
dan ada juga yang dilakukan secara berkolaborasi dengan tim
kesehatan lain seperti perawat dan melibatkan keluarga
pasien dalam pemberian perawatan. Ada perencanaan yang
penulis susun namun tidak dapat dilakukan seperti
membatasi pengunjung, karena klien dirawat di ruang
bangsal yang terdapat pasien lain dan penulis juga tidak
dapat menerapkan perencanaan membatasi pengunjung
dikarenakan para penjenguk pasien yang lain tidak patuh
dengan jam besuk yang ditentukan oleh rumah sakit.
Namun, dari semua hal tersebut penerapan asuhan
keperawatan pada An.A dapat dilakukan semampu penulis
berkat adanya dukungan dari keluarga An.A dan tim
kesehatan lain merupakan faktor yang mendukung agar
pelaksanaan tindakan keperawatan dapat berjalan dengan
baik.
Evaluasi keperawatan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 4 hari pada
An.A dengan Kejang Demam Kompleks (KDK) terdapat 3 diagnosa
yang teratasi yaitu :
• Hipertermi berhubungan dengan peningkatan metabolisme pada
evaluasi terakhir klien sudah tidak mengalami hipertermi lagi
suhu tubuh klien 36,70C.
• Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan peradangan
(inflamasi) pada evaluasi terakhir klien sudah tidak lagi
mengalami radang tenggorokan dan nafsu makan klien sudah
membaik.
• Risiko kejang berulang berhubungan dengan riwayat kejang pada
evaluasi terakhir klien sudah tidak mengalami kejang lagi.
Setelah dilakukan perawatan dan tidak ditemukan
kesenjangan pada evaluasi, dikarenakan tujuan dan kriteria hasil
yang penulis rencanakan dapat berjalan dengan baik dokter
memutuskan untuk klien dirawat jalan dan diperbolehkan pulang
pada tanggal 24 Januari 2017.
TERIMA
KASIH