Anda di halaman 1dari 31

ANALISA

RASIO
NAMA KELOMPOK: AKTIVITAS
1. NI PUTU AYU CINDY
PARAMITHA
2. I GUSTI AYU EMA MAHADEWI
PENGERTIAN

Rasio Aktivitas adalah rasio yang digunakan untuk


mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan
aktiva yang dimilikinya.

ATAU
Rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi
pemanfaatan sumber daya perusahaan.
PENGERTIAN

– Dalam berbagai rasio aktivitas, akan membandingkan penjualan dan


investasi dengan berbagai aktiva yang dimiliki perusahaan.
– Rasio ini menganggap bahwa harus ada keseimbangan antara
penjualan dan investasi dengan aktiva yang dimiliki perusahaan
MANFAAT RASIO AKTIVITAS
1. DALAM HAL PIUTANG

a. Perusahaan dapat mengetahui berapa lama


piutang dapat ditagih, kemudian perusahaan
juga dapat mengetahui berapa kali perputaran
piutang selama satu periode, sehingga dapat
diketahui seberapa efektifkah kegiatan
penagihan yang dilakukan perusahaan.
b. Managemen dapat mengetahui jumlah hari rata
rata penagihan piutang.
MANFAAT RASIO AKTIVITAS
2. DALAM HAL PERSEDIAAN
Manajemen dapat mengetahui berapa hari rata rata persediaan tersimpan
digudang. Dan mengetahui seberapa produktifkah perusahaan.
3. DALAM BIDANG MODAL KERJA DAN PENJUALAN
Manajemen dapat mengetahui berapa penjualan yang didapat dalam setiap
modal kerja
4. DALAM BIDANG AKTIVA DAN PENJUALAN
a. Manajemen dapat mengetahui efektifitas penggunaan aktiva tetap bila
dibandingkan dengan manfaatnya dalam menghasilkan penjualan
b. Manajemen dapat mengetahui efektifitas seluruh aktiva dalam
menghasilkan penjualan bagi perusahaan
JENIS RASIO AKTIVITAS

a. Perputaran piutang (Receivable Turn Over)


b. Perputaran persediaan (Inventory Turn Over)
c. Perputaran modal kerja (Working Capital Turn Over)
d. Perputaran aktiva tetap (Fixed Cost Turn Over)
e. Perputaran seluruh aktiva (Total Assets Turn Over)
A. RECEIVABLE TURN OVER
(Perputaran Piutang)

Merupakan rasio yang digunakan untuk


mengukur berapa lama penagihan piutang
selama satu periode.
Semakin tinggi rasio, menunjukkan bahwa
modal kerja yang tertanam menjadi piutang
semakin rendah dan semakin singkat masa
piutang
Semakin rendah rasio, menunjukkan over
investment pada piutang dan semakin lama
masa piutang.
– Cara mencari rasio dengan membandingkan penjualan
(kredit) dan piutangnya.

Receivable Turn Over : Penjualan


Piutang
CONTOH
Penjualan perusahaan Rp. 5.950
Piutang perusahaan Rp. 550

Receivable Turn Over


Penjualan = 5.950 = 10,81 = 11 kali
Piutang 550
ANALISA

– Dalam satu tahun, rata rata dana yang tertanam dalam piutang dapat
berputar sebanyak 11 kali.
– Bila dibandingkan dengan nilai rasio rata rata industri (15 kali),
artinya:
 kemampuan perputaran piutang perusahaan lebih buruk dari
pada perusahaan lain
 atau kemampuan perusahaan dalam penagihan piutang lebih
buruk daripada perusahaan lain.
Days of Receivable
(Umur Rata rata Piutang)

Rumus : 360
Perputaran piutang

Days of Receivable digunakan untuk mengetahui berapa


hari rata rata piutang dapat ditagih/ kembali ke perusahaan
CONTOH

Penjualan perusahaan Rp. 5.950


Piutang perusahaanRp. 550
Perputaran Piutang 11 kali
– Days of Receivable :
360 = 32,72 hari = 33 hari
11
ANALISA
– Piutang rata rata dikumpulkan setiap 33 hari sekali.

– Perlu dilihat syarat kredit yang diberikan apakah net 30


atau net 60. Jika syarat pertama yang berlaku maka
piutang kelebihan atau melebihi tanggal jatuh tempo tiga
hari. Namun, apabila syarat kedua yang berlaku, maka
hari rata-rata penagihan piutang dapat dikatakan cukup
baik
B. Inventory Turn Over
(Perputaran Persediaan)

Merupakan rasio yang digunakan untuk:


Mengetahui berapa kali dana perusahaan yang
tertanam dalam persediaan ini berputar dalam satu
periode

Atau untuk mengetahui:


Berapa kali persediaan diganti dalam satu tahun.
B. Inventory Turn Over
(Perputaran Persediaan)
 Menurut James C. Van Horne
Inventory Turn Over :
Penjualan
Persediaan

 Menurut J. Fred Wetson


Inventory Turn Over :
Harga Pokok Penjualan
Persediaan
B. Inventory Turn Over
(Perputaran Persediaan)

Semakin rendah nilai rasio maka semakin lama


persediaan menumpuk di gudang dan perusahaan
kurang produktif

 Semakin tinggi nilai rasio maka semakin baik tingkat


likuiditas persediaan dan perusahaan semakin produktif
CONTOH
Penjualan perusahaan Rp.5.950
Persediaan Rp. 250
Harga Pokok Penjualan Rp. 4.050

Inventory Turn Over = Sales


Inventory
= 5.950 = 23,8 = 24
250
Rasio ini menunjukkan sebanyak 24 kali persediaan diganti dalam
waktu satu tahun.
CONTOH
Inventory Turn Over = Harga Pokok Penjualan
Inventory

= 4.050 = 16,2
250
Analisa
Persediaan digudang diganti 16,2 kali dalam setahun.
Perputaran persediaan adalah 16,2 kali dalam setahun.
ANALISA
Bila dibandingkan dengan nilai rata rata industri yaitu 20
kali, berarti nilai rasio perusahaan dibawah nilai rata rata
industri.
Artinya :
 perusahaan lebih lama menyimpan persediaan di
gudang
 perusahaan kurang produktif bila dibandingkan
dengan perusahaan lain.
Days of Inventory
– Untuk mengetahui berapa lamakah rata rata inventory
tersimpan digudang, dipakai rumus:

Days of Inventory = 360


inventory turn over
Contoh
– Inventory turn Over = 16,2 kali
– Days of Inventory = 360 = 22 hari
16,2
Analisa
 Persediaan rata rata akan berganti selama 22 hari.
 Bila dibandingkan dengan rata rata industri (19 kali) maka persediaan
berada digudang lebih lama daripada persediaan perusahaan lain.
Atau kecepatan produksi perusahaan lebih buruk dari pada
perusahaan lain.
C. WORKING CAPITAL TURN OVER
(Perputaran Modal Kerja)

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur


atau menilai keefektivan modal kerja selama satu
periode.
Artinya, berapa banyak modal kerja berputar selama
satu periode.

Working Capital Turn Over : Penjualan Bersih


Modal Kerja
Contoh

– Penjualan Rp 6.340
– Aktiva lancar Rp 2.350
– Hutang lancar Rp 1.125

– WCTO = 6.340 = 6.340 = 5,175


(2.350 - 1.125) 1.225
Apabila nilai rasio rendah, artinya perputaran modal
kerja perusahaan rendah. Hal ini disebabkan
adanya over capital atau kelebihan modal kerja.
Kelebihan modal kerja bukanlah hal yang baik
karena artinya terdapat perputaran piutang dan
perputaran inventory yang terlalu rendah atau saldo
kas yang terlalu banyak.
Bila nilai rasio tinggi, artinya perputaran modal cepat
atau efektif karena terdapat perputaran piutang dan
inventory yang tinggi atau kas yang efektif.
Analisa
– Perputaran modal kerja perusahaan adalah 5,175.
artinya, setiap Rp. 1 modal kerja perusahaan akan
menghasilkan Rp. 5,175 penjualan.
– Bila dibandingkan dengan nilai rata rata industri yaitu 6
kali, artinya :
 Kemampuan modal kerja perusahaan dalam
menghasilkan penjualan lebih rendah daripada
perusahaan lain. Rata rata perusahaan lain setiap
satu rupiah modal kerja akan menghasilkan Rp. 6
penjualan.
D. FIXED ASSET TURN OVER
(Perputaran Aset Tetap)

– Rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas


perusahaan dalam menggunakan aset tetapnya. Apakah
perusahaan sudah menggunakan kapasitas aset tetap
secara penuh atau belum.

– FATO = Penjualan
Total aktiva Tetap
Contoh

– Net Sales (Penjualan) Rp 5.950


– Total Aset Tetap Rp 2.400

– FATO = 5.950 = 2,479 = 2,5


2.400
ANALISA

– Perputaran aktiva tetap perusahaan adalah 2,5 kali. Artinya, setiap


Rp. 1; aktiva tetap dapat menghasilkan Rp. 2,5 penjualan.
– Bila dibandingkan dengan rata rata industri yaitu 5 kali, artinya:
 kemampuan aset tetap perusahaan dalam menghasilkan
penjualan masih dibawah kemampuan perusahaan lain.
 perusahaan belum dapat memaksimalkan aset tetap yang
dimilikinya untuk menghasilkan penjualan.
E. TOTAL ASET TURN OVER
(Perputaran Total Aset)

– Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur


efektifitas aset dalam menghasilkan penjualan, atau
untuk mengetahui berapa jumlah penjualan yang
dihasilkan dari tiap rupiah aktiva

– Total Aset Turn Over : Penjualan (Sales)


Total Aktiva
Contoh

– Penjualan (Sales) Rp 5.950


– Total Aktiva Rp 4.200

– TATO = 5.950 = 1,416 = 1,42 kali


4.200
Analisa
– Perputaran total aktiva perusahaan adalah 1,42 kali artinya, setiap
Rp. 1 total aktiva perusahaan, dapat menghasilkan Rp.1,42
penjualan.
– Bila dibandingkan dengan nilai rata rata industri yaitu 2 kali, artinya:
 kemampuan aset perusahaan dalam menghasilkan penjualan
lebih rendah dari pada perusahaan lain
 bila dibandingkan dengan perusahaan lain, maka perusahaan
kurang efektif dalam memanfaatkan aktivanya untuk
meningkatkan penjualan.