Anda di halaman 1dari 36

Pemeriksaan dan

penyidikan pajak
Sengketa pajak
▸ Sengketa Pajak adalah sengketa yang timbul
dalam bidang perpajakan antara Wajib Pajak atau
penanggung Pajak dengan pejabat yang
berwenang sebagai akibat dikeluarkannya
keputusan yang dapat diajukan Banding atau
Gugatan kepada Pengadilan Pajak berdasarkan
peraturan perundang-undangan perpajakan,
termasuk Gugatan atas pelaksanaan penagihan
berdasarkan Undang-undang Penagihan Pajak
dengan Surat Paksa.
▸ Sengketa formal ▸ Sengketa material
Terjadi karena WP atau Adanya perbedaan pajak
fiscus atau keduanya tidak yang terhutang angtara
mematuhi prosedur dan WP dan fiskus.
Timbulnya tata cara yang telah
sengketa ditetapkan oleh UU
pajak perpajakan, khususnya UU
KUP dan UU Pengadilan
Pajak.
TIMBULNYA SENGKETA PAJAK

▸ 1. Adanya kebijakan perpajakan yang dikeluarkan Ditjen Pajak


berdasarkan kewenangan yang diberikan undang-undang.
Namun, wajib pajak merasa tidak puas dengan kebijakan tersebut
sehingga mengajukan upaya hukum yang memang diperbolehkan
oleh UU No 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak.
▸ 2. Adanya perbedaan interpretasi antara WP dan Ditjen Pajak
mengenai aturan perundang-undangan
▸ 3. Perbedaan metode perhitungan jumlah pajak mengenai jumlah
yang harus disetor pada negara.
▸ 4. Keberatan atas penetapan sanksi denda pajak.
▸ Wajip Pajak
▸ DJP
Pihak yang ▸ Pengadilan Pajak
terlibat
dalam ▸ Mahkamah Konstitusi
sengketa
pajak
KEBERATAN
PAJAK

Hal yang dapat dilakukan wajib pajak apabila Wajib Pajak tidak puas atau
tidak sependapat mengenai jumlah rugi, jumlah pajak, dan pemotongan
atau pemungutan pajak karena tidak sebagaimana mestinya Wajib Pajak
dapat menempuh upaya hukum melalui pengajuan keberatan kepada
Direktur Jenderal Pajak sesuai dengan ketentuan pajak yang berlaku.
Keberatan dapat diajukan atas :

▸ Surat ketetapan pajak kurang bayar


(SKPKB)
Ruang
lingkup ▸ Surat Ketetapan pajak kurang bayar
keberatan tambahan (SKPKBT)
pajak ▸ Surat Ketetapan pajak lebih bayar (SKPLB)
▸ Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN)
▸ Pemotongan atau pemungutan pajak oleh
pihak ketiga berdasarkan ketentuan
peraturan perundang-udangan perpajakan
▸ Diajukan secara tertulis dalam
bahasa Indonesia
▸ Mengemukakan jumlah pajak yang
terutang atau jumlah pajak yang
Syarat dipotong atau dipungut atau jumlah
mengajukan rugi menurut perhitungan wajib pajak
keberatan dengan disertai alasan-alasan yang
menjadi dasar perhitungan.
▸ 1 (satu) keberatan diajukan hanya
untuk 1 (satu) surat ketetapan pajak,
untuk 1 (satu) pemotongan pajak,
atau untuk 1 (satu) pemungutan
pajak
▸ Wajib Pajak telah melunasi pajak yang
masih harus dibayar paling sedikit
sejumlah yang telah disetujui Wajib Pajak
dalam pembahasan akhir hasil
pemeriksaan atau pembahasan akhir
Syarat hasil verifikasi, sebelum Surat Keberatan
mengajukan disampaikan
keberatan ▸ Diajukan dalam jangka waktu 3 (tiga)
bulan
▸ Surat Keberatan ditandatangani oleh
Wajib Pajak, dan dalam hal Surat
Keberatan ditandatangani oleh bukan
Wajib Pajak, Surat Keberatan tersebut
harus dilampiri dengan surat kuasa
khusus
Keberatan
di
sampaikan
kemana ?

Kantor pelayanan pajak


atau
Kantor pelayanan
penyuluhan dan konsultasi
perpajakan
Jangka Waktu Keputusan
Keberatan

Jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan


sejak tanggal surat keberatan diterima harus
memberi keputusan atas keberatan yang diajukan.
Jika lebih dari 12 bulan maka keberatan disetujui
oleh DJP.
Keberatan
yang Apabila terjadi kelebihan pembayaran, maka
dikabulkan dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga
sebesar 2% (dua persen) per bulan untuk paling
lama 24 (dua puluh empat)
Wajib Pajak dapat mencabut pengajuan
Pencabutan keberatan yang telah disampaikan kepada
Pengajuan Direktur Jenderal Pajak sebelum tanggal
Keberatan diterima Surat Pemberitahuan Untuk Hadir oleh
Wajib Pajak.
▸ permohonan harus diajukan secara tertulis
dalam bahasa Indonesia dan dapat
mencantumkan alasan pencabutan
▸ surat permohonan ditandatangani oleh Wajib
Pajak dan dalam hal surat permohonan
dilakukan tersebut ditandatangani bukan oleh Wajib
melalui Pajak, surat permohonan tersebut harus
penyampaian dilampiri dengan surat kuasa khusus
permohonan ▸ surat permohonan harus disampaikan ke
Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak
terdaftar dengan tembusan kepada Direktur
Jenderal Pajak dan Kepala Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Pajak yang merupakan
atasan Kepala Kantor Pelayanan Pajak.
Keberatan yang ditolak

Wajib Pajak dikenai sanksi administrasi berupa denda


sebesar 50% (lima puluh persen) dari jumlah pajak
berdasarkan keputusan keberatan dikurangi dengan
pajak yang telah dibayar sebelum mengajukan
keberatan.
BANDING PAJAK

Upaya hukum jika wajib pajak tidak puas


dengan keputusan keberatan yang diterbitkan
oleh direktur jendral pajak
▸ Harus diajukan dalam jangka waktu 3
(tiga) bulan sejak tanggal diterima
Keputusan yang dibanding, kecuali
diatur lain dalam peraturan
Syarat
perundang-undangan perpajakan.
Pengajuan ▸ Terhadap 1 (satu) Keputusan
Surat diajukan 1 (satu) Surat Banding.
Banding
▸ Banding diajukan dengan disertai alas
an-alasan yang jelas, dan
dicantumkan tanggal tanggal terima
surat keputusan yang dibanding.
▸ Pada Surat Banding dilampirkan
Salinan Keputusan yang dibanding.
▸ Banding hanya dapat diajukan
Syarat apabila besarnya jumlah pajak yang
Pengajuan terutang dimaksud telah dibayar
Surat
Banding
sebesar 50% lima puluh persen)
dengan melampirkan Surat Setoran
Pajak (SSP) atau Pemindah Bukuan
(Pbk).
▸ Pengajuan surat ke pengadilan
pajak
▸ melampirkan a. Salinan
Pemprosesan
Surat keputusan yang dibanding
Banding
b.Bukti pembayaran sebesar
50 % dari pajak yang terutang
yang dibanding Data dan bukti-
bukti pendukung (SKP, Surat
Permohonan Keberatan, SPT,
Laporan Keuangan dll.
▸ Pemohon Banding dapat
melengkapi bandingnya untuk
memenuhi ketentuan yang berlaku
Pemprosesan sepanjang masih dalam jangka
Surat waktu 3 (tiga) bulan sejak diterima
Banding Keputusan yang dibanding.
▸ Paling lambat 14 (empat belas hari)
sebelum persidangan dimulai,
Pemohon Banding mendapat
pemberitahuan sidang.
▸ Banding dapat diajukan oleh Wajib
Pajak, ahli warisnya, seorang
pengurus atau kuasa hukumnya.
▸ Apabila selama proses Banding,
Siapa yang pemohon Banding meninggal dunia,
mengajukan Banding dapat dilanjutkan oleh
Banding ?? warisnya, kuasa hukum dari ahli
warisnya, atau Pengampunya dalam
hal pemohon Banding Pailit.
▸ pihak yang menerima
pertanggungjawaban karena
penggabungan, peleburan,
pemecahan/pemekaran usaha, atau
likuidasi
Pencabutan Banding

Terhadap Banding dapat diajukan surat pernyataan pencabutan kepada


Pengadilan Pajak. Banding yang dicabut tersebut, dihapus dari daftar
sengketa melalui penetapan Ketua dalam hal surat pernyataan pencabutan
diajukan sebelum sidang dilaksanakan dan putusan Majelis.Hakim Tunggal
melalui pemeriksaan dalam hal surat pernyataan pencabutan diajukan dalam
sidang atas persetujuan terbanding. Banding yang telah dicabut melalui
penetapan atau putusan tersebut, tidak dapat diajukan kembali.
▸ Menolak
▸ Mengabulkan sebagaian atau
seluruhnya
Keputusan
banding ▸ Menambah pajak yang harus
dibayar
▸ Tidak dapat diterima
▸ Membetulkan kesalahan tulis
dan atau kesalahan hitung
▸ Membatalkan
sanksi

Dalam hal permohonan banding di tolak atau dikabulkan


sebagian, wajib pajak dikenai sanksi administrasi beruba
denda sebesar 100% dari jumlah pajak berdasarkan putusan
banding dikurangi dengan pembayaran yang telah dibayar
sebelum mengajukan keberatan.
▸ Apa Yang Perlu Diketahui Tentang Gugatan Di Pengadilan
Pajak

UPAYA
MENGAJUKAN Yang Dimaksud Dengan “GUGATAN”
GUGATAN KE Gugatan adalah upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Wajib Pajak
PENGADILAN atau penanggung Pajak terhadap pelaksanaan penagihan pajak atau
PAJAK terhadap keputusan yang dapat diajukan gugatan berdasarkan
perundang-undangan perpajakan yang berlaku
▸ Syarat Pengajuan Gugatan ▸ Pemprosesan Gugatan
Wajib Pajak dapat mengajukan gugatan
atas: 1. Gugatan diajukan dengan
1. Harus diajukan dalam jangka waktu 14
(empat belas) hari sejak tanggal diterima
Surat Gugatan dalam
keputusan pelaksanaan penagihan, kecuali Bahasa Indonesia kepada
diatur lain dalam peraturan perundang-
undangan perpajakan. Pengadilan Pajak.
2. Gugatan juga dapat diajukan selain atas
keputusan pelaksanaan penagihan adalah 2. Ditujukan kepada
dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari
sejak diterima keputusan yang
Pengadilan Pajak dengan
digugat.
melampirkan:
3. Terhadap 1 (satu) keputusan pelaksanaan a. Salinan keputusan yang
penagihan diajukan 1 (satu) Surat Gugatan. digugat;
4. Gugatan diajukan dengan disertai alasan-
alasan yang jelas, dan dicantumkan tanggal b. Data dan bukti-bukti
diterima surat keputusan pelaksanaan
penagihan.
pendukung lainnya;
5. Pada Surat Gugatan dilampirkan salinan c. Surat Kuasa bermeterai
keputusan pelaksanaan penagihan. cukup, bila diwakili oleh
kuasanya
▸ 1. Gugatan dapat diajukan oleh Wajib Pajak,
ahli warisnya, seorang pengurus atau kuasa
hukumnya.
Siapa Yang ▸ 2. Apabila selama proses Gugatan, pemohon
Gugatan meninggal dunia, Gugatan dapat
Mengajukan dilanjutkan oleh warisnya, kuasa hukum dari
Gugatan ahli warisnya, atau pengampunya dalam hal
pemohon Gugatan pailit.
▸ 3. Apabila selama proses Gugatan pemohon
Gugatan melakukan penggabungan,
peleburan, pemecahan / pemekaran usaha,
atau likuidasi, permohonan dimaksud dapat
dilanjutkan oleh pihak yang menerima
pertanggungjawaban karena penggabungan,
peleburan, pemecahan/ pemekaran usaha,
atau likuidasi dimaksud.
1. Pemohon Gugatan dapat melengkapi Surat Gugatannya untuk
memenuhi ketentuan yang berlaku sepanjang masih dalam jangka
waktu 14 (empat belas) hari sejak diterima keputusan yang digugat.
2. Pemohon Gugatan dapat memasukkan Surat Bantahan dalam
jangka waktu 30 (tigapuluh) hari sejak tanggal terima salinan Surat
Uraian Gugatan.
Hak-Hak
3. Dapat hadir dalam persidangan guna memberikan keterangan
Pemohon lisan atau bukti-bukti yang diperlukan sepanjang memberitahukan
Gugatan kepada Ketua Pengadilan Pajak secara tertulis.
4. Dapat hadir dalam sidang Pembacaan Putusan.
5. Dapat didampingi atau diwakili oleh Kuasa Hukum yang telah
terdaftar/mendapat ijin Kuasa Hukum dari Ketua Pengadilan Pajak.
6. Dapat meminta kepada Majelis kehadiran saksi.
▸ 1. Terhadap Gugatan dapat diajukan surat
pernyataan pencabutan kepadaPengadilan Pajak.
▸ 2. Gugatan yang dicabut tersebut, dihapus dari
daftar sengketa melalui penetapan Ketua dalam
hal surat pernyataan pencabutan diajukan sebelum
Pencabutan siding dilaksanakan dan putusan Majelis/Hakim
Gugatan Tunggal melalui pemeriksaan dalam hal surat
pernyataan pencabutan diajukan dalam sidang
atas persetujuan tergugat.
▸ 3. Gugatan yang telah dicabut melalui penetapan
atau putusan tersebut, tidak dapat diajukan
kembali.
▸ 1. Pengajuan Gugatan atas
pelaksanaan penagihan
dalam jangka waktu 14
(empatbelas) hari tidak
mengikat apabila dalam
jangka waktu dimaksud tidak
Pengecualian dapat dipenuhi karena
keadaan diluar kekuasaan
penggugat.
▸ 2. Pengajuan Gugatan selain
atas pelaksanaan penagihan
dalam jangka waktu 30 (tiga
puluh) hari tidak mengikat
apabila dalam jangka waktu
dimaksud tidak dapat
dipenuhi karena keadaan di
luar kekuasaan penggugat.
1. Pengadilan Pajak meminta Surat Tanggapan (ST) kepada tergugat dalam jangka
Hal-Hal Lain waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal diterima Surat Gugatan lengkap.
Yang Perlu 2. Dalam hal pemohon Gugatan melengkapi surat atau dokumen susulan, jangka
waktu 14 (empat belas) hari dihitung sejak tanggal diterimanya surat atau dokumen
Diketahui susulan dimaksud.
3. Tergugat menyerahkan Surat Tanggapan kepada Pengadilan Pajak dalam jangka
▸ . waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal dikirim Permintaan Surat Tanggapan.
4. Salinan Surat Tanggapan oleh Pengadilan Pajak dikirimkan kepada Pemohon
Gugatan dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal diterima.
5. Pemohon Gugatan memberikan bantahan atas Surat Tanggapan yang diterimanya
dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal dikirim permintaan Surat Bantahan.
6. Meskipun Tergugat atau Pemohon Gugatan tidak memenuhi ketentuan sebagaimana
dimaksud angka 3 dan 5, Pengadilan Pajak tetap melanjutkan pemeriksaan Gugatan.
Jangka 1. Gugatan terhadap angka 1 diajukan paling lambat
Waktu 14 hari sejak pelaksanaan Surat Paksa, Surat
Pengajuan Perintah Melaksanakan Penyitaan atau
Gugatan Pengumuman Lelang;
2. Gugatan terhadap angka 2, 3, dan 4 diajukan paling
lambat 30 hari sejak tanggal diterima Keputusan
yang digugat.
Dasar ▸ 1. Pasal 23 ayat (2) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 sebagaimana
Hukum telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007
tentang Ketentuan Umum dan TataCara Perpajakan.
▸ 2. Pasal 1, 40, 41, 42, 43, 44, 45 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002
tentang Pengadilan Pajak.
▸ 3. Pasal 1, 37 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 sebagaimana telah
diubah dengan Undang- Undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang
Penagihan Pajak dengan Surat Paksa.
Peninjauan Kembali Alasan-alasan Peninjauan
Kembali

UPAYA
PENINJAUAN 1. Putusan Pengadilan Pajak didasarkan pada
Apabila pihak yang bersangkutan
KEMBALI kebohongan atau tipu muslihat;
tidak/belum puas dengan putusan
KEPADA 2. Terdapat bukti tertulis baru penting dan
Pengadilan Pajak, maka pihak yang
MAHKAMAH bersifat menentukan;
AGUNG
bersengketa dapat mengajukan 3. Dikabulkan suatu hal yang tidak dituntut
Peninjauan Kembali kepada atau lebih dari yang dituntut.
Mahkamah Agung melalui 4. Ada suatu bagian dari tuntutan belum
Pengadilan Pajak dan hanya dapat diputus tanpa dipertimbangkan sebab-
sebabnya;
diajukan satu kali
5. Putusan nyata-nyata tidak sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
1. Permohonan Peninjauan Kembali dengan alasan
sebagaimana dimaksud dalam angka 1 dan 2
Jangka diajukan paling lambat 3 bulan sejak diketahuinya
Waktu kebohongan atau tipu muslihat atau ditemukan bukti
Peninjauan tertulis baru
Kembali 2. Permohonan Peninjauan Kembali dengan alasan
sebagaimana dimaksud dalam angka 3, 4, dan 5
diajukan paling lambat 3 bulan sejak putusan dikirim
oleh Pengadilan Pajak.
Thankyou
Any question?